Oleh : Arief Maulana

Pernah suatu waktu seorang teman chatting diskusi sama saya perihal menulis. Kebetulan dia adalah salah satu dari sekian banyak Rekan Blog Motivasi Arief yang mengikuti perkembangan tulisan saya di blog motivasi ini. Dia tanya, “Rief, loe kalau nulis itu gampang ya? Sekali nulis jalan terus sampai selesai?”. Saya jawab, “Alhamdulillah gitu. Yang agak lama malah nentukan ide tulisannya seperti apa. Begitu ide dapat insya Allah nulis lancar.”

Dan kalau Anda punya penilaian bahwa saya bakat menulis dan punya karakteristik tulisan yang bagus, maka saya akan bantah TIDAK. Saat ini saya bisa konsisten menulis dan punya hobi menulis di blog, tidak lain karena saya memutuskan untuk memilki dan memperdalam kemampuan menulis saya. Alasannya? Nanti saya paparkan di akhir. Sebelumnya perkenankan saya mensharingkan perjalanan proses belajar menulis saya!

Saya pertama kali terjun dalam dunia tulis menulis kelas II SMA, tepatnya ketika ikut dalam ekskul jurnalistik. Awalnya saya ngga suka nulis. Hanya saja sebagai pelajar, waktu itu saya melihat bahwa kemampuan menulis itu penting. Untuk nulis makalah, nulis laporan, dan nulis skripsi kalau kuliah ntar. Jadi saya memaksakan diri untuk belajar menulis lewat ekskul jurnalistik.

Yang saya ingat, gaya menulis saya parah sekali. Semrawut kaya benang kusut dan ngga ada benang merahnya antara satu paragraf dengan paragraf yang lain. Karena itu juga lah saya mengalami satu kejadian memalukan. Waktu itu, all anak jurnalistik diminta membuat artikel tentang peranan perpustakaan sekolah dalam menunjang Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Sudah bisa ditebak, saya lah yang paling hancur tulisannya. Ketika membacakan artikel saya, seluruh teman tertawa terpingkal-pingkal. Jengkel dan malu juga pada saat itu. Untungnya, Pak Hartanto (pembina ekskul) memberikan komentar yang berbeda.

“Tulisanmu udah bagus Rief. Kamu berbakat. Dipoles sedikit saja, kamu bisa jadi penulis top.” Mungkin saat itu, Pak Har sekedar komentar biar saya ngga sakit hati. Tapi bagi saya, yang sedikit itu menjadi sumber spirits yang luar biasa untuk belajar menulis. Jadilah sejak saat itu, saya berusaha untuk terus mengasah kemampuan menulis saya. Salah satunya dengan cara mengikuti berbagai workshop masalah tulis menulis, rajin membaca, dan tentu saja menulis.

Menginjak kuliah semester 3 (2006), selama 1 tahun saya sering menulis artikel di mading kampus khususnya yang terkait masalah entrepreneur (bisnis dan konsep membangun aset) karena waktu itu memang saya masuk di Divisi Entrepreneur Himpunan Mahasiswa. Tujuannya menyadarkan teman-teman bahwa “Mahasiswa juga bisa kaya” (soalnya masih aktif di MLM Tianshi dan memang saat itu 85% jaringan saya adalah mahasiswa).

Nah, salah satu artikel saya kebetulan dibaca oleh Dosen BHS Indonesia, Pak Edy Subali. Yang mengejutkan ketika kuliah, beliau tanya siapa yang nulis artikel itu. Dengan sedikit bangga saya mengacungkan tangan. Boleh dunk bangga dikit. Soalnya waktu itu saya lihat ngga ada yang merhatiin tulisan saya. Paling segelintir anak aja. Lain dengan sekarang yang notabene tulisan di blog banyak yang baca.

Alkisah, atas permintaan beliau di pertemuan kuliah berikutnya saya bawakan print artikel tersebut. Beliau pun membaca dan memuji tulisan saya, dihadapan 40an mahasiswa satu kelas. Wah, rasanya waktu itu kepala mau meledak. Di akhir kuliah ada rangkaian pesan Pak Edy ke saya. Pesan merupakan “titah dan sabda” pribadi beliau pada saya.

