Komitmen Diri Yang Lemah

Komitmen Diri


Gambar di atas adalah salah satu dari sekian banyak dagelan di Republik Ungu, komunitas support bisnis Milagros. Terlihat iseng, namun sangat menyentil kebanyakan Mitra yang bergabung di Milagros dengan mindset seperti judi. Bergabung dan berharap segalanya berjalan otomatis tanpa usaha apapun. Seperti judi, siapa tahu beruntung.

Inilah gambaran kebanyakan orang pada umumnya. Memiliki impian besar, namun ketika diminta melakukan kerjanya mikir setengah mati. Jangan kerjanya, belajar agar bisa melakukan kerjanya saja susah setengah mati. Tapi harapannya tinggi menjulang.

Oleh karena itu, mengingat basis utama bisnis Milagros yang saya jalankan adalah filtering atau menyaring dan bukan convincing atau meyakinkan orang lain, maka sedari awal sudah saya sampaikan kepada Mitra baru bahwa berpindah perusahaan atau bisnis tidak akan menyelesaikan permasalahan mereka jika komitmen mereka dengan dirinya sendiri belum beres.

Silahkan jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

Read More

Kapan Terakhir Kali Mengembangkan Diri?

Oleh : Arief Maulana

Beberapa waktu yang lalu, kantor saya kedatangan tim konsultan dari Jakarta. Tugas mereka secara umum adalah melihat bagaimana kondisi para staf di cabang dan beban kerja dari masing-masing staf dengan berbagai tugas dan tanggung jawabnya. Tujuannya, tentu agar kantor pusat mendapatkan masukan profesional dari pihak ketiga, terkait dengan beban kerja SDM di masing-masing Cabang.

Satu yang membuat saya berdecak kagum adalah perusahaan di tempat para tim konsultan ini ternyata memiliki program pengembangan diri yang jelas. Bahkan dalam setahun, mereka ditarget harus bisa menghabiskan anggaran dana tertentu dan jumlah jam tertentu untuk mengembangkan dirinya, baik itu melalui seminar, workshop, dan kegiatan sejenis lainnya.

Read More

Membangun dan Menjaga Momentum Perubahan

Oleh : Arief Maulana

Isaac Newton
Isaac Newton

Bagi rekan-rekan yang bergerak di bidang teknik ataupun berbau fisika mekanik tentu sudah mengenal Hukum Newton I :

“Lex 1 : Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.”

Artinya kurang lebih : “Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja mengubahnya.”

Itu alasan kenapa ketika kita menaiki sepeda ontel untuk menjalankannya pertama kali ayuhan yang kita lakukan berat. Seiring dengan lajunya sepeda, terasa makin enteng bahkan ketika kita menambah kecepatan sekalipun. Sepeda yang tadinya diam, kita paksakan bergerak dengan gaya (tenaga ayuhan kita).

Saya tidak akan mengupas lebih lanjut tentang hukum fisika sekalipun saya anak teknik. Saya hanya ingin memberikan ilustrasi, betapa sulitnya kita untuk berubah menjadi lebih baik. Butuh energi, gaya, yang dipaksakan agar kita mau bergerak mengambil langkah pertama. Pun ketika sudah berjalan perubahan itu, harus dijaga hingga melewati titik kritisnya dan menjadi permanen ada di dalam diri kita sendiri.

Agar lebih mudah lagi, saya akan mengambil studi kasus contoh perubahan yang sedang saya lakukan saat ini. Saya saat ini sedang dalam upaya mengubah dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan permanen yang akan terus terjaga sehingga peluang saya untuk terkena masalah kesehatan mengecil.

Langkah Pertama, Paksakan

Read More

Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 2)

Oleh : Arief Maulana

Posting ini adalah kelanjutan dari postingan sebelumnya, yakni “Bekerja Secara Realistis Untuk Mengurangi Tekanan Stres (Bagian 1)”. Silahkan Anda baca posting sebelumnya agar bisa mengikuti alur kelanjutannya.

EVALUASI RENCANA AWAL dan BUAT RENCANA BARU

Pada poin sebelumnya kita sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai batas kemampuan yang dimiliki. Adakala rencana-rencana awal pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Untuk itu Anda perlu melakukan evaluasi pada rencana awal yang sudah dibuat sebelumnya. Buatlah rencana yang sesuai dengan batas kemampuan Anda.

Terlalu banyak daftar yang harus dilakukan seringkali membuat kita sudah malas duluan membayangkan eksekusinya nanti. Tulis hanya yang sekiranya bisa Anda lakukan sesuai dengan batas kemampuan. Jangan terlalu mudah juga, karena hanya akan membuat pencapaian goal Anda menjadi lebih lama.

membuat rencana baru
membuat rencana baru

Read More

Bekerja Dengan Realistis, Tanpa Stres (Bagian 1)

Oleh : Arief Maulana

Akan selalu ada dua kelompok orang dalam dunia kerja, baik itu yang bekerja sebagai karyawan ataupun sebagai self employee. Kelompok pertama adalah mereka yang bisa menikmati pekerjaannya. Kelompok kedua adalah mereka yang terlihat selalu stress dengan pekerjaannya yang sekarang. Anda termasuk kelompok yang mana?

Tidak jarang kita melihat ada orang yang kelihatannya dalam bekerja selalu enjoy seakan mereka tidak memiliki masalah sama sekali. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Boleh jadi beban pekerjaan dan tanggung jawab mereka lebih besar dari kita. Hanya saja karena bisa menyiasatinya, mereka jadi terlihat seolah selalu menikmati pekerjaannya.

bekerja tanpa stres
bekerja tanpa stres

Read More

Renungan Tentang Waktu

Setiap manusia dibekali waktu yang sama oleh Tuhan, 24 jam dalam 1 hari. Ada yang bisa memaksimalkan waktu tersebut dengan baik dan menjadi sukses, namun tidak sedikit yang menyia-nyiakannya begitu saja. Tahu-tahu ajal menjemput. Padahal bekal yang kita siapkan untuk perjalanan panjang berikutnya masih jauh dari cukup. Seperti yang selalu dinasehatkan oleh ibu saya,

Waktu yang sudah lewat tidak akan pernah kembali. Apa yang kamu bisa lakukan saat ini kalau ditunda belum tentu ke depannya ada kesempatan untuk melakukannya lagi.

Kebetulan juga siang ini saya mendapatkan link video dari Andrie Wongso yang berisi renungan tentang waktu. Silahkan Anda nikmati video tersebut di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Berikut link-link artikel terkait tentang waktu yang pernah saya tuliskan di blog ini :