Oleh : Arief Maulana

From zero to hero

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menyinggung masalah keteladanan Rasulullah yang tidak hanya mencakup aspek spiritual saja, namun juga aspek bisnis juga. Jika belum membacanya silahkan baca “Meneladani Gaya Bisnis Rasulullah Muhammad SAW”.

Kali ini, seperti yang telah dijanjikan dulu, saya akan membagikan kepada Anda 12 Rahasia Bisnis Rasulullah dalam beberapa seri. Sehingga Anda bisa mencoba memahaminya satu persatu dan mempraktekkannya. Percuma kan kalau saya beri rahasianya tapi tidak diteladani dan dipraktekkan, hehehe…

3 rahasia pertama yang akan saya bahas pertama disini diantaranya : 

#1 Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ladang Menjemput Surga
#2 Kejujuran dan Kepercayaan Yang Tidak Bisa Ditawar
#3 Tidak Cuma Bisa Mimpi, Tapi Ahli Mewujudkannya

space

BEKERJA = IBADAH

Ada satu kesalahan pemahaman yang sering kali dilakukan oleh umat manusia di dunia ini, terkait masalah ibadah. Ketika disinggung soal ibadah, maka yang sering kita pikirkan adalah masalah shalat, puasa, haji, dll (bagi yang muslim), pergi kebaktian ke gereja (bagi yang nasrani), sembahyang ke Pura (bagi yang Hindu), dll.

Padahal makna ibadah bisa lebih luas dari pada itu semua. Ibadah tidak hanya mencakup masalah spiritual saja. Ketika satu perbuatan dilakukan dengan niatan yang baik, dimulai dengan menyebut nama Allah, maka itu sudah masuk dalam ranah ibadah.

Begitu pula dengan bisnis yang kita lakukan. Niatkan saja bisnis Anda sebagai ibadah sejak awal. Maka sepanjang usaha yang Anda lakukan untuk memajukan bisnis Anda akan menjadi suatu ladang amal yang mengalirkan pahala. Pantaslah lahir ungkapan, “hidup kaya raya, mati masuk surga”. Apalagi kalau suksesnya di usia muda.

Dan ketika kita meniatkan setiap pekerjaan kita sebagai satu bentuk ibadah, maka efeknya akan lain sekali dan cenderung positif :

  • Anda akan bekerja lebih baik karena ini adalah ibadah. Ngga mungkin kan kita ibadah kepada Sang Khalik serampangan.
  • Anda lebih ikhlas dalam menjalani prosesnya karena ini bagian dari perjalanan ibadah kita.
  • Anda akan jujur dan amanah karena ingin mendapatkan balasan yang terbaik dariNya. Dll.

Kalau sudah begini, peluang bisnis kita untuk maju dan berkembang pesat terbuka lebar. Tentunya berujung pada kesuksesan dan peningkatan level spiritual kita yang berjalan beriringan. Bekerja = Ibadah, hidup sukses mati masuk surga.

space

KEJUJURAN & KEPERCAYAAN

Hal ini rasanya sudah banyak diketahui oleh banyak pebisnis, namun tidak banyak yang benar-benar memegang dan melaksanakannya. Hampir ratusan bahkan ribuan pebisnis lahir setiap harinya, namun tidak banyak yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama. Mungkin dua hal ini yang tidak disadari oleh kita kebanyakan.

Ada satu ungkapan menarik yang saya temukan di sebuah buku, “Etika bisnis memegang peranan penting dalam membentuk pola dan sistem transaksi bisnis. Pada akhirnya menentukan warna dan nasib bisnis yang dijalankan seseorang.” Coba direnungi sejenak ungkapan tersebut.

Di tengah ketatnya persaingan bisnis yang saat ini tengah terjadi, tentu sebagai pebisnis yang ikut terjun di dalamnya kita memerlukan beberapa nilai tambah yang menjadikan bisnis kita lebih unggul dibandingkan dengan pebisnis lainnya.

Namun apa yang sering terjadi, alih-alih mencari nilai tambah dan mengembangkan bisnis, kita malah cenderung suka menyikut pesaing bisnis dengan segala macam cara. Melupakan etika yang seharusnya bisa kita jadikan satu pegangan dan menjadi batu pijakan untuk melesatkan bisnis kita ke atas.

Bicara soal nilai tambah ini, KEJUJURAN dan KEPERCAYAAN sudah menjadi nilai tambah yang sangat luar biasa. Kenapa? Sudah bukan rahasia lagi kalau mayoritas customer kita membeli produk ataupun menjalin kerjasama dengan kita karena mereka PERCAYA bahwa kita JUJUR dan bisa DIPERCAYA.

Apalagi saat ini marak dengan penipuan-penipuan ngga jelas. Bahkan metode penipuannya pun sudah semakin profesional. Membutakan mata, mengusik emosi sesaat dan menyebabkan kita kehilangan banyak hal dalam waktu yang singkat.

Jadi coba mulai dari sekarang, kita ubah sikap kita dalam berbisnis. Cobalah untuk jujur dan tidak berbohong, sekecil apapun. Cobalah untuk membangun kepercayaan dengan sikap yang tepat. Bisa juga dengan membangun personal branding agar orang lebih mengenal siapa dan bagaimana kita sebenarnya. Dan ingat, pebisnis yang tidak jujur sudah mendapatkan 1 tiket VIP di neraka, itu ada di Al-Qur’an.

Lihatlah bagaimana Rasullah yang mendapatkan gelar Al-Amin karena kejujurannya sejak awal dia memulai karirnya. Walaupun startnya dari seorang penggembala kambing, namun berkat kejujurannya lah dia mampu menggenjot karirnya hingga berakhir dengan kesuksesannya sebagai seorang pebisnis besar.

space

NGGA CUMA MIMPI, TAPI ACTION

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia…” (Nidji – Laskar Pelangi). Bait lagu tersebut akan menjadi benar apabila kita ACTION untuk mewujudkan mimpi kita tersebut. Sudah terlalu banyak orang memimpikan untuk memiliki bisnis yang besar dan sukses, namun fakta berbicara bahwa yang sukses dan kaya hanya segelintir saja.

Cobalah Anda sesekali berdiskusi dengan rekan-rekan yang saat ini hidupnya pas-pasan. Anda bisa bertanya kepada mereka apa sih mimpi sukses mereka di dunia ini. Saya yakin disini mereka akan bercerita dengan antusias apa mimpinya. Lalu coba berikan pertanyaan kedua, “Apa yang sudah mereka lakukan untuk sampai pada tujuan tersebut?” (pertanyaan ini juga buat Anda lho).

Kalau pertanyaan pertama sifatnya enteng (cuma mimpi doang), maka pertanyaan kedua bobotnya berat sekali. Karena dalam hal ini menuntut satu hal, yakni TINDAKAN NYATA. Dan saya yakin sejuta alasan akan keluar dari kata-kata mereka, yang intinya tidak pernah punya keberanian untuk mencoba mewujudkan impian mereka alias tidak berani bertindak nyata.

Kita seringkali terlalu takut untuk memulau bertindak karena yang sering dibayangkan adalah KEGAGALANNYA. Kata gagal merasuk begitu dalam hingga berkuasa dalam pikiran kita mengalahkan arti penting kesuksesan itu sendiri. Padahal kalau kita mau belajar pada mereka yang sukses, justru mereka sukses adalah karena fokus pada keberhasilan yang ada di akhir perjalanan. Gagal di tengah jalan tidak masalah, karena perjalanan belum berakhir dan garis finishnya adalah kesuksesan.