“Rief, kembangin terus kemampuan menulis kamu. Di masa mendatang, penulislah profesi yang paling nyantai namun menghasilkan. Yang kamu butuhin cuma komputer yang nyambung internet dan rekening bank untuk tujuan transfer komisi.”

“Kerjaanmu cuma nulis dari rumah entah itu artikel, buku, opini, dll. Artikel di surat kabar misalnya. Sekali dimuat, bis dapet 100 s/d 200ribu. Lumayan kan. Coba bayangin kalao artikel kamu bisa dimuat tiap hari di surat kabar yang berbeda. 30 hari X 100ribu = 3 juta perbulan.”

“Palagi kalau kamu nulis buku. Wah, royaltinya bisa buat kamu jadi orang kaya mendadak. Dan itu bisa kamu lakukan mulai dari sekarang, mumpung masih mahasiswa. Kalau belum berhasil, coba terus! Percaya deh kata-kata saya.”

So, saya tetep konsisten nulis di mading hingga kepengurusan himpunan ganti. Di kepengurusan berikutnya, kebetulan tidak ada space kosong di mading menulis materi seputar bisnis. Jadi saya berhenti menulis di selama 1 tahun (semester 5 dan 6). Tapi saya yakin suatu hari, apa yang diomongkan Pak Edy akan menjadi kenyataan.

Keyakinan itu pun menjadi kenyataan, manakala ketika semester 7 (mei 2008) saya mulai mengenal bisnis internet / internet marketing. Dan seperti Anda lihat, kebanyakan pebisnis online meraih passive income 100ribu s/d 500ribu perhari lewat menulis. Mulai menulis produk informasi di awal (yang akan dijual), dan konsisten menulis di blog sebagai sarana untuk membranding diri sekaligus mengalirkan traffic ke situs penjualannya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menjemput rezeki dari Allah lewat menulis. Dan seperti Anda lihat saat ini, Anda masih tetap membaca tulisan di Blog Motivasi Arief ini. Dengan menulis di blog, banyak hal saya dapatkan. Mulai dari proses personal branding yang berdampak pada peningkatan volume penjualan affiliate marketing product, blog monetizing, hingga tawaran untuk mengisi workshop terkait marketing by blogging. Ujung-ujungnya? DUIT.

Saya juga belajar dari Mas Jonru melalui buku karangannya, Menerbitkan Buku Itu Gampang, yang sekarang sudah menjadi versi cetak dan bisa Anda cari di Toko Gramedia terdekat. Plan ke depan sih mau ikutan di sekolah menulis onlinenya dia. Bagus itu.

Dan ngomong-ngomong jika dikaitkan dengan bisnis internet/ internet marketing, banyak hal yang membutuhkan kemampuan menulis Anda. Mulai dari produk (kalau berupa ebook), sales letter, email marketing, email follow up, kata-kata promosi, blogging for branding, dll. Jadi, ngga ada salahnya Anda menginvestasikan waktu untuk belajar menulis. Karena lihat sendiri kan, manfaatnya banyak. Yuk kita mulai menulis!

Salam Sukses,
Photobucket
space

Meraih Sukses Dengan Kemampuan Menulis
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

132 thoughts on “Meraih Sukses Dengan Kemampuan Menulis

  • Pertama-tama saya ucapkan selamat untuk mas Arief, dengan naiknya pagerank dari 2 menjadi 3. Semoga semakin sukses dan barokah…! Amiiin
    Saya setuju dengan ajakan menulis mas Arief. Karena dengan menulis kita bisa menjadi lebih cerdas dan bijaksana. Disamping itu menulis juga merupakan ibadah. Karena sebelum menulis pasti kita akan membaca. Baik membaca yang tersurat maupun tersirat. Dan perintah pertama ketika Muhammad diangkat menjadi Nabi adalah perintah membaca. Iqra’ bismirobbikal ladzii kholaq. Dan bagaimana jadinya agama Islam, misalnya pada waktu itu kalau tidak ada yang bisa menulis wahyu-wahyu yang diterima oleh Rosulullah, yang sekarang kita bisa membacanya sudah dalam bentuk kitab.

    1. @M. Ansori, terima kasih pak. Saya setuju dengan “membaca”nya pak. Soalnya belakangan makin banyak saja orang yg malas membaca.

