Winner Never Quit, Are You Sure?

Oleh : Arief Maulana

“Winner never quit and quitters never win.”
(Vince Lombardi)

Winner Never Quit
Winner Never Quit

Sering mendengar quotes itu? Saya bolak balik di twitter. Yah resiko memfollow beberapa akun yang setiap hari kerjanya memotivasi dengan quotes dan di tweet di timeline.

Saya yakin Anda semua sudah mengerti maksud dari Vince Lombardi, bahwasanya dalam suatu proses menggapai goal yang kita inginkan sebisa mungkin jangan keluar dari track. Terus berusaha hingga akhirnya Anda sampai di tujuan. Benar begitu?

Nah, karena saya agak usil mari kita mencoba melihat dari sudut pandang yang lain dari tweet ini. Tentu saja dengan pertanyaan pembuka,

“Apakah benar seorang pemenang tidak pernah keluar dari ‘permainan’?”

Special case :

[1] Seorang pemain saham profesional memiliki intuisi yang tajam. Dia tahu kapan harus QUIT dari permainan dan menjual seluruh sahamnya, sesaat sebelum pasar saham ambruk dan harga saham jatuh gila-gilaan.

[2] Bill Gates drop out (QUIT) dari kuliahnya sebelum akhirnya berjuang membangun kerajaan bisnisnya dan menjadi seorang milyader. Begitu juga dengan R.T. Kiyosaki yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan Xerox, namun akhirnya memilih QUIT dan membangun bisnisnya sendiri?

[3] Teman saya sendiri, Agus Siswoyo, juga memutuskan untuk QUIT dari perusahaannya dan kini berprofesi sebagai full time blogger. Bahkan sekarang sudah punya bisnis jasa penulisan artikel sendiri. Denger-denger penghasilannya sekarang sudah lebih besar dari sallary di perusahaannya yang dulu.

Nah, banyak juga ternyata pemenang yang QUIT. Terus gimana dengan quotenya Vince Lombardi?

Feel Confuse?
Feel Confuse?

Sekali lagi saya ngga bermaksud menggugat Vince Lombardi. Siapa sih saya ini, cuma seorang Arief. Saya (sekali lagi iseng) menuliskan blog post ini karena inget pengalaman waktu masih aktif jalanin MLM dulu.

Winner never quit. Itu yang selalu saya pegang. Apapun yang terjadi asal ngga berhenti dan keluar dari MLM itu pasti saya dapet passive income. Seiring perjalanan waktu akhirnya saya memilih quit juga dan beralih ke internet marketing, yang ternyata sekarang ini malah enjoy disana. Berjalan agak lama, akhirnya satu persatu upline saya QUIT dari MLM tersebut karena memang ada sistem yang mulai tidak fair disana. Ini adalah sisi dimana saya memilih QUIT.

Di lain sisi, saya juga TIDAK QUIT. Kesannya labil yah. Saya memilih tidak quit untuk memperjuangkan mimpi-mimpi yang sudah ada di dalam dream book, wishlist, buku impian, atau apalah orang menyebutnya. Saya memilih untuk tetap mengejar semua mimpi-mimpi itu meskipun dengan jalan yang berbeda. Banyak jalan menuju Sidoarjo. :p

Intinya apa sih? Sering kali saya melihat ada teman-teman yang begitu ‘memaksakan’ cara mewujudkan impian yang mungkin sudah terlihat tanda-tanda ketidakberhasilannya. Alih-alih mengganti haluan untuk mengurangi kerugian yang besar, malah memilih bertahan dan jatuh terjerembab lebih dalam lagi.

Memilih Jalan Sukses
Memilih Jalan Sukses

Seperti yang selalu dan sering saya katakan, hidup adalah sebuah pilihan. Kita bebas memilih cara apapun untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Tidak perlu memaksakan diri dengan jalan yang sama jika memang pasar mulai jenuh dan harapan untuk jadi pemenang disana semakin tipis. Kita bisa memilih untuk mengganti haluan, ganti upaya, ganti bisnis, tetap demi tujuan akhir yang sama yaitu untuk mewujudkan impian kita.

Yang salah adalah ketika akhirnya kita memilih untuk BERHENTI BERJUANG. Menyerah dengan keadaan. Saya memang saat ini masih berada di level orang kebanyakan, sama seperti Anda mungkin. Belum bisa QUIT dari pekerjaan yang sekarang. Tapi saya memiliki sebuah mimpi yang besar dan sedang mencari jalan mewujudkan mimpi-mimpi itu.  Akan tiba waktunya, saya yakin itu dan selalu berdoa untuk itu.

