Mukjizat 1 Dollar 11 Sen
Oleh : Arief Maulana
Beberapa waktu yang lalu, disalah satu milis yang saya ikuti ada yang mengirimkan sebuah cerita yang menurut saya bagus untuk disharingkan dan cukup memotivasi untuk menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Ehm.. saya jadi ingat, ternyata sebelumnya saya juga pernah membaca kisah serupa yang ditulis di sebuah buku berjudul ‘Setengah Isi Setengah Kosong’ karangan Parlindungan Marpaung.
Terlepas apakah Anda pernah membacanya juga atau tidak, saya sharingkan saja disini agar kita bisa sama-sama memetik pelajaran yang ada di dalam kisah ini. So, selamat menikmati kisah ‘Mukjizat 1 Dollar 11 Sen’.
MUKJIZAT 1 DOLLAR 11 SEN
Sally adalah anak pertama dari 2 bersaudara yang masih berusia 8 tahun. Belum lama ini dia harus berhadapan dengan kenyataan bahwa adiknya, George, sakit dan harus dioperasi. Orang tuanya yang berpenghasilan pas-pasan tidak memiliki biaya untuk operasi yang sangat mahal. Jaminan asurani kesehatan pun tidak bisa dicairkan karena sudah lama mereka tidak bisa membayar preminya.
“Hanya doa dan mukjizat yang dapat menyelamatkan adikmu!” seru sang Ayah kepada Sally.
“Mukjizat? Apa itu?” tanya Sally dalam hati.
Sesaat kemudian Sally masuk ke dalam kamar dan berdoa untuk mukjizat yang dia harapkan, yakni kesembuhan adiknya. Tak lama setelah itu, Sally keluar kamar dan menemui adiknya. Dia ingin tahu apakah dengan doanya tadi George sudah sembuh atau belum? Ternyata adiknya belum juga sembuh. Lalu ia kembali ke kamar dan mengambil celengannya. Celengan itu lalu ia pecahkan sehingga uang logam didalamnya berhamburan. Satu persatu uang itu ia pungut. Ternyata totalnya adalah 1 dollar 11 sen.
Berbekal uang itu, Sally kemudian pamit pada orang tuanya untuk membeli obat di apotek seberang buat adiknya. Dengan haru, ibunya melepas Sally membeli obat meski ia tahu uang Sally tidak akan cukup menebus obat adiknya.
Sesampainya di apotek, Sally tidak terlalu ditanggapi oleh petugas apotek. Mungkin karena ia masih terlalu kecil untuk berbelanja. Berbagai cara dilakukan Sally kecil untuk menarik perhatian apoteker, namun tak juga berhasil. Sally tidak kehabisan ide. Dengan sedikit terpaksa ia mengetuk-ngetuk etalase dengan uang logamnya hingga terdengar agak bising. Akibatnya dengan berang seorang petugas datang menghampiri Sally dan bertanya, “Mau apa kamu gadis kecil?”
“Aku mau membeli mukjizat untuk kesembuhan adikku yang sedang sakit!” Jawab Sally mantap sambil menunjukkan uang receh berjumlah 1 dollar 11 sen.
“Maaf gadis kecil, disini kami tidak menjual mukjizat. Kami hanya menjual obat-obatan. Silahkan kembali kepada orang tuamu minta uang tambahan agar dapat membeli obat yang kamu maksud!” Ujar petugas dengan nada kesal.
“Bu, tolonglah. Kata ayah, hanya mukjizat yang dapat menyembuhkan adikku. Mungkin ibu bisa menolong aku!” pinta Sally.
Belum sempat petugas itu menjawab, tiba-tiba seorang pria yang mendengar ucapan Sally menghampirinya. “Siapa namamu, Nak? Memangnya mukjizat seperti apa yang dibutuhkan adikmu?” tanya pria tersebut.
Sally kemudian menceritakan perihal dirinya serta keadaan yang ia alami saat ini. Sementara itu, pria tadi dengan sabar mendengarkan cerita Sally.