      Padahal seperti yg Bapak bilang, bahwa perintah pertama untuk Rasul adalah membaca, maka itu mengandung satu arti bahwa MEMBACA AWAL DARI KESUKSESAN.
      :sip:

        1. @mashengky.com, saya sih berdoa naik tinggi mas. Dengan demikian, ketarik lagi deh PR blog ini, hahaha…

  • Benar mas…, jadi blogger dapat sebagai media belajar menulis.

    Kalau saya belajar menulis kepepet karena kudu nyari duit pasca lulus kuliah.

    Setelah dapat kerja, nulis berhenti…, malah ada tuh satu artikel saya yang belum dibayar ama koran…, saya masih inget artikelnya mengenai kafein.

    1. @hade, ah sekarang penulis koran bisa kalah ama blogger mas. Penulis blog yg eksis bisa dapet income dari berbagai sumber malah, hehehe.

      multiple income :mataduitan::mataduitan::mataduitan:

  • Terima kasih mas arief atas inspirasi yang diberikan. saat ini saya sedang belajar untuk menuangkan ide apapun dalam bentuk tulisan. teringat “ikatlah ilmu dalam bentuk tulisan” saya lupa sumbernya. untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas memerlukan latihan yang terus menerus dan tentunya kita perlu ilmu yang terus bertambah. (“apa yang akan diberikan jika kita tidak memiliki”). ayo kita menulis, semoga menjadi amal ibadah, atas ilmu kita yang bermanfaat.

    Asik neh komentar ke 3, sesuai nama saya

    Tri Agung
    http://blogiotri.blogspot.com

  • Saya setuju dengan mas arief, profesi penulis mempunyai peluang yang sangat besar dengan hadirnya internet. saya sendiri adalah

    newbie, sedang belajar menulis, mencoba untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan. “ikatlah ilmu dengan menulisnya. luruskan

    niat, semoga jadi aset amal sholeh.

  • Semangat sore mas arief :)

    Pengalaman yang menarik..menulis memang profesi yang sangat cerah dimasa datang. Terutama semenjak maraknya bisnis internet marketing, makin banyak saja orang yang mencoba peruntungan dengan menjadi penulis..yah, termasuk saya gitu :hehe:

    salam sukses

    1. @Ricky, betul mas. Nikmatnya kerja di rumah yang hanya 1-3 jam saja, mampu membius ratusan ribu orang untuk belajar menulis dan menekuni jalur internet marketing. Hehehe… :ngelamun::ngelamun: :mataduitan::mataduitan::mataduitan:

  • waduh… lama ndak mampir semakin keren aja Mas.. maaf ya lama ndak nyapa. dipaksa istirahat je. beberapa waktu lalu sempat dapat senggolan mesra dari motor.jadi harus semedi beberapa waktu di RS.
    btw bisa bantu? lama ditinggal kok blog saya ngambek ya Mas. mau posting jadi ndak bisa. :hiks:

    1. @onabunga, semoga cepety sembuh mbak.

      Btw. Blogger kadang2 emang suka rewel mbak. Itu yg jadi alasan saya pindah ke wordpress.

      Ditunggu aja, dalam beberapa waktu kedepan biasanya normal lagi.

  • ya mas Arif…

    emang tulisan2 mas Arif bagus2 dan banget mengispirasi saya.
    Boleh ya kapan2 nulis dungk mas di Blog saya
    di tunggu lho mas

    Sampai Bertemu di Puncak Sukses

    1. @Andy, boleh lah mas. Kalau udah agak senggang coba saya nulis disana.

      Btw kapan neeh beralih ke domain .com?

  • Pengalamannya bagus sekali tuh Mas. Bisa menginspirasi banyak orang.

    Karena pada dasarnya semua bisa kita lakukan, asalkan kita mau sungguh2 berusaha untuk bisa. Termasuk keterampilan menulis ini. Bukan begitu, Mas?

    Dibalik itu, sejauh pengamatan saya…
    Sejak munculnya blog. Semakin banyak orang yang belajar menulis secara otodidak. Tentunya dengan berbagai motivasi. Tapi itu gak masalah, yang penting saya sebagai guru merasa sangat senaaaaang…sekali menyaksikan MENULIS sudah semakin membudaya di negeri ini.

