Waktu Luang, Senjata Suksesmu Untuk Berbisnis

Oleh : Arief Maulana

Waktu Luang

Waktu Luang

Setiap orang memiliki waktu yang sama, 24 jam setiap hari. Tapi disisi lain ada yang mampu memiliki kualitas hidup yang luar biasa, sementara yang lain biasa-biasa bahkan cenderung (maaf) nelangsa. Perbedaannya adalah kemampuan kita menggunakan waktu luang, khususnya bagi rekan-rekan yang masih bekerja sebagai karyawan (seperti saya).

Saya sadar tidak semua orang memiliki keberanian langsung total terjun sebagai pebisnis. Apalagi bila berasal dari latar belakang keluarga yang karakternya birokrat. Untuk keluar dari lingkaran pekerjaan sebagai karyawan itu sulit. Pola pikir sejak kecil selalu didoktrin agar bisa jadi karyawan yang baik dengan penghasilan besar. Lain dengan keluarga pebisnis yang akan mendidik generasi penerusnya untuk berbisnis. Jadi kalau bukan kita yang memotong mata rantai tersebut, siapa lagi?

Bukan berarti saya mengatakan bahwa pebisnis pasti lebih bagus dari karyawan. Tidak juga. Semua punya peranannya masing-masing. Pebisnis tanpa karyawan pun bisa apa? Semua sama-sama baik. Hanya saja bagi rekan-rekan yang ingin memilih peranan sebagai pebisnis dan membuka 9 pintu rezeki, seperti dituliskan di buku 7 Keajaiban Rezeki bisa juga.

Menemukan Waktu Luang

Saya mencoba sharing apa yang sudah saya lakukan. Karena posisi saya saat ini sebagai karyawan, maka demi menjaga profesionalisme maka saya tidak akan berbisnis di jam kerja. Nanti yang ada malah semuanya berantakan. Waktunya bekerja ya bekerjalah dengan baik. Waktunya berbisnis ya berbisnislah dengan baik. Itu yang namanya profesional. Jangan waktunya bekerja, pikirannya ngelantur ke bisnis. Kalau itu kita lakukan, saya yakin berantakan semua dan tidak ada yang jadi.

Nah, setiap orang saya yakin pasti punya waktu luang. Saya sendiri punya beberapa waktu luang :

  • Subuh, saat semua aktivitas ibadah sudah selesai. Biasanya saya pakai untuk olahraga dan online untuk berbisnis atau blogging.
  • Break makan siang. Kalau tidak lelah dan tidur siang, saya gunakan untuk membalas email order, konsultasi bisnis, dsb.
  • Selepas jam kerja. Biasanya setelah maghrib hingga malam hari (jam 10 maksimal, demi kesehatan tidak begadang).
waktu luang untuk zona nyaman

waktu luang untuk zona nyaman

Waktu-waktu luang seperti itu sebenarnya bisa kita manfaatkan, KALAU MAU. Cuma masalahnya adalah lawan kita ketika akan menggunakan waktu luang. Siapa itu? ZONA NYAMAN.

Waktu luang tentu lebih nyaman kalau dipakai malas-malasan. Tidur kek, leyeh-leyeh, nonton sinetron A B C D, nonton Liputan 6 7 8, dsb. Inilah nantinya yang akan membedakan kita dengan mereka yang benar-benar memanfaatkan waktu luangnya.

Coba mulai sekarang, Anda list kegiatan sehari-hari (yang rutin) apa saja. Buat nama aktivitasnya beserta jamnya. Kalau sudah Anda buat semua, nanti akan kelihatan mana kegiatan non produktif di waktu luang. Kalau sudah ketemu, tinggal ganti kegiatan non produktif itu untuk membangun bisnis part time Anda.

Bisnis Part Time

Anda tahu kenapa ada bisnis part time (paruh waktu)? Itu adalah untuk memfasilitasi rekan-rekan yang masih belum bisa langsung total terjun sebagai pebisnis. Masih berpegang pada profesinya sebagai karyawan terlebih dahulu. Tentu tidak semua bisnis bisa dan cocok dijadikan part time business. Memang bukan bisnis biasa, karena kalau bisnis biasa akan menuntut kita full time sejak awal.

