Menjual Juga Butuh Integritas
Oleh : Arief Maulana
Menjual juga butuh integritas. Rekan-rekan beberapa waktu yang lalu, ketika kebetulan YM sedang saya on-kan (biasanya sering off) ada seseorang tiba-tiba menyapa dan menanyakan bagaimana kabar bisnis saya. Ya, saya jawab aja ‘Alhamdulillah baik’.
Tidak selang beberapa percakapan, orang ini lalu kemudian menawarkan sebuah produk berupa plugin wordpress. Katanya sih, kebetulan lagi ada diskon dari harga aslinya USD 149. Sebenarnya, saya pribadi sedikit tahu mengenai plugin yang dimaksud sales tadi dan cara kerja plugin tersebut seperti apa.
Hanya saja, karena kapasitas pengetahuan terbatas (cuma general aja) ya saya tanya lagi agak detil ke orang ini. Kebetulan juga waktu sesi chat berlangsung koneksi modem internet saya sedang down, sehingga online YM dari BB. Pun lagi-lagi karena cuaca sedang buruk, untuk membuka situs via browser opera mini dari BB agak berat.
Berbekal alasan itulah saya minta yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan detil. Alih-alih mencoba menjelaskan, orang ini malah meminta saya untuk googling. Padahal sudah saya beritahu sedang tidak bisa browsing waktu itu.
Ini memancing saya untuk kemudian mempertanyakan apakah produk itu sudah pernah dia coba sendiri atau belum. Dan jawabannya adalah… ‘Yah, mas maaf saya juga belum coba, baru ditawarin.’ Berkaca dari kasus ini, kalau Anda jadi saya bagaimana sikap Anda? Kira-kira bakal beli produknya apa ngga?
Kalau saya pribadi, malah jadi ngga interest sama produknya. Pun saya tertarik dengan produknya, saya tidak akan beli dari orang tadi. Saya akan mencari siapa pun yang sudah pernah memakai dan bisa setidaknya menjelaskan bagaimana produk tersebut.
Jadi andai ada apa-apa, jalur tersingkat untuk bertanya bisa saya tempuh ke penjual itu tadi. Baru kalau si penjual mentok, naik ke pemilik produk. Kejam amat mas? Bukan kejam sih, tapi saya rasa semua calon pembeli akan memiliki pemikiran yang sama. Siapa sih yang mau beli kucing dalam karung?
Ini menjadi dasar alasan saya untuk sering sekali menasehati teman-teman yang terjun di dunia internet selling untuk lebih menguasai produk yang dijual. Entah itu dengan membeli produk yang dijual (amat saya sarankan) ataupun mencari informasi selengkap-lengkapnya (bila sekedar afiliasi tanpa beli produk). Lebih jelasnya silahkan baca artikel mas Cosa Mulai Berbisnis Internet Sekarang dengan Bisnis Affiliasi”.
Namun, akan lebih bagus lagi kalau produk yang Anda pasarkan sudah Anda coba dan praktekkan sendiri. Itu artinya Anda tidak sekedar menjual, melainkan menjual dengan integritas.
Para top sales, biasanya adalah mereka yang punya integritas dalam menjual. Mereka yang sudah merasakan sendiri manfaat dari produk tentu akan lebih yakin dalam memasarkan produknya. Karena mereka tahu, produk ini jelas akan membawa manfaat kepada para pembeli, sebagaimana mereka sudah merasakan sendiri manfaatnya apa. Tanpa kita sadari, para calon pembeli (yang kini makin cerdas saja) tahu loh kita menjual dengan yakin atau ada keragu-raguan.
Contoh Kasus : Misalnya kita mau menjual panduan ngeblog. Kira-kira orang akan lebih yakin mana? Ketika kita menunjukkan blog kita atau ketika kita tidak punya blog? Dan sebagai penjual pun kira-kira lebih pede mana ketika bisa menunjukkan blog canggih hasil mempraktekkan produk tersebut, alih-alih mengatakan saya tidak punya blog.
Begitu juga dengan para pemilik produk. Lihat bagaimana Mashengky dengan VCC Indonesia yang masih tetap menjadi market leader VCC walau banyak vendor VCC yang murah dan kebijakan baru PayPal soal verifikasi dengan rekening. Cek juga Lutvi Avandi dengan Cafe Bisnisnya yang semakin hari semakin dahsyat saja, baik produknya maupun supportnya. Ada juga Dini Shanti dengan d’BC-Onlinenya yang baru saja bagi-bagi blackberry dan Cosa Aranda dengan Panduan Dasarnya.
Mereka semua punya integritas, menjual produk yang memang berkualitas dan sudah mereka uji coba dulu. Tidak seperti kebanyakan buku panduan bisnis yang ada di gramedia. Yang mengaku punya panduan bagus, tapi penulisnya sendiri saja tidak punya blog. Di bakar aja tuh bukunya, hehehe…
Jadi integritas dalam menjual itu penting dan itu pula lah yang menjadi alasan mengapa menjual dengan penuh integritas kerapkali menghasilkan volume penjualan yang jauh lebih besar. Dan kuncinya ada di penguasaan produk. Jadi sudah saatnya kita menjadi super sales, yang tidak hanya sekedar menjual namun juga punya integritas.
Semoga bermanfaat,