    Terimakasih tak terhingga untuk penemu dan pencipta blog. Terobosan yang luar biasa.

    1. @Umar Puja Kesuma, sama senangnya mas. Menulis >>> terpaksa membaca buat cari inpirasi. Nah membaca ini lah yg bisa buat kita maju.

      kalau semua orang mulai menulis, terlepas di bisniskan atau tidak, pelan tapi pasti bangsa kita bisa maju.

    1. @GIlank, :lempar: jangan cuma bisa iri dong… berjuang juga biar bisa lebih baik lagi. Ntar gue batain mukelo kalo males!

  • Pagi Cak Arief, tulisannya selalu memberikan inspirasi dan pencerahan..saat ini sy juga lagi belajar menulis, mungkin sy ini termasuk yang kuno karena belajar awalnya adalah mendengar, membaca baru menulis..Terimakasih Cak Arief semoga sehat selalu, salam

    1. @Budi Warsana, pagi juga :nyembah:
      kenapa harus kuno mas. Bukannya pertama kali memang dari mendengar, membaca, and menulis? hehehe :baca:

  • He..he..he..nulis memang hal yang gampang-gampang susah ya mas…semakin sering kita menuangkan pikiran dalam coretan tangan, maka semakin lepas saja kalo mau nulis. Hal ini juga saya rasakan mulai dari pertama ngeblog sampai sekarang lho…

    Oya mas, selamat ya buat kenaikan pagerank blognya dari 2 menjadi 3. Kebetulan pagerank blog saya juga naik dari 0 ke 2 silakan baca di http://handokotantra.com/2009/06/akhirnya-pagerank-blog-ini-naik-jadi-dua/

    Selamat ya mas dan sukses selalu. :sip:

    1. @BLOG MOTIVASI BISNIS, sama-sama mas. COngrats juga, bahkan bisa dibilang mas lebih dahsyat tuh naiknya.:sip:

    1. @Handoko Tantra, sebenernya belum do follow mas. Aku masih cari cara. Dari kemarin nyoba ngubah dari no follow ke do follow error melulu.

  • hemmm….inspirasi yang menyentuh mas.membaca adalah hal yg sangat penting,dari sanalah kita akan tahu dan berpengalaman…walaupun kita cm lulus SD,bisa sama paling tidak miriplah dg anak2 mahasiswa yg berpengetahuan luas jk kita mau memanfaatkan kualitas membaca,hehe…
    thanks mas arief,tulisanmu sll bikin semangat terussss.

    1. @sari, bener mbak. Ibu saya cuma lulusan SMA, tapi great women. Mampu bersaing bahkan mengalahkan ibu2 lain yg katanya ngaku SARJANA bahkan S2.

      How? senang membaca! Lha wong andrie wongso aja ngga lulus SD bisa sukses!

  • Tulisan memang lebih tajam dari sebilah pedang!

    melalui tulisan kita bisa mentransfer nilai-nilai berarti di diri kita.

    oh iya selamat mas Arief, naik tingkat PR jadi 3

    Nb: Mohon dukungannya, bulan ini saya usahakan akan lounching Toko Online Perdana.

      1. @mashengky.com, iya mas hengky. Saya juga kaget, diem2 tau Mas Fadly kabari mo bangun online store. :ngupil:

    1. @Fadly Muin, terima kasih mas Fadly.Oke, saya support. Ntar deh kalo dah launching, coba kontak saya.

      Tak coba cari artikel yg pas untuk sekalian mempromosikan tokonya mas Fadly. Promosi terselubung!

  • Semangat yang luar biasa, kadang orang kalau akan terkenal biasanya malu dulu..
    Saya juga ingin Menjadi Rekan Mas arief..
    Sukses Terus Mas..
    Salam WE Can Do It…

    1. @Ahmad N, oh monggo mas. Dengan koment disini udah saya anggap rekan blog motivasi ini kok.

      Kalau mo diskusi, silahken kalau kebetulan saya Online. Atau bisa di sabtu – minggu pagi habis subuh!