Lihatlah bagaimana Rasulullah yang sejak kecil selalu bermimpi menjadi orang yang sukses. Beliau tidak mempedulikan latar belakangnya yang notabene berasal dari keluarga miskin dan yatim piatu. Dengan berbekal sebuah prinsip, “Hari esok harus lebih baik dari hari ini”, Beliau melangkah dengan pasti.

Beliau juga tidak takut ketika harus bersusah payah merintis bisnisnya dari nol. Masih ingat pendidikan bisnis pertama kali Rasulullah? Ya, saat beliau memulainya dengan menjadi penggembala kambing. Kemudian berlanjut dengan membantu pamannya berdagang. Lanjut lagi dengan menjadi agen bagi para pengusaha dan investor kaya. Yang berujung dengan menjadi saudagar kaya dan sukses.

Rekan-rekan, tiga point di atas sebenarnya bukan hal yang baru lagi dalam dunia keseharian kita. Tapi yaitu, belum banyak yang melaksanakannya. Entah karena ketidaktahuan atau karena memang ketidakberanian untuk bertindak. Saya kira cukup dulu untuk sesi pertama Rahasia Bisnis Rasulullah. Nantikan kelanjutannya. Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat dan memotivasi Anda semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Salam Sukses,
Photobucket
space

Rahasia Bisnis Rasulullah (1)
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

71 thoughts on “Rahasia Bisnis Rasulullah (1)

  • Uraian yang cukup mencerahkan.
    Mas Arief mampu menyadur sub judul dan penjabaran panjang dalam buku tersebut dengan begitu sederhana sehingga mudah dimengerti. Namun, bukan cukup hanya untuk dimengerti saja melainkan juga diactionkan dalam bisnis kita.

    Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi kita semua termasuk dalam hal bisnis. Jadi, berprinsip pada tiga hal ini insya Allah SAW mengantarkan kita penjadi pebisnis tangguh dan mengalirkan rizki yang barokah.

    Salam Istimewa!

    1. @Umar Puja Kesuma, terima kasih mas Umar. Memang benar, bagian tersusah adalah ketika kita mengulas kembali materi di buku yang sedemikian banyak menjadi satu ulasan singkat yang sederhana dan mampu dimengerti.

      Tentunya dengan gaya bahasa kita sendiri. So, ngga langsung maen copy paste aja.

      Dan salah satu alasan saya mengupas ini adalah untuk juga memotivasi diri saya sendiri mas. Ngga bagus kan kalau apa yang kita ucapkan tidak sama dengan apa yg kita perbuat (integritas).

      Thanx udah pertamax… :sikut:

  • Saya pernah mendapatkan nasihat begini, “bangunlah kepercayaan dengan integritas yg tinggi dlm setiap aktivitas / proses bisnis Anda. Jika kepercayaan telah terbangun, maka pergerakan bisnispun akan lancar.”
    Nah, dikaitkan dgn artikel ini, Rasulullah SAW telah mencontohkannya melalui gelar yg disandangnya sejak usia muda yaitu, Al-Amin.
    Mohon dikoreksi, jika keliru.

    1. @Acha, udah bener kok mas. Kepercayaan menjadi satu fondasi yang tak terelakkan di bisnis. Makanya jangan main-main dengan yang satu ini.

  • Mangstab gan :sip:
    Tapi saya mau tau nih gimana ya cara Nabi SAW tawar menawar baik barang atau jasa?

    Regard, Gilank

    1. @Gilank, Kalo ngga salah di materi lanjutannya ada. Yg jelas beliau mengatakan apa adanya. Ngga semua dibagus-bagusin. Bila ada kekurangannya pun diungkapkan.

      Kan ngga ada yang sempurna di dunia ini. So jujur ajalah dalam menawarkan produk.

      Saya pribadi juga ada pengalaman menarik. Ketika prospek pesen produk internet marketing, saya mesti tanya kebutuhannya apa. Kalo ngga sesuai dengan yg dia maksudkan, biasanya saya arahkan ke produk yg lebih tepat.