masukan yang sangat berharga mas buat saya…


ternyata harus benar2 menguasai produk yang kita jual…
baik sebagai affiliate maupun reseller…
dengan begitu calon pelanggan yang puas duluan, diharapkan akan membeli atau mendaftar lewat link kita…
ALHIJRS Reply:
February 6th, 2010 at 4:14 am
@IwanKus, :iloveindonesia Keduluan Deh..he..,Salam Kenal ya Mas IwanKus.
ALHIJRS Reply:
February 6th, 2010 at 4:17 am
:thanks2 :sungkem Integritas hal terpenting Mas…, produk Apapun harus Ditemukan Tuh Soulnya
apaan ya Soul? , manfaatnya Harus Ditebar sedemikian rupa…sehingga Rezeki dapt Mengalir lwancar…
Trims
Salam Sukses
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 9:01 am
@ALHIJRS, makin bermanfaat biasanya makin laris!
IwanKus Reply:
February 6th, 2010 at 4:21 am
@ALHIJRS, salam kenal juga mas…


maaf saya duluan…
ismail Reply:
February 6th, 2010 at 7:10 pm
@ALHIJRS, numpang pertamax dulu ahhh
Agus Siswoyo Reply:
February 6th, 2010 at 7:23 am
@IwanKus, Gile, jam 2 pagi masih aja online mas. Anda pantas dapat pertamax…

IwanKus Reply:
February 6th, 2010 at 7:58 am
@Agus Siswoyo, kebetulan tadi bangun lebih pagi mas… :D
arkum Reply:
February 6th, 2010 at 2:43 pm
@IwanKus, pagi2 amat nih ms, udah
belum

Selamat jadi yg pertamax
KangAsep Reply:
February 6th, 2010 at 7:58 am
@IwanKus, Anjrit…. tidak pertamax


akbaralatas Reply:
February 8th, 2010 at 9:52 am
@IwanKus, berdasarkan pengelaman saya menjual produk online maupun offline.
yang terpenting kita harus menguasai produknya.., dan pelayanan yang maksimal.
maklum online. .
karena kejujuran dan pelayanan adalah segala galanya..
orang itu cukup hebat,untuk mengakui kejujurannya. Bahwa dia belum memakai plugin yang akan di jual.walaupun akan menurunkan interest konsumen yang di tuju .. tapi itu sudah merupakan nilai positif buatnya.
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 11:11 am
@akbaralatas, tapi tetep aja. Bikin saya males beli lewat dia. Hahaha…
HarianBisnisOnline Reply:
February 8th, 2010 at 12:42 pm
Tepat sekali, memang butuh Integritas sebelum menawarkan produk, Butuh kepercayaan public sebelum menjual. mungkin artikel mengenai jaringan pemasaran dapat menambah inspirasi bisnis online kita semua. selamat mencoba dan TETAP SEMANGAT!!!
Muklis Reply:
February 10th, 2010 at 9:01 am
@IwanKus, Benar sekali mas, produk knowledge harus di kuasai dulu, ibarat mau perang kita dan hafal medannya, salam sukses mas
sales tanpa product knowledge yang baik mau jualan apa di dunia maya?
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 9:00 am
@sibaho way, apalagi kalau ngga ada trust. Beuh tambah ngga laku-laku.
Branding first!
Agus Siswoyo Reply:
February 8th, 2010 at 10:00 pm
@arief maulana, Branding First or Jualan First ya?
waaah hati-hati mas arief jadi kelinci bercobaannya orang itu…..
KangAsep Reply:
February 6th, 2010 at 8:02 am
@Arief Rizky Ramadhan, kelinci percobaan