  • Luar biasa mas Arief :sip: Smangat yg luar biasa bnar2 mnjdkan mas arief seorang pnulis yg luar biasa, trmsuk slah satu punulis yg saya kagumi.. :nyembah::nyembah:

    Saya baru brani nulis ya wktu prtama kali pnya blog mas, wlopun pas SMA gbung di buletin ROHIS tpi saya cuman jadi koord.pmasaran.. Gak ada hbungan ama tulis mnulis :phew:

    1. @Ardy Pratama, belum luar biasa mas Ardy, masih biasa2 aja. Tapi udah mendingan timbang dulu, hehehe…

      belajarnya duluan saya, suksesnya duluan mas Ardy tuh!:sip:

      1. @arief maulana, Klo blom luar biasa brrti ruuaaarrrr biasaaaa mas.. :hihi:

        Jah! Lbih dulu mas arief.. mas arief the best!:sip::sip:

  • asslm…
    Dengan menulis..berarti melatih kejujuran pula..mengembangkan ilmu yang dimliki, serta memberikan manfaat /pengalamn kepada org lain..yg pasti juga mendatngkan income..

    SLMT MENULIS…

    SUKSESS TRUS MZ ARIEF…

    SLM ACTION:tendang::nyerah:

    1. @wiwinds, waskum…
      point pentingny… bermanfaat untuk orang lain, bukan begitu mbak?

      Sukses juga buat mbak wiwinds
      :plis:

  • Menulis merupakan sarana penyampaian pendapat. Lewat sarana blog inilah pertama belajar menulis.
    Good Inspirating Mas.

    Salam Sukses Selalu

    1. @Winarno, sama-sama. Ya, blog bisa menjadi tempat kita untuk berlatih sekaligus mencari teman + dapet duit juga.

      Ngga apa-apa toh, namanya juga di blog sendiri. Mo nulis apa juga ga masalah.

  • Dear Mas Arief, selamat mas, kata Pak Har itu benar lho mas, klo ga salah mas kan dah bikin ebook tentang mangement waktu tho mas, tulisan mas memang enak di baca kok saya aja malah terinspirasi dari hobby mas menulis, saya memang suka nulis cuma memang kadang kendala di waktu dan tatabahas, selalu sehat mas dan salam sukses

    1. @BBM, itu sebenernya bukan saya yg nulis mas. Tapi saya yg nerbitin.

      Nanti kedepan insya allah tak pertegas lagi penulisnya dan Profesional Media (situs saya) sebagai penerbitnya.

      Hehehe… ditunggu aja

  • Dulu suka nulis cerpen dan artikel dan pernah beberapa kali dimuat di media juga. Sekarang harus belajar nulis lagi karena dah biasa pake bahasa gambar (akibat kuliah di arsitektur)

    1. @Bang Dje, wah architecture neeh! Mantap, cita2 saya dulo. Kesasarnya malah ke naval architecture and shipbuilding.

      Saya perlu belajar sama Bang Dje neeh, luar biasa kalau sampai tembus di media cetak!

      1. @arief maulana, Justeru… saya lagi nunggu-nunggu komentnya mas Arif di blog Saya…Udah beberapa kali lho Mas saya kirim artikel.. lewat wall FB nya.. tapi belum ada yang di kasih koment… jangan-jangan dibaca juga nggak? He he…

        1. @sagara mubarok, dibaca mas.

          Ada beberapa alasan mungkin.
          1. Yg saya amati agak jarang diupdat (maaf kalau salah).
          2. Topiknya lebih banyak ke arah promosi kursusnya, jadi saya bingung kadang mo koment gimana.

          Maaf sebelumnya mas!

          1. @sagara mubarok, konsisten aja mas koment disini. Soale saya menganut “You Comment I Follow”

            Tapi kalo ybs belum ada update, ya saya mo koment gimana? Hehehe…

  • Lho..komenku mana tadi ya mas…? duh..masuk Spam nih.

    Btw, ikutan kontes SEO mas, lumayan hadiahnya…:sip:

    1. @Kontes SEO Aristia WIda Rukmi, lha mas pake ID aneh2 seeh. Masuk SPAM mas.

      Sekarang filter sedikit diperketat. Soale mulai ada yg aneh2 ama blog ini!

  • Betul Mas Arief.
    Kemampuan menulis sangat diperlukan, dan tidak hanya dalam internet marketing saja.
    Tetapi khusus internet marketing, kemampuan menulis adalah hal yang sangat utama. Karena dengan tulisan yang menarik dapat membawa emosi si calon pembeli, menjadi terpengaruh, merasa dibantu dan akhirnya menjadi pelanggan.
    Terima kasih atas artikelnya.
    Salam untuk teman-teman yang sering berkomentar di blog Ariefmaulna ini.
    :hore: :hore: :hore::love:

    1. @Mas Wiro, bener mas. Menulis adalah salah satu skill yang wajib dimiliki oleh para pebisnis online / internet marketer. Khususnya mereka yang basis bisnisnya adalah ebook, paid review, ads business.

  • Wah, akhirnya bisa komen juga.
    Sebelumnya, salam kenal Mas Arief. Dari kemarin mau komen takut ga nyambung sama konteks artikel.:hihi:

    emang bener mas, nulis itu (cenderung) lebih mudah daripada mencari ide dan menyusun konsep.

    Kaya orang bangun rumah, yang pusing pasti arsitek, bukan tukang bangunannya.

    Terima kasih Mas Arief, atas inspirasinya.

    Salam sukses.

    1. @Dimaz, ngga usah takut koment mas. Selama artikelnya dibaca, pasti bisa kasih komentar kok. Kecuali para Spammer yang cuma datang dan koment seenaknya, dengan tujuan tanam backlink semata.

      Welcome to my blog!

  • Selamet dech mas blognya naek peringkat. Yg punyaku malah turun 1.
    Punya talenta memang harus di kembangkan. Jika tidak talenta itu akan hilang. Kalo di kembangkan pasti akan menambah talenta yang lainnya.:sip: Akan beranak pinak ( kucing kaleeee:ngakak:)
    So..kembangkan terus!!!

    1. @pangki[dot]com, sebelumnya, kita perlu lebih dulu mencari talenta yang ada dalam diri kita.

      How? Ya dicoba dong. Seperti halnya menulis ini. Kalau ngga dicoba, mana tahu kalau diri kita punya talenta menulis.

  • Menulis itu ibadah mas. Dengan menulis, orang lain bisa mendapatkan pencerahan. Selain ibadah, efek positifnya, ya itu tuh… dapat duit.

  • Wehh…..
    Btw siapa nich tmen chat yg di mksud???? :clinguk2:

    Wkwkwwkwkwkk
    jdi GR nich!!! :hehe:

    Wew, btul jga kta mas arif. Menulis itu emank bisa menghsilkan duit!! Tpi saya mo tnya nich!!!

    wktu di blng ma pembina ekskul klo mas punya kemmpuan mnulis, koq bsa sich menganggap itu sbgai mtivasi bkan sbgai kta2 penghibur biar ga skit hti!!???? :ngupil:

    Pdhal klo sya udh down klo keadaan nya kyak gtu!!!:phew:

    Oh ya, jngn lpa mas. Bca artikel bru di blog saya!! tlong ksih koment nya biar jdi pembelajaran buat saya.:baca:

    he-he!! udh lma ga nulis jdi bhsa nya agak gtu!!!
    :hehe::mataduitan:

    1. @d D4n, begini mas…kalo boleh saya tambahkan…
      kita minta pendapat kan tidak pada satu orang.

      kita itu butuh motivasi, satu orang bilang bagus, satu lagi bilang jelek…

      dengan begitu kita ambil positifnya aja. segera kita perbaiki saja dimana kesalahan kita dengan minta pendapat pada orang yang lebih expert.

      jadi motivasi itu bukan sekedar menghibur,
      coba baca yang ini
      http://candradot.com/2009/05/munculnya-harapan-dari-seorang-newbie/

      salam sukses

    2. @d D4n, nah, muncul neeh rekan Blog Motivasi Arief yang saya maksud dan saya ajak chat hingga lahir tulisan ini.:hihi:

      Gini mas, saya termasuk tipikal orang yang mudah termotivasi dan biasa mem-positivekan apapun yang terjadi.

      Hasil “kaderisasi” dari ortu yang memang suka berpikir positive.

      Itu kenapa saya jadi termotivasi. Dan kalau tidak seperti itu, ngga mungkin saya bisa jadi trainer self management mas.

