Mood, Tuhan Baru Saya

Oleh : Arief Maulana

Menjaga Mood

Judul artikelnya keren yah? Kalau Anda diminta untuk menjadikan mood Anda sebagai Tuhan yang baru mau tidak? Tentu tidak. Tapi kenyataan yang sering terjadi, justru kita sering menuhankan mood itu sendiri.

Mood disini bukan moderator lho ya. Kalau saya ambil dari kamus, mood bisa diartikan sebagai suasana hati. Lantas bagaimana bisa kita sering menuhankan mood? Coba sekarang kita merenung sama-sama. Kira-kira sepanjang perjalanan hidup kita lebih sering mana, mengendalikan mood atau dikendalikan oleh mood?

Orang yang dikendalikan oleh mood sering banget menggunakan kata-kata, “Ah, lagi ngga mood. Ntar aja deh!”. Atau kadang mengambinghitamkan mood seperti, “Wajarlah hasilnya kurang maksimal, aku kan lagi ngga mood waktu ngerjain itu.” Nah, Anda sering ngga mengeluarkan pernyataan-pernyataan seperti itu?

Wajar lah, saya juga kadang seperti itu kok. Sampai saya menemukan formulanya. Sebelum saya share, coba deh kita berandai-andai sedikit. Katakanlah Anda berada pada situasi pekerjaan yang bersifat memiliki deadline. Seperti wartawan misalnya, atau bagian marketing yang harus memenuhi target penjualan dalam kurun waktu tertentu.

Kira-kira ketika deadline makin mepet, meskipun lagi ngga mood, kerjaan itu bakal Anda selesaikan apa ngga? Atau Anda memilih menyerah dan pasrah begitu saja untuk kemudian dipecat atasan? Kalau semua orang memilih pasrah begitu saja, turn over pergantian karyawan di bidang jurnalistik atau marketing akan sangat tinggi. Dan pengangguran makin banyak, karena rasanya hampir di setiap lini pekerjaan ada target yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu.

Ketika kondisi memaksa kita, alias kepepet, ternyata kita bisa toh mengontrol mood itu sendiri. Ini saya sadari ketika mengerjakan Tugas Akhir. Awalnya saya seringkali berdalih ngga mood, hingga jadi males ngerjain TA dan selalu buntu ketika menemui permasalahan sedikit. Padahal ketika deadline mepet, ternyata dalam 3 bulan, TA tersebut kelar.

Bagaimana dengan mood saya waktu itu? Saya udah cuek abis. Mood ngga mood, TA mesti dikerjain kalau mau lulus dan ikut wisuda Oktober 2010. Saya memaksakan diri untuk melawan mood tersebut. Dengan kata lain saya berusaha untuk mengendalikan mood, bukan malah sebaliknya.

Bicara soal mood, sebenarnya lebih kepada konteks motivasi diri yang kurang. Entah karena tujuan akhir yang kurang memiliki kesan emosional untuk kita, atau bisa jadi pengaruh lingkungan. Tapi sehebat apapun pengaruh lingkungan tidak akan ada artinya kalau dari dalam diri kita sanggup membentuk filter dan memproteksi diri dari pengaruh negatif. Seperti kata pepatah, “Orang sukses itu mempengaruhi lingkungan, bukan dipengaruhi oleh lingkungan.” Coba deh, Anda baca tulisannya Agus “Selebblogger” Siswoyo yang bertajuk “Membangkitkan Energi Internal”.

Nah kalau saya pribadi ada beberapa point yang cukup membantu untuk mengubah mood yang jatuh bebas.

#1. Melakukan Tindakan Yang Membangkitkan Semangat

mood booster
mood booster

Ngga mood karena ngantuk, ya cuci muka. Lagi suntuk? Coba cari hiburan sebentar, entah main game, dengerin musik, bersantai sejenak atau apapun yang bikin Anda refresh.

Lewat teman, saya pernah diberitahu bahwa dengan melakukan gerakan tertentu bisa membuat kita semangat. Misalnya : tersenyum kepada orang lain, lompat dengan sikap membuka lengan dan kaki selebar-lebarnya sambil berteriak , atau bisa dengan mengepalkan tangan sembari berteriak, “Yes, saya pasti bisa menyelesaikan ini.”

Cari gerakan atau tindakan yang dengan segera bisa membangkitkan semangat juang Anda. Kalau teman-teman di twitter sering mengistilahkannya dengan moodbooster, hehehe…

#2. Mengingat Kembali Tujuan Akhir

Apa-apa yang kita lakukan tentu memiliki tujuan akhir. Kalau ngga buat apa repot-repot. Jadi ketika mood sedang terjun bebas, coba ingat kembali apa tujuan dibalik semua usaha yang kita lakukan selama ini. Bangkitkan motivasi diri.

Mau shalat terawih merasa malas, coba ingat mati. Siapa tahu terawih malam ini adalah ibadah terakhir yang bisa kita lakukan sebelum besok dijemput mati Sang Pencabut Nyawa. Ngga ada yang tau toh, kapan kita mati. Sudah cukupkah bekal kita untuk bisa masuk ke Surga nanti, tujuan akhir dari seluruh kehidupan kita? Model beginian bisa juga kan dijadikan motivasi.

#3. Bergaul Dengan Para “Motivator” Kehidupan

Saya punya banyak “motivator” kehidupan. Ada teman, baik di dunia nyata ataupun dunia maya, yang selalu semangat mengerjakan segala sesuatunya. Ada juga quotes-quotes positif dari buku-buku positif ataupun  akun-akun twitter yang memang di setting untuk selalu ngetweet quote motivasi dsb.

Ada juga rekan-rekan yang kehidupannya jauh lebih susah daripada kita-kita ini. Sehingga membuat kita lebih bersyukur dengan keadaan yang sekarang dan bekerja lebih baik lagi, tanpa terpengaruh mood yang lagi tidak bersahabat. Segera temukan “motivator” Anda, siapapun dan apapun bentuknya yang penting bisa mengalahkan mood tidak produktif yang menjangkiti diri Anda.

Bagi rekan-rekan yang punya pengalaman mengendalikan mood atau membangkitkan mood yang sudah terlanjur jatuh, monggo disharing di form komentar.

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi moodbooster Anda.

Salam Sukses,
arief maulana
space

  1. Artikel gue banget nih, maklum saya masih ABG mas. Hehehe…

    Kurang apa saya coba. Senyum ke setiap orang yang lewat depan rumah sudah saya jalani, kopdar bareng master-master juga sudah, memperjelas tujuan ngeblog apalagi.

    Tapi kalau tanggal tua kok bawaanyna pengen makan orang melulu ya?

    :ngikik
    :wadew::wadew::wadew::bom:

  2. Artikelnya oke mas . . .! kita-kita jadi bisa periksa diri apakah kita dikuasai mood atau kita mampu menguasai mood itu sendiri . . . seperti pepatah diatas;“Orang sukses itu mempengaruhi lingkungan, bukan dipengaruhi oleh lingkungan.” sukses ya mas GBU

  3. Bagi yang kerja kantoran sehingga lebih sering menghabiskan waktu dalam posisi duduk, ada sejenis senam ringan yang berfungsi untuk mengendurkan otot yang tegang, peregangan, relaksasi, dan tentu saja membangkitkan semangat atau mood.

  4. Luthfi Fuadi says:

    bener…poin-poin diatas..memang sangat penting untuk disimak, diperhatikan, bahkan langsung diaplikasikan..dan bukan hanya TEORI, betul mas? hehe
    boleh nambah satu lagi? mau diterima atau ditolak boleh., :kembik2:
    Refreshing….buat mood kita agar kembali segar! ya Refreshing…soalnya kan butuh istirahat..betul?
    hehe

    Luthfi Fuadi

  5. agustantyono says:

    hehehe…. sepertinya ini sudah menjadi penyakit kronis setiap orang deh mas… dibilang menular sih, ya sangat menular bahkan sudah mewabah dimana2.. hanya saja yg jadi masalah obatnya nih mas, sampe sekarang masih belum diketahui resep manjurnya apa..

