Oleh : Arief Maulana

Cafe GraziaNgobrol seputar bisnis online, itu yang saya lakukan kemarin (Sabtu, 12 Des 09) bareng 2 IM Senior, Mas Ardy Pratama and Om Cosa Aranda. Rencana awalnya saya ketemuan sama Mas Ardy aja. Ternyata berkembang jadi 3 musketeers dengan adanya Master Cosa Aranda. Wah makin mantap lah, dengan begitu saya bisa langsung coret dream list saya no.81 dan no.99 ketemu langsung secara personal dengan Om Cosa Aranda and Mas Ardy Pratama.

Pertemuan saya dengan Mas Ardy Pratama adalah yang pertama kalinya. Biasanya sih kita kontak-kontakan via YM. Kalau ngga saya yang nyapa ‘Mbak Ratna’ ya Mas Ardy yang contact duluan. Sementara dengan Om Cosa, tahun lalu pernah ketemuan. Tapi waktu itu saya peserta seminar National Empowering Netpreneur, dimana Om Cosa jadi salah satu pembicaranya. Kalau sekarang yaitu tadi ketemuan secara personal.

Tempat ngumpul kita bertiga berlokasi di Café Grazia, Tunjungan Plaza 1 Surabaya. Katanya Mas Ardy, Om Cosa yang merekom tempat itu. Dan waktu ketemuan yang disepakati jam 12 siang. Saya sendiri berangkat dari Sidoarjo sekitar jam 10.30. Harapannya, biar ngga telat and ngga ketinggalan satu info apapun dari 2 orang senior IM Indonesia ini.

Saya sampai di TP jam 11.40. Sip, seusai schedule. Ngga telat malah mendahului Mas Ardy and Om Cosa. Paling ngga masih ada waktu cadangan buat tanya-tanya dimana sih Café Grazia itu. Yah, maklumlah saya kan jarang ke TP. Paling banter Mall di Surabaya yang sering saya kunjungi cuma Royal Plaza, itupun cuma untuk nonton di 21 nya + ke gramedia (1 paket).  

Begitu café ketemu, masih ada waktu 10 menit. Jadi saya Shalat Duhur dulu daripada ntar ngobrolnya keputus. Selesai shalat, SMS masuk. Mas Ardy udah di café. Okeh, langsung ke TKP. Dan ketemulah saya dengan Mas Ardy dan tas ala backpacker yang bersanding setia di sebelahnya. Penampilannya, jauh lebih kurus dari fotonya yang saya liat di internet, hehehe…

Karena Mas Ardy udah pesen minum duluan saya nyusul. Dan mbak yang saya ngga tahu namanya itu pun datang. Saya langsung liat daftar menu dan pesen minuman fave. “Ice Capucino, Mbak”, pesen saya ke mbak yang saya ngga tahu namanya itu.

Pembicaraan dimulai dari kisah Mas Ardy soal “Tour De Java 2009”. Ya, Mas Ardy emang lagi ada program mubeng-mubeng untuk ketemuan sama temen-temen IM di berbagai daerah. Untung, Surabaya masuk dalam daftarnya, walau awalnya sempat hampir mau dibatalkan. Kisah lengkap Tour De Javanya Mas Ardy, silahkan tanya selengkapnya sama yang bersangkutan yah! Termasuk soal temennya yang kesiangan bangun dan memaksa Mas Ardy menunggu hingga berjam-jam di Stasiun Gubeng.

Usai sharing tour de java, saya ngobrol soal kuliah dan kelanjutan aktivitas blogging Mas Ardy. Kalau Anda mengikuti sepak terjangnya, tentu sudah beberapa bulan terakhir blog Mas Ardy bermasalah terus. Entah apa masalahnya dia juga kurang paham. Hingga akhirnya Mas Ardy memutuskan membuat blog baru yang dalam waktu dekat akan di launching (masih saya tunggu juga). Pun masalah koneksi internet yang makin parah di Indonesia ngga luput juga dari pembicaraan kita.

