Kapan Terakhir Kali Mengembangkan Diri?

Oleh : Arief Maulana

Beberapa waktu yang lalu, kantor saya kedatangan tim konsultan dari Jakarta. Tugas mereka secara umum adalah melihat bagaimana kondisi para staf di cabang dan beban kerja dari masing-masing staf dengan berbagai tugas dan tanggung jawabnya. Tujuannya, tentu agar kantor pusat mendapatkan masukan profesional dari pihak ketiga, terkait dengan beban kerja SDM di masing-masing Cabang.

Satu yang membuat saya berdecak kagum adalah perusahaan di tempat para tim konsultan ini ternyata memiliki program pengembangan diri yang jelas. Bahkan dalam setahun, mereka ditarget harus bisa menghabiskan anggaran dana tertentu dan jumlah jam tertentu untuk mengembangkan dirinya, baik itu melalui seminar, workshop, dan kegiatan sejenis lainnya.

Read More

Bekerja Untuk Dilihat Tuhan, Bukan Dilihat Manusia

Oleh : Arief Maulana

Bekerja Untuk Tuhan
Working for God

Awal sebelum keberangkatan saya ke Banten untuk mengemban tugas mengawasi pembangunan Kapal Riset Pemerintah selama 15 bulan, orang tua saya memberikan sebuah pesan sederhana namun dalam maknanya.

Pesan itu sebagaimana yang Anda baca di judul posting ini, “Bekerjalah Untuk Dilihat Allah, Bukan Manusia.” Dan sampai saat ini, saya masih memegangnya sebagai prinsip utama dalam bekerja. Disini saya mencoba untuk menggali apa maksud pesan tersebut dan mencoba berbagi dengan Anda semua.  

Read More

Blog, Sarana Melejitkan Karir Anda

Oleh : Arief Maulana

Bersiap Untuk Audit KapalSalah satu pernyataan tidak langsung dari Romi Satria Wahono, founder IlmuKomputer.com, pada saat Seminar Nasional Empowering Netpreneur pada tahun 2009 yang lalu adalah blog secara tidak langsung bisa dijadikan sarana penunjang profesi.

Hal ini diperkuat dengan kisah nyata dari Mas Romi sendiri. Waktu itu beliau menuturkan bahwa di bidang software engineering Mas Romi bukanlah pakar yang paling hebat. Masih banyak orang yang lebih mahir dan lebih canggih dari beliau. Namun setiap kali ada lomba bertemakan hal-hal yang berbau rekayasa software atau sejenisnya Mas Romi lah yang sering diundang. Bahkan untuk seminar-seminar ilmiah bidang tersebut (keluyuran ilmiah, versi Romi), beliau yang sering diundang. Padahal tentu lebih afdol jika yang lebih pakar. Kok bisa? Itulah kekuatan sebuah blog.

Lebih lanjut dalam bukunya, “Dapet Apa Dari Universitas”, Romi menceritakan untuk membantu mendapatkan pekerjaan (khususnya anak informatika) di tengah persaingan yang ketat sudah bisa dimulai sejak awal kuliah. Mereka bisa membangun sebuah blog sederhana. Posting saja semua perjalanan kuliah, mulai dari tugas, ujian, sampai persoalan skripsi. Apalagi bila dipoles pula dengan kaidah-kaidah SEO tentu akan dahsyat lagi.

Efeknya adalah, manakala mahasiswa tadi lulus dia sudah memiliki bekal sebuah blog yang berusia minimal 4 tahun (berSEO pula) tentu akan menjadi satu nilai plus manakala menghadapi para interviewer yang melamar kerja. Efek lanjutannya lagi adalah, ketika ada orang yang mencari informasi melalui search engine sesuai bidang si mahasiswa maka ada peluang yang muncul di halaman pertama daftar pencarian google adalah ya mahasiswa ini. Menarik bukan. Sayang saya baru ngeblog justru di tahun-tahun terakhir kuliah.

Read More