Pribadi Berkualitas Yang Menjadi Pusat Gravitasi Sosial

Oleh : Arief Maulana

Saya memiliki satu pandangan bahwasanya setidaknya sekali dalam seumur hidup, sebagian besar dari kita pernah merasa tertarik pada satu sosok di sebuah komunitas atau dalam aktivitas sosial tertentu. Kepribadian yang ditampilkan oleh sosok tersebut sedemikian menariknya hingga membuat kita merasa nyaman berada di dekatnya. Apa yang saya bicarakan disini lepas dari permasalahan gender yah. Sosok tersebut bisa pria ataupun wanita.

Tiba-tiba saja muncul sebuah istilah di benak saya yaitu pusat gravitasi sosial. Maknanya ya seperti yang saya utarakan di atas. Karena begitu menariknya kepribadian seseorang, seakan-akan dia menjadi pusat gravitasi yang mampu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Semua mata mungkin tertuju padanya. Timbul rasa ingin mengetahui siapa sih orang ini sebenarnya. Dan ini tidak harus selalu artis, orang biasa juga bisa.

 

Great Personality

Great Personality

Melalui sharing dengan beberapa teman di workshop pengembangan diri yang saya ikuti, saya mendapati bahwa poin utama untuk bisa menjadi pusat gravitasi sosial adalah dengan menjadi pribadi yang menarik. Dan ini bisa terjadi ketika kita memiliki KUALITAS DIRI yang TINGGI. Tentu saja ini hanya bisa didapatkan oleh mereka yang konsisten dalam hal pengembangan diri, mencakup semua aspek baik itu wawasan, cara berpikir, dan juga sikap dalam menjalani kehidupan.

Lha terus? Apa untungnya menjadi pusat gravitasi sosial?

Ketika Anda menjadi pusat gravitasi sosial, maka Anda akan menarik orang-orang berkualitas ke dalam social circle yang Anda miliki. Saya pernah menuliskan pada salah satu artikel di blog ini bahwasanya ketika kita berada dalam lingkungan orang-orang yang memiliki kualitas diri yang baik, maka secara tidak langsung kehidupan kita pun akan bergerak menuju arah yang lebih baik.

Ingat, lingkungan turut mempengaruhi cara berpikir dan bertindak kita. Ketika lingkungan yang ada di sekitar kita baik, pun kita akan berpikir dan bertindak dengan baik pula. Dan kalau ini terjadi, saya percaya akan ada peningkatan kualitas hidup Anda.

Bagaimana caranya?

MEMBANGUN KUALITAS DIRI SETINGGI-TINGGINYA

cuma itu kata kuncinya. Di sesi ini saya akan sharing poin-poin yang saya tangkap, hasil diskusi dengan beberapa teman yang saya nilai cukup sukses membangun kualitas diri dan secara otomatis menjadi pusat gravitasi sosial di lingkungan mereka.

-

1. Cintai Dirimu Sendiri

 

Cintai Dirimu Sendiri

Seberapa sering sih kita mencurahkan perhatian untuk orang lain, terutama untuk orang-orang yang mungkin bisa dibilang spesial di mata kita apapun itu statusnya. Pertanyaannya dibalik, seberapa sering kita melakukan hal yang sama UNTUK DIRI KITA SENDIRI.

Pernah kah kita memberikan reward-reward atas pencapaian keberhasilan sekecil apapun yang sudah kita lakukan. Tidak perlu mahal. Mungkin bisa secangkir kopi yang cukup nikmat di sebuah café. Nikmati suasananya sebagai hadiah dari jerih payah Anda. Atau Anda juga bisa mencoba pijat refleksi sepulang kerja dimana gitu.

“Ah saya sudah melakukan pekerjaan berat hari ini, sebagai hadiah ntar malam saya makan Pizza dengan teman-teman kantor.” Ini salah satu contohnya.

Punya sedikit uang berlebih, daripada ditabung terus menerus tidak masalah kan sesekali digunakan untuk sesuatu hal yang bisa membuat Anda senang. Tapi tetap yah, jangan lupa sisihkan sebagian untuk mereka yang membutuhkan.

Kenapa ini menjadi poin pertama yang penting? Karena ketika Anda bisa menyayangi diri sendiri melebihi rasa sayang pada orang lain, Anda akan lebih bisa MENGHARGAI DIRI SENDIRI. Kalau Anda saja tidak bisa menghargai diri sendiri, bagaimana bisa berharap orang akan menghargai Anda. Pedulilah dengan diri Anda. Jangan menghabiskan waktu Anda seluruhnya hanya untuk menyenangkan orang lain. Make yourself fun!

 

Bercermin

Bercermin

Paling gampang gini deh. Coba Anda bercermin. Seberapa senang Anda dengan sosok yang muncul di cermin itu. Seluruhnya, mulai dari penampilan hingga sikap yang Anda lihat pada sosok di cermin. Kalau Anda sendiri aja ngga suka dengan orang yang ada di cermin itu, bagaimana bisa mengharapkan orang lain suka? Itu konyol.

Kalau hingga saat ini Anda belum juga bisa menyayangi atau mencintai diri Anda lebih daripada Anda menyayangi orang lain, silahkan beli dan baca buku kawan saya, Jed Revolutia, yang berjudul “You Are Likeable”.

Kira-kira, Anda lebih suka mana? Kumpul sama orang yang selalu fun dan menikmati hidupnya, atau dengan orang-orang yang hobi mengeluh sana sini? That’s the point! So, mulai sekarang belajarlah memberikan perhatian lebih untuk diri Anda sendiri. Buat hidup Anda menyenangkan. Kalau Anda sudah merasa fun, otomatis orang lain akan dengan sendirinya mendekat karena mereka ingin merasakan aura bahagia yang Anda pancarkan. Jadilah pribadi yang menarik!

Oke, cukup 1 poin dulu yang saya share. Saya lanjutkan di postingan berikutnya. So, keep stay tune with me. Ciaaaoooo….

Artikel lanjutannya bisa Anda baca di : Pribadi Berkualitas Yang Menjadi Pusat Gravitasi Sosial (2)

89 Responses to Pribadi Berkualitas Yang Menjadi Pusat Gravitasi Sosial

  • Menyenangkan bisa membaca artikel terbaru dari mas Arief ini
    keep update mas :)

    arief maulana Reply:

    @Teenager Talks, yup. I’ll do the best

  • ismail says:

    Mengembangkan kualitas diri memang hal yang wajib dilakukan, dipertahankan serta ditingkatkan oleh setiap manusia.

    Tips yg mas arief share disini yaitu “cintai diri sendiri” memang harus terus membara dalam diri.

    Bagaimana pun tindakan kita jika tidak berdasarkan cinta pada diri maka arah tindakan tersebut tidak akan membawa pada meningkatnya kualitas personality.

    Great article mas, saya tunggu lanjutannya.

    :sip::sip:

  • ismail says:

    waduh, komengku ditelen mas satpam ne mas.. hihihi:hihi:

    arief maulana Reply:

    @Ismail, iya nih. Malah komen yg pendek-pendek yang lolos. Hahaha…

  • ismail says:

    Saya liat akhir2 ini mas arief mulai jarang update ya, knp mas, padahal saya kn tiap hari kunjng kesini.. hehehe

    (kecuali 3 artikel terakhir tuh lumayan update jaraknya)

    keep blogging mas.

    arief maulana Reply:

    @Ismail, update sih saya usahakan mas. Cuma kalau belakangan emang jarang update itu karena ada beberapa hal sebenarnya :

    1. Frekuensi kerjaan offline emang lagi meningkat. Giliran mau nulis udah lelah secara fisik.
    2. Saya lagi fokus dalam transformasi peningkatan kualitas diri, khususnya yang terkait dengan social skills. Efeknya, alih-alih lebih sering berada di depan komputer saya malah lebih sering ke luar untuk bersosialiasi dengan orang-orang baru. Giliran udah pulang, dapet capeknya. Hahaha…

    itu aja sih. Tapi kalau soal update, i’ll do the best.

    Handoko Tantra Reply:

    @arief maulana, Yg penting tetep update mas…biar visitor stabil.:D

    arief maulana Reply:

    @handoko tantra, labil melulu ini mas. LOL

  • dHaNy says:

    Melihat diri sendiri, memberi apresiasi lebih pada pencapaian diri memang hal yang kurang diperhatikan sebagian atau mayoritas orang.. Padahal itu yang seharusnya mendapat perhatian lebih jika ingin selalu maju… Terima kasih inspirasinya mas Arief…

    arief maulana Reply:

    @dhany, yup. Kalau diri sendiri tidak pernah diperhatikan, bagaimana mau maju. Sama seperti bangsa ini. ketika sudah tidak ada yang peduli, ya jangan berharap kita menjadi bangsa yang maju.

  • Bambang Pamungkas says:

    jadilah pusat gravitasi sosial …
    ini frase bagus yang sarat makna. hebat!

    arief maulana Reply:

    @Bambang Pamungkas, thank you

  • mashengky says:

    kaos kuncihost dipake dimana2 nih… very likeable!

    arief maulana Reply:

    @mashengky, LOL. Mana nih, pelanggan setia kok dapet kaosnya :p

  • M. Taufik says:

    mantap mas arief, I always like your article, inspiring!

    arief maulana Reply:

    @M. Taufik, thank you brother…

  • benar banget mas, waktu awal ngeblog saya pengen tau banget, “siapa sih arief maulana ?” ternyata itu toh orangnya, kalau udah tau orangnya dan ternyata biasa aja mungkin saya akan kabur dan cari orang lain. Ternyata orangnya luar biasa, bukan maksud muji wkwkwk… yap begitulah, seperti yang mas arief utarakan di artikel ini. siapkan dan tingkatkan kualitas diri jadi ntar orang yang pengen tau tentang kita itu ga merasa rugi berkenalan dengan kita.. :sip:

    arief maulana Reply:

    @Arief Rizky, eh aku biasa aja kali rief. :p

  • Adhiayu says:

    Wah Bener mas kita harus bisa mencintai diri sendiri dulu, baru bisa berharap orang lain suka ma kita..mungkin sama ya dengan hukum ketertarikan itu ya? saya pernah baca sie meski kadang susah diterapkan. Tapi gini-gini saya kayak “Rejuna” lho..walaupun baru bangun ga cuci muka “jek nu gen bagus” (=masih aja ganteng”..hehehehe..(narsis ga ya?)

    arief maulana Reply:

    @Adhiayu, yup. Makanya kusinggung masalah hukum daya tarik juga di atas. Narsis itu WAJIB. Itu tandanya kita menyukai diri kita. :D

  • mz ris says:

    Dalam Artikel kali ini saya menangkap maksud dari mas arief agar kita bisa menjadi diri kita sendiri dan bangga akan kelebihan yang kita punya,toh walaupun kita merasa belum memiliki kelebihan pada diri kita sendiri itu yang wajib kita cari dan gali lebih dalam lagi,,dan merenung kira 2 kelebihan apa yang kita miliki yang akan membuat orang lain menjadi senang dan bangga kepada kita,.begitukah bunyinya mas arief,..:hihi:

    arief maulana Reply:

    @Mz Riz, semua yg diluar diri kita itu cuma embel-embel. Pusatnya justru ada di dalam diri kita sendiri. Ketika kita mencintai diri kita sendiri, auranya kepancar keluar. Orang melihat itu. Dan disanalah awal dari pusat gravitasi sosial kita.

  • surya says:

    mencintai dan bangga menjadi diri sendiri ….

    always nice share :D

    arief maulana Reply:

    @surya, thank you

  • hafiz says:

    mantab artikelnya nya mas. Itu yang saya rasakan ketika deket sama orang yg pintar, meskipun sedikit tetep ketularan ilmu pinternya. :sip:

    arief maulana Reply:

    @hafiz, yup. Ga pernah rugi kumpul sama orang-orang berkualitas seperti itu.