      Kan salah satu materinya ada HAKIKAT MOTIVASI. Ngga mungkin dong saya bawain materi itu (Motivation Recyling System) kalau saya nya mudah down.

      Hehehe…
      :uhuk:

      nongkrong disini aja mas biar termotivasi.

    1. @pangki[dot]com, masuk moderasi mas. Santai aja. Soale belakangan makin banyak yg koment aneh2. Jadi ngerusak suasana positive di blog ini.

  • Halo Mas Arief,

    Kalo kita perhatikan saat ini sudah banyak sekali media untuk menyalurkan aspirasi seseorang dalam bentuk tulisan. Kontras sekali dengan jaman generasi-generas di atas kita. Seharusnya bisa lahir banyak penulis-penulis ulung, tinggal masalah kemauan dan konsistensi saja, seperti yang Mas Arief katakan.
    Pihak Gramedia contohnya membuka pintu lebar-lebar bagi orang yang ingin menerbitkan sebuah buku.

    Terima kasih atas sharing pengalamannya Mas Arief.

    Salam sukses luar biasa.

    1. @Arswino Sonata, betul mas. Peluangnya udah terbuka lebar. Saya pun ingin mencoba masuk di area buku cetak. Pengennya sih diterbitin ama Gramedia atau Elex Media, hahaha :ngakak:

      (Ngarep MODE :ON)

        1. @Arswino Sonata, wah sip. Bentar mas… ngerampungin kuliah dulu! Kalau ide buku, saya udah ada mo nulis apa!

        1. @Ahmad N, mas Ahmad juga bisa kalo mo jadi top komentator. Fekuensi komentarnya ditingkatin aja. hehehe…

    1. @Adi Wardana, sebenernya yg perlu dibenahi definisi penulis. Banyak orang terpaku pada definisi :

      Penulis = Nulis buku.

      Padahal dengan nulis di blog ajau udah bisa dikatakan menulis.

      Bentar ya bro… pesenannya lagi tak garap pelan2 (e-covernya)

  • Pertama-tama saya bisa mengucapkan terima kasih sudah mampir ke blog saya.

    Kedua, saya juga ingin sekali bisa menulis,kadang saya pikir sudah terlambat, namun setelah bertemu dengan teman-teman blogger jadi semangat berbagi dan belajar menulis lagi. Terima kasih motivasinya Mas Arief.

    1. @Puspita, welcome to Blog Motivasi Arief mbak!

      Ngga pernah ada kata terlambat untuk orang yang mau berubah ke arah yg lebih baik. Yang penting niat kita oke, dibarengi dengan action yg sesuai.

      Salam Sukses dan Salam Kenal

  • disini yang saya tangkap adalah motivasi pak har yang mengatakan, tulisan kamu udah bagus rief, kamu berbakat. dipoles sedikit saja.

    kalo diganti kata2nya sedikit saja, motivasi akan berkembang jadi beda.

    misal: tulisan mu udah bagus, tapi kurang ini dan itu.

    nyali kita bisa jadi ciut…
    seperti yang pernah saya bahas, bukan begitu mas arief?
    :sip:

    1. @candradot.com, bener mas. Pak Har emang dahsyat! Pemilihan kata-katanya pas untuk memotivasi, persis seperti yg pernah mas bahas di blog.

  • kayak pernah denger cerita ini mas…kalo gak salah pernah dibahas diblog yang lama yaaa…:sip:.
    seep…semangat terus nulisnya mas…hihiihih:sip::sip::sip:

    1. @Agung Jatnika, pernah mas. Intinya sama, menulis. Cuma seperti biasa, ada perbedaan. Namanya juga renew artikel.

      New spirits, new learning, and new success!

  • Pingback: Bagaimana Menemukan Ide Bisnis Kurang dari 2 Menit | ARIEF MAULANA - The Next Success Leader
  • Mas Arif, Kalo membaca postingan anda, kok membuat saya iri ya…gimana caranya ya bisa menulis seperti itu..?

    1. First selamat datang di blog ini mas theo.
      Sebenernya saya bisa menulis seperti ini adalah karena proses. Pada awal blogging dulu tulisan saya tidak sebagus sekarang mas. Cenderung pendek dan tidak terstruktur tulisannya.

