Selingkuh, Iseng-Iseng “Berhadiah”

Oleh : Arief Maulana

Disclaimer dulu… tulisan ini dibuat bukan karena saya pernah diselingkuhi atau berselingkuh. Namun demikian, saya kerapkali dapat banyak curhatan dari para korban yang diselingkuhi ataupun memergok sendiri teman yang berselingkuh (padahal nampaknya baik dan setia).

Selingkuh… paling mudah menggambarkannya adalah iseng-iseng “berhadiah”. Awalnya iseng dan main-main eh keterusan enaknya. Hadiahnya? Macam-macam. Mulai dari hubungan yang rusak, menyakiti korban yang diselingkuhi, ketagihan selingkuh, dan masih banyak lagi hadiah merugikan lainnya.

Awalnya Sederhana…

Selingkuh kerapkali dimulai dari hal-hal yang sederhana. Misalnya :

  • Intens berhubungan dengan lawan jenis (selain pasangan) secara diam-diam dan tidak diketahui pasangan.
  • Rajin menghapus history chatting becandaan dengan lawan jenis.
  • Suka jalan bareng kemana-mana atau keseringan membantu satu sama lain.
  • Bohong dengan pasangan pada saat sedang bersama dengan lawan jenis, padahal cuma sekedar nongkrong atau ngopi di cafe.
  • Mendengarkan / curhat ke lawan jenis selain pasangan.
  • Tidak terbuka pada pasangan, tentang aktivitas bersama lawan jenis, dll.
selingkuh, iseng-iseng berhadiah
selingkuh, iseng-iseng berhadiah

Sederhana bukan… tahu-tahu Anda sudah di posisi selingkuh tanpa disadari. Iya kalau menyesal. Kadang-kadang malah ketagihan lagi dan lagi. Kok bisa begini?

“Tertarik dengan orang lain selain pasangan itu wajar. Selingkuh, itu pilihan…”

Secara genetik, manusia memang diciptakan untuk mudah tertarik pada lawan jenis yang “dianggap” memiliki kelebihan. Baik itu saat masih single ataupun ketika sudah memiliki pasangan. Tentu saja ini hal yang wajar. Setiap orang pasti akan berusaha mencari pasangan yang terbaik.

Yang tidak wajar dan salah adalah apabila ketertarikan tadi kemudian dilanjutkan menjadi sebuah hubungan yang intens, sementara kita sedang berada pada posisi terikat sebuah komitmen dengan orang lain.

Bagaimana bisa ?

Coba pahami quote di bawah ini :

“Cinta adalah hasil investasi.”

Rasa cinta / sayang / suka, adalah hasil investasi. Akan tumbuh seiring dengan banyaknya investasi yang kita lakukan untuk lawan jenis. Bentuknya bisa investasi secara materi : rajin nraktir, rajin bayarin, rajin beliin hadiah dsb. Bisa juga berbentuk non materi : sering meluangkan waktu memikirkan si dia, sering bercanda bareng, sering berkorban membantu dia dll.

Anda rajin berinvestasi ke lawan jenis, lama-lama perasaan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya. Tapi belum tentu dia memiliki perasaan yang sama. Makanya ada cinta bertepuk sebelah tangan, karena yang investasi cuma satu pihak sementara yang lain hanya menerima saja semua investasi Anda.

Balik lagi ke masalah selingkuh… Selalu diawali dengan ketertarikan pada lawan jenis (selain pasangan). Entah karena fisik yang lebih baik, ataupun mungkin sikap dan interaksi yang menyenangkan. Selanjutnya kita selalu punya pilihan. Apakah itu cukup sampai di situ, atau kah meneruskannya dengan cara berinvestasi dan makin intens menjalin hubungan dengan si dia ini yang berakhir pada selingkuh.

Mekanisme seperti ini akan terus ada, tidak peduli apa latar belakang Anda. Apakah Anda orang paling relijius sekalipun, baik hati dsb. Justru yang sering saya temui, yang selingkuh malah orang yang saya kenal lebih relijius dari saya, terlihat setia, dan tidak aneh-aneh.

Maka jangan heran kalau banyak karyawan yang selingkuh dengan sesama karyawan dalam satu perusahaan. Karena mudah sekali membesarkan peluang terjadinya selingkuh. Apalagi kalau setiap waktu rajin dan intens berhubungan, hingga merembet di luar topik pekerjaan.

Keterbukaan dengan pasangan itu penting!

Dikarenakan cinta bisa tumbuh dengan natural seiring dengan “investasi” yang tanpa sadar sedang Anda lakukan, maka keterbukaan pada pasangan menjadi sangat penting!

komunikasi yang baik dengan pasangan
komunikasi yang baik dengan pasangan

Kebanyakan selingkuh selalu dimulai dari tidak mau terbuka atau bercerita pada pasangan, tentang interaksinya dengan lawan jenis. Padahal bila memang hanya sekedar teman lawan jenis, tentu tidak masalah toh. Masa iya dilarang bergaul dengan teman lawan jenis.

Diam-diam… itu selalu menjadi awal dari perselingkuhan.

Mau mencegah diri supaya tidak terjerumus ke dalam selingkuh, ya cerita lah kepada pasangan. Batasi hubungan yang terlalu intens dengan lawan jenis. Kalau sekedar-sekedar saja, ya tidak apa-apa, namanya juga bergaul.

Selingkuh hasil kerjasama dua belah pihak

Selingkuh itu seperti kerja tim. Kalau salah satu tidak menanggapi, ya tidak akan terjadi meskipun pihak yang lain merayu atau mencoba segala macam cara untuk mendekat dan mengajak selingkuh.

Kalau dasarnya suka meladeni fans, ini nih cikal bakal terjadinya selingkuh. Makanya sebenarnya tidak bisa menyalahkan salah satu pihak dari dua orang yang sedang selingkuh. Lha salah satunya, kenapa mau diajak selingkuh? :p

Selingkuh Belum Tentu Salah Pelaku Sepenuhnya

Walau pun jelas salah, tapi belum tentu sepenuhnya kesalahan pelaku selingkuh. Perlu ditelaah juga, apa penyebabnya selingkuh. Apakah memang karena tidak bisa menahan diri atau memang ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dipenuhi pasangan. Dan ini bisa menjadi bahan evaluasi diri juga bagi pasangan yang diselingkuhi. Tidak sedikit juga, mereka yang berselingkuh mengaku karena selama ini jarang diperhatikan pasangan. Akibatnya ketika ada orang lain yang memberi perhatian lebih, kecantol deh.

Tapi kalau memang karena ada yang tidak bisa dipenuhi oleh pasangan, apa sudah dibicarakan? Kalau hanya dipendam saja ya tidak akan selesai. Dan selingkuh bukan jalan keluar yang baik. Makanya ada yang bilang lebih baik putus dan mencari pasangan yang tepat daripada selingkuh.

Tidak Ada Pasangan Sempurna

Sadari realita ini. Tidak ada pasangan yang sempurna. Begitu pun dengan diri kita sendiri, jauh dari sempurna. Jadi, seharusnya tidak ada alasan selingkuh karena pasangan tidak sempurna. Sudah tahu bakal banyak kriteria yang tidak terpenuhi sebagai calon pasangan, kenapa dulu memilih untuk menjalin hubungan dengan pasangan Anda?

pasangan sempurna
pasangan sempurna

Well.. saya beritahu, detik Anda menjalin hubungan dengan seseorang, detik itu pula akan selalu ada orang yang lebih baik dari pasangan Anda. Begitu seterusnya. Anda gonta ganti pasangan sesering apapun demi mencari yang sempurna, akan selalu ada yang lebih dan lebih baik lagi kalau mau terus membanding-bandingkan. Tidak ada habisnya.

Pada akhirnya selingkuh itu selalu tentang pilihan. Bullshit kalau ada yang bilang selingkuh karena terjebak keadaan. Kita semua bisa memilih, apakah mau selingkuh atau tidak. Tentu saja masing-masing pilihan punya konsekwensinya masing-masing. Yang jelas, saya tidak pernah mendapati kebaikan dari sebuah perselingkuhan. Anda punya cerita ?

Note : berikut artikel-artikel bagus dari KelasCinta.com yang wajib dibaca, terkait dengan tema selingkuh :

  1. Saya pernah menulis tentang selingkuh ini based on scientific journal. Seandainya Mas Arief berkenan untuk membaca di sini. Dan pernah juga menulis tentang pembenaran untuk punya lebih dari 1 pasangan di sini. Topik selingkuh ini menarik untuk dibahas. Apalagi bagi yang pernah atau sedang selingkuh/diselingkuhi. *kemudian curhat*

    Kimi recently posted..Jaminan Kesehatan NasionalMy Profile

  2. Nggak sengaja lewat blog jenengan kok lagi ada bahasan menarik…hehe…
    kalau bagi saya sih kembali lagi ke personalnya, karena memang pada dasarnya hampir semua orang sebenarnya selama kita normal, akan ada peluang untuk melakukan itu… percaya atau tidak, pasti ada lah percikan-percikan keinginan terlebih bertemu dengan lawan jenis baru yang membuat kita tertarik….
    Hanya saja, kembali lagi, seberapa kuat benteng diri yang ada pada diri kita. Dan menikah itulah yg sebenarnya bisa melindungi kita dan harusnya menjadi benteng diri yang ampuh, masalahnya banyak orang yang sudah menikah tp tetep aja punya penyakit ini, artinya bagaimana kita menjadikan pernikahan itu benar benar memiliki value terbaik yang tak terkalahkan dalam kehidupan kita..
    Makanya, ada benarnya istilah “trisno jalaran soko kulino”, hehehe….

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,991 bad guys.