  • Danu Akbar says:

    Lingkungan memang memberikan impuls yang besar untuk perkembangan pribadi

  • sarif husin Internet marketer says:

    benar mas,, kita sering lupa menghargai prestasii yang tilah kita proleh, dan lebih suka menghargai prestasi orang lain..
    Mari kita belajar mencintai diri sendiri. sebagai contoh jika hari ini dapet uang 100.000, jangan llupa beberapa persennya sisihkan kpada yang membuthkan, itu sebuah sikap mencintai diri sendri.

  • Agus Siswoyo says:

    Yes, I love myself. So saya rajin nge-gym, ke salon, jalan-jalan ke XXI dan memanjakan diri ke tempat-tempat menyenangkan. Hahaha… (Itu sih namanya budaya hebonis)

    Saking cintanya sama diri saya sendiri, sampai-sampai saya masih jomblo sampai detik ini. Hiks!

    Dhian Bastiar Reply:

    @Agus Siswoyo, jangan ngaku gitu dong :ngakak:

    saya mencintai diri saya dengan setiap minggu berenang dilanjutkan makan ketoprak dan terakhir jalan2 ke old city

    arief maulana Reply:

    @Dhian Bastiar, nah ini baru oke… lanjutkan.

    arief maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, aku kira liat konteksnya mas. Hedon klo tiap hari kerjaannya ngabisin duit ga jelas kaya gitu. Tapi klo sebagai bentuk reward atas prestasi diri gpp lha, sekali2 menikmati hidup. Jomblo klo happy ga masalah mas, coba baca ini –> Pria Lajang Berkualitas

  • The Jombang Taste says:

    Seperti lirik lagu dangdut ‘Mabuk Judi’ dari Cucu Cahyati:

    “Bagaimana kau menyanyangiku sedang dirimu tak kau sayang…”

    Jadi, cintailah ploduk-ploduk Indonesia…!
    Alim Markus: detected

    arief maulana Reply:

    @TJT, LOL… yoi masuk itu lagu dangdut

  • Rusa says:

    saya terlewat mencintai diri saya sendiri
    demikian

    arief maulana Reply:

    @Rusa, bagus itu… :D

    The Jombang Taste Reply:

    @Rusa, baru tahu nih ada Rusa Narsis. hahaha…

  • Abis baca artikel ini, gak ada alasan untuk tidak bersemangat menjalani hidup ini..semua nya punya kesempatan yang sama untuk berhasil. Keajaiban hanya datang pada mereka yang mengupayakannya…:sip::sip::sip:

    arief maulana Reply:

    @Andry Sianipar, apalagi ntar artikel kelanjutannya. Udah siap tingga tunggu tanggal publishnya :D

  • good posting…
    bang maul mank bisa aja bkin postingan yg menarik….

    saya akan coba tips nya bang…
    thx…

    arief maulana Reply:

    @Radan, ah masa sih. Biasa aja deh ini postingnya :D

  • ada-akbar.com says:

    Benar,
    paling tidak kita beli hadiah untuk diri kita,misalnya makan yang mahalan dikit diluar daripada dirmah. .hehehe

    Ya harus ada batas2nya. .
    kalau sudah menghargai diri sendiri pasti menghargai orang lain asal kita mau menjadikan orang lain seperti kita..

    Cintailah oranglain seperti mencintai diri sendiri.

    arief maulana Reply:

    @ada akbar, tapi teteup… pertama kali cintai diri sendiri dulu…

  • Pingback: Mengubah Kemarahan Menjadi Sebuah Kedamaian | Catatan Arief Maulana

  • mas-tony says:

    memanjakan diri boleh lah asal tidak bermanja-manja. Toh harus dihargai juga hasil jerih payah yang kita lakukan

    arief maulana Reply:

    @Mas Tony, makanya konteks memanjakan diri ditaruh sebagai bentuk reward atau hadiah atas sesuatu. Jadi ga sampe terlena terus-terusan manja.