Seperti namanya, maka satu-satunya waktu yang bisa kita gunakan adalah waktu-waktu luang. Sisihkan 2 jam sehari saja untuk belajar dan berbisnis di waktu luang kita, maka akan nampak hasilnya nanti. Beberapa orang berhasil yang sukses memanfaatkan waktu luang (yang saya kenal), juga demikian. Setiap hari hanya menyisihkan 2 jam, namun konsisten.

Tidak masalah bila belum bisa full time, yang penting full heart!

Yang penting Anda coba pegang tiga kata kuncinya : Network, Marketing, Online.

bisnis part time di waktu luang

Tiga kunci ini sebenarnya sudah saya sadari sejak awal terjun di bisnis online tahun 2008 dulu. Diperkuat lagi dengan tulisan teman sekaligus partner bisnis saya, Mashengky, tentang peluang bisnis jaringan. Dan ini menjadi alasan kenapa bisnis Herbalife® yang saya jalankan menggunakan website Program Diet Mudah™. Alhamdulillah saya sendiri sudah membuktikan bisa mendapatkan deal penjualan senilai 40 juta, yang diawali informasi dari website.

Network (jaringan). Bicara soal bisnis, selalu harus dimulai dari marketing atau menjual. Untuk bisa menjual, harus memiliki dan membangun network.Mana ada pebisnis yang tidak punya network. Justru network mereka sangat kuat dan saling menguatkan. Kadang saling cross promotion antar brand yang segmentasi produknya berbeda. Ini bukan hanya saya yang mengatakan, Merry Riana (wanita sukses berpenghasilan 1 juta dolar) dalam biografinya “Mimpi Sejuta Dolar” pun mengatakan demikian.

Marketing (pemasaran). Bahasa kerennya sih marketing. Intinya tetap saja jualan. Mau punya bisnis besar, belajarlah menjual dari sekarang. Jangan bilang “saya tidak punya bakat jualan“. Semua yang sepertinya mudah menjual hal apapun itu tidak lain karena sudah terbiasa. Mudah karena biasa dan terasah kemampuan menjualnya. Nah, kalau memulainya saja belum bagaimana bisa terbiasa dan terasah kemampuan menjualnya. Semua ada prosesnya.

Menjual tidak perlu mengada-ada. Saya kalau jualan malah tidak terlihat jualan. Hanya terlihat bercerita apa adanya. Sharing, not selling. Kalau memang yang kita ajak ngobrol butuh produknya, ntar juga dia bakal kontak kok. Pahami peran penjual, pembeli, beserta hukum statistiknya. Kalau sudah memahami ini, tidak akan stress jadinya.

Online. Kenapa harus online, karena kita masih bekerja sebagai karyawan. Dengan keterbatasan waktu luang, maka online adalah senjata yang ampuh. Bukan berati tidak boleh offline. Saya pun melakukan bisnis Herbalife® dan bisnis lainnya dengan online dan offline. Weekend misalnya. Karena tidak bekerja di kantor, maka untuk melakukan personal approach secara offline bisa saya lakukan dengan maksimal. Namun, karena hari kerja lebih banyak (5 dari 7 hari) maka waktu luangnya menggunakan metode online.

waktu luang dengan bisnis online

waktu luang dengan bisnis online

Apapun bisnis part time Anda, itu tidak jadi masalah. Bagi yang belum memiliki bisnis part time, Anda bisa kontak saya dan berkonsultasi. Temukan segera waktu luang dan bisnis part time yang cocok untuk Anda dan mulailah dengan segera. Jangan berpikir untuk mulai berbisnis saat pensiun. Ingat, bisnis pasti punya fase gagal atau jatuh. Justru karena kita memulainya di awal, fase itu bisa segera kita temukan dan lewati. Kalau sudah pensiun? Waktunya makin sempit, hehehe…

Semoga artikel yang agak panjang ini bermanfaat untuk Anda semua yang masih berprofesi sebagai karyawan dan ingin pindah menjadi pebisnis.

65 Responses to Waktu Luang, Senjata Suksesmu Untuk Berbisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 400,663 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip