Mudah Karena Biasa dan Terasah

Oleh : Arief Maulana

Mall Artha Gading

Mall Artha Gading

Pada suatu hari saya menghabiskan waktu jalan-jalan dengan seorang teman. Sekedar menghabiskan waktu di akhir pekan, karena kebetulan saya tidak ada janji bertemu dengan siapapun di kala itu. Lokasi? Biasalah, Mall Artha Gading. Mall yang tidak terlalu ramai, cenderung sepi malah. Namun justru karena itulah jadi enak buat ngobrol dan sharing.

Teman saya ini, kalau dilihat secara sekilas penampilannya biasa saja. Casual. Tidak banyak yang tahu siapa dia. Tapi putaran omzet penjualannya bisa mencapai ratusan juta setiap bulannya. Net incomenya kurang lebih sekitar 30-40 jutaan setiap bulannya. Bukan sekedar mengada-ada, tapi memang pernah ditunjukkan ke saya langsung bukti transferan pendapatannya. Semua berawal dari memulai usaha berdua dengan istrinya, hingga kini sistem bisnis mereka berjalan dan kerjaan tidak seberat di awal memulai bisnis dulu.

*Enak kayanya ya, kalau punya istri yang suka bisnis. Semacam satu pemikiran. Entah nanti membuka bisnis apa, yang penting jalanin berdua* (intermezo)

Satu yang saya kagumi adalah kemampuannya untuk menjual, bahkan untuk barang yang mungkin menurut sebagian besar orang sulit untuk dijual. Entah karena jenis barangnya atau mungkin harganya, salah satu dari keduanya itu lah. Tapi teman saya yang satu ini kalau sudah bicara sama calon customer, itu orang bawaannya seperti kena hipnotis dan hampir sebagian besar akhirnya deal membeli apa yang dia jual.

Rekan-rekan pernah menemukan sosok seperti teman saya ini? Siapapun dia. Keren yah. Kayanya udah dari lahir bakat jualan. Udah bakat bisnis.

Pembicaraan kami mengalir hingga akhirnya dia bercerita bagaimana kegagalannya menjual di awal-awal. Nah, ini dia. Satu titik yang saya rasa tidak banyak dilihat oleh orang lain.

“Kita cenderung untuk melihat keberhasilan seseorang. Melihat sosok hebatnya, tanpa tahu perjuangan mereka sebelum berhasil.”

Kehebatan teman saya menjual saat ini adalah hasil pembelajaran dan kegagalannya di awal-awal dulu. Bagaimana sikap menghadapi calon customer dengan berbagai karakternya. Ada yang mudah, ada sulit, keras, dsb. Teknik persuasif yang berbeda untuk setiap karakter.

Setiap manusia berbeda, tentu pendekatan yang kita lakukan juga berbeda. Namun bila sudah ketemu dengan hot button yang menjadi titik penting mereka hingga memiliki alasan untuk membeli produk yang kita jual (barang / jasa), semuanya jadi mudah. Calon customer ini akan dengan sendirinya membeli. Apalagi bila kita memberikan edukasi tentang produk kita, mereka akan menjadi loyal dan royal ke depannya.

menjual dengan mudah

menjual dengan mudah

Bila sudah menjadi customer pun kita tidak bisa lepas begitu saja. Berikan pelayanan dan kepedulian kepada mereka. Ingat, kalau kita melayani dengan baik dan memuaskan, maka mereka dengan sendirinya akan bercerita kepada orang lain.

New customer is your new marketer.

Waktu sudah semakin malam. Usai menghabiskan makan malam, kami pun memutuskan berpisah. Sayang sebenarnya sesi sharing tersebut harus kami sudahi. Tapi bagaimana lagi, Mall-nya yang mau tutup. Hahaha…

*Mall mana sih yang deket Tg.Priok dan buka 24 jam?*

Inti dari semua cerita ini adalah Practice make perfect. Kalau Anda merasa belum hebat menjual, maka teruslah asah kemampuan menjual. Kembangkan kemampuan berkomunikasi, strategi menjual, ataupun psikologi praktis untuk mengenal karakter calon pembeli kita.

Sebagai penutup, seperti judul postingan ini. Semua kemudahan adalah tidak lain karena kita sudah biasa dan terasah. Jadi asah terus “kapak” Anda. Semoga bermanfaat.

52 Responses to Mudah Karena Biasa dan Terasah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 366,310 bad guys.

Advertisement

Daftarkan diri Anda di newsletter saya secaca GRATIS & saya akan berikan informasi yang akan membantu bisnis pertama Anda, mulai dari sekarang.

First name

E-mail address

Privasi Anda sangat penting buat saya & Anda boleh mengundurkan diri setiap saa.t

Kategori Tulisan
Arsip