Jam menunjukkan pukul 12.30. Om Cosa belum nongol juga. Kata Mas Ardy, Om Cosa macet di jalan.  Sambil nunggu, obrolan berlanjut soal dunia blogging saat ini dan juga aktivitas + perkembangan newbie-newbie. Paling ngga dari obrolan itu, saya jadi kenal beberapa nama IM Sukses yang sebelumnya ngga pernah saya denger (emang sayanya yang ngga tahu). Sempat juga nyinggung 1 pebisnis online asal Surabaya yang sempat menimbulkan kontroversi gara-gara seminar yang dianggap orang SCAM (bukan Om Cosa pastinya).

Sekitar 13.30, Om Cosa dateng bareng Mbak Adhe. Penampilan Om Cosa bikin saya sedikit kaget sih. Celana cekak + kaos oblong gambar Donald Bebek + sendalan. Rambut agak awut-awutan. Agak kontras kalo dibandingin sama penampilannya Mas Ardy yang rapi (sory lho Om). Pokok’e, kalau Anda jadi penjaga counter di TP mungkin akan berpikir 2x buat nawarin orang dengan penampilan kaya Om Cosa kemarin untuk beli produk. Very low profile. Padahal kalau mereka tahu incomenya Om Cosa tiap bulan, bisa-bisa pada antri tuh nawarin produknya masing-masing, hahaha…  That’s Cosa Aranda, santai banget… be him self.

Jadi deh itu meja, dibagi 4 (harusnya 3, tapi kita maksa muat 4). Dan saya sempat dejavu sebentar, soale Om Cosa tanya-tanya dulu seputar Tour De Javanya Mas Ardy. Dan kisah itu berulang.

Obrolan berlanjut. Awalnya saya mesti nyesuaikan lagi sama pembicaraan dua master ini. Maklum, dari 3 musketeers ini saya yang paling newbie, hahaha… Banyak hal yang ngga saya tahu, berasa kuper banget deh soal dunia bisnis online di Indonesia. Padahal udah 1 tahun lebih saya berkecimpung di internet selling.

Saya mulai bisa masuk dan nyambung ketika obrolan mengalir ke bisnis Panduan Dasar punya Om Cosa. Beberapa produk dan pengembangannya kita bahas disana. Termasuk menyinggung sedikit soal strategi harga produk dan script membership yang dipake. Kita bertiga juga sempat bahas juga soal manfaat pake autoresponder untuk menyederhanakan kerjaan, termasuk kesederhanaan Om Cosa dalam membuat sales letter produk-produk Panduan Dasar. Kata Om Cosa sih, project selanjutnya setelah belajar autoresponder, belajar copywriting alias nulis sales letter berkonversi tinggi.

Om Cosa nyinggung juga masalah newbie yang hobi pass up FAQ / Petunjuk, ataupun pembeli yang kurang bijak menjadi raja. Saya jadi inget comment di salah satu artikel Om Cosa. Pembeli adalah raja, tapi raja juga mesti bijaksana dong, hehehe…

Kesempatan itu ngga luput juga saya gunakan untuk tanya singkat antara Pebisnis Internet vs Pekerja Bisnis Internet. Jangan ngaku pebisnis internet kalau belum punya sistem bisnis yang bisa bikin Anda lepas sama sekali, tapi uang tetep masuk. Kalau masih terkait sama sistem, itu artinya masih di kuadran pekerja bisnis internet (termasuk saya). Makanya saya tanya juga ke Om Cosa soal hire meng-hire para virtual assistant ataupun pegawainya. Yang jelas, tanpa Panduan Dasar Om Cosa udah bener-bener passive income. Dia udah bisa keluar dari sistem blog monetizingnya, dan tetep terima duit melimpah dari sana. Sementara Panduan Dasar sendiri adalah cabang bisnis Om Cosa yang saat ini sedang diusahakan sistemnya biar nantinya bisa passive juga. Emang dahsyat dah Om Cosa!