      Karena saya terus menulis lama-lama ada peningkatan. Total artikel saja sudah 100 lebih (50 di blog ini, dan 50 lagi di blog lama yang sudah saya offkan). Nanti deh, saya tuliskan artikel lain lagi, bagaimana cara belajar menulis yang mudah dan bisa langsung dipraktekkan. Sekaligus juga bagaimana cara menemukan gaya tulisan yang sesuai dengan karakter kita.

      Salam Sukses

  • salam kenal mas arief..

    baru sekarg saya kunjungi blog mas arief.
    mungkin saya org paling baru mengenal blog…
    sebuah tulisan yang benar-benar memotivasi saya.
    segalanya berawal dari ketidaktauan tp dengan berusaha keras untuk tahu(belajar)…kita pasti bisa seperti otang sukses lainnya.
    betul ga mas?

    terima kasih artikel nya mas

    1. salam kenal juga mas sopyan.
      Kata siapa mas orang paling baru? Banyak juga kok rekan-rekan lainnya yg juga baru start.

      Betul sekali. Makanya jangan sekali2 menggunakan kata “TIDAK BISA”, tapi gunakan BELUM BISA. Lebih baik lagi “BAGAIMANA SAYA BISA?” Keliatannya ngga jauh sepele tapi punya perbedaan besar. Hehehe…

  • Salam kenal Mas Arief…
    Artikelnya sangat inspiratif…
    Saya sedang meningkatkan kemampuan menulis dengan menjadi article rewriter di sebuah situs. Bagaimana cara mengatasi otak yang tiba-tiba hang / macet ketika sedang membuat susunan kata-kata yang enak dibaca?

    1. Saya belajar dari Mas Jonru dan Mas Boy. Untuk tahap awal menulis sebaiknya tidak perlu repot memikirkan bagaimana redaksional yang bagus. FOkus saja menyelesaikan tulisan hingga akhir. Biarkan otak kanan kita berkreasi dan menulis dengan kreativ.

      Setelah tulisan selesai, beri jeda waktu dan kini saatnya mempekerjakan otak kiri kita yg bagianny adalah menyeleksi dan menilai satu struktur kata, apakah sudah pas atau tidak. Kesalahan yg sering terjadi adalah, kita sejak awal sering merasa dipusingkan dengan pemilihan kata sehingga ide keburu macet. Intinya biarkan ide itu keluar semua dulu baru kemudian diperiksa apakah sudah pas atau belum.

      Mungkin ada baiknya menggunakan struktur kerangka karangan. Itu akan mempermudah untuk kita tetap berada dijalur garis besar ide yg mau ditulis.

      Semoga tips ini membantu.
      Salam kenal!

  • jadikan menulis itu sebuah nafas baru… apapun yang kita tulis sekecil apapun tulisan kita, minimal bermanfaat untuk diri kita sendiri… di saat menjelang pensiun bahkan saat pensiun pun yang tertinggal hanya kemampuan otak kita. dengan menulis setidaknya bisa menghindari dari kepikunan. mulai menulis jangan lihat dahulu hasilnya secara finansial. tapi manfaat untuk sesama, walaupun info kita sederhana sekali…. trims mas arief… sukses yah….
    :sip:

  • Ibarat pisau, kemampuan menulis lama-lama juga bakalan tajam dengan sendirinya jika sering diasah. Dan salah satu cara mengasahnya yaitu lewat rutin menulis artikel di blog kita.

    Masalah gimana agar tulisan kita bisa mengalir dan nyaman tata bahasanya, itu emang perlu pengalaman dan juga harus melalui sejumlah review atau teknik membaca ulang sebelum dipublish.

    1. @iskandaria, ada baiknya juga sering membaca koran2 / majalah / buku yang punya redaksional bagus.

      Itu akan membantu kita dalam penyusunan tata bahasa. Bahkan kadang-kadang tanpa disadari malah gaya menulis kita udah berubah dengan sendirinya… :sip:

    1. @erick, harus mas. Writing skill mutlak buat pebisnis internet. Ini saya bahas detil di buku baru, My Secret of Internet Selling :sip:

  • Pingback: Asyiknya Menulis Dengan Blogging… | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,431 bad guys.