Rahasia Bisnis Rasulullah (3)

Oleh : Arief Maulana

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel Rahasia Bisnis Rasulullah (1) dan Rahasia Bisnis Rasulullah (2). Anda bisa membaca artikel sebelumnya bila belum pernah membaca atau baru berkunjung ke Blog Motivasi Arief ini.

3 rahasia yang akan saya coba kupas berikutnya antara lain : Pintar Mempomosikan Diri, Menggaji Karyawan Sebelum Kering Keringatnya dan Mengetahui Rumus Bekerja Dengan Cerdas.

space

# PINTAR MEMPROMOSIKAN DIRI

Kalau Anda perhatikan, hampir setiap hari hidup kita bergumul dengan yang namanya promosi. Iklan dimana-mana, baik yang sifatnya langsung maupun hanya sekedar siratan belaka. Tujuannya cuma satu menghasilkan volume penjualan yang tinggi dan mempengaruhi pikiran kita untuk selalu ingat pada produk yang dipromosikan.

Promosi kini telah menjadi hal yang tak terpisahkan dari dunia bisnis. Dengan promosi kita mengundang orang lain untuk melakukan transaksi atas produk apapun yang kita jual. Dengan promosi orang jadi tahu siapa diri kita, produk kita, plus kualitas sebagai pelengkap dari produk. Dan karena banyak bisnis yang bertebaran, maka perang promosi antar satu bisnis dengan bisnis lain tak terelakkan lagi. Berusaha menunjukkan siapa yang terbaik, dan memang yang terbaik lah yang akan menang. best quality, best price.

Begitu juga dengan diri kita, perlu dipromosikan juga. Tidak sedikit kita melihat orang dengan segudang kemampuan dan talenta, namun menjadi manusia tidak berguna ketika tidak mampu mempromosikan dirinya kepada dunia luar. Pun kita tahu bahwa dibalik sebuah bisnis yang sukses selalu ada satu sosok figur yang menjadi icon bisnis. Dan sosok tersebut biasanya sudah memegang kepercayaan dari masyarakat. Dan sebagaimana kita ketahui untuk sukses dalam berbisnis di masa sekarang dibutuhkan kepercayaan, baik itu pada diri kita, maupun pada produk yang dipasarkan.

Rasulullah sendiri menyadari akan pentingnya promosi dalam pergerakan bisnisnya. Ia hafal betul masa-masa dimana para pedagang di penjuru dunia mengadakan transaksi dadakan di tempat-tempat tertentu. Seolah tidak ingin membiarkan kesempatan itu, beliau datang dan mengikuti jalan acaranya dan mencoba mempromosikan konsep bisnisnya. Itu membuatnya dikenal di kalangan pedagang manca negara.

Tidak hanya itu, rasulullah juga menunjukkan pola bisnis yang berbeda. Prinsipnya adalah keterbukaan. Bila pebisnis lain mematok harga berdasar pada harga kompetitornya, maka tidak demikian dengan Rasulullah. Ia memilih untuk menceritakan berapa harga barang yang dibeli sebelumnya dan memberikan kebebasan para pembeli untuk memberikan keuntungannya.

Beliau sadar akan nafas sebuah penjualan. Ia tidak tergoda untuk segera mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Baginya keuntungan sedikit dengan kuantitas penjualan yang banyak pasti lebih menguntungkan dibandingkan dengan keuntungan berlebih di awal penjualan namun membuat kapok pembeli dan tidak lagi bertransaksi dengannya. Dan dengan prinsip kejujurannya itulah, ia bisa mempertahankan relasi.

Perbedaan sikap dengan para pebisnis lain, memiliki kekuatan tersendiri dalam menarik konsumen rasulullah, yang pada akhirnya menjadi sarana promosi efektif atas dirinya. Berbekal personal branding ini, bisnis beliau pun melejit luar biasa. Yang pasti beliau tahu betul seberapa kualitas barang yang dijualnya. Dan tidak menetapkan harga dasar (tanpa keuntungan) yang berlebih.

