Oleh : Bunda

mindset berkembangPembaca AriefMaulana.com….izinkan saya menulis disini. Sudah menjadi kesepakatan bahwa saya punya ‘kewajiban’  menulis artikel,  juga karena yang punya situs lagi sakit dan supaya pembaca tidak bosan karena tidak ada artikel yang baru. Untuk artikel kali ini, masih berkaitan dengan artikel-artikel Arief Maulana sebelumnya. Tentang impian dan bagaimana menikmati hidup.

Bukankah setiap kita mempunyai impian? Dulu impian saya menjadi pengusaha. Saya juga terobsesi menjadi seorang pengusaha sukses…..dan ternyata perlu waktu untuk bisa merasa puas dengan pencapaian saya. Perlu waktu untuk merasa puas bahwa saya mampu. Dan ternyata mengubah mindset adalah kunci kepuasannya. Menurut Carol S. Dweck, semua kembali kepada mindset untuk memahami kemampuan atau potensi diri. Ada dua jenis mindset, yang pertama :

MINDSET TETAP yaitu setiap manusia memiliki kemampuan tetap (fixed ability) yang harus dibuktikan

dan yang kedua :

MINDSET BERKEMBANG, bahwa setiap manusia memiliki kemampuan yang bisa diubah (changeable ability) yang dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran

Pada mindset yang pertama, kesuksesan adalah jika Anda mampu menunjukkan bahwa Anda cerdas, anda berbakat. Jika gagal, tidak sukses, kalah atau mendapat nilai jelek. Ini menunjukkan Anda tidak cerdas dan tidak berbakat. Dalam mindset ini, usaha adalah hal buruk, karena Anda sudah berbakat dan cerdas, tidak perlu lagi usaha.

Pada mindset yang kedua, kesuksesan adalah jika Anda mampu mengembangkan diri dengan mempelajari hal-hal baru. Jika gagal, tidak sukses atau kalah, maka berarti Anda tidak berkembang dan tidak meraih hal-hal yang Anda impikan. Dalam mindset ini, usaha adalah sesuatu yang membuat Anda menjadi cerdas.

Nah sekarang pilihannya adalah pada diri kita masing-masing, karena mindset sesungguhnya adalah sebuah kepercayaan yang kuat, dan Anda bisa mengubahnya. Kalau saya, akan memilih yang kedua. Mengapa?? Karena dunia tidak membagi manusia ke dalam golongan cerdas dan tidak cerdas, tetapi membaginya ke dalam golongan yang mau belajar dan tidak belajar.

Apakah kita akan cukup puas dengan kecerdasan yang kita miliki, sehingga dengan mindset tetap kita merasa tidak perlu lagi belajar dan pada akhirnya akan menghentikan proses belajar. Padahal tidak ada manusia yang tidak mengalami proses belajar. Bayi tidak pernah berhenti untuk belajar, tetapi ketika mereka telah memiliki rasa takut dengan tantangan, mulai ragu untuk belajar.

Jika Anda diberi permainan puzzle yang sederhana dan berhasil menyusunnya, apakah Anda akan melanjutkan dengan puzzle lain yang lebih rumit? Jika Anda memiliki mindset tetap, Anda akan berhenti dan cenderung mengulang menyusun puzzle yang sama. Tetapi jika Anda memiliki mindset berkembang, maka anda akan mencoba puzzle lain yang lebih rumit.

Jika puzzle adalah permainan untuk anak-anak, maka persoalan hidup adalah puzzle yang ada dihadapan kita. Kita akan senatiasa menghadapi tantangan, masalah, kesusahan….. Satu bait puisi mengatakan,

Jika kita meminta SUKSES, maka Tuhan akan memberikan tantangan/masalah

Contoh orang yang memiliki mindset tetap adalah John Mc Enroe. Dia tidak suka belajar. Tetapi karena bakat yang luar biasa ia menjadi petenis nomer satu dunia. Dia sukses, lebih baik dari orang lain. Tetapi sisi buruknya adalah dia memandang rendah orang lain.

Sementara Michael Jordan, seorang atlet par excellence (kehebatannya diakui semua orang), tetapi tidak memandang istimewa dirinya, karena ia tahu betul bagaimana perjuangannya untuk mengembangkan kemampuannya. Jordan selalu terkejut setiap kali kembali ke permainan, karena selalu menemukan perbedaan, yang memacunya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Dan Jordan adalah seorang yang memiliki mindset berkembang.

Kesalahan dalam proses pembelajaran menuju kesuksesan atau meraih impian ini ternyata lebih dipengaruhi oleh mindset kita. Jangan sampai kita seperti kisah si KODOK REBUS…. Belum terlambat untuk mengubah mindset kita. Jika Anda memiliki mindset tetap dan merasa sukses karena pintar atau berbakat, lalu siapakah Anda jika gagal? Dengan menyetting ulang mindset kita menjadi mindset berkembang, maka kita akan melihat kegagalan sebagai suatu pengalaman. Kegagalan sama sekali tidak menentukan nasib kita. Kegagalan adalah pelajaran yang harus dihadapi, dipecahkan dan diambil hikmahnya. Karena hidup adalah perjuangan.

MINDSET BERKEMBANG, SELALU BELAJAR,

SUKSES TAK BERHINGGA

Mindset Berkembang, Sukses Tak Berhingga
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                     

143 thoughts on “Mindset Berkembang, Sukses Tak Berhingga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.