Beradaptasi Dengan Cepat Untuk Bergerak Maju

Oleh : Arief Maulana

Sudah hampir satu minggu, saya menggunakan laptop Asus X202E Vivobook sebagai pengganti laptop Axioo Neon lama saya yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Namun baru dua hari ini, saya bisa mengoptimalkan laptop baru ini, baik dari segi personal setting maupun program-program yang diinstall di dalamnya.

Dari segi pengoperasian operating systemnya saja sudah berbeda. Bila dulu, saya biasa menggunakan Windows XP s/d Windows 7 Pro yang cara mengoperasikannya hampir sama, maka lain halnya di OS Windows 8 yang sudah terintegrasi dengan sistem layar sentuh.

Tidak hanya itu. Laptop baru saya pun sekarang sudah 64 bit. Sementara yang lama 32 bit. Artinya banyak master installer software yang saya miliki sudah tidak kompatibel lagi. Beberapa masih ada yang bisa dipakai, sedangkan sebagian yang lainnya sudah tidak bisa lagi sehingga memaksa saya mencari installer software yang baru.

Prosesnya tentu tidak enak. Mau tidak mau saya harus mulai membiasakan diri dengan sistem yang baru. Kata orang, sistem baru mempermudah kinerja kita. Namun, belum tentu semua orang cocok dengan sistem baru. Saya mulai merasakan apa yang dirasakan oleh para orang tua yang enggan belajar hal baru, baik itu orang tua sendiri, para dosen tua, dll. Yap, sistem baru terlalu canggih untuk mereka yang menyukai kesederhanaan.

Read More

Membangun dan Menjaga Momentum Perubahan

Oleh : Arief Maulana

Isaac Newton
Isaac Newton

Bagi rekan-rekan yang bergerak di bidang teknik ataupun berbau fisika mekanik tentu sudah mengenal Hukum Newton I :

“Lex 1 : Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.”

Artinya kurang lebih : “Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja mengubahnya.”

Itu alasan kenapa ketika kita menaiki sepeda ontel untuk menjalankannya pertama kali ayuhan yang kita lakukan berat. Seiring dengan lajunya sepeda, terasa makin enteng bahkan ketika kita menambah kecepatan sekalipun. Sepeda yang tadinya diam, kita paksakan bergerak dengan gaya (tenaga ayuhan kita).

Saya tidak akan mengupas lebih lanjut tentang hukum fisika sekalipun saya anak teknik. Saya hanya ingin memberikan ilustrasi, betapa sulitnya kita untuk berubah menjadi lebih baik. Butuh energi, gaya, yang dipaksakan agar kita mau bergerak mengambil langkah pertama. Pun ketika sudah berjalan perubahan itu, harus dijaga hingga melewati titik kritisnya dan menjadi permanen ada di dalam diri kita sendiri.

Agar lebih mudah lagi, saya akan mengambil studi kasus contoh perubahan yang sedang saya lakukan saat ini. Saya saat ini sedang dalam upaya mengubah dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan permanen yang akan terus terjaga sehingga peluang saya untuk terkena masalah kesehatan mengecil.

Langkah Pertama, Paksakan

Read More