Itulah cara Rasulullah mempromosikan dirinya. Sederhana tapi tak banyak yang bisa dan berani melakukannya. Low benefit, high sales value. High quality, best price.

space

# MENGGAJI KARYAWAN SEBELUM KERING KERINGATNYA

Dalam urusan gaji menggaji dan mempekerjakan karyawannya, Rasulullah menerapkan beberapa prinsip sebagai berikut :

  • Tidak pernah terlambat dalam memberikan gaji karyawannya, karena keterlambatan memberikan gaji yang merupakan hak mereka adalah sebuah kedzoliman.
  • Adil dalam memberikan gaji, dalam artian berapa nilai yang diberikan sesuai denga bobot pekerjaannya.
  • Sering memberikan bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok.

Selain prinsip di atas, Rasulullah juga memperlakukan karyawannya tidak sebagai atasan dan bawahan, melainkan juga menganggap karyawannya sebagai bagian dari persaudaraan dan kekeluargaan sehingga ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka.

Prinsip-prinsip di atas kalau kita teladani dan kita lakukan pada bisnis yang kita jalankan secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas dan percepatan bisnis yang berjalan luar biasa. Dalam hal ini, Anda sudah meletakkan satu kondisi makmur pada para karyawan. Disi lain sebagai imbal balik dan tanpa diminta, mereka pun akan bekerja sepenuh hati dan penuh produktivitas karena merasa kebutuhan dan haknya telah Anda cukupkan dengan baik.

Disamping itu dengan meletakkan prinsip persaudaraan dan kekeluargaan tanpa melupakan batasan profesionalitas, Anda menciptakan satu atmosfer kerja yang baik dan sangat kondusif untuk menumbuhkembangkan bisnis Anda. Yang pasti Anda akan memiliki karyawan yang mencintai Anda.

space

# MEMAHAMI RUMUS “BEKERJA DENGAN CERDAS”

Dulu seringkali didengungkan bahwa untuk sukses kita perlu bekerja keras. Namun, tidak untuk zaman sekarang. Kalau Anda lihat, maaf, tukang becak pun setiap harinya bekerja keras. Bahkan tidak ada hari libur bagi mereka. Setiap hari mengayuh pedal becak untuk mencari nafkah. Tapi penghasilannya tetap saja tidak bisa mengalahkan pebisnis yang selain bekerja keras juga bekerja cerdas dengan “mengelola uang orang lain dan tenaga orang lain” (kata, Robert T. Kiyosaki dalam The Cash Flow Quadrant).

Orang yang bekerja dengan kecerdasan memiliki keuntungan yang jauh berlipat jika dibandingkan mereka yang hanya bekerja keras. Perbedaan itu seperti perbedaan antara orang yang bekerja dengan visi dan yang bekerja tidak dengan visi. Seperti orang yang bekerja dengan mengembangkan teknik dan orang yang bekerja tanpa mengembangkan teknik.

Bekerja dengan cerdas juga berarti mampu memilah pekerjaan dalam pikiran, jauh sebelum diwujudkan dalam tindakan konkret. Juga paham mana pekerjaan yang berorientasi ke depan dan mana yang hanya menghabiskan waktu belaka. Tahu mana prioritas dan mampu memilah mana yang perlu diselesaikan saat ini dan mana yang bisa ditunda. Sehingga pekerjaan menjadi efektif dan efisien.

Penerapan konsep bekerja cerdas dalam perjalanan hidup Rasulullah dimulai ketika beliau memutuskan untuk berpindah profesi dari seorang penggembala menjadi seorang pebisnis. Beliau menyadari bahwa jalur perdagangan, memiliki potensi keuntungan yang besar dan sifatnya jangka panjang daripada hanya sebagai seorang penggembala. Beliau sadar roda perputaran bisnis, jauh lebih cepat daripada berternak.