  • Edward Rhidwan says:

    Bapak Mario Teguh pernah bilang,, “kalo kualitas karakter diri itu adalah sebuah gunung, maka reputasi adalah bayangan gunung tersebut.”

    Persis seperti yg mas Arief katakan, untuk menjadi pribadi yg menjadi pusat gravitasi (pribadi yg punya reputasi yg baik), tak ada cara lain kecuali memperbaiki dan membangun kualitas karakter yang luar biasa. Semakin tinggi kualitas karakter, maka semakin besar peluang menjadi pribadi yg menarik.

    Nice posting mas Arif. Salam Sukses.

  • Pingback: Racun Social Media Site | Catatan Arief Maulana

  • samson says:

    Makasi artikelnya mas.. Perlu diterapkan neh..

    arief maulana Reply:

    @Samson, aku tunggu yah cerita suksesnya :D

  • Pingback: Single Happy | Catatan Arief Maulana

  • mas arif ini contoh nyata pusar gravitasi sosial, musti banyak-banyak belajar dari mas arif. hehe. :sip:

    arief maulana Reply:

    @Hanif, saya? belum mas. Hahaha… sama-sama masih berupaya ke arah itu.

  • Pingback: Mengembangkan Social Skill | ARIEF MAULANA.com

  • olycolet says:

    wooww stlah mmbaca artikel ini aQ mulai mrasakan perbedaan dlm diri ini ,,thanks brtha,.:)

    arief maulana Reply:

    @olucolet, saya juga senang kok kalau ada yg merasakan manfaat dari tulisan yang ala kadarnya ini :p

  • ahmad abudin says:

    orang yang berbahagia adalah orang yang senantiasa membagi kebahagiaannya kepada orang lain.

    Memang sulit menjadi grafitasi sosial kalau gak PD.

    arief maulana Reply:

    @Ahmad Abudin, yap PD kuncinya. Salah satu cara untuk ngebuzz PD adalah dengan lebih memperhatikan dan mencintai diri kita sendiri. Cintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri. Standarnya? Cinta pada diri sendiri.

  • Pingback: Tips Membentuk Pribadi Yang Menarik dan Berkualitas | ARIEF MAULANA.com

  • ari says:

    tapi bgaimana jika sifat yang kita miliki gag PD dan suka minder????
    giman gan cara memperbaikinya dan mengembangkannya??
    terima kasih
    ari recently posted..Cara Menunjukkan Rasa Cinta dan sayang Kepada PasanganMy Profile

    arief maulana Reply:

    @Ari, saya juga dulu punya penyakit ga PD dan minder. Ada yang bilang, cara terbaik mengatasi ketakutan adalah dengan melakukan apa yang kita takuti. Sama aja dengan minder. Kalau suka ga PD dengan suatu hal, coba lakukan hal tersebut. Ga PD / Minder sebenernya lebih karena kita tidak terbiasa sehingga merasa tidak nyaman. Kalau kita rutinkan dan menjadi biasa, lama-lama ya hilang itu.

    arief maulana Reply:

    @Ari, well, kalau pengen tau resep mantab ngilangin minder, coba main-main ke webnya Hitman System. Syukur-syukur bisa ikutan seminarnya

  • Pingback: Give The Best For My Self | Catatan Arief Maulana

  • reza says:

    terimakasih.
    :)

    arief maulana Reply:

    @Reza, sama-sama

  • Izut says:

    Saya mau tanya mas,
    Di mana letak beda menjadi ‘pusat gravitasi sosial’ dan ‘selalu mengalah’?
    Terima kasih.

    arief maulana Reply:

    @izut, jelas berbeda. Pusat gravitasi sosial yang saya maksud disini adalah menjadi orang no.1 di lingkungan kita. Dan itu bisa terjadi manakala kita memiliki kualitas pribadi yang tidak dimiliki oleh orang lain. Sedangkan selalu mengalah? Itu hanya bagian dari sikap. Selalu mengalah pun tidak selamanya baik. Terkadang kita justru harus mempertahankan argumen dan pendapat kita. Memiliki prinsip yang tidak bisa diganggu gugat. Disanalah orang akan melihat bahwa kita bukan orang biasa yang hanya sekedar “asal anda senang”.