Bagaimana dengan Anda? Apakah pernah terpikir untuk keluar dari ‘permainan’ yang sekarang? Sudahkah Anda mengevaluasi kinerja Anda selama ini?

“The Winner know the right time to quit from the game and start new game to reach his dream.”
AM Words (Jakarta – 2 Juni 2011)

  1. Agus Siswoyo says:

    Rejeki, jodoh dan mati sudah ada yang mengatur. Saya percaya semua sudah ada ketentuannya masing-masing. Pekerjaan online dan offline hanya salah satu alasan Tuhan untuk menurunkan rejeki-Nya.

    Jika diibaratkan Life is a Game. Menang dan kalah adalah hal biasa. Yang membedakan satu dengan yang lain adalah bagaimana dia menyikapi keadaan di depan mata.

    Makasih sudah mention nama saya. :)

  2. Ono musfilar says:

    satu hal yang pasti, kemenangan itu tidak berada pada satu tempat.
    .
    disetiap tempat, selalu ada kemenangan. memang kita tidak menang di tempat itu ketika kita keluar. tapi masih banyak tempat lain yang menjanjikan kemenangan. dalam hal ini saya sangat merekomendasikan dunia KEWIRAUSAHAAN…..
    .
    intinya, perjuangkan impian anda…….

  3. Ini dua hal yang saling berseberangan, ya Mas? Yang satu memutuskan QUIT, keluar dari jalur relnya. Yang satu tetap bertahan di relnya untuk menggapai kesuksesan.

    Ya, hanya kita sendiri lah yang paling tahu mana jalan yang paling tepat untuk kita pilih dan tempuh. Yang terpenting jalan itu harus mengantarkan kita menuju tangga kesuksesan.

    BTW, kadangkala, ini terjadi pada saya, saya malah beberapa kali sebaliknya. Merasa sudah tak ingin apa-apa lagi di dunia ini padahal puncak kesuksesan belum sepenuhnya saya raih.

    • @Joko Sutarto, zona nyaman itu mas. Udah males. Makanya ada juga yang bilang kalau goal adalah cara untuk memaksa kita keluar dari zona nyaman. Ada yang memutuskan untuk quit dari relnya, ada yang memutuskan bertahan, dan ada juga yang memutuskan ganti rel. :D

  4. Formula Bisnis Mlm says:

    Saya kira quit berarti putus asa mas Arief, artinya berhenti memperjuangkan impian. persoalan keluar masuk / gonta gantiprofesi sih itu mah sepertinya udah biasa kayaknya Mas, karena mungkin masih belum menemukan yang klik.:hihi:

    • @Formula Bisnis MLM, yup. Saya kira yang dimaksud oleh Vince Lombardi adalah itu. Ga peduli bagaimana jalan pencapaiannya, kita mesti tetap memperjuangkan apa yang kita inginkan.

  5. lianawati natawijaya says:

    YES thats RIGHT Tapi IBARAT Menaman BENIH jabgab baru tumbuh di cabut ditanam lagi dicabut KAPAN BISA BERBUAH?????

    • @Lianawati, betul. Tapi jika memang ditengah proses ternyata benih tidak tumbuh, dan memang karena faktor tanahnya yang kurang bagus apa masih tetap mau bercocok tanam disana? Tentu ada baiknya pindah atau mengganti bibit yang lebih sesuai dengan kondisi tanahnya.

  6. Fenny Ferawati says:

    ,,,pastikan evaluasi dan perencanaan yang menyeluruh sebelum memutuskan untuk quit supaya tidak benar – benar QUIT :)

  7. Pilihan itu memang sulit, terkadang kita tak bisa memutuskannya sendiri. Banyak yang meraih sukses dengan QUIT, tapi jangan salah. Malah lebih banyak yang jatuh akibat QUIT. Tergantung niat dan ide masing2. :D

  8. liat kondisi juga kali yach mas….saya pernah denger..ada seorang sales sekarang udah jadi manager marketing krn dia fokus pada posisinya…tapi temannya yg dulu sama2 sales, tidak sesukses dia sekarang. krn dia quit dari posisinya…alias tdk konsisten dgn posisi sales dulu.

  9. Ari Darmapala says:

    Betul sekali Mas Arief. Saya malah baru saja mau tulis tentang ini di blog saya aridarmapala.com, eh sudah keduluan. Saya ingat pernah baca bukunya Seth Godin yang judulnya the dip. Itu juga berbicara tentang bagaimana kita harus quit pada saat yang tepat.