Kecerdasan beliau juga terlihat manakala beliau memutuskan untuk menekuni bisnis jasa (manager pengelola bisnis dan dana investasi, dimana menggunakan sistem pembagian dividen di akhir tahun). Beliau menyadari bahwa berangkat dari kondisi awal yang miskin, maka tidak mungkin baginya untuk langsung berbisnis di bidang perdagangan, mengingat modal yang dibutuhkan cukup besar.

Dengan kekurangannya ini, beliau pun memanfaatkan prinsip bisnis modern, yakni menggunakan uang orang lain dan tenaga orang lain. Beliau pun menghimpun para pemodal (investor) dan menawarkan jasanya mengelola modal dalam satu model bisnis perdagangan. Apalagi beliau pandai mempromosikan diri dan juga dikenal sebagai orang yang jujur.

Jadi terlihat, bahwa di zaman itu Rasulullah sendiri sudah menyadari bahwa bekerja keras tidak cukup, melainkan harus bekerja cerdas!

Oke, saya kira ulasan dan bahasan Rahasia Bisnis Rasulullah kali ini cukup sampai disini. Nantikan point-point Rahasia Bisnis Rasulullah berikutnya di artikel mendatang. Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi serta motivasi Anda dalam menegakkan bisnis yang baik dan penuh etika.

Salam Sukses,
Photobucket
space

61 Responses to Rahasia Bisnis Rasulullah (3)

  • Agung Jatnika says:

    Luar biasa…artikelnya semakin mantap dan sistematis mas arief…Semoga kita dapat mencontoh semua etika bisnis Rasulullah SAW…amiin..
    salam…:sip:

    arief maulana Reply:

    @Agung Jatnika, terima kasih mas Agung. Belajarnya dari Mas Boy, dan itu berkat rekomendasi Mas Agung juga dulu.

    Thanx a lot brother:hiks:

  • Ardy Pratama says:

    mantap.. saya senang baca dibagian kerja cerdas, yang mana kita harus mmpunyai visi… :sip::sip:

    Joko Susilo Reply:

    @Ardy Pratama, Ada kutipan menarik dari Mark Twain: “Its not the size of the dog that matters, its the fight within the dog that counts.” Salam ACTION!

    Ardy Pratama Reply:

    @Joko Susilo, Wew! Luar biasa pak Joko.. :sip:

    arief maulana Reply:

    @Ardy Pratama, Dan visi itulah yang membedakan antara pebisnis dengan pedagang.

    Pebisnis pasti pedagang, namun pedagang belum tentu pebisnis.

    Dan pebisnis online, mestinya cangkruk di warung bisnisnya mas Ardy, Bukan begitu mas?

    Ardy Pratama Reply:

    @arief maulana, Bner bgt mas Arief.. Pdagang blum tntu pbisnis. Huhahahahahaha… Tpatnya disni mas, bkan di warung saya… :hihi: Tmpat sya untk ngopi2 aja.. eheheh..

  • pangki[dot]com says:

    Sebuah pemahaman yang bagus mas Arief. Tahu menempatkan Etika merupakan calon orang besar.

    arief maulana Reply:

    @pangki[dot]com, dan sikap pastinya. Bukankah perbedaan antara pemenang dan pecundang adalah pada sikapnya dalam menghadapi suatu masalah.

    pangki[dot]com Reply:

    @arief maulana, Tul :sip:

  • Top, kita harus benyak belajar dengan apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk mencapai kehidupan yang lebih baik..

    sukses untuk mas Arief

  • Mas Wiro says:

    Wah menarik sekali Mas. Memang kita harus pinter-pinter mempromosikan diri, biar apa yg kita kerjakan dilihat orang, hargai orang sebelum kering keringatnya, serda bekerja dengan smart agar hasilnya maksimal.
    Luar Biasa :sip:

  • GIlank says:

    Sep.. Seperti kata ilmuwan manajemen Frank dan Lilian Gilberth, bekerja dengan cerdas akan mendapatkan efisiensi waktu (mungkin 2 orang ini nyontek Rasulullah ya :hihi: )

    arief maulana Reply:

    @GIlank, pastinya mas. Soale kan hidupnya duluan rasulullah.