      Itu mungkin bisa menjadi gambaran singkat mas.
      :baca:

      1. @arief maulana, Oh gitu, hemm.. jadi barang atau jasa yg kita perjual belikan mesti bermutu nih untuk mengurangi kemungkinan pembeli atau penjual kabur dari kita :sip:

  • segeeerr…euyy, memang tokcer pembahasan artikelnya mas…

    Bisnis = Ibadah. Hal ini point kedua dan ketiga Insyallah akan mengikuti dengan sendirinya apabila niat kita untuk point pertama adalah ikhlas dan tulus bertujuan sebagai ibadah dan ladang penambah amal kita.

    Ta’ tunggu lagi serial berikutnya…

    Salam Hangat

    1. @Handoko Tantra, yang tokcer bukunya mas. Saya cuma mengulas kembali dengan lebih sederhana dan dengan bahasa ala Arief Maulana…
      :hihi:

  • Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan semua umat. Sesuai pesan Nabi Muhammad SAW :”Aku tinggalkan untuk kalian 2 perkara. Yang jika kalian berpegang teguh pada keduanya niscaya kalian tidak akan pernah tersesat (dalam bidang apapun). Yaitu Kitab Allah (al quran) dan Sunnah Rosul (hadits)”.:sip:

    1. @POOSOFT, world idol kalo saya mas. Lihat aja… masih nongkrong di posisi 1 manusia paling berpengaruh di dunia.
      :matabelo:

  • Di luar apa yang mas arief paparkan,

    Ngga mungkin kan kita ibadah kepada Sang Khalik serampangan

    Ya ampun.. benar2 menjadi koreksi mas arief. Trims.

    Btw artikelnya oke banget Mas, bisa menyampaikan ulang dengan bahasa dan pemaparan yang lebih singkat dan muda dimengerti.
    Sip, :sip:

    1. @habibie reza, terima kasih mas. Meski demikian, sebenarnya lebih afdol lagi kalau langsung membaca bukunya. Karena paparan disana dibackup penuh dengan hadits plus analisa pakar sejarah.

      Jadi bisa lebih yakin lagi lah!

  • Sedikit banyak, pendapat saya mirip dengan Mas Umar..

    Saya hanya ingin mengatakan bahwa, sebagian rekan-rekan kita belum melakukan tindakan nyata, karena belum adanya sebuah “KEPUTUSAN”.

    Tanpa keputusan maka semua kiat-kiat yang diperoleh serasa hambar. Ibarat sayur tanpa garam… :plis:

    Salam Hangat..

    1. @Fadly Muin,
      Menyambung komentarnya Mas Fadly, adalah benar bahwa sebagian rekan-rekan kita belum melakukan tindakan nyata dengan alasan mungkin berbeda-beda.
      Dengan posting ini akan menyadarkan kita bahwa ada suri tauladan tentang bisnis yang wajib kita contoh dari Rasulullah.

  • Cak Arief yang baik, artikel ini sudah kategori kelas sufi karena saya yang sangat awam merinding membacanya.
    ada tiga point yang saya garis bawahi bila kita kerja sebagai ibadah :
    (1) Bekerja lebih baik karena kerja adalah ibadah. (2)Iklas menjalani. (3)Jujur dan Amanah.
    Ketiga hal diatas seperti meriam yang membuka asa bahwa finish dari semuanya adalah kesuksesan…
    Salam sukses, semoga sehat selalu dan ditunggu pencerahan selanjutnya.

    1. @Budi Warsana, wah yang sufi yg nulis bukunya mas Budi. Saya kan cuma mengulas ulang dengan gaya Arief Maulana, hehehe…

      Semoga artikelnya bermanfaat.

  • Ijin komentar mas arief :-)

    Saya suka dengan kalimat “Etika bisnis memegang peranan penting dalam membentuk pola dan sistem transaksi bisnis. Pada akhirnya menentukan warna dan nasib bisnis yang dijalankan seseorang”. Dalam artikel terbaru saya sedang coba ulas masalah ini.

