Visi, Pemimpin Anda Menuju Sukses
Oleh : Arief Maulana
Sebesar Apa Visi Anda, Sebesar Itulah Kesuksesan Anda.
Sebagai pembuka, ada kisah sederhana yang mungkin pernah Anda dengar. Berikut kisahnya.
Di pinggir jalan, berdiri seorang pria yang sedang menunggu taxi yang akan lewat. Sekilas jika diamati, orang tersebut membawa banyak dokumen dan berkas seperti hendak melakukan deal bisnis yang besar. Apalagi pakaiannya sudah nampak rapi, layaknya executive muda.
Setelah menunggu ± 10 menit, akhirnya datanglah taxi yang telah dinantikannya. Pria itupun menyetopnya. Kemudian masuk ke dalam taxi. Setelah agak lama, rupanya taxi itupun tidak berjalan kemana-mana.
Sang pria dengan kesalnya menghardik supir taxi, “Hey, kenapa kita tidak jalan?”
Supir taxi pun menjawab, “Bagaimana saya mau jalan, Anda tidak memberitahukan kemana saya harus membawa Anda pergi.”
Kemudian supir taxi bertanya lagi, “Anda mau kemana?”
Pria itu menjawab, “Saya tidak tahu. Awas jangan bertanya lagi, pokoknya jalan saja.”
Dari cerita singkat di atas, kira-kira sampaikah orang tersebut pada tujuannya? Ataukah jangan-jangan dia hanya berputar-putar dan tidak pernah sampai pada tujuan yang sebenarnya.
Itulah gambaran pentingnya sebuah visi. Sebanyak apapun bekal Anda untuk melakukan perjalanan sukses, ketika visi sukses ke depan Anda tidak punya maka sudah bisa dipastikan usaha Anda akan sia-sia.
Salah satu mentor bisnis offline saya, Mr. Juanda Kurniawan (Branch Manager perusahaan otomotif di Surabaya), pernah mengatakan bahwa Visi adalah apa yang ingin Anda dapatkan dan action yang akan memastikan apakah anda mendapatkan hal tersebut. Persoalannya adalah bagaimana bisa action dengan benar dan tepat sasaran bila visi aja Anda tidak punya.
Saya pernah membaca di sebuah buku (lupa judulnya karena pinjam punya teman), ada sebuah survey yang cukup mengejutkan terkait dengan pembentukan visi sukses ini. Survey tersebut meriset dan mencari tahu kesamaan pola pikir masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah (miskin).
Sebagian besar sampel masyarakat tersebut ternyata tidak memiliki sebuah visi sukses kedepan. Mereka terbiasa memilih untuk menjalani hidupnya seperti air yang mengalir {sukses adalah sebuah pilihan}. Tanpa tujuan yang jelas, tidak ada target sukses yang dikejar. Hasilnya pun begitu-begitu saja. Dengan kata lain, terus mengalir meski airnya keruh.
Oleh karena itu berbicara tentang kesuksesan, pastilah berkaitan erat dengan visi. Seberapa besar visi seseorang, maka sebesar itulah kesuksesan yang akan diraih. Visi ibarat obat bius. Semakin besar dan semakin fokus Anda pada visi tersebut, maka segala rintangan yang menghambat Anda untuk sukses tidak akan terasa. Anda tidak akan peduli seberapa besar pengorbanan yang harus dilakukan asalkan visi tersebut bisa terwujud.
Untuk memiliki visi yang besar, hilangkan kata mustahil dalam diri Anda. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Sebagai contoh saya ambil figur pengusaha sukses dan motivator No.1 Indonesia, Andrie Wongso. Pendidikannya sangat luar biasa. Gelarnya pun unik. SDTTTBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses), Hehehe…
Kalau beliau yang tidak lulus SD saja bisa menjadi begitu top, bagaimana dengan Anda yang saya yakin minimal sudah lulus SD. Tentu saja potensi Anda untuk sukses jauh lebih besar. Cuma yang mau saya tanyakan pada Anda, seberapa besarkah visi Anda untuk menjadi orang sukses? Ataukah Anda sampai saat ini belum memiliki visi sama sekali. Tentu Anda tidak mau kan masuk dalam golongan orang gagal gara-gara tidak punya visi.
