Oleh : Arief Maulana
Hari ini saya dan Mas Agus Siswoyo mengikuti Pelatihan “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat III” yang diselenggarakan di Magnet Zone, Surabaya. Awalnya yang tau duluan malah Mas Agus dan dia memberitahu saya. Melihat posternya saya langsung daftar dengan alasan pertama dapat diskon 100 ribu (harga aslinya Rp.250.000), kedua saya memang ingin ikut pelatihan tersebut untuk mengupgrade kapasitas dan kemampuan menulis saya.
Pelatihan dibagi menjadi 3 sesi utama :
- Sesi Pertama : Mas Epri Tsaqib – Kiat Menulis Bebas
- Sesi Kedua : Mas Jonru – Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat
- Sesi Ketiga : Sharing (diisi oleh Mas Jonru dan Mas Epri sekaligus)
SESI PERTAMA
Sesi pertama, dibuka dengan menanamkan kepada peserta bahwasanya setiap orang pada dasarnya bisa menjadi penulis apapun jenis tulisannya (fiksi / non fiksi). Kemudian dilanjutkan dengan beberapa kiat untuk bisa menulis bebas.
Read more »
Oleh : Arief Maulana
Kalau posting sebelumnya saya khususkan untuk sharing pengalaman menggunakan Mulxim, maka kali ini saya share apa itu autoresponder. Kebalik sih sebenarnya. Mestinya ini keluar lebih dulu baru artikel itu. Tapi ngga apa-apa. Ngga ada yang ngelarang juga hehehe…
Saya tidak akan mendefinisikan autoresponder secara bahasa, tapi lebih kepada fungsinya.
Autoresponder adalah tools / software yang berfungsi untuk mengirimkan email baik itu yang sifatnya otomatis (follow up mail) ataupun yang sifatnya pemberitahuan secara tiba-tiba tanpa direncanakan (broadcast mail), dimana email tersebut dikirimkan kepada orang-orang yang mendaftarkan diri untuk menerima newsletter.
Anda bisa pegang kata-kata yang saya tebalkan untuk memahami. Read more »
Oleh : Arief Maulana

- Mulxim Autoresponder
Posting kali ini saya khususkan untuk sharing pengalaman bersama Mulxim, autoresponder yang sudah saya gunakan hampir 1 tahun ini menggantikan autoresponder yang lama (Indoresponder). Yah, kebetulan ada program sharing pengalaman menggunakan Mulxim, dimana hadiahnya tambahan 2 bulan gratis langganan Mulxim.
Pergantian autoresponder ini saya lakukan dikarenakan Indoresponder pada waktu itu bangkrut. Alasan pihak pengelolanya adalah besarnya biaya operasional yang tidak tercover dari pemasukan para pengguna jasa. Dengan demikian jika tidak ada yang mendanai, maka ditutup dalam beberapa waktu ke depan. Untunglah saat itu list subscriber bisa diexport.
Maka praktis sejak saat itu saya langsung mencari alternatif autoresponder, terutama yang bisa import list subscriber. Beberapa teman saya “investigasi” demi mendapatkan rekomendasi autoresponder. Kebanyakan sih merekomendasikan autoresponder yang dikelola oleh orang-orang luar negeri alias asing. Tapi satu teman yang kebetulan saya percaya merekomendasikan autoresponder Indonesia, yaitu Mulxim.
Read more »
Oleh : Arief Maulana

- Kepercayaan Dalam Bisnis
Banyak hal yang membuat bisnis internet atau bisnis online tidak bisa langsung membuahkan hasil. Terutama untuk temen-temen yang baru memulai. Salah satunya adalah kepercayaan. Walaupun trend ke arah e-commerce business kian membaik tetap saja jumlah yang tidak baik masih terlalu banyak. Ini jelas mempengaruhi kepercayaan para calon customer. Semacam ada keraguan untuk melakukan transaksi online apapun itu bentuknya.
Membangun kepercayaan memang gampang-gampang susah. Gampang karena caranya sederhana, susah karena biasanya tidak bisa langsung instan. Tapi kalau kepercayaan sudah dipegang, Insya Allah ke depan lebih mudah.
Sebagai contoh : katakanlah ada 2 orang menjual produk serupa. Tentu yang kita pilih adalah orang yang kita percaya, betul? Sama juga kenapa saya memilih Kunci Host untuk hosting web ini, tidak lain karena saya percaya kepada founder dan tim support yang bergerak di belakangnya. Maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menumbuhkan kepercayaan di mata konsumen Indonesia, khususnya untuk kita yang bergerak di bisnis internet? Read more »
Oleh : Arief Maulana

Cempaka
Saya mengenal Cempaka pertama kali lewat twitter. Gadis ini memiliki akun twitter @cempaka_nie (silahkan kalau mau follow). Dia duluan yang follow saya. Awalnya sih saya kira cuma abg iseng aja, cuma gara-gara akun twitternya ada “_nie”. Dapet pelajaran juga akhirnya, “Don’t judge the girl from the twitter ID.”
Sebagaimana follower yang lain, biasanya sih ga terlalu saya gubris. Masalahnya, saya kan ngga follow balik jadi ngga tau yang bersangkutan ngetwit apa. Dan memang prinsip saya ngga asal follow aja. Seperti kata mbak Nita Sellya, “Follow yang penting, jangan yang penting follow”.
Seiring berjalannya waktu, si Tante (panggilan saya ke cempaka, padahal usianya 4 tahun lebih muda dari saya) lumayan sering juga merespon twit-twit saya di timeline. Berawal dari twit bernada protes gara-gara ngga diajak gathering blogger di Royal Plaza tempo hari. Dari situ mulai intens berbalas reply atau cuma sekedar iseng-iseng nanggepin twit masing-masing. Termasuk mas Agus Siswoyo juga sih, hahaha… tapi kayanya duluan Mas Agus intensnya. Kadang juga saya chat langsung via blackberry messenger.
Read more »