    • @agustantyono, betul. Dan saya bersyukur ternyata sudah menemukan resep manjurnya.

      Sudah saya praktekkan dan saya sharing di atas. Tapi ga tau lagi ya, kalau efeknya beda untuk orang lain :hihi:

      • agustantyono says:

        @arief maulana, sy jadi inget dulu pernah dapet pepatah saat msh aktif di ormawa kampus dulu, bunyinya : “Semakin mendadak, semakin profesional!!!”. kayaknya cocok banget pepatah ini dijadikan resep manjur. Dan kebanyakan kalo udah kepepet bawaanya semua gawean pasti kelar deh mas..
        :hihi:

  6. mantap mas,kalo lg gak mood mending kita lihat temen2 sekitar kita yang keadaannya kurang beruntung maka kita akan segera bergairah kembali dan mengucap syukur

  7. Novianto Syahmud says:

    moodnya seneng naik tutun mas..kalo lagi ngk mood sama kerjaan biasanya maen game, ehh…malah kebablasan maen gamenya dari pada inget kerjaannya..
    Hehehe..

  8. untung saya udah bergaul dengan motivator hebat hehehe… (siapa ya ?) :hihi:

    mood bisa juga disebabkan koordinasi sel sel dalam tubuh yang tidak sempurna mungkin karena sakit.. kayak saya kalo hidung mampet langsung jadi sensi.. :ngakak:

  9. Lutvi avandi says:

    Satu lagi ajaran Tung Desem. Kalau lagi males, tegakkan badan, angkat tangan lalu tersenyum selebar mungkin.

    Biar makin panas lompat-lompat dan teriak yang keras YEAAAH !!

    saya sering praktek ini, cuma nggak sampai lompat2 udah semangat duluan.. hehehe

  10. sampai saat ini, kepepet itulah obat manjurnya. Dulu saya biasa mengendalikan mood via rencana harian, kalau sekarang malah saya biarkan si mood itu bebas berkeliaran :hihi:

  11. Asik juga ya bicara mood , emang bener kok kalo kita lebih sering di kendalikan mood tapi bagaimana ya cara mengatasinya apa benr seperti yang di jelaskan di atas , tapi coba in dulu ah barangkali bisa jadi bekal unruk melakukan motivasi semua pegawai kita , atau temen kita yang lagi bad mood .

    • @budi, ya saya ngga bisa menjamin 3 point di atas pasti bisa memberikan manfaat yang sama untuk semua pembaca. tapi paling tidak 3 point itu cukup mengena setelah saya praktekkan, makanya saya sharingkan :)

    • @Erdien, berul mas. Mood itu bisa kok dikontrol kalau kita mau. Toh ketika deadline dekat meski ngga mood, kita suka membuktikan bahwa mood bukan segalanya dan pekerjaan pun selesai :)

  12. lianawati natawijaya says:

    KALAU COMMENT SAYA TERUS TERANG SEBELUM MOOD TURUN DRASTIS KITA CAE[ SOLUSINYA YA AJAK SAHABAT NGOPI DI STARBUCK DAN CERITA LUCU2 SAMBIL LIHAT ORANG LALU LALANG DIMALL ITU YANG SEBAGIAN YA TEMAN2 MAKANYA SAYA TAK PERNAH MAU TUNGGU DEADLINE TARGET ,TAPI JAUH2 HARI SDH DIANGSUR DIKIT2 JADI WAKTU CLOSING SDH AMAN

  13. lianawati natawijaya says:

    tAPI KALAU SUDAH BENAR2 SUNTUK DAN LAGI HUJAN DERAS APALAGI LAMPU MATI YA BUKA LAPTOP DAN CARI ARTIKEL MAS ARIEF PASTI MANYUUUR HA HA HA MAKANYA MAS ARIEF SERING NULIS UNTUK KEHIDUPAN SEHARI HARI TAPI JANGAN MENUHANKAN MOOD ITU SALAH BESAAR SEBAB TUHAN ITU MULIA DAN AGUNG DAN BESAR PENCIPTA LANGIT DAN BUMI JADI KITA DERDOSA KALAU MERENDAHKAN KEANGUNGANNYA SETARA DG MOOD MANUSIA UMATNYA PLEASE HORMATI DIA YANG AGUNG DAN BESAR SUPAYA KITA DIBERI KEKUATANNYA UNTUK MENGUSIR BAD MOOD OK

    • @Octa Dwinanda, banyak berhala2 baru saat ini mas. Ketika kita mengidolakan sesuatu berlebihan hingga melalaikan, maka sesuatu itu pun sudah menjadi berhala.

      Ketika kita membabi buta mengejar rezeki hingga melalaikan ibadah, maka uang itu pun secara tidak langsung sudah menjadi berhala.

    • Agus Siswoyo says:

      @Octa Dwinanda, tapi dilarang memuja artis lho ya, apalagi artis dunia maya macam seleblogger. bisa dikutuk bisulan tujuh turunan. hahaha…

  14. Suparti Ninengah says:

    Kadang mood bisa dipakai untuk memicu semangat juga (missalnya mumpung lagi mood harus selesai) tapi kalau kebawa situasi malas /laginggak mood yang pasti akan membuat kita kurang semangat serba nunggu mood sepertinya tidak baik

    • @Suparti Ninengah, ‘tidak mood’ ini lah yang harus kita ubah. Karena pada dasarnya kita bisa kalau kita mau. Sama seperti ketika dikejar deadline pekerjaan.

      Meski ngga moodnya seperti apa, karena keterdesakan situasi ternyata kita tetap bisa menyelesaikan pekerjaan kalau kita mau.

  15. luar biasa mas artikelnya mengingatkan saya akan hal itu, terus terang saya sering ketika ketemu kerjaan, terus males ngerjainya, alasan dalam benak saya karen sedang tidak mood. :puyeng:

  16. m adi priyadi says:

    hebat hebat mas…..
    keren..
    aku ngikuti artikele terus lho..
    mau share ja dikit….
    jadi point dari ngga’ mood adalah suasana hati yang tidak bahagia..
    Oleh karena itu pada dasarnya untuk menimbulkan motivasi adalah dengan MEMBUAT suasana hati BAHAGIA..
    *entah dengan telp/maen ma temen..
    *pergi ke pasar untuk menafakuri betapa masih beruntungnya kita.
    *pergi piknik..
    *makan makanan favorit kita.
    terima kasih kesempatan share ini….

  17. saya ngerasa bad mood klo ternyata hsl yg didpt nggak sesuai harapan, klo dah gitu rasanya males bgt nglanjutin pekerjaan, lebih BT lg klo hasil kerjaan diremehin org lain, wah rasanya pingin berhenti aja. Klo lg down biasanya saya bilang ke diri sdr klo kesulitan saya blm seberapa, msh byk org lain yg punya kesulitan lbh berat dr saya, jd gak boleh putus asa.

  18. Pingback: Perlukah Alasan "Kenapa"?
  19. lagi malas karena tidak mood?wah sering mas datangnya kalau kita sdh jenuh apalagi kalau sedang ada kesulitan tapi jika sdh nemu jawabanya wah malah asyik kita kerja sampe tdk tahu waktu ,teman untuk diskusi sangat perlu tuk bantu kita

  20. jangan berhenti says:

    iya nih mas… Mood sering mengendalikan emang dibandingkan kita mengendalikan mood itu sendiri. Terima kasih untuk tipsnya.. Bisa dijadikan cara untuk mengendalikan Mood. :sip:
    untung nih saya berkunjung ke blog salah satu “motivator kehidupan” seperti mas Arief :sip::sip:

  21. Imam Herlambang says:

    bikin deadline emang paling pengaruh, yang nantinya jadi kepepet .

    saya selama ikut seminar atau training motivasi, selalu di suruh tegap dan berteriak “YEAH” :sip:

  22. tubagus ummatudin entus says:

    aku selalu terpengaruh oleh lingkungan dan kondisi padahal cita citaku begitu butuh semangat yang tinggihttp://ariefmaulana.com/wp-content/plugins/munky-smiley/nangis.gif

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 471,745 bad guys.