Oleh : Arief Maulana

Posting kali ini saya tujukan untuk menjawab pertanyaan beberapa teman-teman newbie terkait masalah bagaimana mereview produk yang bagus sekaligus optimal sehingga bisa menghasilkan penjualan produk.

Sebelumnya saya ingin memaparkan satu fakta yang sangat unik yang ditemukan oleh teman saya Adi Wardana, founder of BisnisClickbank.com. Kebetulan produk yang dijual adalah situs review produk clickbank siap pakai, sehingga Adi melakukan riset kecil-kecilan masalah review ini.

Coba perhatikan skema sederhana berikut :

Proses Pembelian Produk

survey review produk

Saya jelaskan sedikit. Ketika seseorang membuka satu situs penjualan, katakanlah produk Jual Produk.com milik Mas Lutvi Avandi. Maka kecenderungannya, orang tersebut tidak akan langsung membeli produk yang ditawarkan. Maraknya penipuan di dunia maya, membuat orang lebih cenderung mencari review produk yang mau dibelinya itu. 

Kalau mereka cocok dengan reviewnya, maka ada dua kemungkinan. Pertama mereka akan kembali ke situs aslinya dan join. Kedua mereka akan join lewat link reviewer yang biasanya diberikan di akhir review. Yang kedua ini lebih sering terjadi, apalagi kalau review Anda bagus dan kredibilitas Anda sebagai pebisnis online oke.

Nah balik lagi soal review, sebenernya unsur-unsur review yang bagus pernah dituliskan oleh Mas Joko Susilo di salah satu postingnya, “10 tips menulis review produk agar penjualan laris manis” . Jadi silahkan Anda berkunjung ke blognya dan membacanya.

Saya sendiri sampai saat ini masih bereksperimen, bagaimana bentuk review yang paling pas dan nyaman untuk dinikmati namun juga memiliki “daya bius” yang luar biasa, tapi tentu dengan tetap mengindahkan kejujuran dalam artian, kalau memang tidak ada fitur istimewa di produk tersebut, ya jangan ditambah-tambahkan.

Namun saya belajar satu hal, kita tidak bisa memuaskan semua orang dengan review yang kita lakukan. Sebagai contoh, silahkan buka beberapa artikel review saya berikut :

Kalau Anda perhatikan gaya review di atas berbeda satu sama lain. Kita kupas sedikit satu persatu. Untuk Bisnis 100 Persen, saya menggunakan model hard selling. Anda perhatikan, sejak awal saya konsisten menjelaskan, hanya bisnis Afiliasi 100 Persen. Ngga ada embel-embel lain. Yang ada disana semuanya menjelaskan bisnis tersebut.

Kemudian untuk TDW University, saya menggunakan model analisa kasus dimana ada satu pertanyaan besar yang berusaha saya jawab yaitu, “Kenapa Tung Desem Waringin yang sudah eksis di bisnis online tiba-tiba terjun ke bisnis online.” Disana saya ngga blak-blakan menjual produknya Pak Tung di awal. Tapi makin ke akhir artikel makin mengarah pada ajakan orang untuk bergabung. Kalau Pak Tung aja ikut terjun ke bisnis online, kenapa kita masih harus ragu.

Yang baru-baru ini adalah Instan Internet Business Idea. Model review produk Mas Cosa ini adalah model diskusi kecil menjawab masalah yang biasa dihadapi oleh para newbie, yakni kekurangan ide. Ada pertanyaan saya jawab dst.

Kesamaan dari ketiga model review di atas adalah sama-sama memaparkan isi produk utama dengan agak mendetail. Dan tentunya berujung pada ajakan untuk join di akhir.

Sekarang coba lihat yang terbaru di Page Internet Business Tools. Disana saya buka 80% produk informasi bisnis online yang saya pasarkan. Lho yang 20%? Tidak saya buka dengan beberapa alasan : pasar produk tersebut untuk dipasarkan (reseller) mulai jenuh walau berkualitas, ada yang memang tidak berkualitas, ada yang tidak memiliki hak reseller.

Model review yang terakhir adalah model story review. Coba Anda perhatikan, saya menyusun urutan produk tidak sembarangan. Saya mengurutkannya mulai dari awal hingga akhir yang seolah-olah membentuk satu peta perjalanan karir para pebisnis online. Keuntungannya adalah ini bisa menjadi checklist + berpotensi untuk mendapatkan multiple income.

