Oleh : Arief Maulana

Cempaka
Cempaka

Saya mengenal Cempaka pertama kali lewat twitter. Gadis ini memiliki akun twitter @cempaka_nie (silahkan kalau mau follow). Dia duluan yang follow saya. Awalnya sih saya kira cuma abg iseng aja, cuma gara-gara akun twitternya ada “_nie”. Dapet pelajaran juga akhirnya, “Don’t judge the girl from the twitter ID.

Sebagaimana follower yang lain, biasanya sih ga terlalu saya gubris. Masalahnya, saya kan ngga follow balik jadi ngga tau yang bersangkutan ngetwit apa. Dan memang prinsip saya ngga asal follow aja. Seperti kata mbak Nita Sellya, “Follow yang penting, jangan yang penting follow”.

Seiring berjalannya waktu, si Tante (panggilan saya ke cempaka, padahal usianya 4 tahun lebih muda dari saya) lumayan sering juga merespon twit-twit saya di timeline. Berawal dari twit bernada protes gara-gara ngga diajak gathering blogger di Royal Plaza tempo hari. Dari situ mulai intens berbalas reply atau cuma sekedar iseng-iseng nanggepin twit masing-masing. Termasuk mas Agus Siswoyo juga sih, hahaha… tapi kayanya duluan Mas Agus intensnya. Kadang juga saya chat langsung via blackberry messenger.

Karena merasa orangnya asik, akhirnya saya follow balik. Tujuannya cuma pengen ngisengin twit-twitnya. Dan dari sana penelusuran saya lakukan. Apalagi si tante nih, sering juga koment di blog saya sampai masuk jajaran elit special thanx. Berasa ngga enak kalau ngga blogwalking ke blognya.

Kesan pertama sampai di blognya, oke. Girly banget lah. Sampai baca artikelnya baru saya sedikit tersentak. Saya kaget ketika pertama kali tahu, Cempaka ternyata ODAPUS (orang dengan lupus). Buat yang belum tahu lupus, itu nama salah satu penyakit kronis yang sampai saat ini belum diketahui apa penyebabnya. Bahasa medisnya dsb bisa tanya langsung ke Cempaka. Kalau bahasa gampangnya, kekebalan tubuh kita yang ibarat satpam bukannya menjaga toko malah ikutan ngerusak toko yang dia jaga, kalau perlu dibakar dan merugikan pemilik toko.

Saya salut pada ketegaran Cempaka dalam menghadapi problematika lupus ini. Karena jujur saya, sulit membayangkan akan seperti apa andai saya sendiri yang mengidapnya. Cempaka adalah satu dari sedikit orang yang bisa tegar dalam menerima dan memilih jalan untuk tidak menyerah. Bahkan dengan ketidakberdayaannya saat ini, dia malah memilih untuk menginspirasi para ODAPUS lainnya. For me, She is a real motivator. Apalagi mengingat usianya yang masih sangat muda, walau sekali lagi sering saya panggil tante hanya untuk sekedar ngusilin aja.

Saya lantas teringat kisah Nicolo Paganini dengan 1 dawai yang pernah ditulis pada artikel “Fokus Pada Solusi, Bukan Masalah”. Anda bisa baca. Ada 1 lagi artikel yang sejenis, yaitu “Bagaimana Menyikapi Masalah Dalam Hidup Kita”. Cempaka adalah model ideal yang bisa kita contoh, terutama bagaimana dia bersikap terhadap masalah besar yang dihadapinya di usia yang masih sangat muda. Semoga kita bisa banyak belajar darinya.

QUOTE :

Lupus memang telah menggorogoti ragaku,  tetapi Lupus tak akan pernah MENGHANCURKAN perjuangan dan  menyurutkan langkahku.

Walau sekarang bukan lagi target yang menjadi prioritasku, setidaknya aku masih punya segenggam impian, dan aku berharap semoga aku bisa menjadi pribadi yang terus mengejar mimpi tapi tetap punya hati.

(Cempaka – www.Cempaka.info)

Salam Sukses,
arief maulana
space

Pelajaran Hidup Dari Cempaka
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

130 thoughts on “Pelajaran Hidup Dari Cempaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.