Oleh : Arief Maulana

Lulus Sidang TA

Lulus Sidang TA

Seperti jadwal yang sudah saya buat kemarin, tadi siang saya berangkat ke kampus untuk asistensi Revisi Tugas Akhir ke para Dosen Penguji Sidang Tugas Akhir. Ya, beberapa teman mungkin sudah tahu kalau minggu lalu saya sudah lulus sidang Tugas Akhir dengan nilai yang alhamdulillah baik meski ada revisi.

Semestinya sih setelah lulus sidang TA, tidak ada lagi tanggungan. Tingga selesaikan revisi dan melengkapi persyaratan wisuda. Hingga kalau berjalan lancar mestinya bisa ikut wisuda bulan oktober angkatan 101. Sayangnya tidak semulus itu.

Saya masih punya tanggungan Sidang Tugas Merancang III. Maklumlah pada Sidang TM III yang dilaksanakan beberapa minggu sebelum Sidang TA, saya tidak ikut. Alasannya, tidak diizinkan oleh Dosen Pembimbing TM III karena dianggap belum siap. Apa boleh buat.

Meski demikian Dosen TM tsb mengingatkan saya agar tidak patah semangat. Tetap asistensi seperti biasa. Fokus dulu ke TA. Nanti kalau sudah lulus Sidang TA mungkin masih ada Sidang TM III susulan, dan saya bisa ikut disana. Mungkin, bisa ada bisa tidak. Kalau tidak ada ya mau bagaimana lagi, terpaksa menambah 1 semester lagi dan itu artinya wisuda tertunda.

Meski agak kecewa, waktu itu saya coba untuk tidak berlarut-larut. Saya tidak mau energi habis terkuras untuk menyesali ketidasertaan dalam Sidang TM III. Karena saya butuh energi besar untuk Sidang TA. Fokus pada apa yang bisa saya selesaikan dulu, daripada semua gagal. Tapi harapan akan adanya Sidang TM III susulan tetap saya pegang sebagai motivasi di setiap asistensi TM III.

Dalam setiap doa, selalu saya sisipkan harapan kepada Allah agar Sidang TM III tersebut ada. Karena TA saya bisa dibilang hampir tidak ada masalah. Tinggal TM III ini. Buat saya, imposible is nothing. Toh Allah Maha Kuasa kan, dan saya percaya apapun keputusanNYA nanti itu yang terbaik.

Dan akhirnya…

Kabar gembira itu datang saat saya asistensi Revisi TA. Kebetulan salah 1 dosen penguji adalah dosen yang berwenang dalam bidang Tugas Merancang beserta Ujiannya.

Awalnya beliau menanyakan kepada saya apakah masih ada sisa kuliah. Saya jawab saja sudah tidak ada, tinggal ikut Sidang TM III entah itu yang susulan atau nanti mid semester depan.

Setelah memeriksa hasil revisi saya dan meminta untuk menghadap dosen penguji lainnya besok, barulah ‘angin surga’ itu berhembus. Beliau mengatakan kemungkinan Jurusan akan mengadakan Sidang TM III susulan. Waktunya +/- 2 minggu sebelum yudisium.

Nah, terjawab doa saya. Setitik harapan itu telah membesar. Tinggal selanjutnya saya berjuang sekali lagi untuk meyakinkan dosen pembimbing TM. Kalau berhasil, ya harapan bisa ikut Wisuda Oktober semakin besar dan mendekati nyata.

Tidak peduli apapun harapan Anda, jangan musnahkan. Tetaplah berjuang karena tidak ada yang tidak mungkin bila Tuhan sudah berkehendak.

Lagipula dengan memelihara harapan, itu akan memberi tambahan energi untuk Anda agar tidak menyerah dan berputus asa. Gunakan kekuatan harapan di setiap derap langkah Anda. Teruslah melangkah dan jangan lupa juga untuk terus berdoa.

Mestakung, Masih Ada Setitik Harapan
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

75 thoughts on “Mestakung, Masih Ada Setitik Harapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,416 bad guys.