Impian Besar, Pekerjaan Besar

Oleh : Arief Maulana

Hidup selalu tentang pilihan rekan-rekan. Kita memilih untuk mengalir apa adanya, atau membuat pilihan sendiri. Mewujudkan mimpi-mimpi yang mungkin bagi sebagian besar orang imposible, bahkan cenderung menertawakannya. Perbedaan sikap dan hasil. Yang suka menertawakan impiannya sendiri ataupun orang lain memang cenderung tidak akan bergerak kemana-mana.

Begitu juga dengan impian. Bermimpi besar atau kecil, itu juga pilihan. Sama-sama gratisnya tapi ngga semua berani bermimpi besar. Perbedaannya ada pada upaya pencapaiannya. Impian besar tentu saja pekerjaan besar. Kalau cuma sekedar bermimpi besar tentu semua juga bisa. Tapi jauh dibutuhkan keberanian untuk mewujudkan impian Anda.  

Read More

Mati Karena Mimpi atau Goal Sendiri

Oleh : Arief Maulana

Beban Impian

Ada diantara Anda semua yang suka berkebun? Saya sih ngga terlalu, yang suka ibu. Kalau ada di antara Anda yang suka berkebun tentu paham, kalau kita baru menanam tanaman yang masih kecil biasanya tidak boleh disiram air telalu banyak. Kalau kebanyakan yang ada malah tanamannya mati. Jadi disiramnya mesti sedikit demi sedikit.

Entah nyambung atau ngga dengan analogi di atas, tapi ada banyak orang-orang yang terpaksa “mati” gara-gara dari awal dijejali goal-goal yang kelewat besar. Goal besar, mimpi besar, muluk-muluk lah pokoknya. Baik itu goal dari dirinya sendiri atau dari orang lain. Semacam eneg dan ujung-ujungnya malah berhenti bertindak ke arah goal tersebut.

Saya mengalami itu. Eneg waktu mau menuliskan upgrade The Simple Internet Selling v.2.0. Yang saya bayangkan versi 2.0 ini lebih lengkap, detail dengan berbagai tips sehingga mungkin kalau saya bikin website penjualan dengan sales letter yang menggoda cukup layak dihargai dengan sangat mahal. Tapi karena niatannya memperbanyak list building yang sifatnya terfokus dan tidak asal, tetap saya gratisin hitung-hitung sekalian untuk praktek materi Profit-X.

Read More