Rezeki Tidak Pernah Salah Alamat

Oleh : Arief Maulana

Seharusnya hari ini saya berada di Stikes Kerawang (Jawa Barat), memenuhi undangan rekan saya Mas Dadang untuk mengisi materi motivasi dan pembekalan wisudawan disana. Honornya lumayan menurut saya. Rekan-rekan bisa bayangkan sendiri lah, 2 jam cuap-cuap di bayar hampir 2 juta. Udah gitu dapet rekreasi gratis karena lokasi action ada di luar kota.

Yah, inilah yang saya suka kalau bisa menjadi trainer. Dulu bahkan di seminar Financial Revolutionnya Pak Tung dikatakan bahwa, salah satu profesi yang memungkinkan kita jalan-jalan keliling Indonesia gratis dan dibayar pula adalah menjadi trainer.

Sayangnya kesempatan itu terpaksa saya lepas. Kenapa? Karena kontrak kerja saya di PT. Dumas Tg.Perak Shipyard belum selesai. Kalau saya ambil kesempatan di Kerawang itu, maka sama artinya saya harus meninggalkan kerjaan di Quality Control Dumas Shipyard. Lagipula pada hari sabtu besok, saya ada undangan untuk memberikan materi “Hakikat Kepemanduan” di Pelatihan Pemandu Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) FTK – ITS.

Meski demikian, saya tidak pernah menyesal menolak tawaran Mas Dadang tersebut, yang notabene menjadi tawaran ke-4 yang saya tolak. Karena saya percaya satu hal, yang namanya rezeki tidak pernah salah alamat. Selalu sampai pada tujuan. Maka ketika kesempatan dari Mas Dadang saya lepas dan saya berikan kepada salah satu mentor saya (yang juga trainer top), Mas Imron, itu artinya rezeki tersebut memang milik beliau. Hanya saja jalannya melalui saya.

Rekan-rekan, seringkali orang dalam mencari rezeki menghalalkan segala cara, sikut kiri kanan, injak bawah, jilat atas dsb, tidak lain karena mereka belum menyadari sepenuhnya bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur. Dan yang pasti tidak pernah salah alamat. Jika memang itu rezeki kita, maka tentu akan sampai juga ke kita. Tapi bukan berarti lantas kita berdiam diri saja, tetap harus berusaha.

Jika saja konsep “rezeki tidak pernah salah alamat” ini benar-benar diresapi, maka fokus kerja kita sebenarnya menjadi jauh lebih ringan. Kok bisa? Karena ada satu bentuk keyakinan bahwa sudah pasti ada jatah rezeki untuk kita. Kita tinggal fokus saja kepada bagaimana cara menjemput rezeki tersebut. Seperti kata AA’ Gym di salah satu acara tausiah,

“Sebenarnya bukan mencari rezeki, tapi menjemput rezeki. Karena tiap manusia sudah ada jatahnya masing-masing.”

Saya teringat pula sebuah kisah di TV tentang rezeki ini (maaf lupa nama filmnya). Kisah tersebut menceritakan seorang kakek bersama cucunya. Mereka sedang jalan-jalan dengan mengendarai mobil. Tiba-tiba salah satu ban mobil tersebut pecah sehingga mereka terpaksa menepi.

Kakek dan cucu itu kemudian mencari pertolongan untuk membantu mengganti ban mobil. Yah, maklumlah, si kakek sudah cukup tua hingga kurang bertenaga dan si cucu terlalu kecil untuk mengganti ban mobil yang pecah tersebut. Tidak selang beberapa lama datanglah seseorang untuk membantu mereka berdua. Yah, seseorang yang masih peduli di tengah acuhnya orang lain terhadap kakek cucu tersebut.

Adzan Duhur berkumandang, sang kakek pun mengajak cucunya untuk shalat terlebih dahulu di masjid. Mereka pun menitipkan mobil tersebut kepada orang yang membantu mengganti ban tersebut. Ternyata agak lama sejak kakek dan cucu tersebut shalat di masjid, orang ini tiba-tiba melepas kembali ban mobil tersebut dan membawanya kabur. Ia kemudian menjual velg mobil tersebut dan mendapatkan uang 100ribu.

Di masjid usai shalat, sang Kakek berbicara kepada cucunya. “Cu, orang tadi baik hati ya. Sementara orang lain cuek kepada kita, dia dengan senang hati mau membantu kita. Kakek ingin memberikan uang 100ribu kepada orang itu.” Mereka berdua pun kembali ke mobilnya. Mereka terkejut, karena salah satu ban mobil hilang. Ternyata orang yang membantu tadi tidak benar-benar tulus. Ah, sungguh disayangkan.

Dari kisah di atas kita bisa belajar bahwa sesungguhnya rezeki orang yang membantu mengganti ban mobil si kakek sudah ditetapkan, yakni 100ribu. Namun, alangkah sangat disayangkan karena cara menjemputnya tidak halal. Andai dia bisa menjaga amanah, tentu akan sama-sama mendapatkan 100ribu tapi dengan jalan yang diridhoi olehNya.

Lantas, jika memang rezeki sudah ditetapkan bukankah tidak adil jika ada yang ditetapkan rezekinya banyak sementara yang lain seret. Yang saya tahu (diajari guru agama)  sejak ruh ditiupkan ke rahim ibu, maka saat itu ditetapkan bagi sang bayi umur, rezeki, dsb. Makanya ketika wanita sedang hamil amat disarankan dia dan suaminya untuk terus mendoakan agar anak yang dikandung tersebut dikaruniai rezeki yang melimpah.

Namun, bukan berarti ketika sudah ditetapkan tidak bisa berubah. Itu semua adalah hak prerogatif Allah, Sang Pemberi Rezeki. Kadang-kadang ada lho yang tadinya ditetapkan banyak rezekinya tiba-tiba seretnya bukan main karena yang bersangkutan melakukan hal-hal yang menghalangi rezeki. Coba Anda baca artikel saya tentang “5 Penghalang Aliran Rezeki”. Ada juga yang mungkin ketika awal ditetapkan rezeki pas-pasan, namun pada akhirnya dia hidup berkelimpahan karena senang berbagi dan menolong orang lain, taat pula dalam menjalankan ibadah agama.

Yang pasti, kuncinya ada di tangan Allah Sang Pemberi Rezeki. Maka jika rekan-rekan merasa saat ini rezeki seret dan kurang lancar, mendekatlah kepada Dia. Berdoa dan mintalah kepadaNya. Introspeksi diri juga, mungkin ada yang kita lakukan tidak pas di mata Dia.

Bisa juga ketika Anda meminta namun tidak diberi, tidak lain karena waktunya kurang pas. Bukankah Allah Maha Tahu. Dia tahu yang terbaik dan tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikannya kepada kita. Atau bisa jadi, dia tidak memberikan kita rezeki melimpah karena mungkin itu akan membawa kita kepada kekufuran dan menjauhkan kita dari Nya.

Seperti kata Mario Teguh,

“Manusia suka lupa pada Tuhannya manakala dia hidup senang. Namun tak pernah lupa ketika Tuhan memberikan kesusahan kepadaNya. Nah, daripada Tuhan memberikan kesusahan agar kita senantiasa mengingatnya, bukankah lebih enak kita selalu mengingatnya dalam keadaan susah dan senang. Sehingga tidak dicabut kenikmatan akan kesenangan yang kita dapatkan dikarenakan kita tidak pernah melupakanNya.”

Kesimpulannya, disimpulkan sendiri aja yah. Masa harus saya simpulkan juga, hehehe… Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk Anda dan memberikan sedikit pencerahan. Enjoy your life.

Salam Sukses,
Photobucket
space

69 Responses to Rezeki Tidak Pernah Salah Alamat

  • Hidup memang harus memilih Mas. Memilih pilihan itu pasti diawali dengan Ketidaknyamanan. Jadi kapan nih bisa total 100% jadi Trainer?:merokok:

    arief maulana Reply:

    @Mau pintar, Pakai Komputer, maybe ntar kali ya, habis ikutan seminar Training for Firewalk Trainernya Pak Tung… hehehe

  • akmal says:

    kalau memang rejeki takkan lari kemana…

    arief maulana Reply:

    @akmal, betul betul betul… jadi menjemputnya jangan pake cara aneh-aneh…

  • hopskole says:

    Moga saja akan ada rejeki2 lainnya yang akan berdatangan :D

    arief maulana Reply:

    @hopskole, insya Allah. Yakin saja… :hihi:

  • alhejawi says:

    Setuju…. Rejeki pasti takkan salah alamat :sip:

  • Ricky says:

    Sepakat mas arief, rezeki setiap orang memang sudah ada porsinya masing-masing…
    Terimakasih atas sharingnya ya :)

    arief maulana Reply:

    @Ricky, sama-sama mas Ricky…

  • vcc-indonesia.com says:

    bener mas, gara2 salah alamat, saya malah dapat rejeki TV 21 inch hahaha..

    arief maulana Reply:

    @vcc-indonesia.com, gimana ceritanya itu… hahaha…?

  • SimLasno says:

    Amin. Rancangan Tuhan indah pada waktunya.

    Thx
    SimLasno

    arief maulana Reply:

    @SimLasno, betul mas. Cuma kadang kalau dilihat sepintas mungkin terlihatnya ngga bagus di mata kita. Karena kita tidak bisa meneropong masa depan…

  • Fadly Muin says:

    Nikmatnya membaca artikel ini. rasanya perasaan sedih langsung sirna. luar biasa artikelnya mas Arief. salut luar dalam deh boss..

    Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang Reply:

    @Fadly Muin, Yup mas..rasa cemas dan khawatir akan masa depan sirna sudah…yang penting kita selalu bertawakal akan rezeki yang sudah disiapkan bagi kita. Yang penting konsekuen dalam menjemputnya disertai iringan doa kepadaNya pasti maknyus…he..he..

    arief maulana Reply:

    @Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang, betul betul betul… :hore:

    arief maulana Reply:

    @Fadly Muin, terima kasih mas Fadly…

  • Anna says:

    99 % setuju dengan tulisan/pendapat Mas Arief!!! :)
    Rezeki memang tidak pernah salah alamat, dan kita sebagai manusia harus menjemput rezeki dari Tuhan dengan cara yang benar…

    arief maulana Reply:

    @Anna, karena benar atau salah caranya… jatahnya sama. Betul? :baca:

  • Eri Ricaldo says:

    Rezeki tidak akan salah alamat.. kata-kata nijak yang hanya bisa diaplikasikan pada orang yg selalu bersyukur

    arief maulana Reply:

    @Eri Ricaldo, bersyukur dan yakin akan Tuhannya yang selalu berada di sisinya sebagai penolong sejati pastinya…

  • Benar kata Mas Fadly, nikmat benar membaca postingan ini.
    Saya langsung teringat postingan status teman di Facebook beberapa waktu lalu:
    “Manusia sering terlalu sibuk menghitung2 sedikit yang sudah ia berikan, hingga lupa dengan banyaknya rizki yang sudah disiapkan untuknya”.:sip:

    arief maulana Reply:

    @Umar Puja Kesuma, keren tuh quote temennya mas Umar…

  • sari says:

    :hiks::hiks:kesimpulannya mas,jangan pernah mengeluh atas segala pemberian-Nya.baik menerut kita,belum tentu baik menurut-Nya.jadi…mau yang di ridhoi oleh manusia atau mau yg di ridhoi Allah.
    salam kangen mas arief,dari madinah.

    arief maulana Reply:

    @sari, yup. Manusia hanya berhak untuk mnunggu hasil atas segala upaya dan doanya. Karena Dia tahu yang terbaik untuk kita…

  • harto says:

    Sesungguhnya rejeki terbesar kita adalah apabila ada keinginan kuat & kesempatan berbuat kebaikan kepada sesama manusia.

    Seperti Mas Arief ini loo… sdh mo berbagi. Trims infonya sangat bermanfaat:bisik:

    arief maulana Reply:

    @harto, ya seperti pesan Baginda Rasulullah… sebaik-baiknya manusia adalah yg bisa mendatangkan banyak manfaat.

  • Memang betul Mas Arief, rezeki itu seperti bayangan, susah-susah kita kejar, dia malah lari meninggalkan kita, tetapi ketika kita terdiam, eh dia malah menghampiri. Namun dengan demikian kita harus teteup semangat.

    arief maulana Reply:

    @Blog Buat Bisnis, dinikmati aja kalau saya. Setiap perjuangan pasti punya nilai sendiri.

