Bagi rekan-rekan yang bergerak di bidang teknik ataupun berbau fisika mekanik tentu sudah mengenal Hukum Newton I :
“Lex 1 : Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.”
Artinya kurang lebih : “Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja mengubahnya.”
Itu alasan kenapa ketika kita menaiki sepeda ontel untuk menjalankannya pertama kali ayuhan yang kita lakukan berat. Seiring dengan lajunya sepeda, terasa makin enteng bahkan ketika kita menambah kecepatan sekalipun. Sepeda yang tadinya diam, kita paksakan bergerak dengan gaya (tenaga ayuhan kita).
Saya tidak akan mengupas lebih lanjut tentang hukum fisika sekalipun saya anak teknik. Saya hanya ingin memberikan ilustrasi, betapa sulitnya kita untuk berubah menjadi lebih baik. Butuh energi, gaya, yang dipaksakan agar kita mau bergerak mengambil langkah pertama. Pun ketika sudah berjalan perubahan itu, harus dijaga hingga melewati titik kritisnya dan menjadi permanen ada di dalam diri kita sendiri.
Agar lebih mudah lagi, saya akan mengambil studi kasus contoh perubahan yang sedang saya lakukan saat ini. Saya saat ini sedang dalam upaya mengubah dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan permanen yang akan terus terjaga sehingga peluang saya untuk terkena masalah kesehatan mengecil.
Pada poin sebelumnya kita sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai batas kemampuan yang dimiliki. Adakala rencana-rencana awal pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Untuk itu Anda perlu melakukan evaluasi pada rencana awal yang sudah dibuat sebelumnya. Buatlah rencana yang sesuai dengan batas kemampuan Anda.
Terlalu banyak daftar yang harus dilakukan seringkali membuat kita sudah malas duluan membayangkan eksekusinya nanti. Tulis hanya yang sekiranya bisa Anda lakukan sesuai dengan batas kemampuan. Jangan terlalu mudah juga, karena hanya akan membuat pencapaian goal Anda menjadi lebih lama.
Akan selalu ada dua kelompok orang dalam dunia kerja, baik itu yang bekerja sebagai karyawan ataupun sebagai self employee. Kelompok pertama adalah mereka yang bisa menikmati pekerjaannya. Kelompok kedua adalah mereka yang terlihat selalu stress dengan pekerjaannya yang sekarang. Anda termasuk kelompok yang mana?
Tidak jarang kita melihat ada orang yang kelihatannya dalam bekerja selalu enjoy seakan mereka tidak memiliki masalah sama sekali. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Boleh jadi beban pekerjaan dan tanggung jawab mereka lebih besar dari kita. Hanya saja karena bisa menyiasatinya, mereka jadi terlihat seolah selalu menikmati pekerjaannya.
Setiap manusia dibekali waktu yang sama oleh Tuhan, 24 jam dalam 1 hari. Ada yang bisa memaksimalkan waktu tersebut dengan baik dan menjadi sukses, namun tidak sedikit yang menyia-nyiakannya begitu saja. Tahu-tahu ajal menjemput. Padahal bekal yang kita siapkan untuk perjalanan panjang berikutnya masih jauh dari cukup. Seperti yang selalu dinasehatkan oleh ibu saya,
Waktu yang sudah lewat tidak akan pernah kembali. Apa yang kamu bisa lakukan saat ini kalau ditunda belum tentu ke depannya ada kesempatan untuk melakukannya lagi.
Kebetulan juga siang ini saya mendapatkan link video dari Andrie Wongso yang berisi renungan tentang waktu. Silahkan Anda nikmati video tersebut di bawah ini. Semoga bermanfaat.
-
-
Berikut link-link artikel terkait tentang waktu yang pernah saya tuliskan di blog ini :
Alhamdulillah… Senang rasanya kalau bisa bangun pagi lebih awal. Pun saya pernah membaca dalam buku “10 Kebiasaan Menciptakan Kekayaan” bahwa kebiasaan di urutan no.2 adalah kebiasaan bangun lebih pagi. Orang-orang besar pun banyak yang punya kebiasaan bangun lebih pagi.
Ini kebetulan ada beberapa manfaat yang bisa diambil ketika kita bangun lebih awal di pagi hari. Saya share sedikit beberapa hal yang sudah saya rasakan. Mungkin bisa berguna untuk Anda semua. Read more »