Oleh : Arief Maulana

Terima kasih untuk mas Candra lewat postingannya “Pilih Rajin Komentar Atau Rajin Menulis Di Blog”. Menginspirasi untuk segera menulis dan menulis di saat ide lagi banyak. Dan juga terima kasih untuk yang konsultasi via email ke tim Arief Maulana Management, pertanyaan Anda menjadi ide untuk tulisan kali ini.

Seorang rekan menuliskan kepada saya via email, “Mas Arief, kok banyak banget sih produk panduan bisnis online yang direkomendasikan? Masa saya harus beli semuanya? Belum praktek yang satunya sudah ada rekomendasi lagi…!” Ada yang punya kendala seperti itu? Itu tandanya, Anda mulai kena virus overload informasi. Sangat mematikan, hingga bisa membunuh bisnis Anda. Jadinya NO ACTION READ ONLY. Atau NO ACTION COLLECTING ONLY (maksudnya cuma koleksi panduan bisnis doang, tolong dibenerin kalau bahasa inggrisnya salah, hehehe…).

Begini rekan-rekan. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi pada Anda. Dan rahasianya agar tidak terserang virus overload informasi ini adalah… space

space

SEGERA TENTUKAN ARAH BISNIS ANDA SEKARANG…!

Seperti yang kita ketahui, ada banyak cara untuk melakukan dan meraih penghasilan tambahan bahkan passive income dari bisnis online. Sayangnya rata-rata para master bisnis online, sukses hanya di salah satu bidang saja. Kalau pun ada yang lebih dari satu bidang, itu sudah pengembangan berikutnya. Mereka melebarkan sayap karena memang di bisnis yang awal ditekuni sudah stabil dan penghasilan sudah mengalir, tanpa harus terlibat langsung. Entah dengan menciptakan sistem otomatisasi (sedang saya lakukan di Arief Maulana.com) ataupun dengan mempekerjakan orang lain untuk menjalankan rutinitas roda bisnisnya.

Maka dari itu ANDA PERLU MENENTUKAN ARAH BISNIS DULU. Tentukan, Anda mau menjalankan bisnis model apa. Jangan semua disikat aja, bingung nantinya.

Mungkin itu yang menjadi dasar pemikiran dari DAVID ODANG, sehingga akhirnya dia membuat produk Sistem Menciptakan Penghasilan Online (SMPO). Disana, pemula yang baru akan terjun di bisnis online bisa melihat gambaran beberapa tipe bisnis yang bisa ditekuni dan memilih yang sesuai dengan keinginan sehingga menjalankannya dengan senang hati.

Itulah mengapa, hingga saat ini saya masih tetap berkecimpung di bisnis affiliate marketing / reseller program. Mungkin nanti akan mengarah ke create product ketika pendapatan di bisnis yang sekarang sudah mulai stabil (biasanya sih ngga stabil, paling ngga ketidakstabilannya di nominal berjuta-juta gitu, hehehe…). Jadi yang suka nanyain, “Kapan Mas Arief bikin produk sendiri?”, sabar aja deh. Yang jelas saya udah kontak Dini Shanti. Ntar kalau bikin produk mau JV sama dia, tim marketingnya dahsyat.

Nah, kalau arah bisnis udah ditentukan maka Anda bisa…

space

MENENTUKAN STRATEGI YANG TEPAT DAN MENGUMPULKAN INFORMASI YANG SESUAI

Kalau jenis bisnis sudah jelas, maka kita bisa mulai membangun strategi yang tepat. Tentu di dalam strategi tesebut dibutuhkan beberapa informasi pendukung dan tools yang sesuai. Dengan begitu kita bisa memilih, mana produk informasi ataupun tools yang mesti di beli untuk menunjang bisnis kita.

Contoh Kasus :

Anda adalah pemula yang memilih bisnis create product / membuat produk sendiri. Pertama Anda bisa membeli SMPO nya David Odang untuk membuka cakrawala wawasan serta mengetahui langkah-langkah atau strategi apa yang mesti digunakan.

Kedua, sambil mulai membuat produk Anda bisa jalankan reseller programnya untuk mengumpulkan dana sebagai modal bisnis berikutnya (kalau sudah ada dana, ngga perlu jalanin reseller programnya biar lebih fokus buat produk). Nanti dari dana itu, gunakan untuk membeli domain + hosting dan script website penjualan / sewa webmaster untuk membuat website penjualan Anda. Jangan lupa autorespondernya.

Seiring berjalannya waktu, Anda perlu mengembangkan strategi dan mematangkan bisnis. Memolesnya dengan lebih baik. Misal, membenahi sales letter web penjualan agar nilai konversinya meningkat yang berujung pada peningkatan penghasilan. Belajarlah dari Sales Letter Ampuh milik Welly Mulia.