    And jangan putus asa, karena yg begituan tidak disukai Allah…

  • Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang says:

    Membaca tulisan ini sangat memotivasi saya untuk segera menjemput rezeki tanpa bermalas – malasan…ayo semangat…semangat..semangat !!!

    Thanks for share this mas…:sip:

    arief maulana Reply:

    @Kenali Dan Kunjungi Objek Wisata Di Pandeglang, wah kalau malas-malasan bisa-bisa Malaikat yg tugas kasih rezeki juga malas mas… hahaha…

  • dg-studio says:

    Tuhan tidak pernah kekurangan rezeki, tidak ada orang yang rezekinya sedikit.

    kalau ada yang rezekinya sedikit, itu karena banyak yang tidak dia ambil setelah Tuhan memberikan rezeki kepadanya.

    Mungkin karena dia malas, mungkin karena bodoh, dll.

    kalau ada orang yang menyalahkan Tuhan karena rezekinya sedikit, maka sebenarnya dia sendiri yang salah, dan kemudian Tuhan benar-benar memberi rezeki yang sedikit kepadanya.

  • ALHIJR ADWITIYA says:

    :sip betul..betul…betul Mas….,Tak PErnah Salah…, jadi teringat Buku “”SAYA TIDAK INGIN KAYA TAPI HARUS KAYA”…

  • Alfred Sejuta cinta says:

    :sip::sip::sip:
    NO komen dah…
    salut buat mas arief.. :sip:

  • dadang firdaos says:

    Hanya Allah yang mengetahui segalanya…

    salam sukses mas…
    suatu saat nanti kita kopdar…

    Wawan Purnama Reply:

    @dadang firdaos, Kita Ber-3 sudah Kopdar Mas (HK,CH,Wp)..tunggu aja reportnya di wawanpurnama.com:koprol:

    arief maulana Reply:

    @dadang firdaos, insya Allah… mas. Kalau sudah waktunya, kita bakal bisa ketemu…:yoyo:

  • zam says:

    Thanks mengingatkan Mas..Klo sudah seperti itu tingal bagaimana mensyukuri nikmatNya

    arief maulana Reply:

    @zam, ya… betul. Seperti tulisan Mbak Trieand… kita sering meminta namun sering pula lupa bersyukur bila permintaan dikabulkan oleh Allah…

  • mjumani says:

    yang penting niatnya kan mas. segala sesuatu hendaknya di dahului niat. Blog saya masih error mas, mungkin PC saya yang bermasalah, sementara coba ngisi di http://www.contohlaporan.blogspot.com dulu

    arief maulana Reply:

    @mjumani, ehm… jangan menyerah mas. Blog AM.com ini juga ngga selalu mulus kok… kadang ada errornya juga.

  • ecerdas says:

    saya sampai gak bisa komen nih.

    tapi,memang bener rezeki udah Allah tentukan.
    sekarang tugas kita adalah gimana caranya menjemput rezeki itu.

    arief maulana Reply:

    @ecerdas, wah masa sampai segitunya ngga bisa comment… hehehe…

    Komentari bukunya Hermes For Charity aja mas…

  • muhamad arifin says:

    Bahasa begitu teratur bagi seorang pemuda yang memberi motivasi, jadi tergugah hati setelah baca info ini, keep berkarya y bos..sy suka motivasi2 seprti ini

    arief maulana Reply:

    bahasa yang teratur hanya masalah kebiasaan saja mas. Ketika kita suka membaca buku-buku yang karakter tulisannya teratur… secara otomatis ketika kita menulis, gaya tulisan itu kebawa. Mohon doanya juga, biar bisa tetep menghadirkan tulisan-tulisan positif…

  • lianawati Natawijaya says:

    Benar sekali mas kita harus mau melepas yang baik untuk mendapat yang terbaik ok Judul mas Arief sangat TEPAT ini pembelajaran HIDUP dan sangat tinggi NILAIny

    arief maulana Reply:

    @lianawati Natawijaya, hidup adalah sebuah pilihan dan setiap pilihan ada konsekuensinya…

    saya ingat kalau tidak salah di film The Fast and Furious Tokyo Drift…

    Han Said, “buat hidupnya sederhana… pilih dan nikmati setiap konsekuensinya…”

