Apapun Yang Terjadi Allah Akan Selalu Ada Untuk Kita

Oleh : Arief Maulana

Allah With Us
Allah With Us

Alhamdulillah, perjalanan kuliah saya sudah sampai di penghujung. Besok (Jum’at) sudah Yudisium dan insya Allah oktober saya ikut dalam rombongan Wisudawan ITS ke-101. Setelah 3 bulan terakhir ini intensif fokus di kampus, blog juga semakin jarang update. Untunglah rezeki tidak kemana, meski ditinggal fokusnya ada saja penjualan produk affiliate marketing.

Saya ingat, dalam masa-masa sulit itu ada lagu yang selalu setia menemani dan nongkrong di playlist winamp. Lagunya Bondan ft Fade to Black, yang judulnya “Ya Sudahlah”. Saya suka lagu itu. Selain musiknya enak, bagian reff-nya memiliki arti tersendiri untuk saya. Ini cuplikan reff-nya :

“Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu. Janganlah kau bersedih, coz everything’s gonna be okay.”

Buat sebagian orang sih mungkin ini adalah hal yang biasa, tapi tidak buat saya. Lirik reff tersebut suka saya ganti. Versi saya menjadi :  

Read More

Manusia Yang Terpilih

Oleh : Arief Maulana

Manusia Yang Terpilih
Manusia Yang Terpilih

Menarik sekali melihat jawaban yang ditulis oleh rekan-rekan di postingan sebelumnya. Bagi yang baru berkunjung bisa cek di postingan “Kenapa Harus Saya?”. Ada sebagian yang menempatkan pertanyaan tersebut dalam konteks sebagai ‘korban’ dan sebagian yang lain menempatkannya dalam konteks sebagai “manusia yang kompeten”. Apapun penafsiran Anda, tidak ada yang salah.

Sebenarnya ketika saya membebaskan pertanyaan itu dalam konteks apapun, Anda tidak harus menjawab 1x saja. Mau menjawab beberapa kali juga tidak apa-apa. Karena saya yakin Anda akan mendapati pertanyaan itu dalam berbagai kondisi, betul?

Read More

Aku Ingin Menjadi Luar Biasa

Oleh : Arief Maulana

Asal Anda Mau, Anda Pasti Bisa

Suatu waktu, pernahkah Anda melihat sosok yang begitu luar biasa dan Anda ingin menjadi seperti orang tersebut? Tapi kemudian Anda patah semangat karena kelihatannya ngga mungkin banget dengan kondisi yang ada seperti sekarang ini, Anda menjadi orang yang luar biasa.

Anda merasa bahwa menjadi luar biasa sudah kodrat dari Sang Pencipta. Yang artinya kalau kita ditakdirkan biasa-biasa, ya udah… jadinya juga biasa-biasa aja. Kalau itu yang Anda pikirkan, STOP! Sudah saatnya Anda BERUBAH…

Ketahuilah rekan-rekan, menjadi orang luar biasa adalah sebuah pilihan hidup. Semua orang bisa menjadi luar biasa asalkan mereka mau. Ingat kuncinya bukan bisa atau tidak bisa melainkan mau atau tidak mau.

Jika Anda masih ingin menjadi orang yang luar biasa dan senantiasa bermanfaat bagi banyak orang, Anda bisa terus membaca. Namun bila Anda sudah pesimis, silahkan berhenti membaca tulisan ini dan tutup saja halaman blog ini.  

Read More

Jangan Menunggu Sukses Untuk Berbagi

Oleh : Arief Maulana

berbagi tidak pernah rugi

Rekan-rekan, jujur saja saya pernah terjebak dalam satu paradigma yang salah mengenai konsep berbagi. Saya share disini agar Anda tidak mengalami hal yang sama.

Flash back ke masa lalu, dimana saya masih aktif di bisnis konvensional modern berbasis network alias MLM dan sering mendapatkan income yang terbilang cukup besar. Saat itu, gaya hidup saya sedikit berubah jadi agak-agak ekslusif gitu.

Maklumlah disamping uang saku rutin yang diberikan orang tua, bonus-bonus yang banyak lumayan untuk menaikkan standar kualitas apa-apa yang saya miliki. Jelas ini menimbulkan sedikit perbedaan yang muncul dengan sendirinya, jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatan.

Saat itu, adik-adik saya (Firman dan Wulan) seringkali meminta untuk ditraktir. Entah itu traktiran makan ataupun traktiran nonton film di Cinema 21. Sayangnya setiap kali mereka meminta, saya selalu menolaknya. Terdengar kejam dan pelit yah!  

Read More

Show At MBI Amanatul Ummah Pacet

Oleh : Arief Maulana

Kegiatan ini sebenarnya berlangsung minggu yang lalu, tepatnya hari Jum’at tanggal 22 Januari 2010. Hanya saja saya baru sempat menuliskannya disini.

Pun beberapa garis besar kegiatannya bisa Anda baca di blog saya satunya, http://ariefmaulana.net dalam artikel “Menebar Motivasi di Bumi MBI”.

Seperti cerita saya, membawakan materi motivasi untuk murid-murid Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah adalah permintaan yang kedua dari pihak sana. Pada undangan sebelumnya saya diminta mengisi dalam kegiatan LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan dan Manajemen), yang notabene ngga jauh berbeda dengan event LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) yang selama ini sering saya bawakan di kampus.

Dulu alasan saya menolaknya adalah karena berbenturan dengan kegiatan di kampus. Kebetulan waktu itu saya sedang UAS dan tidak mungkin meninggalkannya. Apalagi dosen yang bersangkutan terkenal killer dan tidak suka memberikan toleransi ujian susulan kepada mahasiswa.

Nah, syukur Alhamdulillah untuk undangan kedua saya bisa memenuhinya. Kali ini kegiatan tersebut dikemas dalam rangkaian kegiatan MBI Book Fair 2k10 yang didukung oleh beberapa penerbit buku terkenal dan berlangsung selama beberapa hari.

Jika dalam undangan terdahulu titik berat materi ditekankan pada manajemen dan leadershipnya, maka di MBF 2k10 kemarin pihak panitia (OSIS MBI) meminta materi difokuskan pada motivasi agar bisa berprestasi kapanpun dan dimanapun anak MBI berada. Entah itu masih sekolah ataupun nanti ketika kuliah bahkan kalau bisa ketika sudah di dunia kerja.

Read More

Asah Terus Kapak Anda

Oleh : Arief Maulana

Di sebuah sore yang mendung dan berawan, sembari menikmati secangkir teh hangat, blackberry saya kembali berteriak dengan berisiknya. Ups, ada pesan masuk via BBM dari seorang teman blogger, Ardy Pratama. Ngga tanggung-tanggung pesan tersebut banyak sekali isinya. Bukan apa-apa, hanya sebuah kisah sederhana yang sarat akan pembelajaran dari seorang penulis buku 7 Habbits, Stephen R. Covey. Izinkan kali ini saya mensharingkan kisah itu untuk Anda semua.

TERLALU SIBUK

Pada suatu masa, seorang penebang pohon yang sangat kuat melamar pekerjaan ke seorang pedagang kayu. Upah yang akan diterima olehnya amat memuaskan, begitu pula dengan lingkungan kerja disana. Karena itu, si penebang kayu memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Atasan si penebang pohon memberinya sebuah kapak dan kemudian menunjukkan daerah yang harus digarap olehnya.

Di hari pertama, penebang yang kuat itu berhasil menebang 18 pohon. “Selamat!” kata bosnya. “Teruskan seperti itu ya!”. Termotivasi oleh kata-kata sang bos, di hari berikutnya si penebang mencoba lebih keras lagi, tetapi hanya bisa menebang 15 pohon.  

Read More