Belajar Sedekah Dari Tukang Becak

Oleh : Arief Maulana

Bai Fang Li
Bai Fang Li

Rekan-rekan adalah wajar manakala kita kemudian rajin bersedekah di saat berada dalam kondisi yang berlebih. Namun sebaliknya, saat kondisi benar-benar pas-pasan masih adakah keinginan untuk bersedekah itu?

Kisah ini saya dapatkan dari milis fakultas. Entah dari mana orang yang mempublish mendapatkan sumbernya. Yang jelas kita bisa banyak belajar dari Bai Fang Li.

Read More

Komitmen 100% atau 0%

Oleh : Arief Maulana

Komitmen 100%

“Komitmen hanya ada dua 100% atau 0%. Yang mana yang berhasil, rasanya tidak perlu dijawab.” Kata-kata upline saya tersebut tiba-tiba saja terngiang manakala saya melihat Dirut tempat saya bekerja begitu bersemangat dalam mengembangkan perusahaannya. Tidak kenal lelah dan selalu bersemangat. Hari ini di Jakarta, besok ke Tegal. Balik lagi Jakarta, lanjut ke Cilegon, Surabaya, dll.

Berkomitmen untuk sukses, hal yang jarang dimiliki mereka yang mau berhasil apapun yang digelutinya. Kebanyakan sih pengen berhasil. Tapi begitu ditanyakan mengenai komitmen dalam setiap usaha untuk mencapai keberhasilan itu, cenderung setengah-setengah.

Read More

Punya Impian? Visualisasikan dan Cari Feelnya

Oleh : Arief Maulana

Alhamdulillah, setelah perjalanan 14 jam dengan kereta Gumarang akhirnya tiba juga di Jakarta. Pemberhentian kita di Stasiun Jakarta Kota. Bagitu sampai, langsung ke Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta, bersama rekan-rekan 1 tim. Dan disinilah saya leyeh-leyeh sambil ngeblog di senin pagi Kota Jakarta.

Apartemen Puri Kemayoran

Kedatangan saya ke Jakarta sayangnya bukan untuk liburan ataupun bekerja. Saya disini cuma numpang lewat aja, mampir di apartemen yang khusus dikontrak untuk team West Varia yang bekerja mengawasi proyek pembangunan di Jakarta. Jadi yang tinggal disini ya temen-temen yang kerja di Jakarta. Urusan biaya kontrak apartemen, uang makan, dan transportasi perusahaan yang tanggung. Sementara, saya sendiri ditugaskan ke Serang, Banten. Disana kontrak 1 rumah untuk 1 tim. Praktis disini cuma sebentar aja. Ntar jam 1 lanjut perjalanan ke Serang, Banten.

Ini adalah kali kedua saya ke Jakarta. Terakhir dulu tahun 2006. Sama juga, ngga lama-lama. Cuma sekedar untuk ikut seminar lalu kembali ke Sidoarjo, tanpa sempat munyer kemana dulu.

Read More

Jangan Malas Buat Baca Dan Praktek!

Oleh : Arief Maulana

Sebelumnya terima kasih untuk Mas Yunus Bani yang udah memberikan pertanyaan sederhana ke saya dan Lutvi Avandi (founder Café Bisnis) via twitter. Pertanyaan serta jawabannya sudah saya tampilkan di gambar postingan ini. Kebetulan dalam hal ini kasus yang diangkat adalah mengenai Autoresponder.

Little Chat on Twitter
Little Chat on Twitter

Sebagaimana jawaban saya, ada 2 alasan kenapa saya tidak membuat tutorial autoresponder :

Read More

Senin Penuh Semangat? Boleh Dong

Oleh : Arief Maulana

Senin Mencekam
Senin Mencekam

Lain pebisnis, lain pekerja. Lain profesi lain pula menyikapi hari senin yang sering dianggap sebagai hari paling “tidak menyenangkan”. Ngga seperti hari Jum’at, hingga muncul istilah “Thanks God, It’s Friday”.

Setidaknya itu yang saya tangkap dari twit teman-teman di twitter setiap senin pagi. Tapi, ada juga yang menghadapi hari senin dengan begitu bersemangat. Setelah beberapa investigasi *uhuk*, akhirnya saya coba menuliskannya disini dan berbagi dengan Anda semua.

#1 Jangan Tunda Pekerjaan Yang Bisa Diselesaikan Sebelum Weekend

Menunda adalah salah satu kebiasaan yang dimiliki banyak orang. Termasuk dalam hal pekerjaan. Seringkali karena terbawa suasana “besok weekend”, kita menunda pekerjaan yang mestinya bisa diselesaikan di penghujung hari kerja. Akibatnya, di hari Senin pekerjaan menumpuk dan membuat kita semakin malas untuk bekerja.

Read More

Mood, Tuhan Baru Saya

Oleh : Arief Maulana

Menjaga Mood

Judul artikelnya keren yah? Kalau Anda diminta untuk menjadikan mood Anda sebagai Tuhan yang baru mau tidak? Tentu tidak. Tapi kenyataan yang sering terjadi, justru kita sering menuhankan mood itu sendiri.

Mood disini bukan moderator lho ya. Kalau saya ambil dari kamus, mood bisa diartikan sebagai suasana hati. Lantas bagaimana bisa kita sering menuhankan mood? Coba sekarang kita merenung sama-sama. Kira-kira sepanjang perjalanan hidup kita lebih sering mana, mengendalikan mood atau dikendalikan oleh mood?

Read More