Sharing Tentang Marketing Ala Joger Bali
Oleh : Arief Maulana

Joko Sutarto
Thanx untuk mas Joko yang sudah menuliskan 2 teknik marketing, dimana menurut saya 2 teknik ini cukup menarik dan bisa dicoba. Anda bisa membaca lebih lanjut tulisan Mas Joko : “Teknik Marketing Ala Gambar Porno dan Joger Bali”
Tulisan dari Mas Joko membawa saya flashback ke masa lalu. Itu kenapa saya ingin berbagi sedikit cerita tentang Marketing Ala Joger Bali yang pernah diajarkan oleh upline yang sekaligus menjadi mentor saya ketika masih aktif menjalankan network marketing (MLM).
Kalau Anda sering membaca tulisan di blog ini dan heran kenapa setiap ada ulasan soal marketing biasanya saya singgung sedikit pengalaman dengan MLM. Itu tidak lain karena di MLM-lah saya pertama kali mengenal dan belajar tentang konsep marketing, meski sifatnya sederhana, aplikatif, dan tidak sekompleks marketing di level company.
Marketing Ala Joger Bali
Inti dari marketing ala Joger Bali adalah bagaimana kita tetap melayani pelanggan dengan baik, entah mereka pada akhirnya belanja ataupun hanya sekedar melihat-lihat saja
Pada saat itu saya aktif-aktifnya presentasi, baik itu penawaran bisnis ataupun produk yang dipasarkan oleh MLM dimana saya join. Ngga cuma aktif presentasi, tapi juga aktif ditolak bahkan dicounter dengan argumen-argumen yang bikin panas dan pengen nabok prospek yang saya presentasi.
Karena masih awal-awal join, belum selesai baca buku “Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain”, belum juga membaca buku “Skill With People”, belum tahu bagaimana mestinya bersikap, akhirnya yang ada saya berdebat habis-habisan dengan prospek.
Teknik yang sangat salah. Memang pada akhirnya saya bisa memenangkan perdebatan, tapi efeknya ngga ada prospek yang join. Pun belakangan hari ada juga kasus prospek yang kalah debat dengan saya dulunya akhirnya join, tapi bukan dengan saya melainkan dengan orang lain. Apa ngga nyesek coba?
Kehilangan Pelanggan
Kemudian saya pun berkonsultasi, rutinitas yang mesti dilakoni kalau mau sukses karena ada di dalam Check Sheet Leader. Saya mengadukan semua permasalahan itu kepada upline, dan jawabannya singkat…
“YANG PENTING SIKAP !!!”
Yap sikap. Upline mengajari saya untuk tetap bersikap ramah, memberikan penjelasan tanpa memaksa, dan tidak perlu berdebat apalagi emosi ketika dicounter oleh prospek.
Apapun respon prospek, bagaimana pun cara mereka memberikan penolakan, utamakan sikap seolah-olah kita sedang melayani pelanggan lama yang loyal dan royal. “Ini hanya masalah momen saja.” begitu kata upline saya.
Mungkin mereka tidak join sekarang karena belum merasa butuh. Secara logika, orang kalau tidak butuh meski ditawarkan dengan keuntungan sebesar apapun ya ngga akan klik. Sebaliknya, kalau butuh mereka pasti akan mencari dengan sendirinya. So, tugas utama kita hanyalah memberikan pengetahuan dan edukasi yang tepat. Selebihnya biarkan mereka memilih.
Keuntungan Dari Menjaga Sikap dan Memberi Pelayanan Maksimal

Yang Penting Sikap
Tidak pernah rugi ketika kita senantiasa memberikan pelayanan yang baik dengan maksimal. Mungkin saja skenario terburuk terjadi. Orang yang Anda layani tidak pernah membeli produk Anda. Tapi ingat, DIA PUNYA TEMAN.
Mungkin dia tidak butuh, tapi kita tidak pernah tahu barangkali justru temannya lah yang membutuhkan produk yang kita jual. Saat si teman ini bercerita kepada prospek bahwa dia membutuhkan produk (yang kebetulan kita jual), boleh jadi karena pelayanan kita yang baik dan mengesankan akhirnya si prospek merekomendasikan kita kepada si teman.
Bayangkan kalau pelayanan kita buruk. Bisa-bisa si prospek malah bercerita, “Eh kamu kalau beli produk A jangan sama si C deh. Orang itu bla bla bla… Jangan-jangan ntar malah kamu dibohongi!” Nah, kalau sudah begini siapa yang repot coba.
