The Miracle Of Giving

Oleh : Arief Maulana

miracle of giving

miracle of giving

Anda percaya pada miracle of giving (keajaiban memberi)? Saya tidak sedang membahas sebuah buku karangan Ustad Yusuf Mansur. Namun kalau ada buku yang saya rekomendasikan pada Anda, The Miracle Of Giving adalah salah satunya.

Saya tidak akan berbicara tentang review buku tersebut sekarang. Saya hanya ingin bercerita bagaimana Allah sekali lagi menunjukkan kepada saya bahwa miracle of giving itu benar-benar ada. Ini dia ceritanya.

Hari senin kemarin, kebetulan saya ada janji bertemu dengan seorang calon customer yang mendapatkan informasi tentang program diet lewat website saya Program Diet MudahTM. Kami mengatur janji bertemu di Plaza Semanggi sore hari selepas pulang kantor. Demi komitmen dan profesionalitas selepas pulang kantor, saya pun bergegas beranjak pergi ke Plaza Semanggi agar tidak terlambat dengan janji bertemu itu.

Saya tiba disana sekitar pukul lima sore. Karena merasa tiba duluan, saya pun mengontak calon customer ini untuk menanyakan posisinya dimana. Ternyata di telepon dia mengatakan tidak bisa datang dan membatalkan janji bertemu sore itu. Kesal juga sebenarnya, mengingat sudah jauh-jauh dari Tg.Priok datang ke Plaza Semanggi.

Daripada emosi ngga jelas, saya pun meluncur ke lantai 3a. Seingat saya disana ada banyak food court. Saya ingin melepas penat dan kekesalan dengan bersantai sambil menyeduh minuman hangat. Ketika melewati Warung Kita, saya melihat ada seperti kumpulan orang-orang yang wajahnya nampak tidak asing di benak saya.

Ah iya benar, ternyata mereka memang blogger dan juga beberapa aktivis social media yang cukup familiar dan sering saya ajak berinteraksi di dunia maya. Ada Mas Edo, Mas Rosid, Galuh, Chicko dan Mas Eko. Entah sejak kapan mereka disana, saya tidak tahu. Langsung saja saya dekati untuk bergabung dan nimbrung ngobrol. Lumayan lah pikir saya, ada teman nyantai sore itu.

Kami saling sharing seputar aktivitas ngeblog. Satu sama lain saling berbagi. Topik bahasannya pun beragam. Mulai dari situs Klout.com yang saat ini menjadi parameter para Corporate untuk mencari para buzzer hingga money making online, baik itu via adsense ataupun job review yang pernah diberikan ID Blog Network. Sempat dibahas juga mengenai ‘pertikaian’ komunitas blogger yang terpecah menjadi beberapa kubu.

Mas Edo juga sempat bercerita tentang komunitasnya yang punya misi mulia untuk membantu UKM di Indonesia berkembang. Beliau tidak segan-segan mempromosikan UKM di dalam lingkaran komunitasnya dengan cuma-cuma. Khusus UKM. Brand besar, minggir saja. Ini adalah kegiatan yang positif sekali. Saya jadi teringat ketika mahasiswa dulu, saat memberikan training gratis bertema Blog Online Store dalam Program Kreativitas Mahasiswa yang didanai oleh Pemerintah.

Mas Rosid pun seakan tak mau kalah membuka topik pembicaraan yang juga menarik dan menggelitik, yaitu seputar copy paste konten blog oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Rupanya tidak hanya saya seorang yang memiliki masalah serupa. Saya bilang ke Mas Rosid, “Kalau konten kita mulai sering dicopas, itu artinya tulisan kita bagus dan bersiaplah jadi semakin populer. Jadi daripada pusing ngurusi para plagiat, mending fokus membuat konten-konten baru yang bermanfaat. Dengan demikian kita bisa semakin kreatif.”

Do Not Copy

Ngobrol asik ini selesai kira-kira jam tujuh malam. Tadinya saya mengajak untuk sekalian makan malam bersama sebelum kembali ke rumah masing-masing. Ternyata Mas Edo dan Mas Rosid tidak bisa dan terpaksa pulang. Tinggal saya, Galuh, Mas Eko, Chicko dan Mas Sis, cowoknya Mbak Galuh yang sudah menunggu di sisi lain food court.

Sambil jalan saya sekalian menyebarkan flyer bisnis. Aji mumpung lah, karena banyak prospek potensial rupanya. Lagi asyiknya nyebar flyer tiba-tiba ada sms pemberitahuan dari Indosat bahwa masa berlaku Blackberry Internet Service saya berakhir hari itu. Saya pun segera mengecek pulsa tersisa, ternyata pulsanya kurang. Saya lantas mencari counter di Plaza Semanggi yang menjual pulsa. Teman-teman yang lain saya minta duluan saja, nanti saya susul.

Karena kurangnya tidak terlalu banyak, saya isikan Rp.50.000. Tidak lama setelah saya mengisi pulsa, penjaga counternya lantas memberitahukan bahwa saya mendapatkan voucher “Scratch and Get It” Indosat. Karena saya membeli Rp.50.000, maka saya berhak mendapatkan dua buah voucher.

Saya menanyakan kepada mbak penjaga counternya, “Mbak ini program apa dari Indosat? Saya kok baru tahu ya?”

“Ini program lama Mas. Sudah lama kok, kalau tidak salah sudah sejak Bulan September 2011 kemarin sampai Februari 2012. Jadi tiap kita beli pulsa Indosat minimal Rp.25.000 itu dapet satu voucher Scratch and Get It yang berhadiah langsung. Masa ngga tau sih mas?” jawab si Mbak penjaganya sambil cengar-cengir ngga jelas. Keren kali yah, sayanya.

Well, jujur saja saya tidak pernah tahu ada program ini di Indosat. Karena selain saya biasanya membeli pulsa langsung di teman saya yang menjual pulsa, saya juga jarang memperhatikan promosi provider pulsa di Indonesia. Yang saya tahu cuma isi pulsa dan pakai.

Saya kemudian menggosok voucher “Scratch and Get It” pertama. Ah, cuma dapet pulsa 2000 doang rupanya. Saya pribadi sebenernya ngga terlalu berharap sih, lantaran dari dulu biasanya kalau yang beginian jarang dapet. Saya gosok voucher kedua. Ternyata saya mendapatkan hadiah HP Samsung. Saya kaget memenangkan hadiah itu. Rasanya seperti mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka hari itu. Ya Allah… ini jadi penghibur kekesalan saya yang janjinya dibatalkan sepihak sama calon customer.

HP Samsung Gratis

HP Samsung Gratis

Mbak penjaga counternya pun kemudian memberikan ucapan selamat kepada saya karena mendapatkan hadiah langsung dari program “Scratch and Get It” Indosat. Dia kemudian menyerahkan hadiahnya kepada saya dengan terlebih dahulu minta diambil dokumentasi serah terima hadiah langsung HP Samsung tersebut.

 “Alhamdulilah… Ya Allah… Miracle of giving terjadi lagi…”

(merinding saya menuliskan ini). Begitu cepatnya Allah membalas berkali-kali lipat yang sempat saya keluarkan beberapa waktu lalu. Kalau diingat-ingat rasanya sering banget miracle of giving ini terjadi dalam hidup saya.

Bener banget apa yang selalu dibilang oleh Ippho “Right”, Ustad Yusuf Mansur, Mas Lutvi Avandi, dan juga @PencintaSedekah (via twitter). Miracle of giving itu benar-benar ada, apalagi kalau kita meyakini betul. Coba baca deh buku “The Miracle Of Giving”! Jadi malu rasanya, ibadah cuma begitu-begitu aja sementara begitu banyak yang Allah berikan dalam hidup ini. Inilah kita manusia yang selalu lupa dan salah, termasuk lupa bersyukur.

Usai pihak counter mengambil dokumentasi serah terima, saya menyusul teman-teman ke food court. Mereka melihat wajah saya lebih ceria dari waktu pertama kali bertemu sore tadi. Saya pun bercerita dengan semangat apa miracle of giving yang saya alami barusan. Tentu saja sambil makan malam, karena perut sudah lapar.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Kalau tidak ingat kost yang jauh di Tg.Priok, mungkin saya akan tetap disitu bersama teman-teman dan pulang agak malam untuk melanjutkan sharingnya. Saya pun terpaksa pamit dan menyudahi duluan pertemuan hari itu.

3 Pelajaran Hidup

Tiga pelajaran hidup saya dapatkan dari kejadian ini. Pertama miracle of giving atau keajaiban sedekah. Sekali lagi Allah memberi kesempatan kepada saya untuk mengalami langsung dan menjadi lebih yakin lagi mengenai keajaiban dari sedekah ini.

 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir tumbuh seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261)

Pelajaran kedua, rezeki tidak pernah salah alamat. Hari itu, mungkin belum rezeki saya mendapatkan customer baru untuk bisnis distribusi makanan kesehatan Herbalife®. Tapi ternyata Allah sudah menyiapkan rezeki yang lain, yaitu HP Samsung yang saya dapatkan lewat program “Scratch and Get It” Indosat, yang justru selama ini saya tidak pernah tahu kalau program itu ada.

Pelajaran ketiga, sesungguhnya Allah Maha Mengatur segala urusan yang ada di langit dan di bumi. Termasuk di antaranya adalah rezeki kita. Jadi untuk apa kita menjadi resah? Apalagi bila harus menjalankan kehidupan dengan jalan yang tidak benar demi mengais rezeki. Lakukan saja yang terbaik dengan jalan yang baik dan halal. Insya Allah bila memang rezeki kita, tidak akan kemana.

Sudahkah Anda berbagi kepada orang lain hari ini? Jangan menunda, lakukan dan rasakan juga miracle of giving yang akan terjadi entah apa bentuknya. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Alhamdulillah

Alhamdulillah...

78 Responses to The Miracle Of Giving

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 365,633 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip