Pencapaian Selama Tahun 2011

Oleh : Arief Maulana

Resolusi Akhir Tahun

Resolusi Akhir Tahun

Akhir tahun. Biasanya salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh banyak orang adalah membuat resolusi tahun berikutnya. Perubahan apa saja yang ingin dilakukan, goal-goal apa yang ingin dicapai, dan sebagainya. Mungkin juga termasuk Anda, pembaca blog ini.

Bagaimana resolusi Anda tahun 2010 dulu? Apakah semua tercapai di tahun 2011 ini? Ataukah sama seperti tahun-tahun sebelumnya, menjadi sebuah deretan tulisan tanpa makna, tulisan yang berlalu dan terus menjadi tulisan dari tahun ke tahun.

Well, daripada berusaha keras membuat resolusi yang berhasil tapi tidak dilaksanakan mendingan membuat resolusi akhir tahun yang pasti GAGAL. Kebetulan teman saya, Coach Tjia Irawan sudah menuliskannya dalam satu artikel tentang “Cara Sukses Membuat Resolusi Akhir Tahun Yang Pasti GAGAL”. Saya serius loh ini.

Tulisan kali ini saya memang tidak tujukan untuk berbagi soal tips-tips membuat resolusi akhir tahun. Saya hanya ingin sharing apa saja pencapaian saya selama tahun 2011 ini.

Tidak semua resolusi akhir tahun yang saya buat tercapai. Tapi tidak ada satupun goal yang tercapai, tanpa saya pernah menuliskan atau memimpikannya terlebih dahulu.

Anda percaya the power of dream? Saya PERCAYA!  Read more »

4 Kunci Keberhasilan Hidup

Oleh : Arief Maulana

Waktu Subuh

Waktu Subuh

Tidak seperti biasanya, pagi ini saya menghabiskan waktu di rumah. Yap, saya sedang berada di Sidoarjo. Kebetulan weekend dan cuti bersama saya habiskan untuk liburan ke rumah, mumpung ada kesempatan sebelum nanti rotasi domisili pekerjaan dimulai.

Ba’da subuh, ibu bercerita banyak tentang kehidupan keluarga pasca pensiunnya ayah sejak pertengahan Bulan Mei ini. Ibu bercerita dengan tenangnya bagaimana mereka berdua menghabiskan masa pensiun dengan sangat tenang. Setelah berbagai gelombang pasang surut kehidupan yang menguras pikiran, emosi, melelahkan fisik dan batin.

Ada ketenangan dan keberkahan yang tidak terbayar dengan harta berlimpah. Beberapa hal yang ibu syukuri antara lain, mulusnya “landing” ayah dari pekerjaan di kantornya. Tahu sendiri kan, saat ini banyak pejabat yang pasca pensiun masih diubek-ubek terkait masalah dan kasus di kantornya ketika mereka menjabat. Alhamdulillah ayah tidak. Semua masalah persis selesai tepat pada waktunya.

Ibu juga bersyukur di masa pensiun, hampir tidak ada sama sekali tekanan ekonomi yang berarti. Saya sendiri sudah bekerja dan lepas sepenuhnya dari tanggungan ortu. Adik saya yang masih kuliah sudah mendapatkan beasiswa penuh beserta living costnya dari Depag, disamping dia sudah mulai berbisnis sendiri. Sedangkan adik saya yang baru lulus kuliah walaupun masih mencari pekerjaan, namun masih cukup tercover dari pensiunan ayah.

Selain itu, beberapa cita-cita kedua orang tua sudah tercapai. Mulai dari naik haji, umrah kedua di masa pensiun, renovasi rumah, dan mengganti mobil keluarga yang lebih nyaman dengan tahun pembuatan yang baru serta pajak tahunan yang murah di akhir masa pensiun juga tercapai.

Selain itu tidak ada beban hutang yang mesti dibayar. Semua cicilan sudah lunas tepat pada waktunya. Dan itu masih menyisakan dana tabungan yang lebih dari cukup untuk jangka waktu yang lama dengan investasi logam mulia, yang akan menjaga nilainya dari inflasi ekonomi.  Read more »

Seberapa Sering Kita Bersyukur ?

Oleh : Arief Maulana

beryukur
beryukur

Kemarin, seharusnya saya ada janji bertemu dengan seorang teman di Plaza Arion. Namun, karena ada sesuatu hal akhirnya kami terpaksa membatalkan pertemuan itu. Praktis daripada tidak jelas di kost, usai menghabiskan buku Mimpi Sejuta Dolar paginya, saya pun bergerak ke Mall Artha Gading untuk Makan siang disana, sekalian buka “Cek dan Analisis Komposisi Tubuh Gratis”. Tentunya sekalian online juga. Sayang kan wifinya kenceng sampai 1MBps kalau tidak dimanfaatkan.

Saya stay di foodcourt sampai kira-kira jam 4 sore. Melanjutkan jalan-jalan ke ACE Hardware dan Swalayannya, baru kemudian sekitar jam 5 sore pulang. Transportasi? Saya pilih merakyat saja lah, naik angkot 30A. Tidak naik bis transjakarta karena memang untuk koridor ke Tg.Priok bisnya terbilang jarang dan lama pula.

Di angkot, saya duduk di bangku kayu kecil, yang diletakkan di pintu keluar. Penumpang sudah penuh, saya yang terakhir naik jadi angkot tidak perlu ngetem-ngetem lagi. Entah, sore itu rasanya enak banget. Semacam ada perasaan damai dan tenang. Saya benar-benar merasa bisa menikmati hidup. Tanpa beban, walau masalah tentu saja masih ada. Namanya hidup tentu akan terus berkutat dengan masalah.

Read more »

Review Buku : Mimpi Sejuta Dolar

Oleh : Arief Maulana

Mimpi Sejuta Dolar

Mimpi Sejuta Dolar

Satu orang yang harus saya haturkan banyak terima kasih adalah Mashengky. Kalau bukan karena dia yang mengirimkan buku ini kepada saya, mungkin sampai saat ini saya hanya mengganggap buku “Mimpi Sejuta Dolar” sebagai sebuah salah satu novel karangan Alberthiene Endah.

Gaung ramenya buku ini sebenarnya sudah saya rasakan di twitterland, tempat saya aktif bersocial networking site (ayo yang belum follow saya, silahkan follow di @ariefmw). Seperti selalu saya gaungkan, twitter adalah tempat dimana informasi mengalir deras dan cepat.

Lantaran mbak AE sering menulis novel, ya saya kira buku ini hanya salah satu dari sekian novel yang ditulis olehnya. Maklumlah, belakangan saya agak selektif memilih bacaan. Karena waktu luang yang tidak banyak, saya lebih memilih membaca buku-buku positif (motivasi, pengembangan diri, biografi) daripada sekedar novel ataupun cerita-cerita fiksi, sebagai bagian dari upaya saya untuk terus mengembangkan kualitas diri.

Read more »

Mudah Karena Biasa dan Terasah

Oleh : Arief Maulana

Mall Artha Gading

Mall Artha Gading

Pada suatu hari saya menghabiskan waktu jalan-jalan dengan seorang teman. Sekedar menghabiskan waktu di akhir pekan, karena kebetulan saya tidak ada janji bertemu dengan siapapun di kala itu. Lokasi? Biasalah, Mall Artha Gading. Mall yang tidak terlalu ramai, cenderung sepi malah. Namun justru karena itulah jadi enak buat ngobrol dan sharing.

Teman saya ini, kalau dilihat secara sekilas penampilannya biasa saja. Casual. Tidak banyak yang tahu siapa dia. Tapi putaran omzet penjualannya bisa mencapai ratusan juta setiap bulannya. Net incomenya kurang lebih sekitar 30-40 jutaan setiap bulannya. Bukan sekedar mengada-ada, tapi memang pernah ditunjukkan ke saya langsung bukti transferan pendapatannya. Semua berawal dari memulai usaha berdua dengan istrinya, hingga kini sistem bisnis mereka berjalan dan kerjaan tidak seberat di awal memulai bisnis dulu.

*Enak kayanya ya, kalau punya istri yang suka bisnis. Semacam satu pemikiran. Entah nanti membuka bisnis apa, yang penting jalanin berdua* (intermezo)

Read more »

WordPress Theme Design