Oleh : Arief Maulana

Ini adalah artikel ketiga saya yang membahas soal mimpi, setelah sebelumnya saya pernah menuliskan “Jangan Pernah Menertawakan Mimpi Anda” dan “Mengapa Bermimpi Saja Sulit”.

Well, saya memang senang bila berbicara soal mimpi. Why? Karena saya sendiri merasa hidup saya saat ini ngga jauh-jauh dari mimpi yang dulu pernah melekat di benak maupun yang pernah saya tuliskan dalam buku impian.

Rekan-rekan, hidup ini cuma sekali. Sayang sekali kalau kita melewatkannya begitu saja. Jangan sampai nanti ketika kelak kita meninggalkan dunia ini, tidak ada ‘prestasi’ apapun yang kita torehkan, yang bisa menjadi bahan cerita dan kebanggaan anak cucu kita.

Prestasi-prestasi itu tentunya selalu diawali dari sebuah mimpi. Ya, mimpi. Tidak peduli apapun mimpi Anda, selalu ada harapan untuk mewujudkannya. Dan kali ini saya ingin mengupas beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk selangkah lebih dekat dari dream yang sudah Anda buat, bahkan kalau perlu terwujud semua dream tersebut.

Mudah-mudahan bisa menghapus gundah gulana rekan-rekan yang bingung harus memulai dari mana mewujudkan mimpinya masing-masing

#1. Tancapkan Mimpi Anda, Dalam Pikiran dan Hati

Kenapa mimpi ini harus ditancapkan? Agar ada keyakinan dalam setiap proses yang Anda jalani nantinya untuk selangkah bahkan mewujudkan dream tersebut. Karena keyakinan adalah awal dari sukses tidaknya apa yang kita lakukan. Hati-hati dengan keyakinan. Jika tidak menyeret Anda dalam lingkaran malaikat, maka dia akan menjebak Anda dalam lingkaran setan.

How? Tulis semua mimpi yang ingin Anda capai dalam hidup ini. Buat saja semacam list sederhana dalam buku ataupun kertas yang sekiranya mudah untuk dilihat disebagian besar waktu Anda. Saya pribadi menuliskannya dalam sebuah buku kecil dan notes HP.

Kapanpun Anda punya waktu senggang, sisihkan waktu 1 menit saja untuk melihat mimpi-mimpi yang sudah Anda tuliskan tersebut. Ini adalah metode untuk mengikat mimpi dalam pikiran kita. Seperti halnya ketika kita sekolah. Makin sering kita membaca buku pelajaran, makin ingat kita materi-materi yang ada di dalamnya.

Bagaimana mengikat mimpi dalam hati? Dengan memvisualiasikannya. Ini mungkin membutuhkan waktu khusus. Dan waktu yang direkomendasikan adalah disaat kita hendak tidur dan baru bangun tidur (kenapa 2 waktu ini? Silahkan cari jawabnya di buku Quantum Ikhlas). Bayangkan seolah-olah Anda sudah mendapatkan mimpi itu. Rasakan dan syukurilah. Lakukan itu setiap hari.

Jadi ketika Anda nanti melihat mimpi yang sudah dituliskan Anda bisa dengan segera merasakan dengan hati bagaimana nikmatnya bila mimpi tersebut telah terwujud. Ikat mimpi dengan pikiran dan hati, oke!

#2. Mencari Jalan Mewujudkan Mimpi

Mimpi tinggallah mimpi bila kita tidak melakukan usaha apapun untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, kita perlu mencari jalannya. Cari informasi-informasi yang dibutuhkan yang nantinya bisa membawa kita ke arah realisasi mimpi itu sendiri.

Contoh 1 : Seorang siswa SMA yang punya dream beasiswa kuliah gratis di PTN, maka dia harus mencari informasi tentang beasiswa tersebut dan apa saja yang dipersyaratkan disana.

Contoh 2 : Seseorang yang punya dream passive income dari bisnis internet, maka dia harus mencari informasi soal bisnis internet dan panduan bagaimana bisa sukses dari bisnis internet. Tentunya dari sumber yang tepat, bukan sumber abal-abal yang hanya ingin meraih untung belaka tanpa ada kontribusi yang berarti (baca : produk ngga berkualitas).

Contoh 3 : Seseorang yang punya dream masuk surga (impian semua orang saya rasa), maka dia harus mencari informasi bagaimana cara masuk Surga, persyaratan-persyaratan apa saja yang mesti dipenuhi sebagai seorang hamba Allah, apa-apa saja yang mesti ditinggalkan. Tujuannya tentu saja agar nantinya atas rahmatNya kita dimasukkan dan dikumpulkan dalam golongan orang yang beruntung. Dalami agama dan dekatkan diri kepadaNya.