Jangan main-main dengan pelanggan Anda. Berikan mereka pelayanan yang baik. Seperti kata tembok Joger,
“Belanja tidak belanja tetap thank you!”
Ada yang punya pengalaman serupa?


Itu yang susah penerapannya, Rief. kalo bisa tetep adem padahal ditolak mentah mentah, top banget dah. :nangis:
arief maulana Reply:
June 15th, 2011 at 11:40 am
@isnuansa, emang susah mbak. Aku dulu butuh hampir 1 tahun untuk bisa stay cool and anteng ngadepin orang-orang yang begituan.
Waduh, kok ada foto saya mejeng disini. Ikutan numpang keren disini, Mas Arief. :D
Kalau tanya pengalaman, saya pernah punya pengalaman dengan pelayanan yang buruk, Mas. Pengalaman dari sebuah toko online lokal. Waktu itu saya tanya-tanya spesifikasi barangnya yang dijual lewat form contact yang ada di toko onlinenya. Dan pertanyaan saya samasekali tak dijawab hingga sekarang. Lucunya, hingga kini tokonya masih rajin kirim newsletter ke email saya.
Duh, ini sebuah marketing yang kacau saya pikir. Di satu sisi gencar nyari pelanggan baru. Eh, di sisi lain yang sudah datang dan berniat beli malah diberi pelayanan yang buruk.
Saya pasti akan kapok dan tidak akan pernah sudi belanja lagi ke toko online yang seperti itu.
Oh, ya Mas terima kasih sudah repot-repot mau nanggapi artikel saya. Juga terima kasih buat backlinknya. :)
arief maulana Reply:
June 15th, 2011 at 11:42 am
@joko sutarto, gpp mas biar ikutan keren. Hahaha…
Serupa dengan mas Joko, saya pun sebenarnya diam-diam punya sederetan black list untuk toko-toko tertentu yang pelayanannya payah. Dan otomatis kalau ada yang bertanya soal toko itu, saya akan cerita apa adanya + tidak merekomendasikan teman ke toko tersebut.
Ga pake report kok mas. Kebetulan setelah membaca artikel mas joko eh tiba-tiba ide ini muncul begitu aja. Jadi saya tulis aja, tanpa melupakan sumber inspirasinya. :)
Terima Kasih Mas, tipsnya bisa membuat kami meningkatkan pelayanan kepada Pelanggan. Pokoknya, “Belanja tidak belanja tetap thank you!” :)
arief maulana Reply:
June 15th, 2011 at 11:42 am
@Maika, mantap. Semoga makin laris dan gede usahanya mas.
Kalu di jogja ada Dagadu Jogja, Jogger memang bagus..
arief maulana Reply:
June 15th, 2011 at 11:44 am
@Kamal Hayat, di sidoarjo pun ada ‘iwak bandeng” hahaha…. kayanya ntar lama-lama tiap kota punya yah usaha model beginian
anax kolonx Reply:
June 15th, 2011 at 3:06 pm
@arief maulana, iwak bandeng tu dari sidoarjo ya mas? sy pernah punya kaos itu, kirain dari jogja jg…
arief maulana Reply:
June 16th, 2011 at 11:50 am
@Anax kolonx, iya itu dari sidoarjo. Klo ga salah ada 1 lagi yang aseli bikinan sidoarjo.
:sip: betul sekali mas..