    KArena kita ngga tahu apa akibat dari setiap pilihan kita… maka mendekatlah dg Sang Pencipta Yg Maha Tahu. Biar Dia yang menuntun jalan kita

  • torik says:

    Allah maha tahu kenama dan siapa yang pantas mendapatkan rizkinya… kita sebagai hambaNya hanysa bisa ikhtiar saja..:sip:

    arief maulana Reply:

    @torik, ya… ikhtiar… karena itu adalah kodrat kita sebagai manusia… :hihi:

  • mubarok says:

    Mas Arief cocoknya emang jadi motivator, tulisan-tulisannya menggigit. Ayo dong mas.. get out of the comfort zone biar lebih punya kebebasan waktu….

    arief maulana Reply:

    @mubarok, lho ini lagi get out of the comfort zone lho pak. Mengejar mimpi-mimpi yang tertunda…

  • Pingback: PP LKMM FTK 2009 | ARIEF MAULANA | Success Is The Way Of My Life

  • Bener banget yg ditulis mas Arief..Rejeki itu sudah diatur Allah SWT. kita hanya diwajibkan berusaha & berdo’a. semoga rekan2 semua diberi rejeki yang melimpah oleh Allah..baik berupa materi, ilmu pengetahuan, kesehatan & keimanan kita kepada Allah. Amin

    arief maulana Reply:

    @Indra Suryadarma, amin… semoga juga mas Indra diberi rezeki yang banyak…

  • lia says:

    nice posting..

  • trieand says:

    emang bener mas, rejeki udah diatur olehNya, mungkin emang yg di Jawa barat bukan rejeki mas arief, tp pasti Allah akan menggantinya dengan rejeki yang lebih besar buat mas arief…semoga…:hiks::hiks:

    arief maulana Reply:

    @trieand, iya mbak. Saya yakin kok UUT = Ujung-ujungnya Trainer… hehehe… makanya ini ngumpulin buat bisa ikutan training for firewalk trainer nya Pak Tung… :wooo:

  • adif says:

    Rezeki tidak akan salah alamat,betul…
    Tugas kita adalah menjemput rezeki ya..,artinya kita harus berusaha,bekerja ,kita tidak tau rezeki kita sebelah mana,berada dimana,itu rahasia Alloh,betul mas ?
    Tapi banyak diantara kita yg salah memahaminya,banyak yg bilang:ah rezekimah ga usah dicari,toh sudah ada yang ngatur,ngapain …..dll…,itu salah kaprah ya mas,dan perlu diluruskan.

    arief maulana Reply:

    @adif, ya menjemput = berusaha meraihnya. Kalau cuma diem aja, rezekinya tergantung mas… hehehe… :yoyo:

  • joni says:

    Setiap membaca artikel dari mas arief selalu memberi ilham buat saya untuk melalkukan yang lebih baik lagi… Salam Sukses Selalu

    arief maulana Reply:

    @joni, alhamdulillah kalau begitu. Semoga ini bisa menjadi media kita saling mengingatkan…

  • Rezeki tidak akan salah alamat, yang penting Ihktiar nya, lama atau cepat pasti dapat:sip::sip:

    arief maulana Reply:

    @petani-online, betul… ikhtiar dengan jalan yang dibenarkan…

  • Wisnu says:

    As Wr Wb. Setuju Mas, tapi satu hal rejeki itu tidak ter batas, Allah menaburkan bagi umatnya. Yang membedakan porsiny adalah ikhtiar kita. Maksud saya ikhtiar yang seperti apa, full, setengah2, atau nol.
    Bagaimana Mas?

    arief maulana Reply:

    Betul sekali.

  • Pingback: Tweets that mention Rezeki Tidak Pernah Salah Alamat | ARIEF MAULANA.com -- Topsy.com

  • Pingback: Memahami Peran Penjual, Pembeli dan Hukum Statistik | ARIEF MAULANA.com

  • Pingback: Bingung Amat Soal Rezeki | Arief Maulana | ARIEF MAULANA.com

  • hyden07 says:

    memang benar mas arief…kalo saya boleh menambahkan bahwa setiap jenis pekerjaan bisa di tiru namun rejeki nggk bisa di tiru karena sudah ada yg mengatur.
    terima kasih
    hyden07 recently posted..Peluang Blog Bisnis Di IndonesiaMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 368,793 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip