Posts tagged: usaha

Mengenal Konsep AKU

Oleh : Arief Maulana

Secangkir kopi susu menemani sore saya yang cukup panas di Cilegon. Entahlah, belakangan udara disini ngga seperti kemarin-kemarin. Biasanya mendung atau bahkan hujan. Kali ini cerah dan panas. Inilah Cilegon yang sesungguhnya, hihihi…

Lantunan lagu I Want To Break Free yang pernah dibawakan oleh band Dewa, mengingatkan saya pada saat masih kuliah dulu. Terutama ketika saya aktif menjalankan tugas sebagai Pemandu Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiwa (LKMM) di Kampoes Perdjoeangan ITS Surabaya.

LKMM ITS

LKMM ITS

Diantara sekian banyak materi yang terangkum dalam Kurikulum LKMM (dibuat oleh DIKTI), ada 1 materi yang ingin sekali saya bagikan disini. Barangkali bisa berguna untuk rekan-rekan, terutama dalam setiap upaya pencapaian goal ataupun target yang sudah ditetapkan. Materinya adalah AKU.

Read more »

Berguru Pada Bakul Mie Ayam

Oleh : Bang Dje

Pada Mei 2000 saya merantau ke Jakarta. Semula saya tinggal di Condet. Hanya enam bulan di sana saya pindah ke Tanah Abang. Di sinilah saya mengenal seorang bakul mie ayam. Sebut saja namanya Arief.

Arief lulusan Madrasah Tsanawiyah di Kebumen, Jawa Tengah. Dia sudah menikah tetapi belum memiliki anak. Di Jakarta dia mengajar mengaji kepada anak-anak kecil di musholla dekat rumah. Kebetulan rumah kontrakan kami persis berhadap-hadapan.

Awalnya adalah Satu

Arief mencari nafkah dengan berjualan mie ayam. Dia memiliki satu gerobag. Pagi hari sebelum adzan shubuh berkumandang dia telah mengayuh sepedanya ke pasar untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Saat bertemu di masjid untuk shalat shubuh biasanya dia telah selesai berbelanja. Setelah itu kerja keras dimulai.

Mengolah ayam, membuat kuah, membagi mie, menyiapkan kompor dan menata semuanya di gerobag. Tidak ketinggalan berbagai peralatan seperti mangkok, sumpit (ini temennya mie), sendok garpu, beberapa buah gelas dan beberapa botol air putih untuk pelanggan yang minta minum (gratis). Ada pula yang tidak boleh tertinggal yaitu kecap, saus, sambal dan acar. Sekitar jam delapan biasanya semua telah siap. Sesekali saya memesan untuk sarapan (ssst… tentu saja saya selalu dapat porsi lebih banyak).

Read more »

WordPress Theme Design