  • Leadership gaya Rasulullah SAW sungguh luar biasa.
    Sebenarnya sederhana, tapi mendetail sekali. Hingga tidak ada organ bisnis yang terlewatkan untuk diberdayakan.

    Ulasannya semakin mantaps Mas!

    arief maulana Reply:

    @umar puja kesuma, bener mas. Bahkan hal yang sepele menjadi perhatian juga (tidak meremehkan).

    Mencakup semua aspek hingga terlihat sempurna. Dan mungkin karena itulah diturunkan di akhir zaman (ilmunya akan terus relevan).

  • adi wardana says:

    :mlorok:
    pintar mempromosikan diri,
    ternyata rasul pun sangat mengerti hal ini dan memang orang pilihan yang bisa sukses dan dijadikan teladan di dalam bidang apapun

    arief maulana Reply:

    @adi wardana, jelas. Semua orang bisnis kudu bisa mempromosikan diri. Dan itu dimulai oleh Rasulullah yg mampu membawa perubahan revolusioner dalam dunia bisnis saat itu.

  • Sumartono says:

    Ayo para pebisnis offline ataupun online… Jangan ragu lagi untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri tauladan..:plis:
    Karena beliaulah manusia terbesar sepanjang sejarah manusia.

    Great Mas Arief:sliweran: yang telah sudi mereview suri tauladannya.

    arief maulana Reply:

    @Sumartono, sama-sama mas. Dan Saya great ama Prof. Laode Kamaluddin yg telah membukukan Rahasia Bisnis Rasulullah ini.
    :baca:

  • Kahono says:

    Mas Arief memang top, nggak pernah kehabisan bahan posting dan sulitnya selalu bermutu.. gak kayak saya posting belum bisa rutin.. save dulu Mas entar baca dirumah

    arief maulana Reply:

    @Kahono, terima kasih mas. Sebenernya untuk mencari bahan posting bukan lah hal yang sulit.

    Yang penting 1 kuncinya. Kita menulis apa yg menjadi bidang keahlian kita atau apa yang kita senangi. Kalau sudah senang, ide mudah datang.

    Kalau ide datang, tinggal diolah. Dan kualitas tulisan? Otomatis meningkat seiring dengan jam terbang kita menulis.

    Intinya, keep posting. Karena menulis juga menjadi bagian dari sarana untuk mengasah otak kita untuk tetap berpikir.

    Salam Sukses.

  • sewa mobil says:

    nice posting…..
    salam kenal :P

  • Fadly Muin says:

    Kalau dari buku “berbisnis dengan hati”nya Aa Gym. Di situ di ulas, bahwa sekarang telah terjadi pergeseran gaya bisnis dari pendekatan rasionalitas menuju pendekatan yang lebih bersifat religius.

    kedepan, konsep-konsep bisnis dan marketing akan semakin fariatif dan berkembang. jika kita masih menggunakan cara-cara lampau akan sulit sekali untuk bersaing.

    Terima Kasih Mas Arief sudah mengingatkan.

    Joko Susilo Reply:

    @Fadly Muin, Kalau Joe Vitale pernah menulis dalam buku “spiritual marketing”.
    Salah satu kutipan dari Joe Vitale: “It’s really important that you feel good. Because this feeling good is what goes out as a signal into the universe and starts to attract more of itself to you. So the more you can feel good, the more you will attract the things that help you feel good and that will keep bringing you up higher and higher.”

    arief maulana Reply:

    @Fadly Muin, ya, sekarang eranya SPIRITUAL MARKETING.

  • zilla says:

    maksih mas.. merupakan ide yang patut ditiru….

    arief maulana Reply:

    @zilla, :sip:

  • Bang Dje says:

    Yang membuat kita kaya di dunia ini bukan apa yang kita ambil, tapi apa yang kita berikan – Henry Ward Beecher. Pepatah ini sesuai dengan poin 2 di atas. Bila karyawan sejahtera, maka dia akan bekerja dengan sepenuh hati. Dan pada gilirannya akan mendatangkan keuntungan lebih pada pemilik usaha.

