Sudah Belajar Apa Dari Kesalahanmu?

Oleh : Arief Maulana

Belajar Dari Kesalahan
Belajar Dari Kesalahan

“Sudah belajar apa dari kesalahanmu?” Kalimat pertanyaan ini terlontar dari Tjandra Danny sebagai bentuk atas respon salah satu twit saya di twitter. Saya suka sekali karena ungkapan tanya ini menantang kita untuk tidak beralasan dan menyalahkan orang lain atas kegagalan yang kita alami.

Entah siapa yang salah, pendidikan di sekolah atau orang tua yang mendidik kita, sehingga seringkali ketika mengalami kesalahan yang berujung pada kegagalan, kita cenderung mencari kambing hitam untuk disalahkan alih-alih introspeksi dan mengevaluasi diri.

Fenomena ini juga kerap terjadi juga pada teman-teman yang terjun di internet marketing. Kita tahu, para pemilik panduan internet marketing membuat materi yang sama untuk setiap anggota baru yang join di program membership mereka. Panduannya sama, tapi mengapa hasilnya bisa berbeda untuk setiap orang?

Ada yang berhasil mengeruk banyak keuntungan atau mendatangkan profit dalam waktu yang singkat. Ada pula yang sudah menjalaninya dalam kurun waktu tertentu namun tidak juga memperoleh hasil sama sekali.

Memang ada banyak faktor, mulai dari daya tangkap dalam menyerap materi, keberanian untuk praktek, antusiasme dalam upaya terus mencoba tanpa kenal lelah, sikap ataupun mindset yang mendukung. Tapi apapun latar belakangnya, saya selalu percaya siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil. Man jadda wa jada.

Ujian sebenarnya datang pada saat kita melakukan kesalahan dan akhirnya gagal. Apakah lantas kita diam dalam keterpurukan dan menyalahkan orang lain, ataukah kita mencoba untuk menggali dan belajar dari kesalahan yang sudah dilakukan.

Yang perlu diingat adalah, tidak semua usaha yang dilakukan ujug-ujug langsung berhasil. Sukses dan gagal itu diciptakan 1 paket. Dengan kegagalan kita belajar untuk tidak mengulang kesalahan yang sama sehingga menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Berhentilah menyalahkan orang lain, karena hidup ini adalah tanggung jawab kita sendiri. Kita yang membuat keputusan dan tentu saja kita juga yang menanggung setiap konsekuensinya. Anda memilih untuk bergabung dalam suatu membership panduan internet marketing yang mana, pun itu adalah sebuah keputusan. Entah keputusan yang diambil karena emosi membaca sales letter (ingin cepat kaya ala instan, bahkan 45 menit sejak join atau profit hari ini), ataukah keputusan yang diambil setelah beberapa pertimbangan dan pencarian informasi yang cukup melalui search engine. Ayolah, tidak ada yang benar-benar instan di dunia ini. Semua butuh upaya.

Semua ada konsekuensinya. Ketika ternyata salah join dan malah tidak bisa mendapatkan profit coba evaluasi diri sebelum menyalahkan yang lain. Misalnya, berapa % dari materi yang diajarkan sudah dipraktekkan? Jangan suka berlindung dibalik perisai “masih newbie”, Anda tidak akan berkembang. Sampai kapan mau jadi newbie?

Lha kalau memang panduannya yang tidak bagus? Padahal sudah mencoba semuanya? Maka artinya kita sudah melakukan sebuah kesalahan. Mungkin dulu joinnya karena terbujuk sales letter. Selanjutnya jangan seperti itu. Coba cari informasi dulu. Apa benar-benar bagus isinya? Pasti banyak yang membuat review. Atau Anda bisa kontak orang-orang yang sudah berhasil mempraktekkan isinya dan memperoleh profit, bukan dari sekedar menjual ulang membershipnya.

Yang berhasil sekarang juga pernah melakukan kesalahan dan gagal. Bedanya mereka belajar dari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi. Nah, sudahkah Anda belajar dari kesalahan yang Anda perbuat?

Banyak orang melakukan kesalahan dan gagal, tapi hanya sedikit yang belajar dari kesalahan itu dan menjadikannya pijakan untuk menjadi sukses.  –  AM Words

Salam Sukses,
arief maulana

  1. Internet Marketing Judi Internet Marketing Haram says:

    Yap betul, setuju banget ni bos…. harus instopeksi diri,

    bagi saya pribadi, tidak ada produk atau ebook sampah dari semua ebook yang dibeli pasti ada ilmu yang didapat..

