Selamat, Anda Saya Blacklist

Oleh : Arief Maulana

Blacklist

4 hari yang lalu tanpa sengaja kacamata saya terjatuh pada saat melakukan supervisi di lapangan dan salah satu lensanya pecah. Memang sudah waktunya ganti mungkin. Mau tidak mau saya membawanya ke Toko Optik N***** di Cilegon. Selain  jaraknya yang dekat dari rumah, sekilas, saya lihat tokonya cukup bonafit. Setidaknya untuk awal, saya menaruh kepercayaan disana.

Setelah negosiasi selesai, saya bertanya ke mbak yang menjaga dan cukup kaget juga. Ternyata hanya untuk mengganti lensa kacamata saja butuh waktu 3 hari. Padahal di Sidoarjo, pagi saya serahkan sore sudah bisa diambil. Malah kata teman saya di Jakarta 2 jam sudah bisa selesai urusan ganti lensa seperti itu.

Hari ke-3 saya menelpon ke toko optik itu. Dengan santainya mbak-mbak yang jaga berkata, “Waduh Pak, ini belum jadi kacamatanya. Mungkin besok (hari ke-4) jadinya. Nanti segera kami hubungi.” Makin hopeless saya sama toko itu.

Hari ke-4 paginya saya telpon lagi. Masih dengan nada yang datar, mbak penjaganya menjawabnya? “Maaf Pak, belum selesai. Satu minggu baru bisa selesai Pak. Itu ada di struk pengambilan kacamatanya.” Saya langsung mengecek ke copy struk pengambilan. Benar ternyata disana tanggal pengambilan tertulis 1 minggu sejak frame kacamata saya masukkan.

Saya mengakui sedikit salah dan teledor. Mestinya saya cek dulu struknya, ngga asal percaya omongan mulut mbak yang melayani ketika itu. Jadilah saya terpaksa seminggu tidak bisa menggunakan kacamata.

Di luar dari semua itu, saya mencoba mengambil hikmah dari pelayanan toko yang kurang memuaskan sbb : Pertama, toko ini tidak memiliki tim teknis dan stok lensa sendiri. Sehingga menurut penuturan pemilik toko, harus di belikan dan dibetulkan di Jakarta. Jika dibandingkan dengan di Sidoarjo jauh rasanya. Disana hampir setiap toko optik memiliki tim teknis sendiri dan ada stok lensa.

Okelah seandainya memang harus dibawa ke Jakarta, mungkin butuh waktu. Sekarang kita coba lihat realitanya. Perjalanan Cilegon Jakarta berapa lama ya? Paling lama rasanya 3 jam perjalanan (bersadasarkan pengalaman saya). Nah, kalau memang demikian tentu semestinyaproses bisa dipercepat. Mungkin 1 hari bisa selesai atau maksimal 2 hari lah. Jadi apa sebenarnya yang membuat prosesnya begitu lama? Semua ini pada akhirnya membangun kekecewaan bagi saya sebagai pelanggan pertama. Secara pribadi, saya memblacklist toko optik tersebut. Anda ngga perlu ikut-ikutan melakukan hal yang sama lho!

Rekan-rekan, Anda punya bisnis sekarang? Bagus. Saya hanya sekedar mengingatkan. Biar bagaimana pun kepuasan pelanggan tetap harus dipegang. Pelayanan yang tepat dan optimal akan sangat bagus untuk mendongkrak bisnis Anda. Apalagi bila pelanggan Anda adalah pelanggan pertama. Kesan pertama yang bagus, akan membuat pelanggan Anda loyal.

Ingat, ini adalah era new wave marketing dimana saat ini pelanggan memiliki potensi untuk menjadi ujung tombak marketing bisnis kita. Bahkan, TANPA DIBAYAR! Pelanggan yang puas akan pelayanan kita, akan serta merta bercerita kepada orang lain. Merekomendasikan bisnis kita tanpa diminta.

Ini yang terjadi di KunciHost.com, penyedia layanan hosting yang saya gunakan. Pelayanannya yang cepat dan profesional membuat saya betah dan loyal. Kini satu persatu, web saya pindahkan kesana. Disamping itu, saya tidak segan-segan merekomendasikan kepada teman-teman yang sedang mencari layanan hosting yang oke. Apalagi KunciHost sering memberikan paket-paket spektakuler. Anda bisa cek sendiri ke situsnya disini.

Itu kalau layanannya bagus. Hati-hati juga, pelayanan yang jelek akan berdampak buruk juga untuk bisnis Anda. Selain bisnis Anda diblacklist oleh pelanggan, pun mereka tidak akan segab-segan untuk bercerita tentang ketidak puasan. Malah, yang banyak terjadi saat ada orang lain mengatakan ingin menggunakan jasa A, pelanggan yang tidak puas melarang. “Jangan beli di situ, pelayanannya bla bla bla…” Jadi, jangan pernah main-main dengan pelanggan Anda.

Ya sudahlah, kini saya hanya bisa bersungut-sungut dan mencoba sabar. Apalagi lama-lama kepala makin cenat cenut karena pusing. Tiap hari pusing dan masih akan terus pusing sampai kacamata saya selesai dibenahi. Cilegon oh Cilegon, industrimu maju nian melebihi Sidoarjo, dekat dengan Ibukota Negara pula. Tapi kenapa bidang jasa tidak seyahud kota-kota lainnya. Lagi-lagi tanya kenapa…?

Update : Akhirnya sore hari setelah artikel ini publish, toko yang bersangkutan menelpon saya mengabari bahwa kacamata sudah selesai dan bisa diambil. Sayangnya saya keburu ke Jakarta. Tapi ya sudahlah, yang penting sudah beres.

  1. Calm down, boys! Saya melihat tulisan ini bermuatan emosi. Jadi agak gimana gitu. Subyektifitasnya masih diragukan. :D

    Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sisi emosional customer adalah salah satu paket pembentuk kepuasan secara umum. Sering-sering aja kita pedekate sama prospek potensial supaya mengerti the real she/he wants. Hehehe.

  2. kalo saya sudah beberapa kali di blacklist oleh coustamer saya. Jujur saya juga kecewa karena memang keadaannya seperti itu mau gimana lagi karena hal teknis di bagian delivery dan scedul memang kacau balau belakangan ini.

    permasalahan itu memang pasti berdampak buruk kepada citra saya karena saya ada di depan. perusahaan ataupun brand memang kena tapi justru malah membuat nama kita fatal untuk di terima lagi jika sendainya kita sudah tidak di perusahaan tersebut.

    Solusinya gimana tuh?

  3. duni bisnis memang sangat rentan jika berhubungan dg kepuasan pelanggan. Karena konsumen pula bisnis kita hidup.
    Kalau seperti itu, jalinan komunikasi yg baik harus dirawat dg baik. Berikan pelayanan ekstra dilain waktu.
    Kalau kasusnya mas arief, jika saya sbg karywan mgkin yg sy lakukan menjaga komunikasi dg mas arif. Sy akn berikan layanan spesial jika perlu.
    (bkan yg aneh2 lo y mas arif..wkwk)

  4. Selalu ada hikah dibalik peristiwa, itu menjadikan pelajaran buat kita agar tetap melayani dengan sebaik-baiknya terhadap partener/pelanggan kita.

  5. Sepertinya mas arief dulu pernah koment di blog saya tentang “Spiritual Marketing”, apa mungkin dikalahkan dengan “Emotional Marketing” nya ya??? he..he..
    kalem… kalem… ae yo mas..

  6. kita bergerak dibidang apapun, namanya pelayanan harus diutamakan, jika orang yang kita layani merasa puas, maka ada kepuasan tersendiri di hati kita dan itu akan menambah kebahagiaan kita.. oke.

  7. untuk apa repot mas, kalo saya beli kacamata pinggir jalan aja, 30 ribuan, kalo pecah ya beli lagi.Tapi ini trik yang bagus juga untuk membelokkan ke promo hosting?

    • @Frans, andai semudah itu mas. Kalau frame yg 30ribuan itu ada yg muat dg diameter kepala saya, udah dari dulu saya beli yg di pinggir jalan mas. Selain itu, saya ga cuma minus, melainkan ada tambahan silinder pada lensa. Ini yang sulit didapat di penjual lensa pinggir jalan. Belum lagi model frame saya yg menggunakan benang senar. Andai sesimpel itu, dari dulu saya beli di pinggir jalan yg 30ribuan itu hihihi…

  8. ini kejadian yang dialami istri saya waktu ngisi pulsa hp di tempat langganannya. biasanya sih cuma perlu waktu bebrapa menit dah selesai. satu hari, pending lama banget, kata yang jualnya tunggu satu jam, jaringan lagi sibuk. ditunggu ampe sehari smalam, ga ngisi2 juga. besoknya komplain sampai adu mulut dulu, akhirnya minta duit dibalikin. ampe sekarang dia ga mau lagi ngisi disitu, kecewa…

    bayangin kalo da 10, 100, bahkan seribu pelanggan yang pindah ke tempat lain.. tentunya rugi banget dong

    btw.. sewaktu2 boleh dong liat blog ane:

  9. Waah..sudah ada tiga artikel kok saya gak tau ya. Jangan” kena blacklist juga newsletter saya kena dampak emosional yang punya blog. :hiks::hiks:

  10. Pelanggan memang di utamakan, karena mereka adalah aset.. aset bisa menghasilkan uang.. layaknya divisi HRD menganggap karyawannya sebagai aset yg harus di jaga dan dikembangkan potensinya.

    Great posting mas arief, lama ga menyapa anda lg.. hehehe. Udah wisuda yaa.. :sikut:
    selamat deh kl gitu :hore:

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,855 bad guys.