  • Ahmad says:

    ‘menggaji karyawan sebelum keringatnya kering’…. Wow.. Tu keren sekali mas arif. Inilah sebenarnya ciri khas ajaran islam yang menghargai dan memuliakan manusia

    arief maulana Reply:

    @Ahmad, ya. Kita adalah manusia, jadi mari memanusiakan manusia. Hehehe…:sip:

  • ALHIJR ADWITIYA says:

    …,, TUL MAS,,, SEMOGA SHALAWAT BESERTA SALAM SELALU KEPADA BELIAU ..,, NABI MEMANG BEST ENTERPENEUR…,, MAAF LHO MAS JARANG UPDATE WEB KU ….he…he…

    arief maulana Reply:

    @ALHIJR ADWITIYA, lho jangan minta maaf sama saya mas. Soale mas update ngga update kan efek langsungnya bukan ke saya, tapi ke mas sendiri. Hehehe…

    Saya kan menerapkan prinsip, “U Comment, I Follow”. Maka yg koment disini tak kunjungi balik. Kalau ngga ada artikel baru, ya ga bisa koment2 di blognya mas. Hehehe…

  • Joko Susilo says:

    Rasullullah memang selalu inspirasional. Banyak sabda dan ACTION-nya yang patut kita teladani.

    Handoko Tantra Reply:

    @Joko Susilo, Rasulullah SAW memang pribadi yang TOP ACTION.:sip:

  • Ricky says:

    “mengelola uang orang lain dan tenaga orang lain”..Hmmm, istilah menarik. Dengan ide cemerlang kita bisa ciptakan usaha tanpa modal. Robert T. Kiyosaki memang guru para jutawan..:sip:

    salam,

    Ricky
    Businessman

    arief maulana Reply:

    @Ricky, betul mas. Bahkan sebelum Robert T. Kiyosaki merumuskan prinsip tersebut, Rasulullah sudah lebih dulu mempraktekkannya.

    And talk bout Kiyosaki, sekarang saya lagi cari ilmunya mas, How to get property without money. Itu bener2 oke. Tanpa uang dapet properti gratis. Hehehe…

  • Saya tertarik sekali dengan point 2 dan 3.

    Untuk point 2, Ada pertanyaan nih mas…gimana kalau karyawan yang kita punya kerjanya asal-asalan. Apa harus ada bonus tambahan..?
    Kurang jelas sih bonusnya bonus apa…he..he..he..bonus capai target atau bonus prestasi…?

    Point 3, Bekerja cerdas mutlak dilakukan agar uang yang bekerja buat kita. Sip mas.

    Salam Sukses.:sip:

    arief maulana Reply:

    @Handoko Tantra, kalau saya duga sih bonus plus-plus.

    Kalau bonus prestasi dan capai target itu udah pasti mas, sebagai stimulus. Mungkin yg dimaksud dalam buku itu adalah bonus “kemanusiaan”

    And talk bout karyawan nakal? Itulah mengapa dalam proses recruiting diperlukan screening and seleksi khusus.

    Orang saya kalau mo ngadain training management mahasiswa di kampus aja pesertanya tak seleksi kok. Tujuannya, biar hasil maksimal and ada hasil dari training yang diadakan.

  • sari says:

    :mataduitan:action lagi neh mas!!makin hari postingnya makin siipp…berbisnis sambil menyisipkan nilai2 ibadah,dg mengulas bagaimana dl Rosululllah Saw sukses dlm hal bisnisnya.kerja cerdas memang sangat2 diharuskan selain efisien waktu,tenaga dan hasilnya juga OK,kerjalah pake otak bukan pake otot,hehe…

    arief maulana Reply:

    @sari, action terus dong. Cuma speednya diatur…kadang cepat, kadang perlu slowdown juga.

