Oleh : Arief Maulana

Apakah Kita Layak Sukses
Apakah Kita Layak Sukses

Terima kasih untuk rekan-rekan yang sudah menjawab pertanyaan sederhana saya di posting sebelumnya. Well, sekedar pengen tahu aja gimana jawaban Anda semua. Pertanyaan itu muncul setelah saya melihat salah satu episode Mario Teguh Golden Ways edisi “Who Am I”.

Episode itu mengingatkan saya pada 2 posting lama : “Visi, Pemimpin Anda Menuju Sukses” dan “Berkat Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya”.

Hampir semua orang ketika ditanya “Kenapa Harus Saya Yang Jadi Orang Sukses”, selalu memberikan jawaban bahwa dirinya layak untuk menjadi orang sukses. Layak karena memiliki kapasitas diri yang oke sebagai efek dari pengembangan diri yang senantiasa dilakukannya. Tapi, maaf itu adalah penilaian diri kita sendiri. Pernahkah kita berpikir bagaimana Tuhan menilai kelayakan kita untuk menjadi orang sukses? Apakah visi sukses kita layak dimata Tuhan hingga pada akhirnya Dia memiliki alasan untuk mewujudkan itu semua?

Mari kita coba merenung sedikit lewat perumpamaan sederhana ini :

Bayangkan Anda memiliki seorang anak berusia 7 tahun. Bagi yang belum punya cukup dibayangkan saja. Suatu hari, anak Anda tiba-tiba meminta uang sejumlah Rp.500.000 kepada Anda. Kira-kira apakah Anda akan langsung memberikannya?

Saya kira siapapun orang tuanya, tidak akan begitu saja memberikan uang sebesar 500ribu kepada anak kecil berusia 7 tahun begitu saja. Biasanya, kita akan cenderung menanyakan terlebih dahulu, “untuk apa uang tersebut akan digunakan?”. Dalam kasus ini ada 4 kemungkinan yang akan terjadi :

  • Ketika anak tidak menjawab pertanyaan itu, apakah Anda akan memberikan uang tersebut? TIDAK
  • Ketika jawaban si anak tidak jelas (ragu-ragu atau agak mencurigakan), apakah Anda akan memberikan uang tersebut? TIDAK.
  • Ketika jawaban si anak jelas, namun untuk kegiatan atau hal yang tidak baik apakah Anda akan memberikan uang tersebut? TIDAK
  • Ketika jawaban si anak jelas dan memang uang tersebut digunakan untuk hal yang benar apakah Anda akan memberikannya? YA, dengan pengawasan tentunya agar tidak disalahgunakan.

Kasusnya hampir sama ketika Anda meminta dalam setiap doa yang dipanjatkan kepada Tuhan untuk dijadikan orang sukses. Kecenderungan kita semua, cuma meminta dan meminta. Jarang sekali kita meluangkan waktu untuk merenungkan apa tujuan dari semua kesuksesan itu? Apakah untuk kesenangan pribadi semata, atau menjadi kebaikan bagi orang-orang yang ada di sekitar kita?

Rasulullah SAW pernah bersabda yang kurang lebih intinya,

sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Sering mendengarnya? Sekarang coba kita hubungkan dengan visi sukses kita sebelumya. Apakah visi sukses itu hanya menyangkut soal “saya, saya, dan saya?” Ataukah dalam visi sukses itu, ada semangat untuk berbagi, semangat untuk memberikan manfaat yang banyak kepada orang lain, semangat untuk menjadi “sebaik-baik manusia”? Karena bisa jadi ini yang menghambat jalan sukses kita.

Sesungguhnya Allah itu amat sayang dengan kita. Dia ingin kita menjadi manusia yang terbaik. Manusia yang membawa banyak manfaat bagi manusia yang lainnya. Makanya yang sering sukses justru mereka yang punya visi menjadi orang yang bermanfaat.

Mari berandai-andai. Jika sebelum diberi kesuksesan yang besar saja kita sering memberikan manfaat pada orang lain, membantu mereka yang susah, dsb, kira-kira apa Allah akan tinggal diam begitu saja? Saya kira tidak. Justru Allah akan memperbesar ranah kesuksesan kita agar lebih banyak lagi orang-orang yang akan terbantu. Atau dengan bahasa yang lebih mudah, kita dipercaya untuk menjadi “kepanjangan tangan” Allah di muka bumi untuk membagikan rahmat dan berkatnya.

Jadi, bagaimana dengan visi sukses dalam setiap doa yang Anda panjatkan? Sudahkah Anda memberi alasan yang tepat kenapa Allah harus mengabulkan itu? Dan ingat, Allah tidak bisa dibohongi. Kita bisa saja koar-koar kalau sukses akan banyak membantu orang, tapi Allah Maha Tahu apa yang ada di hati kita.

Semoga renungan ini bermanfaat untuk Anda dan saya pribadi juga. Mari sama-sama saling mengingatkan, mari luruskan niat dan jadilah sebaik-baiknya manusia.

Ps. Baca juga blog post : Memantaskan Diri Untuk Yang Terbaik

Salam Sukses,
arief maulana
space

Sudah Layakkah Kita Untuk Sukses?
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

140 thoughts on “Sudah Layakkah Kita Untuk Sukses?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.