    Saat ini banyak orang yang tidak sabar ingin meraih kesuksesan, seringkali pada akhirnya perasaan ini membawa mereka untuk mengabaikan etika dalam berbisnis.

    Mengabaikan etika mungkin bisa berhasil untuk kemajuan sementara sebuah bisnis, tapi bagaimana bila tujuannya untuk membangun pondasi bisnis yang kuat ?

    Nice article

    Regards,
    Ricky

    1. @Ricky, yup. Dosen entrepreneur saya pernah mengajarkan, salah satu cara agar kita bisa menjadi pribadi yang baik adalah dengan membayangkan bagaimana jika orang lain melakukan sikap yg kita lakukan kepada diri kita. (mbulet MODE : ON)

      kalau mau nyurangi orang, coba bayangkan gimana rasanya kalau kita dicurangi, dsb.

      Salam Sukses

  • Pemahaman bisnis (pencerahan) dari sisi ini adalah pencerahan yang melengkapi pencerahan-pencerahan sebelumnya (lainnya) yang terasa minus religiusitas. Walaupun religiusitas tidak mesti “vulgar” di branded kan tapi liat substansinya saja. Saat ini saya setuju dengan yang terakhir. Mengapa? Karena banyak nilai2 yang substansinya lebih di praktekan “non-kita” sedangkan konsep ada di kita. Namun tetap saja vulgaritas masih diperlukan selama mereka tidak memahami kecuali dengan vulgaritas itu. oke mas Maju terus keep Action! Salam Sukses! Aksi adalah Kontemplasi Tertinggi!

  • Met malam Mas,
    Menyejukkan hati mas artikelnya, sebuah pembelajaran yang sangat dalam, bisnis dan ibadah memang sangat komplek ya mas, memang sering pada salam paham ttg ibadah, padahal kerja, bisnis, mengucap salam, senyum itu jg ibadah, asal tujuannya ya ibadah lho dan ikhlas tenrunya, semoga tetep sehat, tetep semangat dan makin sukses ya Mas, amin:plis:

    1. @Muklis|BBM, yaitu mas. Kurang memahami makna ibadah. Padahal kan di alquran sudah ada, “tidak Kuciptakan Jin dan Manusia, melainkan untuk beribadah kepadaKu”.

      kalau cuma dimaknai ibadah spiritual aja (shalat, puasa, dll), sedikit sekali dung porsi pengabdian kita sama Sang Khalik… hehehe

  • Subhanallah Mas Arief kok hebat ya! semoga ini menjadi bahan renungan kita semua bahwa dalam hal apapun termasuk Bisnis ini: harus senantiasa meluruskan niat, bulatkan tekad,sempurnakan ikhtiar, baru kita bertawakal kepada Allah SWT, saya jamin bisnis seperti ini akan membawa keberkahan…………saya tunggu Mas Arief artikelnya semoga Mas Arief tambah sukses selalu Amien…….

    1. @DEDEN SOFIAN, wah saya ngga hebat mas. Biasa aja, cuma mau belajar itu aja. Skali lagi yg dasyat yg nulis buku.

      Terima kasih doanya, saya doakan mas juga sama suksesnya.

  • itulah teladan bahwa seorang nabi pun seorang bisnisman yang hebat.. Kadang kita sering mengkotak-kotakkan antara kepentingan dunia dan akhirat padahal dunia adalah jalan kita menuju ke akhirat. JAdi keduanya diusahakan balance, bekerja di dunia untuk kepentingan akhirat..

    1. @zams, Iya mas. Gejala pengkotak-kotakan itu nampak dari mata kuliah / pelajaran agama yg hanya sekedar menjadi pelengkap kurikulum saja. Bukan menjadi inti yg dipentingkan.

  • Hello Mas Arief,
    apa kabar?