“Adikku, George, sudah lama sakit dan harus dioperasi. Tapi orang tuaku tidak punya uang untuk membayar biaya operasinya. Kata ayah, hanya mukjizat yang bisa menyembuhkan adikku. Untuk itulah aku kemari, siapa tahu apotek ini menjual mukjizat yang ayah maksud!” tutur Sally. Makin lama, suara gadis kecil itu makin parau. Bahkan ketika menceritakan kondisi adiknya, Sally mulai menangis. Cerita Sally tampaknya membuat orang tersebut tersentuh.
“Sudahlah, Nak. Jangan menangis! Sekarang, bisakah kamu pertemukan saya dengan kedua orang tuamu? Kalau bisa, saya ingin melihat kondisi adikmu yang sedang sakit itu.” Ungkap pria itu sambil memeluk Sally.
Ternyata pria itu adalah dokter spesialis bedah terkenal, Carlton Armstrong. Singkat cerita, George akhirnya berhasil dioperasi dengan lancar sehingga kondisinya pulih seperti semula. Operasi itu dilakukan sendiri oleh dr.Amstrong. Tidak hanya itu, dr.Amstrong pun membebaskan semua biaya operasi tersebut.
“Operasi itu pasti sangat mahal. Kalau kamu tidak punya keyakinan dan cinta kasih kepada adikmu, ibu tidak bisa membayangkan berapa harga yang harus dibayarkan untuk itu semua.” puji ibu kepada Sally sambil memeluknya.
“Bu, harga operasi itu 1 dollar 11 sen ditambah dengan mukjizat.” jawab Sally dengan penuh sukacita.
Nah, bagaimana dengan kisah di atas rekan-rekan? Kalau biasanya saya memberikan sedikit pelajaran yang bisa dipetik dari sebuah kisah atau kejadian, kali ini saya yang ingin bertanya kepada rekan-rekan semua. Kira-kira, dari kisah singkat di atas, apa yang bisa kita petik hikmah dan pelajarannya. Silahkan sharing lewat komentar di bawah. Semoga kisah singkat ini bisa memberi kita motivasi dalam menjalani hidup dan tidak berputus asa atas cobaan yang datang dari Allah. Karena harapan itu selalu ada, dan itu adalah doa secara tidak langsung kepadaNya.





Mantaps !
Tidak ada yang mustahil selama ada keyakinan. Dahsyat
balas komentar
arief maulana Reply:
November 21st, 2009 at 8:51 am
@Thiar Theaz, ya… impossible is nothing!
balas komentar
MasterClickCom Reply:
November 22nd, 2009 at 10:52 pm
@Thiar Theaz, Top.. ini kata yg tepat melukiskan kondisi diatas tsb.
Seperti lagu Mariah Carey – When You Believe.
balas komentar
ketulusan, kejujuran dan keyakinan, terkandung pada diri sally, yang menggugah dokter untuk menghampirinya ! dan disinilah letak mukjizat itu !
balas komentar
arief maulana Reply:
November 21st, 2009 at 8:52 am
@contoh laporan,
balas komentar
cinta, kasih, tidak putus asa akan memberikan mukjizat yang luar biasa…kisah yang inspiratif
balas komentar
arief maulana Reply:
November 21st, 2009 at 8:52 am
@goen-ebookgratis, jangan lupa… yakin bahwa Tuhan selalu bersama kita.
balas komentar
Sungguh, kenyakinanlah yang bisa membuat kita mencapai harapan itu. Allah punya cara sendiri untuk mewujudkan keinginan kita.
balas komentar
arief maulana Reply:
November 21st, 2009 at 8:54 am
@noto, ya. Seperti artikel saya sebelumnya cara Kerja Allah kadang-kadang tidak kita duga. Termasuk pertolongannya.
Maka dari itu tidak pernah rugi hamba yang selalu berusaha mendekat kepadanya.
balas komentar
omjun Reply:
December 5th, 2009 at 5:41 pm
@arief maulana, setuju…. yakin…..yakin dan yakin…..Insya Allah akan dikasih jalan keluar…
balas komentar
Kalau saya boleh ambil kesimpulan, yaitu yang pertama keyakinan untuk berbuat sesuatu, kalau sally begitu yakin akan mendapatkan muzizat untuk kesembuhan adiknya yang dia cintai, dengan kiklasan di mampu mendapatkan muzizat, kalau diambil benang merah disini, segala sesuatu untuk mencapai apa yang dinginkan harus mempynai keyakinan terlebih dahulu, dengan begitu suatu target akan dikerjakan dengan sebaik-baiknya dan bekerja kreras untuk mendapatkan tujuan atau mencapai targetapapun rintangan yang ada
balas komentar
arief maulana Reply:
November 21st, 2009 at 8:58 am
@Ajang, 100 buat mas Ajang. Salam kenal mas
balas komentar
Bang Dje Reply:
November 21st, 2009 at 12:55 pm
@Ajang, ini pelajaran yang bagus. awalnya adalah keyakinan …
balas komentar
Memang, tak ada yang mustahil bagi Allah. Kita, manusia, hanya diperintahkan untuk berusaha, tidak berputus asa. Adapun hasilnya, kita tak pernah tahu pasti dari arah mana Allah akan memberinya.
balas komentar
Bang Dje Reply:
November 21st, 2009 at 12:59 pm
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan membukakan jalan keluar dan memberinya rizqi dari arah yang tidak terduga [QS. Ath-Tholaq : 2-3]
balas komentar
budhi Reply:
November 21st, 2009 at 1:17 pm
@Bang Dje, makanya kalo pengen rizkinya ngalir terus musti taqwa dulu ya, Bang…eh niatnya nyari rizki juga harus ikhlas ya…
balas komentar
arief maulana Reply:
November 21st, 2009 at 5:30 pm
Terima kasih tambahannya Bang Dje
balas komentar
Saya juga punya buku Pak Marpaung ini mas…kisahnya inspiratif dan memberikan semangat hidup mas..
balas komentar
speechless …
balas komentar
dapat salam dari bunda bina tuh
balas komentar
arief maulana Reply:
November 22nd, 2009 at 7:02 am
@mashengky.com,
barusan juga udah chat kok mas.
balas komentar
wah. . . .ceritanya mengharukan tapi berisikan ajakan untuk berusaha keras dan membantu sesama . . . .sangat memberikan motivasi u/ terus berusaha. . .trim’s
balas komentar
arief maulana Reply:
November 22nd, 2009 at 7:32 pm
Yap never stop to try and try again…
balas komentar
asal ada kemauan pasti bisa jd terharu nih
balas komentar
arief maulana Reply:
November 23rd, 2009 at 4:18 pm
Ya, kemauan dan tekad yg kuat + … Action tentunya, hehehe…
balas komentar
Ok, ceritanya bagus. untuk menambah motivasi, untuk lebih giat berusaha. Insya Alloh akan ada jalan yang bisa tak terduga.
balas komentar
arief maulana Reply:
November 23rd, 2009 at 4:32 pm
Saya jadi inget mas. Ada ayat di Qur’an yg bilang bahwa bagi mereka yg bertaqwa, Allah akan memberikan rezeki yg tdk disangka2.
Tentunya rezeki ini memiliki artian yg luas, tidak semata harta belaka. Bisa jadi pertolonganNya disaat kita terdesak.
balas komentar
Salam kenal bro, baru dateng gw langsung nangis
balas komentar
arief maulana Reply:
November 23rd, 2009 at 4:39 pm
Salam kenal mas ismail… Wah, mas baru dateng skarang sih. Ketepaan yg bikin nangis…
balas komentar
motifasi yang cemerlang… ijin bukmak
balas komentar
arief maulana Reply:
November 24th, 2009 at 3:27 pm
silahkan mas… salam kenal
balas komentar
Mas arief, mukjizat tidak bisa datang sendiri ya mas, tapi juga disertai dengan usaha.
balas komentar
arief maulana Reply:
November 25th, 2009 at 2:44 am
@bisnisonline,sukses,mantap, iya lah. Mukjizat datang kepada mereka yang :
1. Percaya Kekuasaan Tuhan
2. Berusaha dan tidak putus asa
Kalaupun nantinya memang tidak datang juga, percaya saja Tuhan punya rencana yang jauh lebih baik untuk kita.
balas komentar
Tuhan Slalu bersama kita
balas komentar
Tuhan menolong hambanya dengan menitipkan pertolongan ke tangan orang lain.
Sayangnya tidak semua orang yang dititipi pertolongan mau meneruskan pertolongan itu.
tapi walaupun begitu, Tuhan tidak menolong hambanya hanya dengan satu cara.
balas komentar