Orang yang mengerjakan sesuatu melebihi dari apa yang diterimanya sebagai upah, cepat atau lambat akan menerima upah lebih dari apa yang dikerjakannya. by : kagak tau sapa yang bikin nih quote :sip:
simpel emang…justru hal simpel yang kadang2 sering dilupain dan bahkan gak dilakuin gara2 sering dianggep sepele dengan dalih “kalo rejeki juga gak kemanaaa” ya gak? ya aja dehh *maksa abis
arief maulana Reply:
June 15th, 2011 at 12:44 pm
@zaki, kalau tidak salah itu quotenya Mario Teguh. Dengan kata lain, ketika kita memantaskan diri untuk sesuatu yang besar, maka lambat laun yang kita terima pun ikut membesar. (bahasanya Ippho ‘right’)
Setuju sekali brother…Menurut saya prospek/ pembeli itu adalah raja…
Tetapi sekarang konsep spt itu sdh tdk dipakai oleh semua pebisnis…malah yg sering saya liat kebanyakan yg jd raja bukan lg sang pembeli/ prospek melainkan pemilik usaha tersebut…
Mereka bersikap seolah-olah mereka tidak butuh pembeli/ prospek…
arief maulana Reply:
June 15th, 2011 at 12:44 pm
@Aru Martino, itu sih pilihan. Kalau ngga ada pembeli repot juga toh. :)
seperti kemarin sy beli komputer, buset dah pelayanannya,,,bikin males,,tpi beli jg disitu sy,,,:kringetan:
arief maulana Reply:
June 16th, 2011 at 11:51 am
@Anax kolonx, aneh -___-”
agak susah membuat pembeli adalah raja, susah banget
susah banget
:(
arief maulana Reply:
June 16th, 2011 at 11:51 am
@Rusa, klo gampang yang jadi milyader banyak. :)
always stay cool…
M.LM memang ngajarin untuk tahan banting, tergantung bagaimana kita menyikapi setiap pengalaman, karena kalo tidak yang ada pasti dongkol dengan M.LM yg pernah dijalani :hihi:
arief maulana Reply:
June 16th, 2011 at 11:52 am
@Fenny, MLM itu pendidikan bisnis yang baik. Belajar banyak dari sana, mulai dari marketing, konsep bisnis, mindset, dll. Asalkan kita beneran ngikutin system yang digunakan.
thank you sharingnya mas arief sangat bermanfaat bagi sy pemain baru mlm :)
Wah top banget mas infonya memang pelangan atau pembeli adalah raja tapi kalau bikin kita jengkel suka buat badmoot.
jadi kita mesti punya motto juga ya mas kaya tembok Joger…kira apa ya mas motto yang cocok untuk usaha marketing tasku….?!?!?
arief maulana Reply:
June 16th, 2011 at 11:53 am
@Deddy, coba dicari sisi unik dan lebih dari produknya apa. Kalau sudah ketemu, coba aja bikin motto darisana.
prinsip marketing mas arief bagus sekali. nampak ilmu nih, gak sia2 online p pagi.
sy doakan sukses mas arief. 2 jempol
arief maulana Reply:
June 16th, 2011 at 11:53 am
@Joko muryanto, yang bagus guru marketing saya pak. Sukses juga untuk bapak.
kalo ane.. sih..
rezeki gan..
iklas dari awal.
maw beli ga beli..ya sama aje wkwkwkwkw.. .
terus prasangka baik,mungkin ada rezeki ditempat lain kalo disini ga dapat. ..
ada-akbar.com recently posted..Daging Buatan Dari Kotoran Manusia
arief maulana Reply:
June 16th, 2011 at 11:54 am
@ada-akbar, mantaaaaps
Menjadi orang yang selalu sabar dalam menghadapi segala hal akan membuat kita memiliki kepribadian cemerlang, dan juga bagian dari kunci kesuksesan, karena kita akan tetap yakin bahwa diujung dari sikap hati yang sabar kita akan meraih kesuksesan, hari ini gagal kita tidak bersungut sungut tetapi tetap sabar dan besok coba lagi, gagal lagi, sabar dan lusa coba lagi tanpa menggerutu, satu hal yang pasti sabar itu bagian dari ibadah. dan pasti disayang Tuhan. Thx Mas Arief Sukses selalu.
arief maulana Reply:
June 17th, 2011 at 3:08 pm
@Franky T, dan Tuhan tidak tidur. Masa sih dia terus-terusan membiarkan hambaNya yang bersabar. Hehehe…
:hiks::hiks::hiks:
mohon bantuan bang , thread ane enaknya dibuat seperti apa teknik marketingnya :hiks::hiks:
makasih ^^
salam sukses sehat sejahtera
wibisono recently posted..PROPOLIS Apa Itu PROPOLIS Produk PROPOLIS Dosis | Cara Pemakaian PROPOLIS
arief maulana Reply:
June 17th, 2011 at 3:09 pm
@Wibisono, dipromosiin aja via sosial media seperti blog, twitter, facebook, jangan lupa juga promosi offline. Kalau ada pelanggan, layani dengan sabar sekalipun ujung-ujungnya mereka tidak membeli.