    Semakin bijak saja. pada prinsipnya seseorang yang punya keyakinan/religius yang kuat akan membawa warna tersendiri dlm berbisnis.

    itulah tantangan bagi setiap orang untuk menerapkan nilai2 agama dlm berkarya.

    sekarang ini memang meruapakan zaman di mana semakin banyak perusahaan kembali kepada nilai spiritualitas dalam mengelola perusahaan. Dan banyak yang semakin sukses dengan ‘back to basic’ seperti ini.

    kalau yang rakus seperti Lehman Brothers pasti jatuh.

  • Mas Arif kan motivator ulung, jadi tulisannya selalu enak dibaca…
    Salute…salute…

    Always action :sip:

    1. @Does Ichtiah CP, masih belajar mbak. Jauh dari kata-kata ulung. Kebetulan aja reviewnya “pas enak dibaca”. Hehehe…:bisik:

  • salam kenal mas :)
    nice post..
    Ternyata nabi Muhammad yang hidup ratusan tahun yang lalu, ilmu nya masih tetap up to date untuk diterapkan di masa sekarang..

    Terutama poin nomor dua..
    Malas banget kalo ketemu penjual yang gak jujur..

    Salam sukses :sip:

    1. @wellsen (solusi sukses), ya itulah kehidupan mas. Selalu ada ilmu yang bisa diwariskan. Bahkan boleh jadi ilmu jaman baheulak dulu lebih dahsyat.

      Liat aja bangunan keajaiban dunia, dibangun kokoh, padahal ngga pake semen tuh. Hehehe… :hihi:

    1. @negeri hijau, dan jangan lupa mas. Mulai dari sekarang. And bagi yang dah tue… ngga ada kata terlambat!

  • hmm.. Tindakan apapun bisa jadi ibadah, selama memang mebawa pada kemaslahatan.

    Ada satu kata lagi yang selalu ingat, ma’af jika ini salah ” setelah kita melakukan shalat maka bertebaranlah di muka bumi” disana sdh jelas bahwa kita diwajibkan untuk mencari sesuatu dgn maksud dan tujuan tiada lain dan tiada bukan untuk melaksanakan ibadah.

    Banyak pencerminan ibadah yang bisa kita lakukan yg pastinya semua tertuju pada sang khalik.

    Saya kadang teringat dalam melakukan sesuatu bisa sampai jam2 dimana mungkin pada waktu2 tersebut org lain sdh tdk melakukan kegiatan. hanya satu yg menguatkan saya ” Ibadah dengan keikhlasan demi Allah, dan tentunya demi menjalankan kewajiban saya pada keluarga khususnya dan secara umum bagi siapa saja.

    Menjalani semuanya dgn tulus dan ikhlas, sungguh.. terasa indah hidup ni (terlepas dri yg namanya manusa yg tdk luput dri kekurangan dan kesalahan)

    Salam mas..

  • Pingback: Free Website Templates » Blog Archive » Lebih Penting Mana: Brand atau Produk?
  • Kita harus bisa membedakan antara mimpi dan impian.
    Terkadang arti antara kedua kata tersebut terlalu samar.

    Yang pasti, Mimpi hanya sekadar mimpi belaka sedang impian adalah sebuah mimpi yang musti diraih. Maka, teruslah menciptakan impian…

    Postingannya menarik nih :sip:

  • luar biasa mas pencerahanya,
    dan buka hanya bisnis=ibadah, namun semua hal yang kita kerjakan dengan niat lurus dan mengharap ridha Allah ituoun insyaAllah ibadah :sip:

  • assalamualaikum.
    subhanallah sekali ya klo qta membayangkan akhlak rasulullah yg diterapkan dlm kehidupan sehari-hari yg salah satunya dlm segi bisnis. kapan ya indonesia bisa bangkit dengan konsep bisnis yg tidaak memisahkan dengan ibadah yg padahal akan memudahkan qta dlam menuju keberhasilan yg hakiki

    1. mungkin salah satu penyebab bangsa kita sulit maju adalah karena kita suka memisah2kan antara urusan agama dengan kehidupan sehari2 non spiritual. PAdahal bisnis aja sekaran arah trendnya spiritual marketing & business. Salam Kenal!