Apalagi kalau newbienya benar-benar teachable dengan apa yang saya rekomendasikan ketika konsultasi. Karena model checklist maka produk yang saya pasang disana sifatnya satu sama lain saling melengkapi dan mengisi, tidak saling membunuh satu sama lain. Produk-produk tersebut saya kondisikan punya market / pasar masing-masing.

Pembagian segmentasi market ini bisa terjadi dikarenakan level masing-masing orang di bisnis online berbeda. Bagi yang baru mungkin kesulitannya adalah masalah ide dan blog. Yang sudah menguasai blog mungkin ingin belajar affiliate marketing atau pun membuat produknya sendiri.

Sebagai penutup sharing ini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa apapun model review Anda selalu ada marketnya sendiri-sendiri. Kalaupun tidak ada yang beli, berarti karakter pengunjung Anda denga model review Anda kurang pas. Kuncinya ya berlatih review. Ikut saja program paid review, seperti blog www-myreview.blogspot.com, yang nantinya mau saya ramaikan dan saya berikan blog tersebut untuk adik saya. Cuma sayang, belum ada waktunya.

Dan review bukan satu-satunya faktor penentu seseorang deal membeli produk lewat link Anda. Masih ada faktor lain yaitu kekuatan sales letter di situs penjualannya. Saya masih ingat pesan salah satu guru bisnis saya, tujuan dari iklan / promosi / review adalah untuk mengalirkan traffic ke situs penjualan, just it! Selebihnya percayakan tugas presentasi pada sales letternya. Makanya, pilih produk yang selain berkualitas, power of sales letternya gede.

Itu aja deh, nantikan artikel-artikel berikutnya. Thanx yang udah nyempatin waktu membaca sharing ini and semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Sharing Review Produk
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

58 thoughts on “Sharing Review Produk

    1. @mashengky.com, lupain bisnis kalo ngga bisa jualan! Hehehe… :sip:

      Lha wong Kiyoasaki aja di bukunya ngajarin kita untuk mengasah marketing skill. :hihi:

      :mataduitan::mataduitan::mataduitan:

          1. @Joko Susilo, bener mas. Seperti yang diajarkan di SMUO. Untuk awal pemilik produk yg bergerak sebagai tenaga marketingnya… selebihnya, biarkan pembeli produk Anda menjadi marketer2 baru!

          2. Mas Joko dan Mas Arief betul, marketinglah yang jadi sumber keberhasilan selanjutnya selain produk itu sendiri. Namun menciptakan sistem marketing yang brilian seperti Mas JS maupun Mas Arief tidaklah mudah, beruntung sekali saya bisa belajar dengan anda semua. Trims.
            Salam Sukses.

  • Sampai detik ini saya masih mengakui kehandalan Mas Arief dalam hal mereview produk. Entah mengapa, seolah ada faktor lain yang membuat review mas Arief berbeda dan menghipnotis.

    Walaupun produk boleh sama, tapi jika disentuh dengan tangan yang berbeda maka hasilnya pun bisa jadi berbeda pula.

    Oleh karena itu saya sangat maklum dan menyarankan untuk para newbie yang ingin belajar mereview produk agar merujuk ke contoh-contoh review di blog ini.

    Isi artikel ini mungkin masih mengambang di benak newbie. Ada baiknya difikirkan untuk dibuat ebook mengenai review yang lebih detil dan sistematis pembahasannya.
    Tapi sepertinya kerjaan mas arief hari2 ini masih banyak, apalagi sebentar lagi UAS. Mungkin lain waktu saja.

    Selamat Menempuh UAS-nya ya Mas! Semoga lancar…Amiinn..

    1. @Umar Puja Kesuma, terima kasih mas Umar.

      Artikel ini memang hanya sekedar share aja, untuk menunjukkan dimana peranan review produk.

      Untuk mendetail, ya emang saya arahkan belajar dari Mas Joko. Karena saya pun belajar dari beliau how to make excellent review.

      Dan untuk pembelajaran newbie… sengaja juga saya arahkan ke contoh2 review yg udah saya buat.

      Tujuannya mereka bisa mengembangkan wawasan review + menuliskan gaya review mereka sendiri.

