Oleh : Arief Maulana
Awal saya mendengar konsepnya, sedikit kaget juga. Pasalnya Nasi Goreng Cinta adalah bisnis frenchise nasi goreng, namun foundernya membalut dalam menggunakan strategi affiliate marketing untuk memasarkan lisensi frenchisenya.
Karena jenis produknya sedikit berbeda dan ada semacam penggabungan konsep frenchise dalam affiliate marketing, akhirnya saya putuskan untuk melihat seperti apa produk-produk yang ditawarkan di dalam website utama NasiGorengCinta.com itu sendiri. Saya coba kupas sekilas disini.
Produk utama dalam website itu pada dasarnya adalah bertemakan “Bagaimana Mengumpulkan Modal” yang nantinya bisa digunakan untuk membeli Lisensi Frenchise Nasi Goreng Cinta ini sendiri. Jadi harga Rp.200.000,- itu harga panduan bagaimana Anda bisa mengumpulkan modal, bukan harga lisensi Frenchisenya. Harga Frenchisenya sih 30 Juta.
Read more »
Oleh : Arief Maulana
Menarik sekali ketika beberapa waktu yang lalu, saya mengunjungi blog teman yakni Mas Agus Siswoyo. Saya tertarik pada salah satu artikelnya, “Masjid Juga Dimonetisasi”. Judul yang sedikit menggelitik dan membuat saya ingin segera membacanya.
Intinya di artikel tersebut, Mas Agus menceritakan soal bagaimana Masjid bisa dimonetisasi apalagi blog. Pun saya dengar kabarnya Mas Agus saat ini sedang mempersiapkan metamorfosisnya menjadi blog bisnis yang termonetisasi.
Bicara soal monetisasi tentu banyak cabangnya. Mulai dari google adsense yang bukunya memenuhi rak bisnis internet Gramedia, hingga bisnis Paid Review. Lagi-lagi pikiran saya meluncur ke beberapa waktu dimana saya sempat chat + diskusi dengan Mas Handoko Tantra soal bisnis Paid Review yang tengah digelutinya.
Saya ingat, ketika itu Mas Handoko pernah bilang bahwa seandainya saja Blog Arief Maulana.com ini dengan kondisi yang sekarang (PR dan Alexa Ranknya) ditambah lagi dengan gaya menulis saya dalam mereview, bila dikemas dalam bahasa inggris bukan tidak mungkin potensi pendapatan yang bisa diperoleh lewat bisnis paid review mencapai $50/review. Read more »
Oleh : Arief Maulana
Beberapa hari belakangan ini, saya melihat banner hijau mulai banyak menghiasi blog-blog ataupun website di jagat online. Yah, banner yang sama persis dengan yang saya pasang di sidebar blog ini. Produk yang bertitel “Sistem Menciptakan Penghasilan Online (SMPO)” karangan salah satu pebisnis online yang bisa dikatakan sudah cukup malang melintang, bahkan hidup dari bisnis online, David Odang.
Sebelumnya, saya mengenal David Odang melalui produk video home course tutorial blog bisnis yang sudah cukup dikenal pula dimana-mana. Bahkan produk beliau masuk di jajaran panduan bisnis yang saya miliki pertama kali ketika baru nyemplung di bisnis online.
Balik ke SMPO. Awalnya saya ngga terlalu peduli. Pikir saya, paling sama dengan kebanyak produk lainnya. Namun, adanya beberapa orang rekan newbie yang sering menanyakan soal SMPO membuat saya mengambil keputusan untuk mengadakan kerjasama joint venture kecil-kecilan dengan David Odang. Dan alhamdulillah dikabulkan sehingga saya bisa mendapatkan free membership + produk SMPO untuk dipelajari dan dikaji lebih dalam. Sehingga kalau ada yang tanya, saya bisa jawab sekaligus memasarkan karena saya lihat peluangnya bagus. Disamping itu saya juga bisa praktekkan ilmunya. Read more »
Oleh : Arief Maulana
Posting kali ini saya tujukan untuk menjawab pertanyaan beberapa teman-teman newbie terkait masalah bagaimana mereview produk yang bagus sekaligus optimal sehingga bisa menghasilkan penjualan produk.
Sebelumnya saya ingin memaparkan satu fakta yang sangat unik yang ditemukan oleh teman saya Adi Wardana, founder of BisnisClickbank.com. Kebetulan produk yang dijual adalah situs review produk clickbank siap pakai, sehingga Adi melakukan riset kecil-kecilan masalah review ini.
Coba perhatikan skema sederhana berikut :


Saya jelaskan sedikit. Ketika seseorang membuka satu situs penjualan, katakanlah produk Jual Produk.com milik Mas Lutvi Avandi. Maka kecenderungannya, orang tersebut tidak akan langsung membeli produk yang ditawarkan. Maraknya penipuan di dunia maya, membuat orang lebih cenderung mencari review produk yang mau dibelinya itu. Read more »