Kapan Terakhir Kali Mengembangkan Diri?

Oleh : Arief Maulana

Beberapa waktu yang lalu, kantor saya kedatangan tim konsultan dari Jakarta. Tugas mereka secara umum adalah melihat bagaimana kondisi para staf di cabang dan beban kerja dari masing-masing staf dengan berbagai tugas dan tanggung jawabnya. Tujuannya, tentu agar kantor pusat mendapatkan masukan profesional dari pihak ketiga, terkait dengan beban kerja SDM di masing-masing Cabang.

Satu yang membuat saya berdecak kagum adalah perusahaan di tempat para tim konsultan ini ternyata memiliki program pengembangan diri yang jelas. Bahkan dalam setahun, mereka ditarget harus bisa menghabiskan anggaran dana tertentu dan jumlah jam tertentu untuk mengembangkan dirinya, baik itu melalui seminar, workshop, dan kegiatan sejenis lainnya.

Read More

Membangun dan Menjaga Momentum Perubahan

Oleh : Arief Maulana

Isaac Newton
Isaac Newton

Bagi rekan-rekan yang bergerak di bidang teknik ataupun berbau fisika mekanik tentu sudah mengenal Hukum Newton I :

“Lex 1 : Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.”

Artinya kurang lebih : “Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja mengubahnya.”

Itu alasan kenapa ketika kita menaiki sepeda ontel untuk menjalankannya pertama kali ayuhan yang kita lakukan berat. Seiring dengan lajunya sepeda, terasa makin enteng bahkan ketika kita menambah kecepatan sekalipun. Sepeda yang tadinya diam, kita paksakan bergerak dengan gaya (tenaga ayuhan kita).

Saya tidak akan mengupas lebih lanjut tentang hukum fisika sekalipun saya anak teknik. Saya hanya ingin memberikan ilustrasi, betapa sulitnya kita untuk berubah menjadi lebih baik. Butuh energi, gaya, yang dipaksakan agar kita mau bergerak mengambil langkah pertama. Pun ketika sudah berjalan perubahan itu, harus dijaga hingga melewati titik kritisnya dan menjadi permanen ada di dalam diri kita sendiri.

Agar lebih mudah lagi, saya akan mengambil studi kasus contoh perubahan yang sedang saya lakukan saat ini. Saya saat ini sedang dalam upaya mengubah dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan permanen yang akan terus terjaga sehingga peluang saya untuk terkena masalah kesehatan mengecil.

Langkah Pertama, Paksakan

Read More

How To Be Likeable

Oleh : Arief Maulana

Thanx a lot to my friend, Sieg Freed yang sempat memberikan insight di forum dan membuat saya teringat sebuah postingan lama tentang bagaimana dunia ini bekerja seperti sebuah cermin. Kali ini saya ingin berbicara dalam konteks membangun hubungan sosial dengan orang lain yang juga ngga jauh-jauh dari dunia pengembangan diri, khususnya social skill.

Why? Karena saat ini pun saya sedang melakukan hal tersebut, saat harus bergabung dengan komunitas dan lingkungan baru di Kantor saya yang juga baru, sejak pindah kerja ke Jakarta. Saat harus beradaptasi dengan orang-orang baru yang karakternya beragam. Saat harus menyiasati office politics yang ternyata benar-benar ada (ngga ada office politics soalnya di tempat kerja yang lama).

Read More

Belajar Menghargai Proses Perubahan Diri Sendiri

Oleh : Arief Maulana

Beberapa hari yang lalu, saya membuka kembali sebuah forum favorit yang belakangan jarang saya buka. Forum ekslusif, dimana yang bisa mengakses adalah alumni sebuah pelatihan pengembangan diri. Disana sering disharingkan berbagai cara yang bisa digunakan untuk mempercepat proses pengembangan diri yang kita lakukan.

Ada sebuah thread menarik yang ditulis oleh salah satu alumni. Dalam thread tersebut, intinya dia mengeluh tentang proses yang dialami. Tentang kemajuan yang seharusnya sudah dirasakan namun sampai saat ini berjalan amat sangat lambat. Kemudian dia pun membandingkannya dengan alumni-alumni lain, termasuk teman satu angkatan yang prosesnya bisa melejit hanya dalam kurun waktu yang singkat.

proses
proses

Read More

Social Skill

Sesuai yang pernah diutarakan sedikit di tulisan sebelumnya tentang bagaimana menjadi pribadi yang menarik kali ini saya mau melanjutkan materi perihal social skill yang perlu dikuasai untuk bisa berkomunikasi enak dengan orang lain. Saya menuliskan ini, bukan berarti saya paling hebat dan menguasai semua materi ini. Justru saya sengaja nulis ini duluan untuk memotivasi diri biar lebih baik lagi plus sekalian share dengan Anda semua (sama-sama lagi belajar :p ).

Ada beberapa hal yang setidaknya perlu kita asah dan ini akan berguna sekali ketika Anda memulai pembicaraan dengan orang lain. 3 hal ini akan membantu kita agar ngga kehabisan topik ketika ngobrol. Ngga terlalu pusing mikir topik apa yang akan dibahas selanjutnya. Karena pada hakikatnya ketika kita ngobrol sama orang lain, mestinya kita santai dan menikmatinya. Bukan malah pusing mikir dari topik ke topik lainnya.

Read More

Pribadi Berkualitas Yang Menjadi Pusat Gravitasi Sosial (2)

Oleh : Arief Maulana

Gimana kabar Anda hari ini? Sudah ngaca dan menyukai sosok yang ada di dalam kaca? Kalau belum itu artinya Anda perlu membaca lagi tulisan saya tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Pada blog post kali ini saya akan melanjutkan poin-poin bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri sebagai kelanjutan yang sudah saya tuliskan sebelumnya.

2. Memperluas Wawasan

Anda pernah ketemu dengan orang yang kalau diajak ngobrol apa aja nyambung. Wawasannya luas seakan-akan tahu tentang semua hal. Bahkan ketika Anda memiliki masalah, ada saja solusi yang bisa dia berikan. Nyaman kan kalau kumpul sama orang-orang seperti itu. Kenapa tidak dibalik. Gimana kalau Anda yang jadi sosok menyenangkan itu.

 

Memiliki Wawasan Yang Luas

Perluas wawasan Anda segera! Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk memperluas wawasan. Belajarlah untuk suka membaca. Entah itu membaca buku-buku yang bagus untuk pengembangan karakter dan sikap Anda. Biografi, itu juga bagus untuk belajar bagaimana tokoh-tokoh besar bertindak dan mengambil keputusan ketika masalah datang.

Read More