      Karena review sendiri tidak pernah ada pakem yg benar2 pasti. Dan seperti penutup artikel saya, review bukan satu2nya penentu dealnya seseorang untuk beli produk.

      Masih ada sales letter yang harus berjuang mati-matian.

      :sip:

    1. @sagara mubarok, iya Mas…saya ikut mendo’akan. Share ilmunya yang banyak ya Mas Arief…biar kita juga tambah pinter…:mataduitan::plis:

  • SATU PENJELASAN YANG SANGAT MATANG DARI MAS ARIEF BUAT KITA SEMUA.SATU LAGI INFORMASI MENARIK YANG DI UNGKAPKAN DENGAN SANGAT GAMBLANG,DAN PATUT KITA AKUI BAHWA MAS ARIEF SALAH SATU MENTOR PEBISNIS ONLINE YANG HANDAL,SAYA JUGA SETUJU DENGAN PENDAPAT MAS UMAR PUJA KUSEMA.EMANG MANTAB MAS ,SALAM

    1. @imam meqels, thanx… itu semua tidak lepas dari para mentor yg lebih senior dari saya mas.

      Para pemilik produk yg senantiasa mau membantu manakala saya ada problem dengan produk mereka. :sip:

  • MEmang mas Arief handal dalam review produk.. dan saya belajar banyak dari mas arief.. oh ya mas klo squidoo-ku gimana mas, alamatnya link coba klik di nama saya dan tolong di komentari (memang blom tak kasih testimoni, rencana sebentar lagi karena ada masalah koneksi yang sedang diperbaiki)

    1. @zams, sekilas aku dah mampir mas. Bagus, formatnya saya suka. Cuma mungkin jangan kepotong mas. Jadikan saja satu alur dari awal sampai akhir. Jadi fokus perhatian pembaca ga pecah! :sip:

      Ntar aku mampir lagi buat comment disana.

      1. @arief maulana, pertama dulu saya buat langsung mas arief, tapi nggak bagus untuk seo karena potongan2 itu adalah seperti A1, A2 dll dalam blog atau site.. mungkin alurnya akan saya perbaiki lagi.. saya tunggu komennya, do follow dari pr6/7 lho..

  • :baca:Kalo saya sih pengin sekali buat review tapi masih belum nemu…yang pas. Mungkin perlu banyak contoh dulu…Namanya belajar kan perlu contohkan Mas.:hehe::baca: Kalo yang kemarin2 udh bagus Mas page reviewnya, mungkin perlu ditambahkan jurus mematikan agar yang membaca langsung tertarik… salam sukses:hehe:

    1. @Winarno, belum nemu apanya mas? Produknya atau gaya reviewnya?

      Saya bingung jurus mematikan apalagi. Soale review kayanya ya gitu aja. Selebihnya serahkan pada sales letter.:sip:

  • Sekali lagi salut dengan Arief yang ternyata proses menulisnya begitu terstruktur, sudah ada metodenya, dianalisa, melakukan test, dsb.
    Wah harus banyak belajar nih. Thanks topik yang menarik.
    Oh ya katanya follow up juga merupakan proses penting yang mempengaruhi keputusan penjualan ya….Salam sukses.

    1. @Belajar Internet Marketing, bener mbak.

      Beberapa hal yg menjadi faktor orang deal :
      1. Review
      2. Sales letter
      3. yg jual maupun resellernya
      4. follow up (baik dari yg jual ato pun dari resellernya)
      5. Faktor “x” dari Sang Pencipta.

      Sama-sama belajar lah mbak. Saya juga banyak belajar dari mbak yusi! :sip:

  • Senada dengan komen mas Umar. entah mengapa mas arief selalu bisa memberikan penekanan yang berbeda. Salut!

    Sukses terus Mas!

