pacaran di sekolah

Membangun Hubungan Yang Dewasa

Oleh : Arief Maulana 

Belakangan ini saya sering sekali mendapati film-film komedi romantis, baik itu di bioskop maupun di channel tv berlangganan di rumah saya. Meskipun sama-sama mengusung tema cinta dan hubungan antar dua manusia, sangat berbeda jauh dengan drama cinta-cintaan yang ditayangkan di tv nasional kita, entah di FTV, sinetron, dan film Indonesia yg ditayangkan di bioskop. Yang mana akhirnya membuat saya menarik kesimpulan :

“Cinta dan hubungan manusia dalam wadah cinta sebenarnya sangat sederhana, kitanya saja yang suka membuatnya jadi rumit dengan gengsi, jual mahal, ego, take it for granted dan drama berlebihan.”

Ini yang membuat kita kemudian mudah sakit hati, merasa di-PHP, galau, dan segala penyakit lainnya yang semestinya tidak perlu ada. Romansa itu menyenangkan, bukan penuh kegalauan dan sakit hati!

Benar kata orang tua dulu, kalau masih sekolah entah itu SD, SMP, SMA bahkan kuliah, sebaiknya memang tidak perlu repot-repot membina hubungan intens dengan lawan jenis macam pacaran. Rugi! Lebih baik fokus dulu pada diri sendiri, kembangkan semaksimal mungkin, hingga sudah memasuki dunia kerja dan lebih dewasa. Apa alasannya? Versi saya ada 5 alasan sbb : 

Read More

Melihat Dengan Mata, Hati dan Logika

Oleh : Arief Maulana

Logika Cinta
Logika Cinta

Kalau ada waktu paling berkualitas untuk membicarakan hal-hal yang sifatnya mendalam berdua bersama istri, biasanya kami lakukan justru di tengah malam menjelang tidur. Saat cahaya begitu temaram, suasana yang hening, dan gadget tak lagi berada pada genggaman masing-masing. Ya maklum lah, kami berdua sama-sama social media addict dan bertemu juga gara-gara social media.

Iseng sebuah pertanyaan saya luncurkan kepada istri saya, perihal kriteria apa saja yang membuat ia akhirnya menerima pinangan saya dan jadilah kami seperti saat ini, sudah menikah. Dalam hening istri saya pun mulai bercerita banyak, menjawab sebuah pertanyaan saya. Membangun kedekatan emosi yang lebih dalam lagi.

“Bapak pernah bilang ke aku, kalau memilih pasangan itu ngga cukup pake mata dan hati (cinta). Tapi juga logika.”

Read More