#3. Segera Buat Goal-Goal Penunjang

Setelah informasi yang dibutuhkan sudah didapatkan maka sekarang waktunya menyusun goal-goal penunjang. Saya ingat ada sebuah quotes bagus, “Kesuksesan besar sebenarnya adalah kumpulah dari kesuksesan-kesuksesan kecil”.

Artinya apa? Dream besar kita sesungguhnya bisa dipecah menjadi beberapa goal-goal kecil. Cara ini memiliki efek psikologis yang lebih baik. Alih-alih berfokus pada dream yang besar, kita bisa fokus pada goal-goal kecil ini. Toh, ketika goal-goal kecil tercapai maka secara tidak langsung Dream itu sendiri akan terwujud.

Dengan goal-goal ini, kita bisa membuat prioritas waktu untuk kemudian disisihkan agar pelan tapi pasti kita bisa tetap mengejar mimpi tersebut. Jadi tanpa meninggalkan pekerjaan utama, kita masih bisa berusaha mengejar mimpi.

#4. Bertindaklah! Kejar Mimpi Itu Dengan Sikap Yang Benar

Goal sudah dibuat, maka langkah berikutnya adalah action alias bertindak untuk mensukseskan goal-goal itu. Dalam hal ini jangan semua goal dikejar sekaligus. Bisa-bisa yang ada malah semuanya ngga kesampaian. Fokus pada satu goal, sukseskan. Fokus lagi di goal berikutnya, sukseskan. Fokus lagi di goal berikutnya, sukseskan. Begitulah cara kerjanya. Tahu-tahu, nanti ketika goal tersebut sukses dream Anda sudah terwujud dengan sendirinya.

Dan jangan lupa, dalam mensukseskan goal tersebut hendaknya dalam setiap tindakan kita harus selalu diiringi dengan sikap yang benar. Entah itu dalam bentuk pola pikir (mindset) ataupun tindakan yang tidak melanggar etika ataupun norma-norma yang ada. Jangan asal grasak grusuk aja.

Semua yang indah di akhir, selalu diawali dengan kebaikan, dan selalu berada dalam koridor kebaikan dalam setiap prosesnya. Pegang kata-kata ini!

#5. Mintalah Bantuan Pada Sang Penguasa

Ada satu hal yang sangat ironis terjadi dalam masyarakat kita. Seringkali kita meminta bantuan kepada banyak orang yang punya kelebihan, entah itu kelebihan ilmu, kekuasaan atau apapun kelebihan lainnya. Tapi mereka semua hanyalah manusia, sama dengan kita.

Kita justru mengabaikan Sang Penguasa yang benar-benar memiliki kekuasaan besar, meliputi semesta alam ini. Sang Pencipta yang ditanganNya lah nasib semesta ini digenggam, entah sampai berapa lama hingga akhirnya diluluhlantakkan dan lebur menjadi satu (baca : kiamat). Dialah TUHAN.

TUHAN adalah sumber energi terbesar, yang kita butuhkan untuk terus bisa survive dalam semangat mengejar mimpi. Bukankah kadang-kadang kita merasa lelah dalam setiap perjuangan itu. Maka mendekatlah kepadaNya untuk mendapatkan kembali energi kita.

TUHAN adalah satu-satunya penolong yang hebat. Dia Maha Kuasa dan hanya atas kehendakNya lah segala sesuatunya terjadi di dunia ini. Jika kita bisa begitu ngototnya minta bantuan manusia yang punya banyak kekurangan, kenapa kita ngga ngotot minta bantuan TUHAN yang Maha Kuasa dan Tanpa Cela!

Dekatkan diri, lakukan ibadah plus-plus agar lebih diperhatikan. Misalnya untuk yang Muslim, kita punya : Shalat Tahajud, Shalat Duha (membuka rezeki), Shalat Hajat, bahkan kalau perlu laksanakanan Nadzar!

Tapi jangan habis manis sepah dibuang. Deket kalau ada maunya saja. Ketika mimpi itu dikabulkan sudah seyogyanya kita malah makin dekat kepadaNya, bukan malah sombong lantas lupa diri. Hanya mereka yang pandai bersyukur yang akan terus ditambahkan nikmatnya oleh ALLAH.

Semoga yang sedikit ini bisa berguna dan membantu rekan-rekan yang tengah dilanda kebingungan bagaimana menjembatani antara mimpi dan tindakan yang berujung pada suksesnya mimpi tersebut.

Ps. Ini adalah penjabaran dari materi yang saya bagikan gratis di artikel sebelumnya. Jika belum punya silahkan download di “Show At MBI Amanatul Ummah Pacet”.

Salam Sukses,
arief maulana
space

Mewujudkan Mimpi dengan Tindakan
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                 

124 thoughts on “Mewujudkan Mimpi dengan Tindakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.