  • Iyahmas arif review produk saia review software :ngacir:..
    Jadi intinya misal sya bikin minisite untuk penjualan produk mesti ikut alur itu ya? yang makin ke bwah page mkin menjurus untuk mengklik 1 buah tombol “ORDER” :hihi:

    =====================
    BTW -> Belom make hyper-chache ya mas? blognya lama uy :hihi:

  • Makasih banyak Mas atas masukan mengenai review produk.
    Ini yang saya butuhkan untuk menjalankan blog saya, bukan hanya sekedar ngalor ngidul nggak menentu abisin waktu aja.
    Saya akan pelajari dan memahami isi dari materi ini agar dapat melakukan review produk sendiri dikemudian hari..:baca:

    1. @rudy azhar, sama-sama mas. Betul, ada blog bisa dimanfaatkan juga untuk review. Baik review produk kita ataupun ikutan program paid review! :ngelamun:

  • Gaya penulisan seperti ini pas sekali mas buat membuka gerbang menuju kumpulan Internet Business Tools. Ini yang saya suka dari mas Arief….selalu punya taste tersendiri buat membius pengunjung….he..he..he..:sip:

    1. @Handoko Tantra, terima kasih. Begitu juga dengan mas Handoko. Saya rasa tiap orang pasti punya taste masing-masing. Tinggal bagaimana kita menemukan taste tersebut.:sip:

  • Aduh lama ngga blogging maupun blogwalking jadi banyak ketinggalan informasi nih… ini dia yang lagi saya cari tips bagaimana membuat review suatu produk. OK banget mas Arief.
    Salam Sukses.

    1. @SUGIANA, hati-hati mas. Dunia IT cepat berkembang, apalagi bisnis online. Kudu selalu memantau perkembangan. Kalo ngga ketinggalannya jauh banget! :sip:

    1. @budhi k wardhana, hehehe… lha wong saya juga bingung mas. Di teknik tapi ya kok suka juga dengan dunia marketing dan bisnis.

      Sampai-sampai ada celetukan dari ortu bahwa saya ngga pantes sebagai anak teknik. Ya saya jawab aja, kayanya memang begitu. Lebih pantes jadi bosnya orang teknik, hahaha… :ngakak:

  • bhkan saran dari slah satu shbat saya yg jga skses sbgai affiliate di luar, slah satu knci dari sksesnya pnjulan produk adalah review.

    Dan dy jga blang bkin review prduk yg mau djual, bkin di blog. Trus tmbahkan bbrapa bonus, dan arhkan traffic ke blog yg brisi review tsb. Entah traffic dari PPC atw dari manapun :)

  • Bener DEh….. Aku masih ketinggalan kereta..:nangis:
    Review Mas Arif :sip:
    Aku dulu pernah ambil artikel mas Arief tentang lingkaran Setan Pas Jadi reseller smuo(dan samapai saat ini) tapi saya sebutkan bahwa itu dari mas arief..

    Saya Pengen Coba seperti Mas Juga.. Reviewnya Bagus..:sip::sip:

    1. @Ahmad N, Tinggal coba aja mas. Makin sering ngereview, makin mahir jadinya. Tapi jangan terlalu sering juga, soalnya pengunjung bisa muak.

      Makanya saya jarang review kan disini. Ntar malah kedepannya mo bikin satu situs .com baru lagi khusus review and untuk ikutan program paid review! :sip:

    1. @wawan Purnama | Mau Pinter, Main Komputer, betul mas… saking asiknya tahu2 ngga sengaja pencet order… eh ujung2nya bayar! :mataduitan::mataduitan::mataduitan:

  • oooooooo, gtu cra review produk yg bgus!!!! Klo sya jrang review produk:hehe:

    abiz nya klo skali nawarin lngsung pda join tuch:uhuk:

    btw ap teknik review nya cma sgitu aj???:baca:

    1. @d D4n, ada banyak sih. Itu kan metode review saya aja. Mo nyiptain sendiri trus dikasih nama sendiri juga ngga ada yang ngelarang… :ngakak:

  • Pingback: Engineering VS Business and Marketing | ARIEF MAULANA | Success Is The Way Of My Life
  • thanks sharing ilmu soal review produknya mas Arif, selama ini agak kerepotan tuk buat review, tapi sukurnya sdh dibahas tuntas disini, sukses selalu mas.
    maaf mas Arif sepertinya setingan dofollownya dirubah lagi ya ?:mikir:

    1. Saya ngga tahu mas. Kemarin waktu upgrade WP 2.8 saya off kan dulu. Setelah update saya on kan lagi kok!

  • nice info mas, soalnya baru belajar menulis review nich buat blog saya.. menambah pengetauhan saya tentang review sebuah produk.. terima kasih dan sukses selalu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,560 bad guys.