Seminar Nasional Marine Insurance

Oleh : Arief Maulana

Hari kamis kemarin (25 Februari 2010), BEM FTK (Fakultas Teknologi Kelautan) mengadakan sebuah Seminar Nasional Marine Insurance. Kegiatan tersebut dilaksanakan sehubungan dengan Insurance Day + agenda kerja BEM FTK yang terangkai dalam tema Insurance Goes To Campus 2010.

Kebetulan tiket yang diberikan gratis hanya untuk 300an peserta saja. Mungkin karena gratis juga ya, tiket tersebut habis. Sehingga yang tidak melakukan pendaftaran via sms sebelumnya terpaksa ditolak mentah-mentah oleh panitia karena keterbatasan tempat.

Seyogyanya yang mengikuti acara ini adalah anak Sea Transport. Karena memang dalam kurikulum pendidikan mereka ada masalah asuransi dan keagenan kapal. Sementara untuk Naval Architecture and Shipbuilding tidak ada karena lebih berfokus pada desain dan pembangunan kapal. Namun, karena hobi saya adalah ikutan seminar dan ini juga mumpung gratisan, ya sayang toh untuk dilewatkan.

Seperti biasa karena acara didaulat mulai jam 08.00 WIB, maka saya pun sudah datang sebelum jam mulainya acara. Bisa dibilang malah peserta yang pertama kali datang. Dan sudah bisa ditebak. Panitia belum full time, acara juga molor hingga dimulai jam 09.00 WIB.

Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan basa-basi kata pengantar mulai dari ketua panitia hingga Dekan FTK yang kebetulan adalah salah satu Guru Besar FTK, Prof.Dr.Ir. Djauhar Manfaat. Seorang dekan yang cukup gaul dan membaur dengan anak-anak muda. Gaya bahasanya enak didengar dan selalu diselingi dengan joke-joke.

Setelah basa-basi selesai semua, salah satu pembicara maju ke depan dan membagi-bagikan asuransi demam berdarah gratis. Tentunya hanya bagi rekan-rekan yang berhasil menjawab beberapa pertanyaan yang masih terkait dengan asuransi.

Materi pertama baru dimulai pada pukul 09.45 WIB, dengan pembicara Ir. Goenawan Hadidjojo selaku Direktur Asuransi Central Asia (ACA). Materi yang beliau bawakan adalah tentang Pengenalan Asuransi. Dimulai dari penjelasan singkat apa itu resiko, yang menjadi sebab utama berdirinya bisnis asuransi. Dilanjutkan dengan sejarah, definisi dan jenis-jenis asuransi. Intinya, memberikan gambaran kepada peserta yang masih awam soal bisnis asuransi.

Materi kedua dimulai pukul 10.30 WIB, dengan pembicara Sri Hadiah Watie B.SC, SH, QIP, AAIK dari Indonesian Senior Executive Association. Beliau menjelaskan tentang Marine Insurance, yakni asuransi yang terkait dengan bidang maritim.

Materi ini cukup teknis, mengingat banyak istilah-istilah bidang perkapalan yang digunakan dan akhirnya membuat seorang peserta di sebelah saya (anak Kimia 2008) banyak bertanya kepada saya. Materi dimulai dari penjelasan Azaz Cabotage yang cukup populer. Azas ini mengharuskan penggunaan kapal berbendera Indonesia yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional untuk wilayah operasi dalam negeri.

Termasuk di dalam azas tersebut diatur mengenai wajib diasuransikannya 3 aspek. Hull (kerangka konstruksi kapal), Machinery (permesinan kapal), dan Cargo (muatan kapal). Selanjutnya banyak berbicara soal ketentuan-ketentuan dalam masalah marine insurance.

Disini menariknya adalah ketika pembicara mengatakan bahwa sebenarnya dibutuhkan banyak lulusan FTK yang mengerti soal seluk beluk kapal untuk bisa bekerja di perusahaan asuransi. Mengapa? Karena untuk melakukan penilikan value atas obyek yang diasuransikan (terutama kapal) dibutuhkan tenaga ahli yang mengerti soal itu. Sementara disisi lain, lulusan FTK yang masuk ke perusahaan asuransi sangat sedikit sekali. Kebanyakan tersedot di industri galangan kapal, perusahaan pelayaran, dan perusahaan klasifikasi kapal.