    :sip:

  • Does Ichtiah CP says:

    Bekerja sambil berdakwah ya Mas…Salute n saya dukung…Karena di akhir jaman ini banyak yang bingung mau mengidolakan siapa. Banyak yang lupa bahwa Rosulullah SAW adalah THE BEST IDOL.Bukan yang lain.. :sip:

    arief maulana Reply:

    @Does Ichtiah CP, yup. Sekali2 disisipkan dawah kan gpp. Menebar kebaikan menuai pahala…

  • Budi Warsana says:

    Susuai kondisi saat ini hanya cara bisnis Rasulullah SAW yang masih valid hingga akhir jaman, hormat untuk Cak Arief yang selalu memberikan pencerahan, salam

    arief maulana Reply:

    @Budi Warsana, betul mas. Ini juga menjadi salah satu makna tersirat mengapa rasulullah diturunkan sebagai Nabi terakhir, di akhir zaman.

    Artinya ilmu dan ajaran beliau akan terus bisa dipakai. Sama halnya dengan Al-Qur’an yg sudah dijanjikan oleh Allah tidak ada kadaluarsanya (itu kalau kita mau mengkaji lebih dalam).

    cuma sayang kita manusianya yg kadang terlalu ikut arus dan melupakan Ajaran Beliau.

  • aryoblt says:

    dalam menjalankan bisnis maupun sesuatu dalam kehidupan sehari-hari harus dilandasi kejujuran seperti yang dicontohkan rasulullah SAW.jadi kita tidak mementingkan diri sendiri,kita harus berusaha sekuat tenaga apa yang kita lakukan membawa manfaat bagi sesama

    arief maulana Reply:

    @aryoblt, :sip:

  • maskuncoro says:

    “MENGGAJI KARYAWAN SEBELUM KERING KERINGATNYA” Hal ini perlu mendapatkan sangat serius. Jangan ditunda2. Kasihan anak istri mereka, apalagi kalau sampai diutang. Capek deh…:puyeng:

    arief maulana Reply:

    @maskuncoro, hehehe… punya pengalaman ngga enak ta mas? Soal gaji menggaji ini. :hihi:

  • artikel yang bagus mas.. saya suka dengan keringat2 yang bercucuran hahaha…

    btw.. udah siap launching produk neh kayaknya.. wuaahh.. pasti langsung 10 ribu subscriber ya.. mengalahkan TDW :hihi:

    arief maulana Reply:

    @mashengky.com, wah kalo mashengky sekarang sih dah bercucuran duit… duit… duit…:mataduitan::mataduitan::mataduitan:

  • wiwinds says:

    asslm…
    makin mantap aja postingannya mas arif….klo pedagang saya udach dari dulu mas arif…klo pebisnis..baru mw jalan/malahn baru belajar…/udach nich,hehe…..

    suksess trus bro

    arief maulana Reply:

    @wiwinds, semangat belajarnya dahysat!

  • The Supernova says:

    saya suka poin yg ‘menggaji karyawan sebelum kering keringatnya…’ :). mdh2an kita semua nantinya bisa menjadi manajer yg bijaksana untuk karyawan2 kita.. :D

    arief maulana Reply:

    @The Supernova, jadi pemilik bisnis yg bijaksana mas, terus cari manager yg yg lebih bijak.

    Jadi ngga kerja juga duit ngalir terus. Hehehe

  • casual cutie says:

    mantapp mas artikelnya. LUAR BIASA!!! sangat bagus buat dicontoh :sip:

    candradot.com Reply:

    @casual cutie, lha iya tho…
    mas arief kok:sip:

    arief maulana Reply:

    @candradot.com, thanx mas candra atas supportnya!:hihi:

  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah (5) | ARIEF MAULANA | Success Is The Way Of My Life

  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah (4) | ARIEF MAULANA.com

  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah | ARIEF MAULANA.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 366,314 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip