Secangkir Sukses Ala Cappucino

Oleh : Arief Maulana

Capucino adalah salah satu yang paling saya sukai dari sekian banyak jenis kopi. Awal saya mengenal capucino adalah awal kuliah dulu. Waktu itu, saya ada ritual setiap kamis malam jum’at yang menuntut harus begadang semalam suntuk sampai pagi. Ritual mengerjakan Laporan Praktikum Fisika Dasar. Sebuah laporan yang bisa sampai lebih dari 20 lembar A4, dan semuanya harus ditulis tangan. Sejak saat itu saya jadi senang minum capucino, meski tidak setiap hari karena ada yang bilang ngga baik juga kalau terlalu sering minum kopi.

Nah tahukah rekan-rekan, ternyata dari capucino pun kita bisa belajar mengenai proses pencapaian sebuah kesuksesan. Apapun itu goalnya, mau goal besar atau kecil sama saja. Toh letak bedanya hanya di tindakannya. Goal besar, ya tindakan besar. Mari kita explore capucinonya.

Secara umum, ada 2 cara membuat capucino. Ada yang instan, biasanya sachetan yang banyak dijual di minimarket. Ada pula yang tidak instan, dengan berbagai kreasinya. Capucino instan, siapapun bisa membuatnya meski bukan seorang barista. Namun, secara kualitas rasa tentu sama yaitu biasa saja tanpa keistimewaan apapun.

Sedangkan capucino yang dibuat dengan cara tidak instan alias manual, biasanya memiliki kualitas rasa yang berbeda. Dari caranya membuat saja sudah beda. Belum lagi segala keribetannya. Tapi hasilnya luar biasa. Dan dari kelas maupun harga cenderung mahal. Mau coba? Coba saja berbagai variasi capucino yang dijual di café atau coffeshop.

#1. Mau Hasil Yang Besar Dan Tidak Biasa, Lakukan Hal Yang Berbeda!

Kalau yang kita lakukan sama dengan yang kebanyakan orang rata-rata lakukan, maka hasilnya pun cenderung sama. Tidak ada sesuatu yang special. Sederetan nama orang sukses, biasanya memiliki satu hal atau tindakan berbeda yang tidak dilakukan orang lain. Mereka berani menembus zona nyaman dan siap bersusah payah di awal untuk menikmati hasil akhirnya yang ‘high class’.

Oke, karena hasil akhirnya antara capucino instan dan capucino yang tidak instan berbeda jauh kita pun mencoba meminta resep membuat capucino lezat kepada barista ternama yang terkenal dengan racikan Hot Special Capucinonya. Untunglah dia berbaik hati sehingga resep rahasia terebut bisa kita dapatkan dan bisa langsung dibuat. Ternyata ketika sudah dicoba hasilnya berbeda jauh dengan yang dibuat si barista.

Kenapa bisa beda? Karena cara meraciknya ternyata tidak bisa sembarangan. Pun komposisinya juga perlu disesuaikan, ngga bisa asal pleg dengan resep begitu saja. Dan untuk bisa seperti itu dibutuhkan jam terbang, agar kita bisa mengerti prosesnya hingga mahir dalam membuat capucino yang lezat. Toh para barista itu juga dulu tidak bisa membuat Hot Special Capucino.

#2. Banyak Panduan Sukses, Tapi Tetap Kita Harus Menemukan Jalannya Sendiri!

Banyak sekali saat ini panduan sukses berbisnis, motivasi, dll. Sayangnya sehebat apapun panduannya, tidak akan bisa membuat kita langsung merasakan sukses begitu saja. Tetap ada proses yang harus dijalani. Tetap kita harus menemukan jalannya sendiri.

Semua panduan itu hanyalah dasar. Nanti pengembangannya akan sangat bergantung pada diri kita masing-masing. Tergantung insting, kreativitas, inovasi, dll. Kalau yang kita lakukan standar dan pleg begitu saja, hasilnya cenderung tidak besar. Inilah makna dari proses belajar ala ATM (Amati, Tiru, MODIFIKASI) yang pernah diserukan oleh Tung Desem Waringin. Dan point penekanannya di MODIFIKASI!

Seorang barista juga pernah sharing bahwa untuk membuat racikan capucino yang lezat, bahan-bahannya tidak bisa sembarangan. Harus berkualitas. Tentunya menggunakan bahan berkualitas tidak bisa sembarangan. Karena bahan berkualitas harganya mahal. Sehingga barista yang bersangkutan mesti mengembangkan wawasannya, mulai dari pengetahuan mengenai bahan berkualitas tadi hingga cara mengolahnya menjadi sebuah capucino.

Pun untuk bisa bersaing dengan ratusan bahkan ribuan barista hebat lainya, seorang barista harus sering melakukan eksperiment mencoba hal baru hingga akhirnya menciptakan satu variasi capucino yang lezat dan special hingga tidak bisa ditiru.

#3. Inti Dari Semuanya Adalah Diri Kita Sendiri.

Rekan-rekan yang sudah sukses, memiliki satu kesamaan. Selalu tumbuh dan berkembang. Entah itu wawasannya, sikapnya, kepribadiannya, pola pikirnya, dll. Selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari. Hingga yang banyak kita temui adalah makin ke akhir, kualitas spiritualnya makin dahsyat saja. Dunia ini berputar dan terus bergerak. Ketika kita berhenti mengembangkan diri, saat itulah kita mulai tertinggal dan tergilas zaman.

Oke, capucino saya sudah jadi. Kini saatnya menikmati secangkir capucino hangat ini. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat untuk Anda semua. Si prega di godere della mia Capucino artificiale!

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. beda orang memang beda rasa, mas. kalau mau sukses ya memang harus banyak berinovasi. jangan meniru 100%. karena hasilnya tetap akan berbeda dan nilainya akan tetap berada dibawah yang kita tiru. salam kenal, mas.

  2. Pada saat lahir kita dilahirkan dalam keadaan unik, sehingga kalau ingin menuji puncak ya harus UNIQ! Jangan takut jadi diri sendiri, setuju?:mikir:

    • arief maulana says:

      @Sam Eddyanto, yap. Manusia lahir dengan kelebihannnya masing-masing.

      TInggal kita kembangkan untuk menjadi dasar kekuatan kita :sip:

  3. Mempunyai nilai lebih dibanding kebanyakan orang adalah kekuatan yang powerfull untuk bertahan di tengah persaingan.

    Kalau saya pribadi membiasakan untuk berani beda, berani dihujat, berani tampil unik dan berani gambling untuk mencoba hal-hal baru dan keluar dari pakem lama.

  4. Yes, semua memang harus racikannya sendiri mas biarpun resepnya udah jelas tapi faktor nasib kan juga berpengaruh, tiap orang pasti berbeda, kalau sama semua lak gak ada yang bisa dibagi pengalamane mas.

  5. wah… kebetulan saya saat ini lagi minum capucino, tapi yg instant.
    Dan saya sendiri paling senang pakai jurus ATM karena saya ini orangnya agak pemalas. apalai cari ide waduh… ampun…

  6. herlina mutmainah says:

    tiap orang punya ciri khas yang ga sama satu sama lain seperti halnya DNA, sidik jari juga feromonnya hahaha, jadi tentu saja ga bisa sama jalannya untuk bisa sukses. Tiap kesuksesan harus sesuai dengan kekhasan masing masing. Jadi walau saya ngikut mas arief bisnis affiliate, baca buku2 dan ebook yang sama tetap aja ga akan bisa sama baik wajahnya, blognya maupun pasangannya wkwkwk

    • arief maulana says:

      @herlina mutmainah, feromon… keknya pernah denger. Zat-zat yang bikin apa gitu…. (SENSOR).

      Betul bu. Karena kita berbeda. :hihi:

  7. Muhammad Arifin says:

    :yoyo: inspiratif mas, saya pernah menerapkannya dalam bisnis web design saya mas, dan memang meskipun sama-sama web, namun kalau di buat instan (asal jadi) sama yang di poles dengan sentuhan seni..pasti beda.

    nais inpo mas..

  8. Memang … yang penting bisa tampil beda, entah itu banyak yang suka atau tidak, tapi kan yang jelas bisa dapat banyak perhatian :hihi:

    • arief maulana says:

      @forbisjutawan.com, maaf tidak fokus di adsense. Tapi bisa coba cek situs ini :
      – Panduan Google Adsense
      – Panduan Google Adsense II

  9. secangkir sukses ala Capucino.
    Ada 3,yg saya amati mas Arief,
    -sukses
    -capucino enak
    -resep capucino
    Jadilah capucino yang enak dan diminati (= sukses)

    Artinya gini:
    Untuk mendapatkan capucino yang enak dan gurih serta lezat di lidah,memerlukan resep a,b,c,d yang tidak boleh ditambah ato dikurangi.
    Bila nyoba2 ditambah ato dikurangi takaran dari resep yang udah ditentukan,beda lah hasilnya atau kelezatannya,artinya gagal mendapatkan rasa capucino yang diharapkan.

    Dalam kehidupan,untuk mencapai goal/visi syaratnya harus a,b,c,d dan baru akan terwudud visinya/goalnya kalo dilakukan semuanya,itu rumus/resepnya.
    Begitu kita tinggalin salah satu unsur entah a atau b,atau c nya maka akan gagallah kesuksesan yg kita kejar,atau paling tidak tertunda lah.
    Mohon ma’af kepanjangan neh,saya sebagai orang awam mencoba memanai artikel mas Arief seperti itu.ma’af bila salah,salam kenal buat semuanya.

  10. Pingback: Berpacu Dalam Blogging | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,671 bad guys.