jewer aja 
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 7th, 2010 at 8:10 am
@KangAsep, wkwkwkwkwk….

KangAsep Reply:
February 6th, 2010 at 8:06 am
@Arief Rizky Ramadhan, cuman tes saja.. maaf.
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 6th, 2010 at 8:35 am
@KangAsep, emang mas asep yang nawarin ? :bingung
arkum Reply:
February 6th, 2010 at 2:45 pm
@Arief Rizky Ramadhan, mas Arief….

Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 6th, 2010 at 2:49 pm
@arkum, knapa mas ?
arkum Reply:
February 6th, 2010 at 2:56 pm
@Arief Rizky Ramadhan, enggak, ms AM, kan nggak nyebutin name-nya jadi ya biarin buat pelajaran bg yg lain aja(…hehehe…kalo salah persepsi ya, maaf ya)
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 6th, 2010 at 2:59 pm
@arkum, oh ya mas maaf ya

arkum Reply:
February 6th, 2010 at 3:06 pm
@Arief Rizky Ramadhan, Tenang aja ms…dibuat mudah sj. OK??
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 9:00 am
@Arief Rizky Ramadhan, hahaha… adaa etika jurnalistik. Narasumber negatif jangan disebutin. wkwkwkw
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 7th, 2010 at 9:33 am
@arief maulana, oke mas arief.. heheehe
arkum Reply:
February 7th, 2010 at 9:49 am
@Arief Rizky Ramadhan, Tp saya seneng pada anda mas Arief, anda berani terbuka menyampaikan comment tapi anda juga berani bertanggung jawab dan terbuka dgn kritikan. Pemuda yg selangkah lebih maju
….hehehe…sy beri :cendol unt anda, mas.
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 7th, 2010 at 10:43 am
@arkum, saya kasih bata deh :ngakak cendol balik mas aries :cendol
KangAsep Reply:
February 7th, 2010 at 12:31 am
@Arief Rizky Ramadhan, HAha.. ngetes tadi koment gak masuk-masuk.
bukan ngetes mas arief buat beli produk 
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 7th, 2010 at 8:12 am
@KangAsep, wwkwkwkwkk… kirain… btw update artikel dong mas asep..
KangAsep Reply:
February 7th, 2010 at 8:20 am
@Arief Rizky Ramadhan, silahkan cek ke TKP :cendol
Makasih banyak mas atas masukannya, sangat menarik untuk dibaca karena kebetulan saya juga pendatang baru di bisnis online. Sekali lagi makasih banyak mas
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:59 am
@SmarterDOS, sama-sama. senang bisa memberikan manfaat lewat artikel ini
pengetahuan mengenai produk yang kita jual memang sangat penting, saat dulu direstoran, ketika pembeli bertanya tentang produk yang dijual oleh resto tempat kita kerja, kita plegak-pleguk(=gagap)njelasinnya, jadi tengsinlah kita, akhirnya pembeli malas buat ngelanjutin pertanyaan..masih untung produk itu dah dikenal kualitasnya, jadi pembeli tetap beli
..tapi belinya yang harganya murah, sedang harga yg mahal gak jadi dibeli krn kita gak bisa suggest atau menyarankan dengan sangat
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:58 am
@Ahmad Subandono, yap. Malah kalau product knowledge kita bagus, dengan beberapa teknik rahasia kita bisa upsale ke produk lainnya
Artikel ini sumbernya dari YM kayaknya…
IwanKus Reply:
February 6th, 2010 at 8:14 am
@Agus Siswoyo, semacam interview gitu ya…


arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:57 am
@IwanKus, bukan interview mas. Dia jualan ke saya via YM hahaha
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:55 am
@Agus Siswoyo, iya mas. Orang itu jualan di YM. Tau-tau muncul dan nawarin produk itu tadi
candradot.com Reply:
February 8th, 2010 at 9:47 am
@arief maulana, Hahahahha,,, persis saya juga pernah nglami kek gini, gak pake basa basi langsung jederrrrrrrrrrr
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 11:19 am
@candradot.com, hajar aja dah kalo dah begitu
integritas…..


