Oleh : Arief Maulana

- beryukur
Kemarin, seharusnya saya ada janji bertemu dengan seorang teman di Plaza Arion. Namun, karena ada sesuatu hal akhirnya kami terpaksa membatalkan pertemuan itu. Praktis daripada tidak jelas di kost, usai menghabiskan buku Mimpi Sejuta Dolar paginya, saya pun bergerak ke Mall Artha Gading untuk Makan siang disana, sekalian buka “Cek dan Analisis Komposisi Tubuh Gratis”. Tentunya sekalian online juga. Sayang kan wifinya kenceng sampai 1MBps kalau tidak dimanfaatkan.
Saya stay di foodcourt sampai kira-kira jam 4 sore. Melanjutkan jalan-jalan ke ACE Hardware dan Swalayannya, baru kemudian sekitar jam 5 sore pulang. Transportasi? Saya pilih merakyat saja lah, naik angkot 30A. Tidak naik bis transjakarta karena memang untuk koridor ke Tg.Priok bisnya terbilang jarang dan lama pula.
Di angkot, saya duduk di bangku kayu kecil, yang diletakkan di pintu keluar. Penumpang sudah penuh, saya yang terakhir naik jadi angkot tidak perlu ngetem-ngetem lagi. Entah, sore itu rasanya enak banget. Semacam ada perasaan damai dan tenang. Saya benar-benar merasa bisa menikmati hidup. Tanpa beban, walau masalah tentu saja masih ada. Namanya hidup tentu akan terus berkutat dengan masalah.
Read more »
Oleh : Arief Maulana

Kerendahan Hati
Seperti biasa, sebelum melakukan rutinitas “Sunday Reflection” untuk menyambut Senin dengan penuh semangat, saya menyempatkan diri untuk menonton tayangan Mario Teguh Golden Ways. Salah satu tayangan favorit yang cukup membantu untuk tetap berada di dalam kerangka berpikir dan bertindak positif serta memompa motivasi dalam mengejar impian demi impian yang ada dream book saya.
Agak telat sebenarnya karena 30 menit sebelumnya saya habiskan untuk keluar makan malam bersama teman-teman 1 kontrakan. Tapi daripada tidak sama sekali. Toh, masih ada hal-hal positif yang saya dapatkan. Di sela-sela menonton MTGW, saya juga membuka twitter. Apa yang bisa saya sharing ya saya tweet. Sedikit berbagi dengan follower yang mungkin ingin menonton tapi tidak bisa karena suatu hal.
Read more »
Oleh : Arief Maulana
Tadi pagi sambil berangkat kerja saya sempat ngetweet : “Hidup ini singkat. Kita ga pernah tau, apakah besok masih ada kesempatan lagi atau ga. Jadi nikmati hari ini!”. Siangnya, saya mendapatkan kabar duka bahwa Dai Sejuta Umat, KH Zainuddin MZ meninggal dunia. Hidup benar-benar misteri kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya.
Di waktu pagi, mungkin kita masih sempat bercanda dengan keluarga atau teman-teman. Siapa yang tahu, di hari yang sama di malam harinya keluarga atau teman kita kembali mengunjungi kita dengan suasana yang berbeda. Suasana berduka. Datang untuk melihat kita yang terakhir kalinya. Datang untuk mendoakan dan menshalati kita. Karena kita telah dipanggil oleh Allah SWT.
Read more »
Oleh : Arief Maulana
Kalau Anda adalah pengguna aktif social networking site twitter, tentu berita disuspendnya salah satu twitter client UberTwitter (UT) tidak luput dari Timeline Anda. Yah, maklum lah rata-rata user twitter dengan smartphone Blackberry menggunakan twitter sebagai twitter clientnya. Bahkan sampai-sampai ada yang bilang kalau UT adalah twitter client sejuta umat.

Uber Social
Popularitas UberTwitter bahkan mengalahkan twitter client yang dirilis resmi oleh twitter untuk smartphone tertentu. Biasanya berembel-embel : twitter for blackberry (TFB), twitter for iphone, dsb. Tentu saja berita disuspendnya UT menjadi semacam petir di siang bolong bagi para usernya. Mau tidak mau para user UT pun terpaksa harus menggunakan TFB dsb, twitter client yang menurut mereka kualitasnya jauh di bawah UT.
Read more »
Hari terakhir di tahun 2010. Itu artinya, sudah waktunya saya melakukan evaluasi terhadap pencapaian goal dan membuat resolusi baru di tahun 2011. Terus terang saja, saya termasuk orang yang bekerja dengan berorientasi pada goal. Rasanya hidup lebih hidup kalau kita punya goal yang harus dikejar.
Satu yang ingin saya tekankan adalah, semua usaha dan pencapaian tersebut tidak akan ada artinya tanpa izin dari Allah. Itulah mengapa saya bersyukur sekali. RencanaNya begitu indah dan sempurna. Seakan-akan dituntun langkah demi langkah menemukan setiap solusi dari permasalahan.
Lulus Kuliah
Pencapaian Pertama yang paling berpengaruh di Tahun 2010 adalah kelulusan saya dari bangku kuliah. Bukannya apa, di awal ini menjadi beban untuk mengeksekusi seluruh rencana-rencana yang saya buat di akhir tahun 2009 dalam bentuk resolusi 2010. Ketika akan mengeksekusi, fokus tidak maksimal karena beban berpikir lagi-lagi harus dibagi dengan beban menyelesaikan studi di kampus.

Wisudawan 101 Teknik Perkapalan ITS