    Justru bertrimasihlahnya sama yang buat karena sudah mau berbagi ilmu.. tinggal sekarang bagaimana kita menerapkannya, mereka yang menunjukkan “CARANYA” yang action mah tetap yang beli Ebook /produk.

  2. Udin Hamd | Blogger 2 Inchi says:

    Luka masa lalu bisa membuat kita menjadi lebih buruk. Dan bisa membuat kita menjadi lebih baik.
    Jika kita dikuasai oleh kekecewaan itu maka akan menjadi lebih buruk., tapi jika kita belajar dari kekecewaan itu, kita punya peluang yg lebih bagus utk terhindar dari kekecewaan itu di kemudian hari.

    • Udin Hamd | Blogger 2 Inchi says:

      @T. Wahyudi, Orang lain jalan terlebih dahulu ke tujuan yg sama dgn kita. Tentunya kalo dia masuk lubang, ya jelas kita tidak boleh masuk lubang itu juga dan harus menghindarinya..
      Bukankah begitu Gan?

  3. Salam kenal mas,
    Refleksi diri sendiri sangat penting mas daripada kita digurui atau disadarkan oleh orang lain. Sekaligus semangat untuk tetap maju dan memperbaikinya.

    Warm Regards

  4. Tjandra Danny says:

    Mas arief paling bisa aja kalau nulis. Hanya dari twitter langsung bisa bikin postingan blog. Great Job!! Harus belajar banyak dari mas arief. :)

    Kapan-kapan sumbang artikel mas di blog saya, if u don’t mind.
    It’s my pleasure to know u. :)

    Salam

    • @Tjandra Danny, Ga langsung sih sebenernya. Perlu diolah dan didiamkan beberapa saat hingga matang. *halah, emang masakan*. Sama-sama belajar lah mas. Saya cuma bisa nulis, masih harus belajar banyak sama real business man macam mas Danny.

      Give me a topic, i’ll try the best to become your guest writer. Bingung klo ga ada topik :D

  5. sifat orng beda2 x,kl saya gagal melakukan sesuatu di otak saya selalu lengket kegagalan itu,dan itulah yg membuat otak saya terkuras untuk mencari cara lain untuk bs menjauh dari kegagalan tsebut

    • @situs online, nah artinya secara tidak langsung belajar dari kegagalan itu kan. Yang pada akhinya memicu Anda untuk bertindak mencari solusi atau jalan keluar agar tidak terjatuh di lubang yang sama.

  6. Bila saya harus mengulangi hidup saya lagi, maka saya akan mengulangi seluruh kesalahan yang pernah saya lakukan dengan cara yang jauh lebih cepat.
    Kalau tidak salah, ini yang ngomong adalah Robert Kiyosaki.

  7. herlina mutmainah says:

    siapa yang tidak ingin kaya dengan cepat…
    siapa yang tidak ingin kaya dengan mudah..
    aku mau ko! hayoooo.. siyapah yang nggak mau..hehehehe

  8. Dody Eka Putra says:

    Salah sekali nggak masalah dan jadi pelajaran jika terus terusan salahnya bisa bahaya tuch. artinya jatuh di lobang yang sama. ambil hikmah dari setiap kesalahan.

  9. Udin Hamd | Blogger 2 Inchi says:

    @arief maulana, wah, bener juga ibaratnya kek gitu ya gan kehidupan kita…kadang berbelok, lurus, putar balik, muter2 dan juga mogok di tengah jalan kendaraan kita. Kalau dah begini, harvs masuk bengkel deh :ngacir2

  10. meong bertopeng says:

    Wah saya setuju nih,kk. Terutama quote yang terakhir itu. Oia,saya jg ingat quote dari salah satu guru I’m Indonesia:
    “Belajar seperti newbie,bertindak seperti ahli”

  11. Kesalahan yang cukup besar karena kita tidak mau bersabar, semua pinginnya cepet….,jadinya gak pernah fokus, alias gonta ganti program baru, yang lebih cepet menghasilkan duit, jadinya gak pernah tuntas..ujung-ujung duit terkuras. :hiks::hiks:

  12. Makasih bro sudah mengingatkan untuk belajar dari kesalahan soalnya akhir-akhir ini sering tidak mengambil hikmah dari setiap kesalahan (didunia nyata) yang saya lakukan :thumbup …

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,998 bad guys.