IwanKus Reply:
February 6th, 2010 at 8:16 am
@T. Wahyudi, alias kejujuran ya mas…


(sok tahu : mode on)
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:54 am
@IwanKus, integritas = yg kita katakan sama dengan yg kita lakukan.
jalan mudahnya, lakukan dulu baru ceritakan.
Arief Rizky Ramadhan Reply:
February 6th, 2010 at 10:10 am
@KangAsep, ketangkep satpam tuh
KangAsep Reply:
February 7th, 2010 at 12:34 am
@Arief Rizky Ramadhan, maksud nya opo iki?
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:53 am
@KangAsep, masuk spam komen saya mas. Hehehe
KangAsep Reply:
February 7th, 2010 at 10:12 am
@arief maulana, Spam!!?? ko bisa yah…
arkum Reply:
February 7th, 2010 at 9:51 am
@KangAsep, Udah mengajukan SIC (Surat Ijin Comment) nggak kang?

KangAsep Reply:
February 7th, 2010 at 10:14 am
@arkum, sok pasti mas…
jangan dibakar bukunya mas Arief… kasih saya saja… hehe
Ayo.. ayo tingkatkan integritas dan kredibilitas
Salam Kreatif,
Octa Dwinanda
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:52 am
@online-business-story.com, udah saya jual ke loakan hahaha…


Agus Siswoyo Reply:
February 9th, 2010 at 6:12 am
@arief maulana, sudah untung nggak disumbangkan sebagai pakan rayap….

sebenarnya tergantung mo pilih mana : membangun brand atau toko kelontong, he…he…
Btw, drpada kucing dlm karung, saya butuh karungnya aja mas….
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:52 am
@Suarakelana, yang jelas kalau berhubungan dengan produk kudu punya product knowledge yang oke!
Betul tuch mas, jualan bakso aja perlu pelayanan yang bagus, pa lagi bisnis online, belajar – dan belajar mempraktekan artikel mas arief


arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:51 am
@susiloptr, monggo!
tidak punya integritas sama dengan berada di luar lingkaran. jadi sejago apapun kita menjual. jika hal ini terabaikan, maka sulit sekali mencapai kepuasan.
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:50 am
@fadly muin, wah mantap tambahannya.
Sekedar jualan tapi nggak menguasai produknya ibarat seorang sales yg asal jual dan yg pentng laku. Tp ilmu marketing nggak dikuasai sama sisales itu. Ternyata levelnya msh sales bukan seorang marketer.
Trims ms, fenomena itu bisa jadi pelajaran bg saya.Biar nggak gampang langsg jual tanpa strategi
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:44 am
@arkum, yap. Sales dengan marketer profesional emang beda mas. Hehehe…
yang jelas product knowledge itu penting banget…
arkum Reply:
February 7th, 2010 at 9:35 am
@arief maulana, Betul mas, produk knowledge nggak dikuasai ya percuma sj. Ini sama dengan menjual malu bukan produk….