  • Kasmaria says:

    membangun pribadi yang berkualitas benar-benar sulit, begitu tercapai tapi jika bergaul dilingkungan yg minus, maka kualitas itw akn menghilang.

    arief maulana Reply:

    @Kasmaria, itu benar-benar tergantung orangnya. Teman-teman saya, justru di lingkungan yang minus kualitasnya jadi makin kelihatan dan bersinar terang. Tergantung kitanya. Orang berhasil adalah mereka yang bisa mempengaruhi lingkungan, BUKAN DIPENGARUHI oleh lingkungan

  • andy says:

    informasinya sangat bagus mas dan bisa diterapkan nih.thanks

    arief maulana Reply:

    @andy, segera praktek yah
    :sip:
    arief maulana recently posted..Review Buku : Mimpi Sejuta DolarMy Profile

  • askari abrar says:

    setuju banget mas arief..memang harus sperti itu mas, apalagi kita hidup perlu bersosialisasi di smua lingkungan dimana kita berada, sipp lah buat mas arief, saling mengingatkan, terus tebarkan energi positif ya mas..^^ salam

    arief maulana Reply:

    @Askari abrar, salam kenal juga mas.

  • amona ratna says:

    :sip:

  • Pingback: Belajar Pengembangan Diri dan Menjadi Pusat Gravitasi Komunitas Bersama Arief Maulana | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

  • Cintya says:

    Sebelumnya salam kenal, dan postinganny amat sangat bermanfaat ^,^

    Saya sendiri sering dan acapkali memang mendengar istilah *cintai dirimu sendiri sebelum kamu meminta oranglain untuk mencintaimu*….

    Tapi untuk aplikasinya terasa sangat sulit, karena yang cenderung terlihat justru kelemahan diri sendiri >.<

    arief maulana Reply:

    @Cintya, mau tau cara mencintai diri sendiri? berikan kualitas terbaik untuk diri kita sendiri.

    Kalau kita membeli sesuatu, beli yg berkualitas. Atau ketika kita sudah lelah bekerja, berikan reward kepada diri sendiri yang menyenangkan hati.
    arief maulana recently posted..Life SignsMy Profile

  • Cintya says:

    Yupss… mkasih sarannya kak ^,^

  • maksih mas atas tips nya,, bermanfaat dan berguna bagi kehidupan saya,,

  • nice posting, sangat memberikan referensi yang baik
    semangat terus yaa nge blognya
    kalau sempat kunjungi blog saya
    http://merdeka.blog.stisitelkom.ac.id/

    terimakasih

  • parman says:

    thank you mas, I hope someday I have a great personality……

    arief maulana Reply:

    @parman, saya percaya anda bisa. Tinggal anda, percaya pada diri sendiri apa tidak?

  • Ryn says:

    aku suka minder
    dengan orang yang lebih dari aku,tapi aku sering merendahkan orang yang ada dibawah aku,,,
    kalok permasalahan kyk gitu solusinya gmna yw..

    Please..???:hiks::hiks::hiks:

    arief maulana Reply:

    @Ryn, Pertama berhenti merendahkan orang yg ada di bawah Anda. Tetaplah rendah hati dan ramah. Itu saja dulu.

  • rima sarizma says:

    thx… ea.

  • Pingback: Belajar Pengembangan Diri dan Menjadi Pusat Gravitasi Komunitas Bersama Arief Maulana | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

  • nasphie says:

    saya selau tertarik dengan artikel-artikle mas arief..:)

  • sangat bermanfaat sekali, terimakasih infonya
    kamar tidur set mewah recently posted..Tempat Tidur Minimalis VictorianMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 365,632 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip