Oleh : Arief Maulana

Kita tentu sudah sering mendengar bahwa bekerja adalah ibadah, betul? Pertanyaannya adalah apakah benar selama ini kita memiliki prinsip seperti itu. Ataukah kita bekerja semata-mata karena hanya ingin mendapatkan upah, terlepas apapun profesi Anda. Sehingga yang ada pada akhirnya adalah pekerjaan tersebut menjadi sebuah beban alih-alih ladang amal untuk beribadah. Banyak kan yang seperti itu? Sama saya juga seperti itu.

Training ESQ yang saya ikuti kemarin akhirnya benar-benar membuat saya sadar dan menemukan nilai spiritual di balik pekerjaan yang saya lakukan. Nilai yang bisa membuat saya semangat bekerja. Nilai yang mungkin juga bisa memiliki efek yang sama bagi Anda, seandainya Anda menemukan apa nilai spiritual yang ada di balik pekerjaan yang sedang Anda lakukan saat ini, apapun itu profesinya.

Pekerjaan saya adalah seorang surveyor lapangan di perusahaan klasifikasi. Perusahaan saya menjual jasa penerbitan sertifikat keselamatan kapal yang mencakup aspek konstruksi, permesinan dan kelistrikan, serta perlengkapan-perlengkapan yang ada di atas kapal. Sertifikat ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh para pemilik kapal agar kapalnya diizinkan berlayar oleh syahbandar di pelabuhan. Dengan memiliki sertifikat ini, maka sama artinya kapal terjamin secara keselamatannya untuk berlayar. 

Classification Society Surveyor
Classification Society Surveyor

Untuk bisa menerbitkan sertifikat tersebut, saya dan rekan-rekan surveyor lainnya harus melakukan survey ke atas kapal. Kami harus memastikan item-item yang diperiksa dalam keadaan yang baik. Bila ditemukan ada item yang kurang baik, maka seorang surveyor lapangan harus memberikan rekomendasi kepada pemilik kapal untuk melakukan perbaikan atas item yang ada di kapalnya tersebut. Jika pemilik kapal tidak memenuhinya, maka kami para surveyor berhak menolak untuk menandatangani sertifikat sementara, sekalipun para pemilik kapal sudah membayar mahal untuk jasa survey dan penerbitan sertifikat.

Sekarang coba dibayangkan, andai saya dan rekan-rekan surveyor lainnya kemudian tidak serius dalam bekerja. Kami memeriksa sekenanya. Tidak hanya itu, tapi juga nego-nego dengan pemilik kapal demi keuntungan pribadi semata dengan memberikan resiko yang besar kepada seluruh yang ada di atas kapal ketika berlayar, entah itu para penumpang, para awak kapal, ataupun muatan yang diangkut oleh kapal.

Kemudian kami menandatangani sertifikat sementara yang bisa saja hasil kongkalikong dengan pemilik kapal. Kami bisa saja memberikan laporan survey palsu kepada kantor pusat bahwa kondisi kapal baik sehingga bisa diterbitkan sertifikat permanennya, sekalipun kondisi sebenarnya tidak demikian. Toh juga kantor pusat tidak tahu kondisi sebenarnya di lapangan, walaupun TUHAN tidak bisa ditipu. Sesungguhnya DIA Maha Tahu atas segalanya.

Bagaimana kemudian bila kapal tersebut berlayar dan ternyata karena hal sepele yang kami anggap remeh karena sudah mendapatkan suap dari pemilik kapal berdampak pada terjadinya kecelakaan kapal yang akhirnya memberikan korban jiwa begitu banyak. Bagaimana kami akan mempertanggung jawabkannya? Tidak hanya kepada korban, tapi juga kepada TUHAN karena kami berpartisipasi menghilangkan nyawa dari sekian banyak manusia yang merupakan makhlukNYA.

Survey Konstruksi Di Bawah Garis Air
Survey Konstruksi Di Bawah Garis Air

Disanalah nilai spiritual dari pekerjaan saya. Setiap hal-hal yang saya survey di kapal setara dengan nyawa para penumpang dan awak kapal yang kelak akan naik di atas kapal tersebut. Saat saya tidak serius bekerja, maka sama dengan saya mempertaruhkan nyawa mereka semua. Termasuk nyawa Anda juga, kalau naik di atas kapal yang kebetulan saya survey.

Maka motivasi bekerja pun kini bertambah. Tidak hanya sekedar ingin mendapatkan gaji semata, melainkan juga benar-benar memberikan jaminan keselamatan bagi pengguna kapal tersebut. Tentu menjadi suatu kebahagiaan sendiri, manakala kapal yang saya periksa dalam keadaan baik. Beroperasi dengan baik dan melayani banyak orang dengan baik pula. Bukankah itu juga menjadi ladang amal yang tidak terputus? Niat bekerja demi TUHAN, rezeki akan datang dengan sendirinya. Bukankah TUHAN tidak tidur dan Maha Mengetahui apa-apa yang kita kerjakan.

Saat kita bisa menemukan nilai spiritual di dalam pekerjaan kita, maka akan terbangun semangat dan keikhlasan dalam bekerja, apapun bidang pekerjaan Anda. Bagi Anda para bos perusahaan atau usaha tertentu, coba bayangkan bila karyawan Anda memiliki semangat bekerja di bawah nilai spiritual yang tinggi, apa tidak maju perusahaan / usaha Anda?

Bagi Anda para karyawan yang sama seperti saya, coba jalankan peran Anda sebaik mungkin. Setiap manusia sudah ada perannya masing-masing di dalam hidup. Apapun pilihan kita, jalankan itu dengan sebaik mungkin agar benar-benar menjadi ladang ibadah dan “Bekerja Adalah Ibadah” tidak semata-mata menjadi slogan belaka.

Jadi, apa nilai spiritual pekerjaan Anda? Sharing ya di form komentar! :)

The Next Senior Surveyor
Surveyor Biro Klasifikasi Indonesia
Nilai Spiritual Pada Pekerjaan Anda
Share This!

46 thoughts on “Nilai Spiritual Pada Pekerjaan Anda

  • Kehilangan ruh spiritual pada pekerjaan yang sedang kita lakukan memang akan membuat pekerjaan sebagai beban adanya. Dan sulit mengharapkan sesuatu yang unggul dan berkualitas bisa dihasilkan dari hati yang bekerja tanpa ruh ibadah. Dan itu saya rasakan betul. Apalagi kalau kita melihat banyak rekan kita yang bekerja tanpa jiwa ibadah, yang terjadi adalah memaafkan diri sendiri yang tidak berusaha untuk bekerja dengan prestasi yang terbaik.

    arief maulana Reply:

    @Lukman, itu tidak lain karena kita melupakan TUHAN. Kita lupa bahwa DIA selalu melihat apa-apa yang kita lakukan, dan ingat seluruh perbuatan kita nantinya akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah kelak.

  • Memang tidak semua orang punya prinsip bekerja merupakan ibadah, … hanya orang-orang yang berjiwa besar.

    arief maulana Reply:

    @Roudlotul Falah, karena tidak menghadirkan TUHAN di dalam hatinya ketika bekerja dan tidak menemukan nilai spiritual yang ada di dalam pekerjaannya.

  • saya bekerja demi keluarga, mungkin itu nilai ibadahnya.
    Melihat foto mas Arief, saya merasa sedih, dan terharu. Saya ingin bisa kuliah seperti mas Arief, dan bekerja menjadi tenaga ahli. Kadang saya iri dengan teman2 yang lulusan UI, ITB, Unpad, dll. Walau dari gaji, saya bisa bersaing, tapi dari ilmu tetap saya kalah. kadang merasa minder, saat mereka menceritakan pengalaman saat kuliah. Mungkin benar janji Allah, tanpa ilmu, kita tidak pernah bisa mencapai derajat yang tinggi. tanpa ilmu, gaji yang besar tidak ada artinya.

    arief maulana Reply:

    @dream frog, saya sedikit kurang sepkat tentang ilmu dan derajat yang tinggi ini. Saya tetap berpendapat bahwa sekolah terbaik adalah kehidupan. Banyak juga kan kasus mereka yang sekolahnya putus, tapi bisa lebih sukses daripada yang duduk di bangku kuliah. Itu karena mereka memiliki ilmu yang lebih tinggi dari sekolah kehidupan.

  • Saya malah belum menemukan pekerjaan nya mas Arief :puyeng:
    Tapi apapun itu saya setuju sekali, apapun pekerjaan kita jika di jalankan dengan baik dan sesuai aturan tentu akan mendatangkan manfaat.
    mjumani recently posted..Silaturahmi Blogger Banua ke BpostMy Profile

    arief maulana Reply:

    @Mjumani, ngeblog kan juga ada nilai spiritualnya. Membagikan ilmu pengetahuan kepada teman-teman yang lain.

  • Saya bekerja sbg konseptor dan editor buku anak/buku pendidikan utk anak. Jika saya nggak bekerja dgn baik, korbannya adalah ribuan anak-anak Indonesia yg telah membeli buku terbitan perusahaan saya. Sungguh mengerikan. Mereka adalah harapan bangsa yg harus kita jaga bersama. Semoga saya senantiasa bisa bekerja dgn baik dan benar, amin….
    Ditter recently posted..Sepotong Kisah Masa Kecil Saya Tentang MainanMy Profile

    arief maulana Reply:

    @Ditter, mantaaabs….

  • Saat ini saya masih belum memiliki nilai spiritual apalagi pekerjaan saja belum dapat.
    so masih dicari lah…
    smoga ada dapet…

    arief maulana Reply:

    @Dimas, tapi masih bisa ngeblog kan. Coba tuh dicari nilai spiritual dari aktivitas ngeblognya

  • :sip:jadikan semua aktivitas kita bernilai ibadah, karena saat kita wafat kita dikenal dengan apa yang kita karyakan hari ini apapun itu… setuju banget!

    arief maulana Reply:

    @Sabar, dan itulah tujuan sesungguhnya jin dan manusia diciptakan oleh Allah. Tidak lain adalah untuk beribadah kepadaNYA

  • saya juga pengen tahu nilai spritual dari pekerjaaan saya,,gimana caranya,,
    kayaknya kalo udah tahu pasti akan lebih menghargai pekerjaan yang kita lakukan selama ini..makasih ya buat sharenya

    arief maulana Reply:

    pekerjaannya apa? Coba ikutan training ESQ pak

  • sip, kerja yang bernilai +++; terkadang moody, rasanya datar—gitu2 doank padahal dulu menggebu2 ngejarnya :_/, bagaimana cara menjaganya biar tetep konstan mas arif…..

    arief maulana Reply:

    @laras, STAR Principle & ANGEL Principle. Bekerja seolah2 ALLAH ada di dekatmu dan mengawasimu. Bekerja bukan untuk manusia, tapi untuk ibadah kepada ALLAH. Selain itu, masih ingatkah kita ada malaikat di kiri dan kanan yang mencatat apa-apa yang kita perbuat dan nantinya akan kita pertanggung jawabkan di akhirat.

  • :pukulanseribu: bener mas, hidup di dunia hanya sementara.. jatahnya cuma rata2 63 tahun (bisa kurang atau lebih..hehe) dengan jatah umur yang (cuma?) segitu rasanya kita terlalu naif untuk menukarkan harga dengan materi yang tidak seberapa jumlahnya… mari kita berusaha menjadi orang yang bermanfaat daripada sekedar menjadi orang sukses.. :D
    Miftah recently posted..Kindle Fire Full Color 7" Multi-touch Display Wi-Fi, Libraries on the goMy Profile

    arief maulana Reply:

    @miftah, sukses buat saya mesti tetap dikejar mas. Karena ketika kita sukses, bisa membantu lebih banyak orang lagi. Tentunya dengan tidak mengabaikan orang lain.

  • Share yang bagus, sangat bermanfa’at. Terkadang memang susah untuk mendapat nilai2 ini. Apalagi bagi yang jauh dari Allah. Makasih mas Arief.
    Toko Sepatu Online recently posted..Akhirnya Timnas Futsal Indonesia Ujicoba Ke JepangMy Profile

    arief maulana Reply:

    @Tkok Sepatu Online, benar sekali mas. Makanya itu jarang ada orang yang punya komitmen spiritual bagus. Karena banyak yang belum menemukan nilai spiritual dalam pekerjaannya.

  • @dream-frog : ma’af hanya ingin meluruskan. Kesuksesan itu tidak dinilai dengan tingginya ilmu akademi. Orang2 hebat itu banyak yang kuliahnya D.O. ( drop out ). Kalau nggak salah diantaranya boss Microsoft, juga Dell adalah contoh orang sukses yang kuliahnya tidak selesai. Tentang derajat tinggi menurut Allah adalah orang yang berilmu agama dan mengamalkannya, yaitu orang yang bertaqwa. Semoga kita termasuk di dalamnya. Wallohu ‘alam.
    Toko Herbal recently posted..AfiafitMy Profile

    arief maulana Reply:

    @Toko Herbal, nah pas sekali jawabannya. Trims udah menambahkan mas.

  • Artikel yang sangat menarik, mas. Memang sangat sulit untuk meniatkan pekerjaan yang kita lakukan hanya untuk Tuhan (ibadah), karena terkadang ada faktor tersembunyi yang sering membujuk kita agar melakukan penyimpangan-penyimpangan. Tetapi dengan modal niat dan faktor lingkungan (sistem) mungkin kita bisa melakukan segala sesuatu (pekerjaan) dengan niat Ibadah.
    om onny recently posted..Ban Terbaik di Indonesia GT Radial, Info SEO Contest 2012My Profile

    arief maulana Reply:

    @Om onny, benar sekali mas. Begitu juga dengan pekerjaan saya saat ini. Godaan di lapangan itu jauh lebih besar daripada di kantor pusat. dan itu menjadi tantangan tersendiri. Teman saya bahkan mengingatkan, agar tidak mudah tergelincir, perbanyak ibadah dan minta kepada Tuhan untuk menguatkan hati agar bisa berjalan di jalannya yang lurus.

  • Ada hubungan timbal balik yang terjadi antara penjual dan pembeli maupun penyedia jasa dengan klien. Tanpa sadar, kita telah mempraktekkan hablum minannas dalam bisnis online. Dan agama sudah mengajarkan kita dalam membangun hubungan sosial yang lebih baik dengan alam dan sesama manusia.
    Agus Siswoyo recently posted..Ban Terbaik Di Indonesia GT RadialMy Profile

  • Mas, kerja memang meerupakan ibadah, tetapi bagaimana jika seseorang tidak bekerja karena sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini, apakah masih bisa dikatakan sebagai ibadah ?

    arief maulana Reply:

    @Pedoman HIdup Sukses, bahkan saat kita mencari kerja pun, kalau diniati ibadah ya jadi ibadah mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 468,689 bad guys.