Oleh : Arief Maulana

Ngga kerasa, udah setahun berlalu. Kayanya baru kemarin ngerayain HUT RI yang ke -63, sekarang udah masuk-64. Ngga banyak yang berubah. Semua masih seperti yang dulu. Dan saya pun masih turut merenungi nasib bangsa ini.

Saya teringat sebuah ulasan menarik yang membahas masalah kemerdekaan bangsa kita 64 tahun yang lalu. Kemerdekaan kita sungguh benar-benar karena rahmat Allah. Coba saja Anda bayangkan, bagaimana bisa kita memenangkan perang kemerdekaan melawan penjajah yang notabene ngga berimbang banget. Senjata mesin vs bambu runcing. Ada senjata pun pas-pasan. Kalau bukan karena Allah sebagai penolong, mustahil kemenangan dan kemerdekaan itu bisa diraih.

Apalagi setelah saya membaca biografi salah satu pejuang kemerdekaan yang sangat saya kagumi, Jenderal Soedirman. Saya sudah membaca hingga yang ketiga kalinya. Entah kenapa tidak ada rasa bosan membacanya. Seakan-akan visualisasi perang kemerdekaan, khususnya perang gerilya tersebut, tergambar dengan jelas. Apalagi penulisnya benar-benar bisa membawa kita hingga hanyut dalam untaian kisah perjoeangan tersebut.

Maka sudah sepatutnya kita benar-benar mensyukuri kemerdekaan tersebut. Bersyukur kepada Allah hingga karena kita bisa hidup tidak lagi di zaman peperangan fisik seperti dulu, dan berterima kasih kepada para Pedjoeang yang telah mengorbankan segalanya demi kehidupan kita saat ini.

Wujud syukur tentu tidak hanya sekedar ucapan ataupun upacara perayaan 17-an semata, melainkan dengan tindakan nyata mengisi kemerdekaan. Tindakan positif yang konstruktif, bukan destruktif. Cuma kalau kita liat sekarang malah banyak destruktifnya. Mulai dari terorisme berdalih agama, kerusakan moral dan agama kaum muda dan kaum tua, dll.

Jadi apa yang harus dilakukan? MULAILAH DARI DIRI SENDIRI.

Tentu kita tidak bisa begitu saja mengubah Indonesia yang saat ini bobrok menjadi lebih baik semudah membalikkan telapak tangan. Sulit mengubah dunia. Yang jauh lebih mudah adalah mengubah diri sendiri menjadi lebih baik lagi. Selanjutnya, biarlah perubahan diri tersebut mempengaruhi lingkungan kita hingga lingkungan pun menjadi lebih baik lagi, dst hingga sampai di tahap Indonesia yang lebih baik lagi.

Bersikaplah profesional di setiap bidang pekerjaan yang kita tekuni saat ini. Jika Anda blogger, maka jadilah blogger profesional yang tidak hanya bisa mencari duit tapi juga membagikan hal bermanfaat kepada para pengunjung setia blog Anda. Apapun pekerjaan kita, hargai dan kerjakan dengan profesional.

Perbaiki dan juga tingkatkan sisi spiritual kita. Karena itulah yang akan menjadi pagar pembatas di setiap perbuatan yang kita lakukan. Ingat selalu hukum sebab akibat. Segala perbuatan tidak baik yang kita lakukan pasti ada balasannya. Mungkin tidak langsung tapi numpuk efek multidimensi di kemudian hari.

Yang pasti mari mulai membangun bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Mari lanjutkan perdjoeangan para pahlawan dari diri kita masing-masing. Mari menjadi pahlawan-pahlawan baru. Setidaknya pahlawan bagi keluarga kita masing-masing.

Kalau memang apa yang kita upayakan tidak bisa kita nikmati saat ini, maka biarlah itu menjadi pengorbanan kita untuk anak cucu kita kelak, sebagaimana pengorbanan para pedjoeang kemerdekaan dulu untuk kehidupan kita yang lebih baik.

Dan wahai kaum muda, kita adalah tunas harapan bangsa. Maka tumbuhlah menjadi “pohon” yang mendatangkan banyak manfaat. Apapun upaya dan tindakan kita, selama itu bisa memberikan satu kontribusi positif bagi bangsa ini why not… Tumbuhkan kembali nasionalisme kita yang mulai pudar. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan peduli dengan Indonesia ini.

Sebagai penutup, saya sajikan untuk kita semua sebuah lagu yang selalu membuat saya menitikkan air mata. Lagu yang begitu menyentuh dan sedikit mengiris hati bila melihat kondisi dan keadaan bangsa Indonesia saat ini.

MERDEKA…. !

Indonesia Pusaka by Ismail Marzuki

Salam Sukses,
Photobucket
space

Oh Indonesiaku
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

43 thoughts on “Oh Indonesiaku

  • Saya juga tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan kita sekarang jika kemerdekaan belum bisa diraih oleh para pedjoeang bangsa ini dahulu. Sebagai perenungan mungkin kita bisa menyaksikan di TV betapa susah dan menderitanya rakyat yang dijajah seperti irak, palestina, dan afganistan. Bagaimana jika itu masih menimpa bangsa ini?:benjol::jedug:

    Saatnya kita mengisi kemerdekaan bangsa dan negara ini dengan bekerja sebaik-baiknya. Imbauan yang sangat baik Mas Arief. Mungkin hanya ini yang bisa kita persembahkan kepada pedjoeang yang telah mendahului kita selain tentunya do’a agar arwah mereka diterima di sisinya. Amin…

  • Merdeka!!! Met ngrayain HUT RI ke-64 mas…

    Sayangnya barusan tadi lihat acara dialog di salah satu stasiun TV kok ternyata beritanya bikin hati saya trenyuh…itu lho Sidang dewan kok lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya…piye iku…??? Payah nih..:wadew::weks::waaa:

    1. @Handoko Tantra, yah… dewan sekarang kan sekedar dewan-dewannan mas. Jangan berharap terlalu banyak deh.

      Lha wong yang diwakili bukan aspirasi rakyat tapi aspirasi partai dan aspirasi “perutnya” sendiri.

  • Dirgahayu Indonesia Raya…….
    Semoga dihari kemerdekaan ini, menjadi moment penting bagi seluruh bangsa Indonesia untuk lebih berkarya bagi bangsa yang bisa mengharumkan Indonesia dimata dunia.

  • :sip::sip:mimpi Indonesia lebih baik, seharusnya harus dimulai dai mimpi dir sendiri menjadi lebih baik. Dari diri sendiri, muali dengan yang mudah. Tidak suka dengan sampah yang berserakan, jangan salahkan cleaning service, mulai dari diri sendiri, apakah kita sudah membuang sampah pada tempatnya? dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama….Sukses Mas:sip:

  • halo mas arief met pagi…maaf saya belum sempat baca semuanya,saking kangennya jadi saya langsung komentar saja,haha…salam merdeka mas,alhamdulillah pas 17an pas bisa internetan lagi,maka yang dibuka pun langsung punyanya mas arief.
    merdeka…merdeka…merdeka

  • :sip::sip::sip::sip:
    Merdeka mas Arief…liburan pada kemana nih???hehehe
    Memang agak sulit mengubah dunia…yang termudah adalah mengubah diri senidiri dulu (walopun nggak gampang juga). Tapi dengan mengubah dan meng-improve diri sendiri ke arah positif, niscaya orang2 di sekitar kita akan kecipratan dampak positifnya…:sip: oia mas arief, maen ke blog saya ya, saya mengulas mengenai rasa malas vs action dalam rangka HUT RI ke 64th ini… MERDEKA!!!!!:wooo:

    1. @Alfred | Dirgahayu 64 tahun indonesia, liburan ngga kemana2 mas. Aku di rumah aja benerin proposal skripsi.

      Oke ke TKP…

    2. @Alfred | Dirgahayu 64 tahun indonesia, mas… aku kok ngga bisa koment di artikel mas.

      Btw aku ada masukan soal artikel mas yg bahas Dynasis. Biar lebih powerfull lagi…

      1. @arief maulana, halo9 mas waduh sori sori bangetz…kemarin ada kesalahan teknis pada themenya..tapi uda tak ubah koq…wah masukkan apa mas??? via SMS aja ya…salam hangat…:P :sip::sip:

  • hari ini dapat musibah
    PR blog jeblog jadi 0
    padahal pas waktu mo gajian
    akhirnya uang pun melayang

    tapi perjuangan tak boleh
    berhenti
    this is not the end

    malu kalo berhenti
    malu sama pendahulu
    yang berjuang sampai mati
    walau merdeka belum tentu

    hanya keyakinan yang menyertai
    memberi semangat di hati
    bahwa suatu hari nanti
    hidup akan lebih berarti

    Merdeka !!!!!!

  • MERDEKA itu juga lagi menggebu didalam dadaku dan kebetulan mas Arief juga posting tentang BANGSA KITA jadi nyambung kita sharingkan sebetulnya sore pk 5 sore tadi saya tulis komentar saya eh…..tiba2 lampu mati yah terpaksa diulang BETUL mas kenapa diusia KEMERDEKAAN yang ke 64 kog masih belum SOLID pasti kita sangat PRIHATIN ini contoh kecil tgl 16 kemari suami sata dengan gembira beli BENDERA baru supaya meriah 2 umbul2 warna warni dan BENDERAMERAH PUTIH ditengah eh sampai malam ini hanya 2 tetangga yang pasang bendera sedangkan KEPALA LINGKUNGAN tidak ,kan tak jadi TELADAN itulah KITA HARUS TERUS BERDOA supaya BANGSA INDONESIA BERSATU DAN BERINTEGRITAS amin

    1. @lianawati Natawijaya, :hore: nice comment.

      And memang keteladanan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Membangun integritas dengan tindakan nyata…

    1. @aan.iskandar@blog buat bisnis, yah… seperti lagu di atas.

      “Disana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua, hingga akhir menutup mata…”

  • THANKS mas memang keteladanan dari DIRI kita sendiri baru orang lain meneladani sebab LEADERSHIP itu bagaiman kita mempengaruhi orang lain dengan hal2 yang POSITIF ok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,556 bad guys.