Oleh : Arief Maulana

Gimana kabar Anda hari ini? Sudah ngaca dan menyukai sosok yang ada di dalam kaca? Kalau belum itu artinya Anda perlu membaca lagi tulisan saya tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Pada blog post kali ini saya akan melanjutkan poin-poin bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri sebagai kelanjutan yang sudah saya tuliskan sebelumnya.

2. Memperluas Wawasan

Anda pernah ketemu dengan orang yang kalau diajak ngobrol apa aja nyambung. Wawasannya luas seakan-akan tahu tentang semua hal. Bahkan ketika Anda memiliki masalah, ada saja solusi yang bisa dia berikan. Nyaman kan kalau kumpul sama orang-orang seperti itu. Kenapa tidak dibalik. Gimana kalau Anda yang jadi sosok menyenangkan itu.

 

Memiliki Wawasan Yang Luas

Perluas wawasan Anda segera! Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk memperluas wawasan. Belajarlah untuk suka membaca. Entah itu membaca buku-buku yang bagus untuk pengembangan karakter dan sikap Anda. Biografi, itu juga bagus untuk belajar bagaimana tokoh-tokoh besar bertindak dan mengambil keputusan ketika masalah datang.

Baca juga lingkungan atau keadaan di sekeliling Anda. Buka mata, telinga, pikiran dan hati. Jadilah manusia yang peka terhadap perubahan! Anda akan menemukan bahwa dunia ini menarik sekali. Ada banyak hal-hal unik di luar sana, yang mungkin selama ini terabaikan oleh kita.

Kembali lagi tentang wawasan, ada banyak keuntungan ketika Anda menjadi sosok yang berwawasan luas. Dengan itu semua Anda akan memiliki banyak stok cerita yang siap didengarkan oleh mereka yang tertarik ke dalam medan gravitasi sosial yang Anda ciptakan. Berceritalah dengan kharisma Anda dan ciptakan medan gravitasi sosial yang lebih besar lagi.

Ingat, kuncinya ada pada wawasan yang luas! Tambah wawasan terus sebisa Anda.

3. Melakukan Aktivitas Baru

Sudah berapa lama Anda bergelut dengan aktivitas yang monoton. Rutinitas yang cuma itu lagi itu lagi. Sehingga kalau diceritakan, perjalanan hidup Anda ngga ada sisi menariknya. Terdengar sinis? Memang. Saya juga sedikit ngga enak pertama kali denger ini, waktu teman saya memberikan materi tentang support system yang erat kaitannya dengan aktivitas baru.

 

Arung Jeram
Arung Jeram

Melakukan aktivitas baru itu menyenangkan sekaligus menambah pengalaman Anda. Tidak perlu menjadi expert disana, cukup sebatas pernah melakukannya dan Anda bisa bercerita banyak dari hal-hal tersebut.

Ambillah sebagai contoh misalnya karaokean. Paling sederhana dan gampang sebenarnya, tapi masih ada juga yang saya yakin belum pernah melakukannya. Kalau memang belum cobalah. Ajak teman-teman kantor yang cukup dekat dengan Anda. Habiskan weekend karaokean bareng. Ngga perlu lama, cukup 1-2 jam saja. Suara jelek? Bodo amat lah. Justru ini bagus untuk menambah kepercayaan diri Anda. Yang penting, fun.

Aktivitas baru juga bisa berarti wawasan baru. Ketika Anda berinteraksi dengan orang lain, Anda bisa bercerita banyak hal. Mulai dari yang sepele hingga yang seru. Darimana bahan ceritanya? Ya dari aktivitas-aktivitas tersebut. Bagikan rasa serunya, senangnya, atau kesan yang Anda tangkap pada orang-orang di sekeliling Anda. Mereka akan merasakan aura positif yang Anda pancarkan. Praktis… Anda akan terlihat sebagai sosok pribadi yang menyenangkan.

Kalau weekend sebisa mungkin jalan-jalan keluar rumah dan cari hal-hal baru yang bisa Anda lakukan!

4. Temui Orang-orang baru dan asah Social Skill

Nah, ini puncaknya. Gimana mau menjadi pusat gravitasi sosial kalau yang Anda kenal cuma itu lagi itu lagi. Segera tambah teman-teman baru. Perluas social circle Anda seluas-luasnya. Lebih bagus lagi, dimana Anda nongkrong ada saja orang-orang disana yang kenal dengan Anda. Itu bakal keren banget.

 

Bertemu Orang Baru
Bertemu Orang Baru

Ngomong-ngomong, poin ini bisa Anda lakukan sekaligus dengan poin ketiga. Semacam sambil menyelam minum air. Sambil nongkrong dimana, coba kenalan sama orang-orang di sekitar situ. Coba amati lingkungan di sekitar Anda dan mulailah dengan itu sebagai bahan pembuka obrolan. Ini pernah saya ulas sedikit di artikel “Memperluas Social Circle (2)”. Silahkan dibaca kembali.

Menemui orang-orang baru juga bisa Anda gunakan sebagai ajang untuk mengasah social skill, khususnya ilmu komunikasi Anda. Mereka yang jago ngomong, ngga langsung bisa begitu dari lahir. Justru mereka pandai karena sering berkomunikasi dengan banyak orang baru. Akhirnya jadi semacam mekanisme yang berjalan otomatis ketika berinteraksi dengan orang baru.

Menemui orang baru juga bisa berarti jadi ajang saling bertukar cerita dan pengalaman. Bahkan aktivitas berkenalan dengan orang baru itu sendiri bisa Anda jadikan cerita ketika nanti berinteraksi dengan orang baru yang lain lagi. Ini saya alami sendiri.

Saya berkenalan dengan teman-teman yang berprofesi sebagai intel kepolisian Cilegon. Yang namanya intel, jarang toh buka identitas apalagi profesinya. So, ketika saya kontak dengan mereka ini menjadi pengalaman yang unik. Dan saya bisa menggunakan cerita perkenalan saya dengan teman-teman intel ini ke orang-orang baru laennya (tanpa mengungkap identitas asli si Intel). Asyik kan.

Orang-orang baru = relasi baru. Siapa tahu setelah Anda explorasi mereka lebih dalam interaksi yang mengasyikkan dan membuat mereka tertarik pada pribadi Anda, ada kerjasama special yang bisa Anda bangun apapun itu bentuknya. Who knows.

Yap, sampai disini dulu artikel berserinya tentang beberapa cara sederhana membangun pribadi berkualitas dan mampu menjadi pusat gravitasi sosial. Sebenarnya ada satu poin lagi. Tapi akan saya tulis secara terpisah. Begitu juga dengan social skill. Nanti saya buatkan artikel sederhananya juga. Yang jelas semua sudah ada benang merahnya. See you later…

Pribadi Berkualitas Yang Menjadi Pusat Gravitasi Sosial (2)
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

50 thoughts on “Pribadi Berkualitas Yang Menjadi Pusat Gravitasi Sosial (2)

  • Saya senang melakukan social skill ini dengan orang2 besar seperti ilmuwan ataupun dosen2 saya. Dari situ saya banyak belajar tentang perjuangan mereka menggali ilmu dari tidak tahu apa2 hingga menjadi doktor bahkan professor. Ternyata ini berimbas juga pada semangat saya mas.

    NIce articles :sip::sip:

    1. @ismail, kalau saya tidak membatasi segmen mas. Sama siapapun. Karena terkadang mereka yg kita anggap levelnya lebih rendah suka punya cerita-cerita pengalaman hidup yang mengejutkan.

  • Wah…sekarang bahasannya banyak masalah motivasi social networking nih….memang perlu jaman sekarang ini aktif di social network asal tidak berlebihan dan sesuai kepentingan tentunya.:)

    1. @Handoko Tantra, justru ini sengaja saya lakukan untuk mengimbangi racun dari soc.networking site. Situs-situs itu membuat kita malas untuk keluar dan membangun hubungan yang sebenarnya. Membuat social skill kita menjadi lumpuh, dan ga bisa berkomunikasi dengan baik.

  • Salah satu faktor penghambatnya, weekend pun tidak bisa dioptimalkan dengan baik ketika terikat kerjaan. Bahkan sampai hari Minggu aza LEMBUR teruuus… :melet:

  • Saya masih kesusahan , menerapkan semua teori diatas , untuk bersosial perlu waktu , masalahnya waktu saya hampir habis buat di jalan sama kerjaan doang ..:hiks::hiks:

    ada yang bisa bantu

      1. @arief maulana, good news mas , saya coba tipsnya sama sopir angkot waktu lagi neduh kehujanan , weh ternyata saya bisa juga , harus dilatih terus neh , makasih sharenya

  • emmm…kayaknya aq dah tau ni materinya sapa.tapi sayang aq lom ikut workshopnya.tp bagus bro km dah mau berbagi ma sesama.lanjutkan

    1. @Tian, yap persis seperti yg elo bayangkan sob. Ikutan aja workshopnya. Yang bakal elo dapetin jauh di atas nilai investasinya. Materi yg gue share disini dangkal sangat. Kedalaman sesungguhnya ya disana. Hihihi…

  • untuk saat ini saya susah rasanya mengembangkan yg point 3 dan 4, tidak seperti semasa kuliah dulu. jarang ada waktu.., tetapi apa yg mas arif sampaikan kalau bisa kita lakukan insyaallah kita bs menjadi pribadi yg berkualitas

  • pengalaman baru saya adalah mencoba jalur kendaraan umum dan tersesat tiap hari

    Namanya baru pindah dan kerja di Jakarta. kemana2 sendiri gak ada yang nganterin, modal nekat, berangkat dan tersesat. Dari awal interview sampai sekarang sama saja. Jakarta terlalu luas untuk dimengerti :puyeng::puyeng:

  • saya sebenarnya termasuk org yang suka hal-hal baru(karena orangnya bosenan). Kemana2 tdk tergantung org lain. Kalau pengin ya lakukan sendiri. Cuma, jujur saya belum menggunakan hal tersebut utk memperluar wawasan yang akan meningkatkan kualitas. So,makasih buat bung arif. Tulisannya membuat saya semangat.

  • dan sekarang pribadi berkualitas tak menjadi pusat gravitasi sosial. contohnya pemerintah. tak mampu menjadi pusat gravitasi perubahan sosial, malah mengobok2 perubahan2 kebaikan sosial itu

  • mas.terkadang aku rasa kurang yakin,padahal aku tekan keyakinan bahwa aku bisa,apa kira kira bisa itu menjadi satu kakuata yang berarti dan merubah kelemahan keyakinan

    1. @Ezzat, pertanyaannya sampai kapan mau seperti itu terus? Kalau tidak dilatih ya ngga akan pernah bisa. Aku dulu juga seperti itu. Sampai akhirnya ketika ikutan MLM “dipaksa” harus kenalan sama orang-orang baru :)

  • Terkadang dalam berinteraksi sosial, konflik tidak bisa terhindarkan. bagaimana manajemen konflik yg baik menurut mas arief?walaupun menurut saya sudah tidak ada ganjalan dan saya pun sudah berusaha minta maaf, tapi kelihatannya tidak mau memaafkan, dan cenderung membenci.thanks..

    1. @iphoel, ga usah terlalu dipikirkan mas. Yang penting sikap. Mas usah mau meminta maaf (meski tidak dimaafkan) itu sudah menunjukkan i’tikad baik. Kalau memang ybs tidak mau memaafkan ya sudah. Yang penting sikap kita ke dia tetap baik. Fokus saja pada orang-orang di sekeliling mas yang lebih mau menghargai. Biarkan ybs tadi melihat lewat orang lain. Ntar juga sadar-sadar sendiri.

      Andaikata ybs ga sadar juga, ya buat apa capek-capek dipikirin. mending fokus pada apa yang bisa membantu kita menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Yang sumpek dia, yang ga suka dia, kok kita jadi yang repot :)

      Semoga menjawab pertanyaannya :)

  • mas mau tanya,, saya masih karyawan baru di sebuah perusahaan swasta,, sikap karyawan yang lama terhadap saya sebagian ada yang selalu ketus kalo berbicara,, pedahal ke karyawan yang lain sikap nya biasa2 ajja,, pedahal saya ga punya salah sama dia,, saya jadi ga betah pengen keluar aja rasanya,,
    ada solusi ga mas untuk masalah saya ?

  • Dear sir,arif maulana
    ya betul sekali jadilah pribadi yang pantas dan bernilai dan pribadi yang berkualitas definisinya nambah wawasan,tambah relasi,,intinya
    siapakah teman anda tunjukan masa depan anda sepakat!! carilah hal2 baru dan relasi2 baru.social skill and comunication skill allright!!

  • Ngmong2 soal mlkkn kmnikasi di sosial media,makin kesini klo d prhtiin,itu yg di update hal2 yang gk ngsh wwsan bukan trllu pribadi yg d update trllu intim lah dll.lalu klo sy jlin hub sosial di sosmed sy g ngrs ccok kbnykan mlh mnta ktmuan atau obrolan2 yg g jlas,udh sy g knal di tambah awal knal udh g enak diajak ngbrll,kan jd mles.yg kita bthkan itu sprti yg di tulis di artikel ini orgy nymbung tau bnyk hal dan tdk trksan trllu welcome,untk welcpme sm org kan btun wktu
    jadiii baiky gmna tuh.

  • Nah itu mas Arief,yg susah tuh nemuin orang yg gtu,diajak ngbrol sllu nymbung,tau bnyk hal,bs ksh slusi,bs ngbuka wwsan buat sya,intiy brwwsan unik bgt orgy.suusah mas.jd slain itu hrs gmnaaa ? Untuk ngkrong2 klo untuk prmpuan imagey kan gak baik wlopun tjuan kita itu murni untuk brssialisasi,kdg pndngan org kan lain.jalin komnksi d sosmed,org2y n bhsny tu g ngbuka pkiran,yg ada jd mles.

    1. @ernacayaniyuki, pandangan orang lain? Orang lain ini siapa? Ya masa perempuan kudu kuper dan di rumah saja. Justru di era yang semakin modern, tidak ada masalah toh perempuan nongkrong. Memangnya nongkrong mesti di diskotik? Tentu tidak. Nongkrong di tempat makan, cafe, coffee shop, bisa juga kan? ;)

      Ga usah terlalu peduli apa kata orang. Karena faktanya orang ga sepeduli itu dengan kita.
      arief maulana recently posted..Selingkuh, Iseng-Iseng “Berhadiah”My Profile

  • Saya seorang pekerja frelince ,kerja di rumah aja jadi banyak banget waktu luang yang terbuang pengen punya waaasan baru ,sesuatu yang baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.