Oleh : Arief Maulana
Saya memiliki satu pandangan bahwasanya setidaknya sekali dalam seumur hidup, sebagian besar dari kita pernah merasa tertarik pada satu sosok di sebuah komunitas atau dalam aktivitas sosial tertentu. Kepribadian yang ditampilkan oleh sosok tersebut sedemikian menariknya hingga membuat kita merasa nyaman berada di dekatnya. Apa yang saya bicarakan disini lepas dari permasalahan gender yah. Sosok tersebut bisa pria ataupun wanita.
Tiba-tiba saja muncul sebuah istilah di benak saya yaitu pusat gravitasi sosial. Maknanya ya seperti yang saya utarakan di atas. Karena begitu menariknya kepribadian seseorang, seakan-akan dia menjadi pusat gravitasi yang mampu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Semua mata mungkin tertuju padanya. Timbul rasa ingin mengetahui siapa sih orang ini sebenarnya. Dan ini tidak harus selalu artis, orang biasa juga bisa.

Great Personality
Melalui sharing dengan beberapa teman di workshop pengembangan diri yang saya ikuti, saya mendapati bahwa poin utama untuk bisa menjadi pusat gravitasi sosial adalah dengan menjadi pribadi yang menarik. Dan ini bisa terjadi ketika kita memiliki KUALITAS DIRI yang TINGGI. Tentu saja ini hanya bisa didapatkan oleh mereka yang konsisten dalam hal pengembangan diri, mencakup semua aspek baik itu wawasan, cara berpikir, dan juga sikap dalam menjalani kehidupan.
Lha terus? Apa untungnya menjadi pusat gravitasi sosial?
Read more »
Oleh : Arief Maulana
“Cara terbaik mengatasi ketakutan adalah dengan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan apa yang kita takuti.” Itu pesan tersirat yang saya tangkap dari salah seorang instruktur pada workshop pengembangan diri yang saya ikuti beberapa minggu yang lalu.

Interaksi Sosial
Masih dalam konteks memperluas social circle, yang salah satu caranya adalah berkenalan dengan orang-orang baru. Seringkali untuk membuka suatu percakapan tertentu, muncul ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan di pikiran kita. Biasanya sih takut dengan reaksi yang mungkin timbul. Entah itu ditolak, ataupun takut dengan apa anggapan orang yang kita ajak bicara.
Read more »
Oleh : Arief Maulana
Saya selalu percaya bahwasanya kualitas hidup seseorang senantiasa berjalan beriringan dengan kualitas pribadi yang bersangkutan. Kalau kualitas pribadi kita ngga pernah ditingkatkan ya jangan berharap bakal ada perubahan kualitas kehidupan kita. Itu sebabnya pengembangan diri itu penting dan mesti senantiasa kita lakukan hingga ajal menjemput.

Exclusive Workshop
Ini salah satu yang saya lakukan di weekend kemarin. Kebetulan saya mengikuti salah satu ekslusif workshop 3 hari di daerah Jakarta Barat. Intinya sih lebih pada pengembangan kualitas diri dari beberapa aspek terutama aspek social skill. Beberapa point penting akan saya sharingkan disini. Sisanya, ehm… cukup saya sajalah yang tahu hahaha… Kalau mau tau ya ikutan aja sendiri.
Oleh : Arief Maulana

Waiting For Someone
Saya melihat jam tangan, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 10. Teman yang saya tunggu tak kunjung tiba. Pancet ae, kebiasaan untuk telat ngga pernah berubah. Senang membuat orang menunggu.
Daripada bosan ngga jelas, saya akhirnya mencoba berkenalan dengan orang baru. Dan di akhir pertemuan, minimal saya akan mendapatkan nama, kontak, atau mungkin kartu nama.
Itu sekedar pembuka. Pada tulisan sebelumnya saya memberikan beberapa point sederhana untuk memperluas social circle melalui media social networking site. Kali ini saya ingin berbagi sedikit. Masih dengan topik yang sama, hanya saja sekarang langsung face to face.
Read more »
Oleh : Arief Maulana
Anda pernah mengalami krisis kepercayaan diri? Percaya atau tidak saya pernah mengalaminya. Merasa tidak PD dengan semuanya dan cenderung penutup, tidak mau terbuka serta susah bergaul dengan orang lain di luar keluarga. Saya bersyukur, orang tua tidak henti-hentinya berusaha mengikis juga menanamkan dalam benak saya bahwa setiap manusia itu bernilai dan istimewa. Hanya tinggal kitanya, mau menyadari hal tersebut dan membuatnya berpendar atau tidak.
Read more »