    • @Ari Darmapala, ditulis aja mas. Topik tulisan sebuah blog bisa sama. Tetap akan berbeda kok cara penyajiannya, karena kita memiliki sudut pandang dan cara berpikir yang berbeda.

  10. agustantyono says:

    Memang bagaimanapun, quit ataupun tidak, semua relatif bagi setiap orang, ada yang ketika memilih quit malah semakin bersinar, ada pula sebaliknya. Namun terlepas dari ke-quit-an ini, satu hal yang patut di garis bawahi, ternyata satu hal yang tidak akan lepas mengikuti kesuksesan, yaittu ISTIQOMAH dengan ke-quit-annya atau sebaliknya… Thanx Mr.Arief, mencerahkan… :sip:

  11. QUIT rasanya sesuatu yang wajar, apalagi mengambil keputusan QUIT karena ada peluang yang lebih baik, tetapi yang jelas apapun yang kita kerjakan harus dengan sepenuh hati supaya perjuangan tidak akan menjadi sia-sia kalau tidak dikerjakan dengan sepenuh hati, maka akan membuang waktu percuma padahal waktu itu sangat berharga. Thx Mas untuk sharenya, sukses selalu.

    • @Franky T, benar sekali. Quit ga quit itu pilihan. Yang jauh lebih penting adalah tidak menyerah dengan keadaan untuk memperjuangkan keinginan kita. Apapun itu pilihannya.

  12. Mampu membaca situasi, dapat menakar kemampuan diri untuk mencapai yang diinginkan, lalu berani ambil keputusan. Kalimat bijak di akhir tulisan Mas Arief Maulana sepertinya lebih tepat.

  13. Seorang pemenang tidak pernah keluar dari ‘permainan’?

    Tapi ada juga kan pepatah yang menyatakan “Mengalah untuk Menang” itu jawabannya :)

  14. Pada dasarnya memang beberapa keberhasilan seseorang adalah keluar dari zona nyaman, karena mungkin ketika berani keluar dari zona nyaman, tantangan akan semakin berati, tetapi kemenangan yang di dapat lebih dari biasanya,,

    hehehe Salam Kenal mas Dari Newbie Blogger :D

  15. Keyakinan kuat dalam memenangkan sebuah persaingan tentu harus dipunyai jika ingin menjadi winner… Sikap realistis juga harus digunakan, jika sudah terlalu banyak gagal dalam satu bidang, harus punya tolok ukur jika sudah melewati batas… QUIT itu hukumnya wajib…
    Makasih sharenya mas… :sip:

  16. Mas kadang untuk memilih antara tetap dan quit memang perlu pemikiran yang sangat keras untuk itu saya diam di dua level itu masih tetap dan membuat permainan baru dengan tidak quit dari permainan.

  17. Dari contoh2 kasus yang ditulis, malah orang yang berstatus QUIT yg akhirnya menjadi WINNER bagi nasibnya sendiri. Sangat menarik.

    Menurut penafsiran saya sih, The Winner Never Quit itu ya sama dengan yg mas Arief tulis, yaitu tidak QUIT dari goal2/tujuan hidup. :sip:

  18. sependapat. quit disini bukan maksudnya berhenti berusaha ya. amin punya impian besar nanti dan quit dari pekerjaan sekarang. saya juga ingin keluar dari ‘permainan’ sekarang ini dan mencoba berbisnis sendiri, amin..
    semangat atuh :D

  19. wah, resep suksesnya semakin digali, sepertinya nggak pernah ada ujungnya ya…
    *maju terus pantang mundur….
    ahhh…
    nanti digugat juga, kadang kadang kita harus mundur supaya bisa melompat lebih jauh…. :D

    • @Sriyono Semarang, resep sukses ga pernah ada ujungnya mas. Kecuali orang udah bosen untuk berjuang demi kesuksesannya. Nah boleh tuh, mundur sejenak untuk melompat lebih jauh :D

  20. saya terkadang juga masih labil dalam menentukan keputusan.. dulu benar2 ingin fokus di blogging eh malah ada tawaran kerja.. sekarang sudah kerja dan pengen berhenti ngeblog, eh malah job dari blog banyak…

    jalani aja dan berusaha berjuang untuk wujudkan mimpi :sip:

  21. hadoooh mas arif ni..kok ngasi link dbc onlen tp ga bs dibuka seh..bahkan kebuka jg ga ada isinya..sdh basikah?yg ada cm dbcnetwork..

  22. mantab mas arief… setidaknya saya berusaha QUIT dari hal yang tidak produktif bagi saya, untuk mencapai kesuksesan dengan percepatan yang lebih dibandingkan sebelumnya dalam hidup saya. :sip:

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 472,007 bad guys.