Smg yg berbuat sadar dg adanya artikel ini.jgn katakan apa yg tdk km kerjakan. Ibarat ortu yg menyuruh anaknya…mesti ksh contoh dulu
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:43 am
@Bundapreneur, amin…. sengaja untuk menyadarkan + berbagi pengalaman bun
this is a very very very good review mas.. based on your experiences and knowledge, I must say, I will pay you to review my books later on hahaha… good price for a good piece of work.
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:42 am
@mashengky.com, thanx a lot for your support brother. I just learn much from you and practice it on my business..
IwanKus Reply:
February 7th, 2010 at 2:01 pm
@arief maulana, wah sudah dapet order untuk ngreview buku mh nih manteps…


arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 11:01 am
@IwanKus, hehehe… efek bisnis Paid Review. Sekarang jadi Book Review. wkwkwk…
asik juga maen kemari, mantap
salam hangat dari Makassar mas
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:41 am
@Pancallok, asik dong. Hehehe… salam kenal juga Pak
Bukan hanya menjual, Memberi juga butuh integritas, dan mas Arief sudah mencontohkannya lewat TSIS :recsel
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:40 am
@ismail, hahaha… bisa aja neeh mas Ismail. Thanx supportnya bro!
benar sekali Mas Arief. orang akan percaya dgn produk tersebut jika si penjual sudah pernah coba ditambah sudah ada orang yang membuktikan hal tersebut… hal ini berlaku di semua bisnis kalo masa kalo jual mie ayam belum tahu gimana rasanya mie ayam tersebu… he he he he
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:40 am
@dodypku, makanya di awal dulu yang banyak laris malah panduan blog mas.
Soalnya saya bisa nunjukin bukti dengan blog saya.
sama halnya dengan sebuah artikel yang kita ketikan dalam sebuah layar monitor, tanpa tahu makna ataupun satuan urutan kosakata gabungan tentu kita sendiri sulit memahami apalagi sang pengunjung blog kita. bener kata kang arief kita harus menguasai suatu objek sebelum memprosesnya untuk menghasilkan suatu hal yang berguna bagi khalayak.
salam kusut
ghe
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:36 am
@ghe, you’ve got the point :cendol
kayaknya yang nawarin sudah kebelinger dengan harga dan bonusnya
walo belum tau manfaatnya 
arief maulana Reply:
February 7th, 2010 at 8:35 am
@KangAsep, itu namanya berpikir dengan emosi, bukan logika kang. kalau yang logikanya jalan, pasti akan mempelajari dulu.

Ilmu yang sangat bermanfaat. terkadang kita menyepelekan akan hl ini padahal hal tersebut sangatlah vital. Thanks mas arief untuk share dan tipsnya.
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 10:48 am
@Monetize Blog, sama-sama. Salam kenal!
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 10:55 am
@Vidzas Erdien, iya dong… wkwkwk
Integritas dibangun bertahun-tahun, namun dapat jatuh se-per kian detik…
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 10:42 am
@mrnadoa, benar sekali. Jadi jangan main-main
salam super-



salam hangat dari pulau Bali-
iya mas… saya malah kadang jengkel kalau membeli produk yang asal jadi. harusnya si produsen menguji dulu apa layak untk dijual.. jangan hanya mengharap untung tapi merugikan orang ya…
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 10:08 am
@andry sianipar, salam super. Wah jadi inget waktu masih tinggal di Bali dulu.
Semestinya, mereka yang menjual bisa melihat dari sudut pandang konsumen. Bagaimana seandainya membeli dari penjual yang seperti itu.
Dengan begitu bisa menempatkan diri sebagai penjual yang profesional dan disukai konsumen.
Betul sekali mas Arief… tanpa kredibilitas maka jualan kita gak bakalan laku-laku… yg didapat malah mungkin komplain kiri-kanan.
Sukses terus buat bisnisnya mas :-)
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 9:22 am
@BisnisModalGratis, sepertinya udah pengalaman ya Pak. Hehehe…
termasuk orang yang integritasnya diragukan adalah ketika testimoni pembeli yang mencantumkan situsnya setelah dibuka ehhh ternyata situsnya udah expired :(
sebenarnya sih jualan yang baik itu kayak Rasulullah s.a.w
Jujur dan amanah, termasuk menjelaskan kekurangan produk kita — tidak hanya kelebihannya –
bukankah begitu Mas Arif jualannya orang islam (maaf bagi yang non muslim, sah-sah saja anda menjual tanpa integritas )
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 8:50 am
@hmcahyo, benar sekali Pak. Itu yang menjadi alasan saya untuk lebih dulu menanyakan apa kebutuhan calon pembeli.
Jangan sampai kita menawarkan apa-apa yang tidak mereka butuhkan atau tidak menjadi solusi atas masalah mereka.