  • Bekerja dengan niat ibadah adalah keniscayaan bagi setiap pribadi beriman. Bukankah Allah berfirman bahwa : Tidaklah AKu ciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Melakukan tindakan apapun dengan motivasi ibadah merupakan ciri Insan Rabbani, yaitu manusia yang hidupnya berorientasi ketuhanan, manusia yang memandang kehidupan yang sebenarnya adalah di hari akhir kelak, manusia yang tidak akan mengorbankan akhirat hanya demi kebahagiaan sesaat. Niat ibadah selalu menyertai setiap tindakan, baik qoblal amal (sebelum berbuat), ‘indal amal (saat berbuat)juga ba’dal amal (setelah berbuat). Tidak jarang awalnya berniat ibadah tapi di tengah perjalanan berubah arah,seringkali niat awal untuk beribadah tapi keikhlasan luntur malah setelah terjadi…

    Salam Sukses, Mas Arif….

  • Rasulullah adalah cerminan disegala bidang, termasuk dalam bisnis, dengan mengikuti jalan yang telah dicontohkan beliau, saya yakin kita tidak akan melenceng jauh dari apa yang telah dicita-citakan

    1. Ya. Di Al-Quran Allah juga sudah menegaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah suri teladan yang baik dan patut untuk kita teladani.

      Terima kasih sudah mampir!

  • super dahsyat…
    solawat untuk nabi Muhammad SAW.

    untuk mas arif, saya pernah dengar nama anda sebelumnya dan sekarang baru tahu klo anda itu super.

    memang benar ya
    pantes saja di al-quran dikatakan bahwa nabi Muhammad adalah contoh tauladan yg baik.

    baik dari sikap kepemimpinan hingga ke bisnis
    dari hal kecil hingga ke besar..
    subhanallah.

    bisnis adalah ibadah jika niatnya ibadah, membantu orang lain…

    salam SUPEr…
    FArhan owner
    http://www.uangsuper.com

    1. wah nama saya pasaran banget yah, hehehe… Yup, kebetulan memang saya dapat buku yang membahas keteladanan Rasulullah Muhammad dari segi bisnis. Jadi bisa memotivasi umat Muslim untuk bangkit dan ngga ragu jadi entrepreneur!

      Terima kasih atas kunjungannya, silahkan baca-baca artikel yang lain!

    1. Ngga mas, pengarangnya saya kurang tahu apa orang Indonesia apa bukan. Yang jelas dia CEO Global International Eco Rescue Ltd, yang berpusat di London, UK, dan Alabama

  • asslm wr wb

    siang mas arif…bagus bgt mas pstingannya..jadi di ingetin nich…

    emang hrus action yang penting mz..nasalah salah tu khan biasa..Jalan terus sambil memperbaiki diri..

    apalagi klo diniatkan sebagai ibadah..apapun yg qta jalani pasti bisa membuahkan hasil.klo nggk dapet di dunia khan bisa di akhirat gtu,,betul nggak mas arif?
    suksess truz ya..

    keep action

  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  • Pingback: Rahasia Bisnis Rasulullah (4) | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
    1. @humaid, ah perasaan lucu deh. Cucok untuk mengungkapkan berbagai ekpresi.

      Saya ngga terlalu suka gambar yg cantik tapi lucu… hehehe…

  • thx emailnya..tulisan Anda insya Allah bermanfaat untuk qt, sayang ada gbr monyetnya jadi bikin jelek… (maaf ya, sy memang newbie, & mungkin hny sy yg kasih kritik ini, boleh dong!). Lebih baik gbr itu dibuang, Insya Allah lbh barokah. Sukses selalu untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.