Jam 15.15, obrolan di Café Grazia berakhir. Udah selesai? Belum, masih lanjut ke food court di Lt.5. Makanan dipesan, kita lanjut ngobrol lagi sambil makan. Masih sama, ngobrol seputar bisnis online, hehehe… (ketauan banget nembak keyword kontes SEO Mashengky).

Obrolan lanjut seputar seminar Om Cosa dan CAN (Cosa Aranda’s Network). Katanya sih sejak tahun 2009, udah stop bawain seminar. Capek sendiri. Kadang-kadang panitianya juga kurang profesional, itu tutur Om Cosa. Ehm, jadi ingat workshop saya di Sidoarjo yang cuma dihadiri 3 orang dari 15 seat yang tersedia, hahaha… Kebalik. Kalau saya panitianya siap, pesertanya yang parah.

Eh, kok malah banyak ceritanya Om Cosa yah? Mana Mas Ardy? Santai, Mas Ardy masuk di sesion ini. Mungkin karena saya dan Mas Ardy sama-sama lagi berguru sama Om Cosa kali, jadi pusat perhatiannya malah Om Cosa.

Makan siang menjelang sore selesai. Obrolan masih lanjut. Kali ini giliran saya yang mantuk-mantuk mendengarkan pembicaraan tingkat tinggi antara Mas Ardy sama Om Cosa. Mulai dari rahasia-rahasia kecil bisnis Amazon hingga black hat tingkat tinggi di bisnis Adsense yang pernah Om Cosa coba dan berhasil dapet ribuan dollar dalam 3 hari aja. Yah, cuma 3 hari aja untuk uji coba, selanjutnya ngga pernah lagi. Juga sempat disinggung Mas Ardy, soal ilmu-ilmu pebisnis online luar negeri yang notebene sangat-sangat kreatif dan juga inovatif, ngga cuma jualan ebook.

Mengalir terus hingga nyangkut lagi soal pebisnis online asal Surabaya yang bermasalah dan cukup menimbulkan kontroversi. Dari sini kita masuk topik pembahasan soal sikap pebisnis dan kejamnya dunia bisnis. Soal serangan-serangan ke blog Om Cosa (dulu sempat di hack berulang kali). Mau online ataupun offline sama aja dah. Bisnis itu kejam, jadi bersiaplah. Waspadalah… waspadalah… waspadalah… hahaha…

Jam 16.45, kita mutusin untuk pulang. Sebelumnya, saya minta tolong sama Mbak Adhe untuk foto bertiga (saya, Om Cosa dan Mas Ardy). Untung ada mbak Adhe, kalau ngga minta tolong sama siapa? Mau minta tolong sama orang lain kayanya pada sibuk sama urusan masing-masing. Dan inilah 3 musketeers :

Cosa Aranda, Arief Maulana, Ardy Pratama

Dengan demikian berakhir sudah pertemuan saya, Ardy Pratama, dan Cosa Aranda. Seperti kata Mas Agus Siswoyo, kayanya bakal jadi trilogi atau serial berkelanjutan versi bundapreneur. Next time ketemuan sama siapa yah? Hehehe… Mungkin kalau udah ketemuan sama semua IM Senior, saya bakal jual “PANDUAN SUKSES BERTEMU IM SENIOR” hahaha…

Udah lah itu aja sharing saya. Sori kalau ceritanya kepanjangan dan ngga berkenan di hati. Nantikan artikel selanjutnya soal Multi Motivasi (Lanjutan Multi Tasking).

Salam Sukses,
arief maulana
space

Ngobrol Seputar Bisnis Online Bareng Ardy Pratama and Cosa Aranda
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

167 thoughts on “Ngobrol Seputar Bisnis Online Bareng Ardy Pratama and Cosa Aranda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,429 bad guys.