Jangan lupa juga, pentingnya list building. Karena mungkin pembeli Anda tidak membeli saat ini tapi suatu hari nanti. Dengan mengumpulkan data mereka (list building), Anda bisa melakukan follow up berkesinambungan yang berujung pada deal. Belajarlah dari Rahasia List Bullding Welly Mulia.

Di atas itu cuma contoh, mau ditiru silahkan, ngga juga sekali lagi cuma contoh. Pelan tapi pasti, seiring dengan pengembangan kualitas Anda sebagai otak dibalik bisnis yang Anda tekuni, maka pendapatan pasti meningkat. Makanya saya sering koar-koar jangan males mengembangkan diri. Investasi dikit ga apa-apa kalau berujung pada peningkatan penghasilan.

Saya pribadi, kenapa suka koleksi beberapa panduan affiliate marketing adalah untuk memperluas wawasan dan mempertajam ilmu marketingnya. Pada akhirnya, saya bersyukur bisa menemukan bagaimana cara mengotomatiskan penghasilan sebagai affiliate marketer. Kan biasanya yang otomatis itu yang punya produk (karena ada affiliate marketer / reseller yang bertugas). Nah ini, affiliate marketer bisa otomatis juga. Kalau berhasil, saya jadikan tuh produk baru, hehehe…

Oke, semoga yang sedikit ini, bermanfaat untuk Anda semua. Jangan lupa ACTION!

Salam Sukses,
Photobucket
space

Tentukan Arah Bisnis Anda Sebelum Tersesat Lebih Jauh
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

46 thoughts on “Tentukan Arah Bisnis Anda Sebelum Tersesat Lebih Jauh

  • Sepakat banget dengan artikel ini mas, memang sedini mungkin kita harus bisa menentukan arah bisnis, agar tidak tersesat dan berjalan tanpa arah.
    Trims ya,

    salam,

    1. Salut deh buat Anda. Yah, saya bisa melihat arah usaha Anda. Siapa tahu ntar di masa mendatang bisa dikembangkan bisnis jasa pembuatan laporan profesional.

      Jika jarak menjadi masalah, bisa pake virtual assistant mas. Taruh aja VA nya di kota2 besar untuk mempermudah kontak.

    1. Wah ngga terlalu mas. Ibu saya tuh yg suka, sayang beliau ngga suka and ngga bisa online.

      Saya sih sukanya ama bunga melati, harum… Hehehe… Dulu pernah punya kebun melati sih waktu masih di bali.

      Kalo komunitasnya dah rame, pasang iklan mas. Kasih aja space iklan…

      *melihat peluang neeh!

  • hmmm…itu dia yang sedang terjadi dg saya baca doang tapi tetap bingung,belum sempat dipraktekkan dah ada info yang lainnya.
    thanks sharing nya,ini slh satu jawaban yg saya cari.:sip:

    1. Ehm… Tetep fokus aja mbak, maunya bisnis apa. Klo udah dipilih, abaikan informasi2 yg ga berhubungan biar ga overload and tambah bingung

  • TENTUKAN ARAH …. DENGAN JELAS YA MAS ARIF .SEBAB BANYAK KITA YG HANYA SEKEDAR SAJA .. SEDANGKAN ARAH DAN TUJUAN BELUM JELAS. TIP YG MANIS …

    SALAM SUKSE

    1. @mashengky.com, sayapun mau bilang seperti itu Mas, kok sebagian link yang diberikan mengarah ke link affiliasi.
      Ini namanya konsultasi bisnis, berkonsultasi sambil bisnis..

      :sikut::sikut:

      1. Nah, itulah enaknya blog. Bisa nulis suka2. Pengennya sih ga pake link afiliasi, cuma kok dah kadung punya dan ada, ya dioptimalkan dong.

        Kalo disini bukan konsultasi mas, tapi posting hehehe… Kalo konsultasi ya lewat PM. Tentu ada rahasianya, ga melulu jualan afiliasi. Bukankah sambil membangun reputasi spt yg ditulis MH di blognya.

    2. Yah suka2 saya dong mas. Klo mang produknya bagus, kenapa mesti ragu. Hehehe…

      Artikelnya udh bc kok, cuma ngga sempat comment aja. And semua resiko itu udah ada di benak sy termsuk cara menanggulanginya.

      Makanya JV sama Dini Shanti, utk minimalisasi pembajakan. Kan dia punya ebook compiler. Dan sy jg ga perlu repot bikin webnya mas, ikut aja di web dia. Team marketingnya kan dia punya sendiri. Hehehe…

      Tentu ada perencanaan. Bisnis butuh itu kan…

        1. Udah mas. Malah aq diminta untuk segera nulis. Tp q bilang bentar dulu. Tunggu ebookku yg baru ini kelar. Klo ga bsk ya bsk lusa launch.

          Mbak Dini juga ada beberapa tambahan materi yg pernah dia tulis. Ntar klo ketemu dikirim via mail ke aq utk ngelengkapi materinya.

          Konsep udah jelas kok mas. Tinggal execute aja.

  • makanya sekarang saya lagi fokus di toko online, rencana mau keluarin produk kaos baru…hmm.

    lagi cari format web yg cocok nih mas…

  • sepertinya arahku adalah ke ppc.
    namun begitu rasanya ingin mencoba affiliasi.
    tapi dari pada overload, mending focus aja ke yang sudah ada and keep on sticking to the plan

  • Wah mas, kok baru sekarang ketemu. Kalau dari dulu saya kan tidak ngawur seperti sekarang. Terima kasih mas penyegarannya.

    1. Lha mas nya kok baru sekarang kesasar disini. Hehehe… Sy udah hampir 1 tahun lho ngeblog.

      Sengawur apa mas bisnisnya, mungkin bisa share…

  • harus belajar untuk tidak ikut-ikutan, salah satu faktor kita bisa menentukan arah bisnis kita.thanks mas, mengingatkan kembali arah bisnis yang benar harus seperti apa.:sip:

  • saya lagi nyoba nentuin arah juga, mas. masih samar-samar sih, tapi udah kelihatan ada titik terang. makasih banyak motivasinya…

  • Mas Arif,,, sudah lama saya gak ke sini.. oh ya,,, sebenarnya berbisnis online itu gampang,,, (kata penjual ebook),,, tapi kenapa banyak yang gagal??? menurut saya ada 3 hal membuat arah bisnis kita melenceng jauh dari niat awal yaitu :
    – sifat rakus (mau dapat semunya)
    – tidak fokus
    – selalu ingin cepat berhasil
    menurut mas arif gimana/// salam sukses ya…

    1. @omjun, wah saya sepakat.
      Rakus… buang dengan rajin shodaqoh.

      Ngga focus… belajar untuk focus.

      Ingin cepat berhasil… sadari ngga ada yang instan untuk sukses.

      trims tambahannya mas. :hihi:

    1. @velvet, mulailah dari bisnis sampingan dulu. Dimana-mana, semua bisnis rata-rata seperti itu.

      Kecuali Anda benar-benar nganggur dan ngga ada kegiatan sama sekali.

      Soal butuh waktu lumayan banyak, jelas. Apalagi untuk di awal berbisnis. Tapi, ingat saja hukum investasi waktu.

      Ketika di awal kita investasi waktu, maka di akhir perjuangan yang kita dapatkan kebebasan waktu. Kalau bisnis jalan, sistem juga oke, kita tinggalkan pun tetap akan menghasilkan duit. :uhuk:

  • arah bisnis…
    jadi memang harus fokus ke satu bisnis dulu ya…
    baru kalo sudah berhasil ngembangin sayap ke lainnya…
    ato kalo lama ngga berhasil2 baru boleh pindah ke arah bisnis lainnya…
    hmm2… :puyeng::puyeng:
    tapi artikel ini mencerahkan pikiran saya..
    fokus fokus fokus…

    1. Yap fokus. Biar ga tjadi kasus… Kelamaan ga berhsil trus pindah bisnis, dari awal mending pilih bisnis yg enak dan menyenangkan kita lakukan. Klo dah seneng… Beban jadi g terasa… Meski utk sukses agak lama

  • Emang bener mas arief, kit perlu untuk fokus pada bisnis yang kita jalankan. Yaahh minimal kita perlu waktu dan fokus sekitar 3 bulanan. Baru kalo dirasa sudah running, bisa mencoba program lain..

    theo

  • Mas Arief,
    Mana yang lebih menguntungkan bisnis affiliasi atau punya produk sendiri ? Dan kira-kira untuk saya yang cocok yang mana, jenis MLM atau lainnya ?
    Mohon masukannya mas !

    1. @formula,lowongan,mantap, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan atas bidang bisnis yg ditekuni.

      Seperti teman saya, awalnya mengira cocok di bisnis affiliate marketing ternyata malah lebih mendapatkan keuntungan di sektor SEO.

      Mungkin saya bisa menghasilkan banyak dari affiliate marketing, tapi belum tentu mas juga sama. Bisa saja mas lebih optimal di produk creation.

      Ikuti kata hati. Mana yg sreg tekuni dengan serius. Apapun bidangnya, kalau kita serius pasti berhasil dan mendapatkan penghasilan yg melimpah. Kuncinya fokus.

      Kalau saya, karena sudah terbukti dapet banyak dari affiliate marketing tanpa repot buat produk, tentu akan rekomendasikan affiliate marketing. Tapi tetep semuanya berpulang dari Mas lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.