Woh.. saya sudah baca postingan Joko. Tehniknya mumpuni, apalagi sekarang di tempat saya banting harga disetiap counter. Sayangnya, kalau ndak beli disambut wajah lesu! :(
Kaget recently posted..Dua Pilihan Kebebasan Berekspresi Di Internet
arief maulana Reply:
June 17th, 2011 at 3:12 pm
@Kaget, jangan lesu dong. Rezeki udah ada yang atur. Coba diperbesar gerbang rezekinya. Praktekin yang ada di buku 7 Keajaiban Rezeki :)
Sangat setuju sekali. Ya, yang penting sikap. Saya juga orang yg suka trauma kalau menerima perlakuan ga jelas, contoh kecilnya ya warung. Saya lebih memilih jalan kaki ke warung yg jauh tapi pelayanannya enak daripada warung depan rumah, karna pelayanannya bikin migren.
Darin recently posted..Gaya Belajar Mandiri Di Tengah Serbuan Sarimin Dan Lumba-Lumba
arief maulana Reply:
June 17th, 2011 at 3:12 pm
@Darin, sama mas. Saya juga cenderung seperti itu. Kalau pelayanannya memuaskan biasanya jadi loyal sama penjual / toko tertentu, sekalipun mungkin harganya agak mahal dari yang lain. Kepuasannya tak tergantikan *halah*
ok aku paling suka mbahas yang beginian masalahnya sederhana,aku ingin sekali orang diprospek bisnis mlm terus join,rasanya puas dan senang.tapi utk sekarang belum …
arief maulana Reply:
June 18th, 2011 at 4:22 am
@ngdm, kalau semua join MLM lak ga seru. Diajari hukum 10:8:1:1 ngga? Dari 10 yang kita prospek, ada kemungkina 1 langsung join, 1 nolak dan ga pernah join selamanya, sementara yang 8 mungkin ga join sekarang, tapi suatu saat bisa join. Aku dulu pegang hukum ini.
Pengalaman ditolaknya lebih banyak daripada diterima, he.. he.. tapi setelah sekian lama belajar sikap akhirnya keputusannya sama dengan, belanja tidak belanja tetap tank you…
arief maulana Reply:
June 20th, 2011 at 2:23 pm
@FBM, jelas itu mas. sudah hukum alam yang nolak lebih banyak daripada yang join.
tksh udah berbagi mas arif saya suka tulisan anda….saya jadi ingat kata kata bijak ini…” ubahlah sikap anda maka hidup anda akan berubah” dan akhirnya saya praktekkan..ternyata banyak kemajuan terutama kita semakin bijak dan hidup terasa lebih hidup..
arief maulana Reply:
June 21st, 2011 at 1:38 pm
@ALi Yina, waw… great. Saya perlu belajar banyak dari Anda :)
Nah berusaha jadi orang bijak itu yang susah ya mas arif..nerimo ketika di tolak dan bangkit lagi dengan semangat yang sama.. tapi itu susah’e :hiks:
sibair recently posted..FreShSby: Kreatifitas Modal Berkarya di Dunia Digital
arief maulana Reply:
June 23rd, 2011 at 9:39 am
@Sibair, kalau mudah jumlah orang sukses mayoritas bukan minoritas
Word of mouth itu memang bener2 ampuh ya :)
Ceritaeka recently posted..Belanja Online? Why Not?
arief maulana Reply:
January 26th, 2012 at 6:42 am
@Ceritaeka, banget mbak. Makanya jangan sampai mengecewakan pelanggan.
arief maulana recently posted..The Miracle Of Giving
” Belanja tidak belanya tetap thank you”..kata2 yang sederhana tapi fantastis,..
arief maulana Reply:
January 26th, 2012 at 6:43 am
@sigit, yang sederhana, kadang menusuk dan jlebh
arief maulana recently posted..The Miracle Of Giving
[...] kepada Anda. Tapi tidak apa-apa, setidaknya Anda sudah berbagi informasi bermanfaat. Ingat prinsip Marketing Ala Joger Bali.Dan bagi pelanggan Anda, dengan memberikan edukasi yang berkelanjutan akan membuat mereka menjadi [...]
Betul Mas Arief semua yang diutarakan itu PENGALAMAN saya di NETral WORK MARKETING PT LIFESTYLES INTRA SDH 8 tahun bisa buka http://www.lifestyles.net kalau tertarik saya kasih no ID saya he he he sharing nih mas
arief maulana Reply:
January 26th, 2012 at 6:43 am
@lianawati natawijaya, thank you untuk infonya bu
arief maulana recently posted..The Miracle Of Giving