Oleh : Arief Maulana

Dinamisasi Bisnis
Seperti biasa kalau tidak ada aktivitas apa-apa, saya menghabiskan waktu pagi hari dengan membalas komentar yang masuk di blog, baca berita online dan juga bermain di social media site. Banyak informasi lalu lalang. Tapi ada 1 update status yang cukup menarik buat saya dilontarkan oleh Mas Agus Siswoyo.
Awalnya di twitter. Kemudian dilanjutkan dengan share link di facebook, sebuah situs dimana kita bisa mengakses secara online hampir semua radio yang ada di Indonesia. Streaming tentunya, jadi kalau koneksi Anda kurang bagus ya ngga tahu lagi (coba cari provider internet yang oke punya), hehehe… Cek disini untuk streaming radio!
Read more »
Oleh : Arief Maulana

term of service
2 artikel Mashengky yang publish hari ini : Review Website Paid Review Read Bud dan Social Networking And National Security Advisory mengingatkan saya pada insiden Pay Per Lead dari Justin Michie. Dimana untuk lead yang berasal dari Indonesia, tidak dimasukkan dalam hitungan sehingga tidak dibayar. Meski demikian masih banyak aja yang mempromosikan ke orang Indonesia, pakai spam ke email lagi (tidak melalui opt in).
Apa penyebabnya? Kurang teliti atau bahkan tidak membaca Terms Of Service yang lebih sering didengung-dengungkan sebagai TOS. Entah kenapa ya, sudah menjadi semacam kebiasaan temen-temen kita untuk asal aja ngikut program tanpa membaca TOSnya terlebih dahulu. Padahal kalau kita telaah lebih lanjut, TOS itu dibuat untuk dibaca dan dipatuhi.
Read more »
Oleh : Arief Maulana

Nasi Goreng Cinta
Awal saya mendengar konsepnya, sedikit kaget juga. Pasalnya Nasi Goreng Cinta adalah bisnis frenchise nasi goreng, namun foundernya membalut dalam menggunakan strategi affiliate marketing untuk memasarkan lisensi frenchisenya.
Karena jenis produknya sedikit berbeda dan ada semacam penggabungan konsep frenchise dalam affiliate marketing, akhirnya saya putuskan untuk melihat seperti apa produk-produk yang ditawarkan di dalam website utama NasiGorengCinta.com itu sendiri. Saya coba kupas sekilas disini.
Produk utama dalam website itu pada dasarnya adalah bertemakan “Bagaimana Mengumpulkan Modal” yang nantinya bisa digunakan untuk membeli Lisensi Frenchise Nasi Goreng Cinta ini sendiri. Jadi harga Rp.200.000,- itu harga panduan bagaimana Anda bisa mengumpulkan modal, bukan harga lisensi Frenchisenya. Harga Frenchisenya sih 30 Juta.
Read more »
Oleh : Arief Maulana

Jam Tangan Seiko
Minggu lalu, saya mengantarkan orang tua pergi ke Tunjungan Plaza 1 Surabaya. Niat keduanya sih mau cari jam tangan baru untuk ibu dan juga ayah. Kenapa ke TP? Kata ayah sih karena beliau pernah liat ada iklan di koran yang merekomendasikan beberapa toko jam tangan terbaik, dan itu ada di TP. Sayangnya nama toko yang ada di koran, ayah lupakan. Alhasil kami bertiga niat dari rumah untuk mencari seketemunya aja di TP. Mana yang oke ya itu nanti yang akan kita beli jam tangannya.
Kita sampai di TP sekitar jam 11. Belum banyak counter yang buka memang. Hingga akhirnya penelusuran mengantarkan saya ke TP 1 lt.2, Counter Milenium. Waktu kita datang, toko itu kebetulan baru dibuka oleh salah satu penjaganya, Ko Adi.
Sementara orang tua saya sibuk memilih jam, saya cukup mengamati proses tawar menawar dan transaksi jual beli yang terjadi. Saya buka notes blackberry dan mulai mencatat point-point pembelajaran bisnis untuk hari itu. Guru kehidupan sedang menerangkan pelajaran bisnis.
Oleh : Bang Dje
Pada Mei 2000 saya merantau ke Jakarta. Semula saya tinggal di Condet. Hanya enam bulan di sana saya pindah ke Tanah Abang. Di sinilah saya mengenal seorang bakul mie ayam. Sebut saja namanya Arief.
Arief lulusan Madrasah Tsanawiyah di Kebumen, Jawa Tengah. Dia sudah menikah tetapi belum memiliki anak. Di Jakarta dia mengajar mengaji kepada anak-anak kecil di musholla dekat rumah. Kebetulan rumah kontrakan kami persis berhadap-hadapan.
Awalnya adalah Satu
Arief mencari nafkah dengan berjualan mie ayam. Dia memiliki satu gerobag. Pagi hari sebelum adzan shubuh berkumandang dia telah mengayuh sepedanya ke pasar untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Saat bertemu di masjid untuk shalat shubuh biasanya dia telah selesai berbelanja. Setelah itu kerja keras dimulai.
Mengolah ayam, membuat kuah, membagi mie, menyiapkan kompor dan menata semuanya di gerobag. Tidak ketinggalan berbagai peralatan seperti mangkok, sumpit (ini temennya mie), sendok garpu, beberapa buah gelas dan beberapa botol air putih untuk pelanggan yang minta minum (gratis). Ada pula yang tidak boleh tertinggal yaitu kecap, saus, sambal dan acar. Sekitar jam delapan biasanya semua telah siap. Sesekali saya memesan untuk sarapan (ssst… tentu saja saya selalu dapat porsi lebih banyak).
Read more »