Jika Anda mau sukses, segera bentuk visi Anda mulai sekarang. Buat Anda yang sudah punya visi tapi kecil-kecil, segera perbesar visi Anda! Punya visi besar kan gratis, ya dimanfaatkan gitu loh! Kan orang Indonesia senengnya yang gratis-gratis, hahaha…





Succes for you
balas komentar
Success for you too…
balas komentar
hmmm….
senangnya sudah launching. Selamat yah mas arief.
selamat ultah juga yah…
tadi saya sempat salah tulis. saya tulis arief (tidak pakai e) saya fikir error. eh ternyata saya yg salah tulis… ha ha
sejak awal saya melihat blog motivasiarief, sy sdh merasakan aura semangat yang smart dari mas arief.
maju terus yah………….
balas komentar
Hidup emang harus selalu semangat mas. Disamping itu, mayoritas orang sukses adalah mereka yg penuh dengan semangat dalam menjalani hari-harinya.
Thanx for support
balas komentar
Alhamdulillah ALLAH telah mengenalkan saya dengan mas Arief banyak manfaat yang saya dapati dari blognya mas Arief,saya bangga punya kenalan anak muda yang berprstasi,saya panjatkan doa semoga dan Insya Allah mas Arief akan mencapai cita2 luhur sebagaimana cita2 semua orang yaitu Hidup Sejahtera dan Mati masuk Surga Insya Allah.
balas komentar
Arief Maulana Reply:
December 28th, 2008 at 10:30 am
Terima kasih atas support dan doanya
balas komentar
[...] Saat membaca artikel ini, pastikan Anda sudah menyadari seberapa penting sebuah visi dalam perjalanan sukses Anda. Untuk itu, Anda bisa membaca seberapa penting arti sebuah visi. [...]
[...] Visi inilah yang akan menjadi penuntun sekaligus motivator alami Anda dalam menghadapi segala rintangan yang akan menghadang. Sehingga Anda bisa tetap tegar dan selalu mantap dalam melangkah. [...]
[...] Terlihat sangat simpel bukan? Just power of love. Tapi kenapa tetap saja banyak pedjoeang-pedjoeang kesuksesan yang berguguran? Karena mereka tidak memasukkan kekuatan cinta tersebut dalam visi / goal / dreamnya. [...]
[...] Apapun dream kita, akan selalu ada rintangan menghadang. Bahkan tidak mungkin rintangan itu adalah kegagalan-kegagalan seperti yang saya alami sebelum akhirnya bisa ikut survey. Jangan takut gagal. Anda masih punya dream yang mesti diperjuangkan. [...]
Mas visi besar tanpa action akan sia-sia…terus belajar dan bergerak yang akan mendekatkan pada visi yang besar itu…Go action for succes
http://ariefmaulana.com/wp-content/plugins/munky-smiley/sip.gif

balas komentar
gaya backlink JS dipakai habis2an nih sekarang? hehehe.. hati2 kehilangan identitas mas
balas komentar
[...] saya memulainya dari kondisi zero of skill. Yang saya bawa hanya impian sukses dan keyakinan bahwa internet marketing adalah jalan untuk menggapai itu [...]
[...] kita sedikit menelaah ungkapan di atas, maka kata kuncinya adalah mimpi (visi). Ketika kita berhenti bermimpi, maka sama artinya hidup kita telah usai sebelum waktunya. Bagaimana [...]
[...] harus siap untuk berubah total. Tidak hanya pola kerja, tapi juga mental, pola pikir, paradigma, punya visi, jeli membaca peluang, dll. Yang paling penting dari semua itu adalah merubah nilai inti dari dalam [...]
[...] bisa melakukan itu semua karena dia memiliki sebuah keyakinan yang mendalam serta visi yang begitu berakar di dalam hatinya. Visinya adalah menjadikan pertunjukan malam itu menjadi pertunjukkan yang tidak akan terlupakan [...]
[...] sebabnya mengapa setiap saya mencoba merintis sebuah usaha untuk mencapai impian terbesar saya (passive income), saya selalu mencoba bersabar dan menikmati setiap prosesnya. Bagi [...]
