Sesuai yang pernah diutarakan sedikit di tulisan sebelumnya tentang bagaimana menjadi pribadi yang menarik kali ini saya mau melanjutkan materi perihal social skill yang perlu dikuasai untuk bisa berkomunikasi enak dengan orang lain. Saya menuliskan ini, bukan berarti saya paling hebat dan menguasai semua materi ini. Justru saya sengaja nulis ini duluan untuk memotivasi diri biar lebih baik lagi plus sekalian share dengan Anda semua (sama-sama lagi belajar :p ).

Ada beberapa hal yang setidaknya perlu kita asah dan ini akan berguna sekali ketika Anda memulai pembicaraan dengan orang lain. 3 hal ini akan membantu kita agar ngga kehabisan topik ketika ngobrol. Ngga terlalu pusing mikir topik apa yang akan dibahas selanjutnya. Karena pada hakikatnya ketika kita ngobrol sama orang lain, mestinya kita santai dan menikmatinya. Bukan malah pusing mikir dari topik ke topik lainnya.

Menjadi Pendengar dan Penanya Yang Baik

Pendengar Yang Baik
Pendengar Yang Baik

Saya teringat sebuah kisah yang pernah dipaparkan di buku “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain”. Intinya kurang lebih bercerita dua orang yang saling bertemu. Katakanlah si A dan si B (karena saya lupa namanya). Mereka bertemu dan kemudian bercakap-cakap. Si A hanya memancing dengan sedikit pertanyaan dan si B pun bercerita panjang lebar dengan serunya. Di akhir pertemuan, si B mengucapkan terima kasih kepada si A dan mengatakan bahwa A adalah seorang pembicara yang hebat. Lucu yah? Yang banyak bercerita siapa?

Pada dasarnya setiap orang suka bercerita dan menceritakan kehebatan mereka. Masih ingat kah Anda ketika kecil. Saat teman menceritakan liburannya, kita seakan ngga mau kalah dan bercerita dengan lebih seru lagi. Entah benar atau bohong. Bahkan ketika ada orang bercerita tentang kemalangan hidupnya, kita juga ngga mau kalah dan ikutan bercerita yang kalau bisa mengondisikan keadaan yang lebih malang.

Lucu tapi itulah dinamikanya. Makanya orang akan berterima kasih sekali saat kita bersedia mengalah dan memfasilitasi mereka untuk ‘show off’ dan menunjukkan seberapa hebatnya mereka. Jadilah pendengar yang baik dan tunjukkan ketertarikan Anda.

Tidak sekedar mendengar tapi berikan perhatian yang benar pada cerita yang mereka kisahkan. Disana Anda akan menemukan celah untuk bertanya dan mengembangkan pembicaraan. Bahkan kalau sudah mahir, Anda bisa mengeksplore habis-habisan lawan bicara. Sambil ngobrol juga Anda bisa melihat seberapa potensialnya mereka untuk dijadikan teman yang lebih dekat lagi.

Story Telling Skill

Storyteller

Kini, giliran Anda yang bercerita. Saat lawan bicara sudah kehabisan bahan cerita, itulah tandanya kita masuk dan mulai bercerita. Jangan PAMER! Kecenderungan kita kebanyakan adalah ingin pamer sesuatu yang lebih hebat dari apa-apa yang sudah diceritakan oleh lawan bicara : harta, jabatan, dll.

Alih-alih pamer lebih baik Anda menceritakan pengalaman, khususnya yang berkaitan dengan interesting life. Kehidupan yang menarik dan senantiasa fun. Ceritakan serunya aktivitas atau pengalaman itu, bukan tentang betapa hebatnya Anda.

Ngga ada yang suka mendengarkan kisah pilu, keluh kesah, desperate, galau, dll. Karena semua orang punya masalah. Tapi semua orang suka cerita yang seru, menarik, dan terlihat menyenangkan. Bahkan mungkin menginspirasi mereka untuk berbuat lebih baik lagi.

Bahan ceritanya darimana? Silahkan baca lebih lanjut artikel saya “Menjadi Pribadi Menarik Yang Menjadi Pusat Gravitasi Sosial (2)”.

Biar mantep pada saat bercerita. Gunakan beberapa point berikut :

[1] Ekspresi Wajah dan Tangan – Jangan pasang muka lempeng dan datar aja. Kalau menceritakan kondisi sedih, ya pasang raut wajah sedih. Seneng ya raut wajah senang. Begitu juga dengan tangan. Dipakai itu, jangan didiemin aja.

[2] Sound Effect Bukan berarti harus pakai mic atau speaker. Gunakan saja mulut Anda. Ketika ada suara-suara seperti ledakan, jangan ragu untuk menyuarakan efeknya seperti “Boooom…” Jangan lupa ekspresi wajah dan tangan.

[3] Tempo dan Intonasi – Pengaturan tempo itu juga penting. Jangan terlalu cepat hingga mengakibatkan lawan bicara sulit menangkap apa yang kita maksud. Intonasi juga, di beberapa point yang perlu penekanan berilah penekanan dengan nada suara.

Ada beberapa point lagi sih. Tapi yang paling utama ya 3 ini aja. Saya share lainnya kalau kita ketemu langsung entah kapan. Hahaha….

Humor

Pria Humoris
Pria Humoris

Siapa sih yang ngga suka tertawa? Please deh. Kehidupan ini udah berat dan kompleks dengan berbagai masalah. Humor dan tertawa itu penting untuk mengimbangi semua itu. Ini menjadi alasan kenapa mereka yang memiliki selera humor tinggi dan bisa membuat orang tertawa jauh lebih disukai.

Untuk point terakhir ini saya pribadi masih perlu banyak belajar. Yah, tipikal melankolis gini ini. Agak susah membuat orang tertawa. Lebih sering mengulas sesuatu dari sisi seriusnya. Lain halnya dengan orang-orang sanguinis. Tapi saya percaya tidak ada sesuatu yang tidak bisa dipelajari. Bukankah semua orang terlahir sama, baru kemudian lingkungan turut andil membentuk kita.

Pada intinya social skills lebih menitik beratkan pada bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain. Anda boleh saja beralasan punya karakter pendiam. Tapi sampai kapan mau berdiam diri? Segala sesuatunya perlu dikomunikasikan. Dan untuk belajar berkomunikasi, ngobrol lah dengan siapapun yang Anda temui selagi ada kesempatan. Entah supir taxi, satpam, kolega di kantor, dll.

Yuk kita sama-sama praktek! :)

Social Skill
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

55 thoughts on “Social Skill

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.