Meteri ketiga, yakni yang terakhir, diberikan pukul 11.00 WIB. Pembicaranya adalah Ir. Yulianto Hengky S selaku Asisten GM PT. ACA. Materinya adalah tentang Manajemen Resiko. Mengulas lebih dalam tentang apa itu resiko dan bagaimana memanajenya, termasuk salah satu caranya adalah menggunakan asuransi. Dengan adanya asuransi, efek dari resiko bisa diminimalkan mengingat prinsip asuransi adalah mengembalikan ke titik 0.

Contoh : sebuah rumah bernilai 200 juta diasuransikan dalam asuransi kebakaran. Maka ketika rumah tersebut terbakar habis, pihak asuransi akan mengganti sebesar 200 juta, sesuai nilai yang sudah ditaksir sebelumnya oleh surveyor dari perusahaan asuransi.

Jadi ngga ada ceritanya orang bisa ambil untung dari asuransi karena sifatnya bukan investasi. Kecuali orang tersebut melakukan penipuan untuk mengajukan claim palsu.

Pasca materi terakhir, dilakukan sesi tanya jawab tertulis. Dari seluruh pertanyaan yang diulas, yang menarik buat saya adalah manakala ada pertanyaan, “Mengapa ketika claim diajukan, perusahaan asuransi seringkali mempersulit proses pencairan dana?”

Dijawab langsung oleh Pak Goenawan. Sebenarnya tidak sulit. Bahkan di awal kehadiran perusahaan asuransi di Indonesia semua claim cenderung mudah. Hanya saja lantas kemudian banyak sekali orang Indonesia yang berusaha mengakali dan menipu perusahaan asuransi.

Oleh karena itu, perusahaan menetapkan sistem aturan yang ketat serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan bahwa kejadian tidak diharapkan yang menimpa obyek yang diasuransikan benar-benar di luar manipulasi ataupun kesengajaan. Jika memang terbukti tidak ada unsur kesengajaan, maka dana penggantian tersebut akan dikeluarkan.

Dan pada akhirnya acara pun selesai pukul 12.30. Karena Anda mengikuti liputan sederhana ini, maka saya bagikan gratis materinya (sudah mendapatkan lisensi dan izin pembicaranya). Bisa Anda download di link-link berikut :

NOTE : Bila sebelumnya saya biasa menempatkan link download di 4shared, kali ini saya tempatkan di Ziddu karena ketika proses upload 4shared berkali-kali trouble.

Semoga apa yang saya sharingkan disini bermanfaat untuk Anda semua. Selamat berakhir pekan!

Salam Sukses,
arief maulana
space

      • @arief maulana, Benar mas. Tidak serta merta asuransi menyangkut keseluruhan aspek. Bisa jadi cuma sebagian. Tergantung kesepakatan awal dalam polis.

        Contohnya: asuransi mitra melati. Nggak selalu menyangkut ‘hidup mati’ seseorang.

    • arief maulana says:

      @Suarakelana, wah itu saya ngga ngeh mas. Ini kan materinya sebatas pengenalan saja bahwa ada asuransi yang siap mengambil alih resiko kita.

      Mungkin bisa ditanyakan ke kantor asuransi terdekat mas. Gpp kok tanya2 doang tapi ga beli polis
      :ngakak:

  1. Mungkin pilih2 asuransi yang kredibel aja karena ada juga bermunculan asuransi2 baru yang sering menawarkan sesuatu lebih dari asuransi kelas kakap(jadi ingat kakap bakar nih)pas claim welwh2 jelimetnya minta ampuuuunn.:nangis:

    • arief maulana says:

      @hendarblog, seperti yg saya share disana. Bahkan perusahaan asuransi yg profesional dan kredibel pun agak njelimet.

      Mereka punya sistem ketat, karena ulah orang Indonesia sendiri yg suka menipu dan ngakali perusahaan asuransi.
      Satu berulah, semua kena getahnya :puyeng:

  2. herlina mutmainah says:

    kalo sayalebih senang jenis asuransi plus investasi, jadi..apa yang kita bayar berbulan bulan tidak hangus. sementara asuransi yang bersifat hangus seperti asuransi kesehatan sudah ditanggung oleh perusahaan suami.

  3. Muhammad Arifin says:

    prikitewxx dulu…wah di perkapalan kok njlimet gini ya…:puyeng:

    bagi yang belum paham asuransi seperti saya dan keuntunganya mungkin bisa di edukasi mas…

    • arief maulana says:

      @A Journey to Trading for A Living, Alhamdulillah. Hanya pesan saya, kalau menggunakan slide di atas, mohon tidak menghilangkan sumbernya (pembicaranya).

      Terima kasih.

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,998 bad guys.