[...] membaca lebih dalam, silahkan pastikan diri Anda sudah pernah membaca artikel saya yang lalu, Visi Adalah Pemimpin Anda Menuju Sukses, Hidup Tanpa Visi Bagai Tubuh Tanpa Jiwa, dan Menyusun Visi itu simpel. Kenapa? Karena posting kali [...]
Itulah masalahnya mas Arief. Saya mengajar di SMK, sudah menjadi rahasia umum, siswanya berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, membangun impian/visi mereka amat sulit, berbeda dengan siswa yang berasal dari golongan ekonomi menengah ke atas, visinya sudah jelas.
Terima kasih motivasinya, saya akan berjuang agar siswa-siswa saya berani memiliki mimpi/visi. Saya sering membacakan karya-karya Andrie Wongso, Paulus W, dll, diantara kegiatan KBM. Jika mereka penasaran akan membaca sendiri bukunya, perpustakaan sekolah kami menyediakan buku-buku motivasi. Saya amati ada hasilnya.
Doakan ya mas.
balas komentar
wihhh..bagus bgt kata-katanya…
kaka aku mau nanya..bagaimana cara kita meraih sebuah kesuksesan dalam hidup..?
balas komentar
arief maulana Reply:
September 16th, 2009 at 10:27 am
Paling simpel adalah melakukan metode 3 cara sederhananya Pak Tung Desem Waringin :
http://ariefmaulana.com/2009/09/3-cara-sederhana-mengubah-hidup
Baca juga artikel :
http://ariefmaulana.com/2009/07/jangan-pernah-menertawakan-mimpi-anda dan
http://ariefmaulana.com/2009/08/mengapa-bermimpi-saja-sulit
Semoga membantu…
balas komentar
[...] Saat membaca artikel ini, pastikan Anda sudah menyadari seberapa penting sebuah visi dalam perjalanan sukses Anda. Untuk itu, Anda bisa membaca seberapa penting arti sebuah visi. [...]
[...] hal baru buat saya. Tapi walau bagaimana pun sulitnya, saya tetap harus berjuang agar blog ini bisa launching tepat waktu karena goal saya sudah jelas. Waktu itu saya ingin kelahiran blog ini menjadi kado ulang tahun [...]
[...] kita sedikit menelaah ungkapan di atas, maka kata kuncinya adalah mimpi (visi). Ketika kita berhenti bermimpi, maka sama artinya hidup kita telah usai sebelum waktunya. Bagaimana [...]
[...] yang baru lagi bila Anda mendengar bahwa seorang pebisnis yang sukses adalah mereka yang memiliki visi yang jelas kedepan. Mustahil ada orang sukses tanpa visi. Kenapa? Karena visi adalah cetak biru / blue print masa [...]
[...] Terlihat sangat simpel bukan? Just power of love. Tapi kenapa tetap saja banyak pedjoeang-pedjoeang kesuksesan yang berguguran? Karena mereka tidak memasukkan kekuatan cinta tersebut dalam visi / goal / dreamnya. [...]
[...] Apapun dream kita, akan selalu ada rintangan menghadang. Bahkan tidak mungkin rintangan itu adalah kegagalan-kegagalan seperti yang saya alami sebelum akhirnya bisa ikut survey. Jangan takut gagal. Anda masih punya dream yang mesti diperjuangkan. [...]
[...] pula dengan rekan-rekan kerja satu tim kita, yang notabene memiliki kesamaan visi dan misi untuk menjadi sukses. Mereka adalah cerminan dari diri kita. Ketika kita menjadi pribadi yang [...]
[...] itu mengingatkan saya pada 2 posting lama : “Visi, Pemimpin Anda Menuju Sukses” dan “Berkat Tuhan Datang Tepat Pada [...]
[...] mimpi-mimpi sukses saya sewaktu dulu aktif di network marketing? Tetep ada dong. Masa dihapus. Visi sukses tetep kepegang, hanya saja jalannya yang berbeda. Pun temen-temen lain yang ngga aktif lagi juga sama. Dengan cara [...]