
I got the bill
Kemarin sebuah email datang dari layanan hosting yang sudah lama saya gunakan, Kunci Host. Isinya adalah tagihan hosting (domainnya gratis) dari beberapa blog yang saya kelola. Nominalnya kira-kira sekitar hampir setengah juta. Lumayan besar lah kalau dipikir-pikir.
Di sisi lain, sampai dengan pagi ini gaji saya belum juga ditransfer oleh perusahaan. Beberapa komisi dari affiliate merchant juga belum masuk. Termasuk juga komisi untuk beberapa job seperti paid for tweet dan paid for post dari IBN. Lha mau bayar pakai apa coba?
Read more »
Oleh : Arief Maulana
Adalah sedikit menggelikan saat kata “memantaskan” menjadi semacam word of this month. Entah saya udah pakai kata itu beberapa kali dan Agus Siswoyo pun melakukan hal yang sama. Kami sama-sama terinspirasi dari sebuah buku yang luar biasa, 7 KEAJAIBAN REZEKI yang ditulis oleh IPPHO ‘RIGHT’ SANTOSA. Sebuah buku yang sangat menarik dan ‘Kanan’. Anda perlu memilikinya!
Saya mencoba berpikir dan merenung sesaat. Ada benarnya juga. Teringat dulu pernah menuliskan artikel “Berkat Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya” dengan beberapa analogi disana. Pertanyaannya adalah kapan saat yang tepat? Read more »
Oleh : Arief Maulana

Carpe Diem
Anda sudah membaca buku “You Are LIKEable” (Jed Revolutia) yang pernah saya review beberapa hari yang lalu? Kalau belum silahkan dibaca karena buku itu bagus. Entah Anda mau membaca versi gratisnya atau buku cetaknya.
Di dalam buku tersebut ada istilah “CARPE DIEM”. Sebuah frase dalam bahasa latin. Jed mendefinisikannya secara umum, yaitu memanfaatkan waktu. Saya mencoba mencari arti sebenarnya lewat google, dan definisi sebenarnya dari CARPE DIEM adalah Seize The Day atau merebut hari.
Read more »
Oleh : Arief Maulana
“Komitmen hanya ada dua 100% atau 0%. Yang mana yang berhasil, rasanya tidak perlu dijawab.” Kata-kata upline saya tersebut tiba-tiba saja terngiang manakala saya melihat Dirut tempat saya bekerja begitu bersemangat dalam mengembangkan perusahaannya. Tidak kenal lelah dan selalu bersemangat. Hari ini di Jakarta, besok ke Tegal. Balik lagi Jakarta, lanjut ke Cilegon, Surabaya, dll.
Berkomitmen untuk sukses, hal yang jarang dimiliki mereka yang mau berhasil apapun yang digelutinya. Kebanyakan sih pengen berhasil. Tapi begitu ditanyakan mengenai komitmen dalam setiap usaha untuk mencapai keberhasilan itu, cenderung setengah-setengah.
Read more »
Oleh : Arief Maulana

Senin Mencekam
Lain pebisnis, lain pekerja. Lain profesi lain pula menyikapi hari senin yang sering dianggap sebagai hari paling “tidak menyenangkan”. Ngga seperti hari Jum’at, hingga muncul istilah “Thanks God, It’s Friday”.
Setidaknya itu yang saya tangkap dari twit teman-teman di twitter setiap senin pagi. Tapi, ada juga yang menghadapi hari senin dengan begitu bersemangat. Setelah beberapa investigasi *uhuk*, akhirnya saya coba menuliskannya disini dan berbagi dengan Anda semua.
#1 Jangan Tunda Pekerjaan Yang Bisa Diselesaikan Sebelum Weekend
Menunda adalah salah satu kebiasaan yang dimiliki banyak orang. Termasuk dalam hal pekerjaan. Seringkali karena terbawa suasana “besok weekend”, kita menunda pekerjaan yang mestinya bisa diselesaikan di penghujung hari kerja. Akibatnya, di hari Senin pekerjaan menumpuk dan membuat kita semakin malas untuk bekerja.
Read more »