Oleh : Arief Maulana

Hari ini alhamdulillah saya tiba dengan selamat di Cilegon sekitar jam 11.30 siang. Perjalanan yang cukup melelahkan, mengingat sempat macet dan tidak bergerak hampir satu jam di tol Jakarta-Merak. Sesampainya di rumah kontrakan saya pun beristirahat sejenak hingga sore menjelang. Dan seperti biasa ba’da maghrib, setelah melaksanakan beberapa kewajiban tentunya, saya membuka twitter. Beruntung sekali saya menemukan sebuah tweet yang menarik dari Mas Lutvi Avandi (@qzoners) :  

“Barusan ada sms nanya pendapatan adsense saya. Lha apa manfaatnya coba? Apa kalau besar dia untung, kalau kecil dia rugi?”

Saya jadi teringat ada orang yang sempat menanyakan hal serupa di blog post yang terbilang cukup lama. Entah, orang ini kesasar dari google ataukah menelusuri dari internal link yang biasa saya sisipkan di tulisan blog.

Orang ini menanyakan kepada saya pertanyaan yang sebenarnya susah untuk saya jawab, “Seberapa sukses sih Anda?” Saya agak bingung menjawabnya. Karena definisi sukses untuk tiap orang itu berbeda dan penilaian tentang sukses itu sendiri sangat relatif. Bisa jadi si A menganggap kita sukses, sementara si B tidak. Sudut pandang yang berbeda, cara berpikir yang berbeda, pun penilaiannya berbeda.

perbedaan cara berpikir membuat perbedaan tindakan

Sempat suatu ketika saya menemukan tweet keren dan bijaksana dari @JayaYEA. Saking kerennya saya capture di HP dan saya simpan sebagai ide tulisan yang sedang Anda baca saat ini. Ini dia tweetnya :

“Kesuksesan kita tidak diukur dengan orang lain, tapi dengan diri kita sebelumnya. Jadi tidak perlu silau dengan penghasilan orang lain.”

Saya sangat sependapat karena yang bisa mendefinisikan sukses adalah diri kita sendiri. Otomatis kita lah yang memiliki standar sejauh mana pencapaian sukses yang sudah kita lakukan. Hal ini bisa disederhanakan, yaitu saat kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya (dalam bidang apapun) saat itulah kita bisa dikatakan sukses. Ingat, parameternya tetap ada di tangan kita masing-masing.

Fokus Pada Perjalanan Sukses Anda Sendiri

Kembali kepada pada pertanyaan seberapa sukses tadi. Alih-alih membuang waktu dengan mempertanyakan kesuksesan para “guru” Anda, lebih baik fokus pada perjalanan sukses Anda sendiri.

Seberapa Sukseskah Diri Anda Saat Ini?
fokuskan pada diri Anda

Kesuksesan orang lain tidak akan memberikan efek langsung pada kesuksesan Anda. Karena Anda lah yang bertanggung jawab pada kesuksesan Anda sendiri. Ngga ada gunanya. Langkah-langkah yang diberikan bisa sama, tapi bagaimana kita menyerap, mengolah, dan mengaplikasikannya bisa memberikan hasil yang berbeda.

Seperti kata @JayaYEA tidak perlu silau juga dengan pendapatan orang lain. Buat apa? Cuma memancing rasa iri. Sekali lagi, mending memfokuskan diri pada apa yang sedang Anda lakukan saat ini. Saya selalu percaya, bisnis atau usaha apapun yang dijalankan dengan ketekunan akan membuahkan hasil. Kalaupun hasilnya belum besar, coba telusuri apa penyebabnya dan lakukan perbaikan.

Ganti Pertanyaannya

waktunya berubah

Mulai sekarang, coba pertanyaannya diganti. Jangan menanyakan seberapa sukses orang lain. Tapi tanyakan kepada diri Anda sendiri, seberapa sukses Anda. Saya sendiri masih merasa jauh dari sukses. Sehingga saya tidak berhenti untuk selalu berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Biar lah orang lain yang menilai.

Pesan saya, jadilah pribadi yang unstopable untuk terus berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik. Sukses bukan tujuan akhir. Sukses adalah sebuah perjalanan. Jadi seberapa sukses sih Anda saat ini? – *lah malah nanya, hahaha…*

Seberapa Sukseskah Diri Anda Saat Ini?
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:             

35 thoughts on “Seberapa Sukseskah Diri Anda Saat Ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,416 bad guys.