Oleh : Fadly Muin

Apakah judul ini terlihat klise dan mengada-ada? Jika anda menjawab iya, benar. Jika menjawab tidak pun juga benar. Karena di alam manusia hukum relativitas selalu berlaku, dimanapun dan kapanpun.

Oh iya, saya menggunakan tema Multi Motivasi karena terinspirasi dengan tulisan bundapreneur, tentang 5 kunci sukses multitasking. Saya kagum dengan kepiawaiannya menempatkan diri dalam menghadapi rutinitas. Mungkin bagi sebagian orang, pekerjaan yang harus di kerjakan sekaligus dalam waktu yang bersamaan, sangatlah tidak mungkin. Tapi berbeda dengan trik yang di paparkan bunda dalam artikel tentang multi tasking tersebut.

Berkaitan dengan multi motivasi, saya terpikir untuk merumuskannya dalam sebuah kerangka berfikir yang universal. Dengan tujuan, hakikat motivasi ini dapat berfungsi sebagai kunci mujarab. Menjadi bahan baku utama yang dimanapun dan kapanpun digunakan, selalu relevan dan aktual.

Jadi cukup dengan multi fungsi motivasi ini, kita bisa menggunakannya untuk mendongkrak semangat dalam melakukan apa saja, guna mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.

Walau sebenarnya, rumusan ide ini sudah berserakan di toko-toko buku maupun  di blog-blog motivasi lainnya. Tapi dengan usaha untuk memposisikan dan memformulasikan ide ini sebagai fungsi vital, saya berkeyakinan ini masih sangat bermanfaat. Apakah itu?  

Berikut ini penjelasannya:

Mengkaji Eksistensi Diri.

Kita mungkin mengenal istilah intropeksi diri. Tapi kata intropeksi cenderung memposisikan diri seseorang sebagai seseorang yang bersalah dan memiliki banyak masalah. Makanya saya menggunakan istilah mengkaji.

Mengkaji, artinya kita bersedia melakukan analisis mendalam terhadap diri sendiri. Apa dan bagaimana anda yang sebenarnya. baik atau bagus adalah hasil dari kajian itu. Tentu dengan prinsip-prinsip kejujuran, obyektif, dan berani mengungkap segala keterbatasan diri selama ini. Supaya kita mendapatkan pokok masalah didalamnya.

Mengkaji secara jujur dan mendalam akan memudahkan untuk mengenal dan memahami siapa dan bagaimana diri kita yang sebenarnya yang pada akhirnya akan memudahkan penentuan arah, kemana harus melangkah.

Beda halnya jika kita tidak menggunakan prinsip-prinsip kejujuran. Hasil yang akan diperolehpun nantinya bersifat palsu dan tidak akurat. Tentu saja ujung-ujungnya tidak banyak memberi solusi bagi kita nantinya.

Sebab, banyak orang yang tidak dapat menentukan arah, dikarenakan lebarnya jurang pemisah antara dirinya dan keinginannya. Sehingga ia mengalami kendala-kendala psikologis dalam menghadapi realitas yang ada. Tak mampu berbuat apa-apa bukan karena tidak bisa, tapi justru karena tidak tau harus berbuat apa. Semoga anda tidak mengalami hal ini.

|

Terbuka Terhadap Reaksi Apapun.

Sekali lagi kita mungkin lebih mengenal istilah Kritik daripada reaksi bukan? Untuk formula ini, Saya merasa lebih pantas menggunakan kata reaksi daripada kritik.  Sebab, cakupan kata “Reaksi” terasa lebih luas daripada kata “kritik”.

Kritik ditujukan hanya untuk mengoreksi sesuatu hal, sedangkan Reaksi lebih kepada proses timbal balik yang di timbulkan oleh aksi-aksi sebelumnya.

Reaksi ini sifatnya lebih alamiah. Lebih realistis dan obyektif. Sebab kalau anda teliti, bobot apapun yang anda lakukan, reaksinya akan selalu menghasilkan bobot yang sama pula. Ini sudah hukum alam.

Terbuka terhadap reaksi apapun, artinya membuka peluang untuk merubah diri, berbenah dan memperbaiki. Reaksi yang diterima bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk melakukan perencanaan yang lebih baik kedepan.

Kita tidak harus menerima sepenuhnya reaksi yang di timbulkan. Sah-sah saja untuk melakukan modifikasi. Karena sebelumnya kita sudah melakukan kajian mendalam terhadap eksistensi diri. Padukanlah. Maka niscaya output yang lebih baik akan terlahir. Logika dan hati anda akan bersatu menciptakan harmonisasi tindakan yang terarah.

|

Mulailah Bertindak.

Inilah yang terpenting. Sebagus dan sesempurna apapun kajian dan reaksi yang kita olah. Tak akan ada artinya jika tidak mencoba untuk melakukan sesuatu. Bertindak atas hasil pemikiran sebelumnya adalah mutlak. Karena fase ini adalah simulasi realistis bagi kita untuk mengetahui sejauh mana pemahaman fase sebelumnya.

Nah, ketiga fase inilah yang saya sebut sebagai motivasi multi fungsi. Saya optimis Formula ini bisa menjadi alat untuk mengukur derajat semangat seseorang, termasuk Anda. Seberapa besar keinginan Anda untuk sukses akan terbukti setelah anda menggunakan formula ini.

Formula ini bisa dan sangat relefan digunakan sebagai benteng sukses. Ketika semangat mulai surut kita bisa gunakan formula ini sebagai alat ukur sekaligus pompa untuk mengungkit semangat anda kembali.

Ok cukup dulu yah, semoga bermanfaat.

Terima Kasih juga untuk Mas Arief sudah memberikan ruang bagi saya di blog ini untuk menyampaikan pemikiran yang sederhana ini.

Miliki Multi Fungsi Motivasi Sebagai Benteng Sukses Anda
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:         

146 thoughts on “Miliki Multi Fungsi Motivasi Sebagai Benteng Sukses Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,560 bad guys.