Sampai sekarang saya belum menjalankan bisnis affiliasi dari ebook yang saya beli. Karena, memang sedang proses mendapatkan hasil kemudian menjual sesuai ilmu yang di berikan. Pastinya menjadi nilai tambah.
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 8:49 am
@A9YnD1LV3R, nah itu lebih mantap. Kalau produk sudah dikuasai betul saya yakin nanti memasarkannya jadi lebih mudah.
Sekedar ingin mengapa sahabatku ini, apa kabar mas?
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 8:47 am
@Teenager Talks, alhamdulillah baik-baik saja
semakin hari semakin mantap saja bos arief ini… he he he.. sukses yah …
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 8:46 am
@omjun, terima kasih!
BETUL MAS KL SAYA APAPUN YANG MAS REFERENSI PASTI PERCAYA SEBAB TERBUKTI OK CUMA BGM DAPAT GAMBAR LUCU2 INI SAYA KEPINGIN AJARILAH MAS
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 8:37 am
@lianawati natawijaya, ini plugin wordpress bu. Harus website yang berbasis wordpress yang bisa memakainya.
Dengan menguasai materi dan kita sudah memakainya maka memberikan efek keyakinan yang tertular kepada prospek kita…jadi inget mlm mas :)
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 8:36 am
@Triagung.com, MLM juga marketing kan. Intinya semua marketing seperti itu, seharusnya yakin dalam membawakan dan memasarkan produk.
mungkin kalo produk reseller, bisa kita jelaskan dengan baik. Tapi bagaimana kalau produk affiliate mas yang kita sendiri belum pernah membelinya? punya saran..?
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 8:34 am
@Habib Yunus, sudah baca artikelnya cosa aranda yang saya tautkan linknya diatas?
Disana ada semua. Makanya saya berikan link.
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 10:02 am
@erick, sama-sama marketing juga khan. Hehehe…
kena deh sy…bisnis online setengah-setengah…harus diperbaiki nih
integritas menuju kredibilitas, begitu kan.
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 1:12 pm
@NowGoogle.Com Adalah Multiple Search Engine Popular, yap
Benar, integritas lebih ke soal kejujuran / amanah. Salah satu unsur profesional (amanah, skill/kafa’ah dan himmah).
arief maulana Reply:
February 8th, 2010 at 1:21 pm
@NowGoogle.Com Adalah Multiple Search Engine Popular,
Coba urun pendapat Mas. Saya belum tentu tidak membeli, bisa jadi saya tertarik, berusaha mencar referensi sendiri, dan kemudian memutuskan membeli. Tapi secara umum saya sangat setuju, penjual harus memiliki pengetahuan mumpuni tentang produknya. Sayangnya kesalahan ini sangat sering terjadi, bukan cuma kisah yang Mas sebut, mungkin si sales sendiri nggak mau buang duit beli dulu buat dia coba sendiri, tapi juga perusahaan-perusahaan besar. Misalnya di counter provider ponsel yang sedang mempromosikan modem saya tidak mendapatkan jawaban “apakah bisa dipakai di mac?” Di pameran mobil sales mobil tidak bisa menjawab “ini power steeringnya electric atau hidrolik?”
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:47 am
@adi, sama kan dengan tulisan di atas. Kalaupun membeli yang jelas tidak lewat penjual tadi, hehehe…
seenggaknya meski ngga punya sendiri kalau bisa sih ngerti produknya gitu
tambahan..akan lebih baik lagi kalau kita juga jujur tentang kelemahan yang dimiliki produk itu, karena kalau tidak, meskipun produk ini laku dan kita dapat uangnya, ada ketakutan yang akan selalu melekat pada pikiran kita bahwa sebenarnya kita tahu ada yang salah tapi diam saja.. Betul semua itu ajarannya mas..he.he..
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:45 am
@lucky, ya. Makanya dalam praktek menjual saya mesti tanya dulu apa kebutuhan si pembeli.
Kalau ngga ada di produk A, biasanya langsung saya rekom produk B yang lebih pas.

Saya juga memiliki pengalaman yang mirip. Pernah ditawarin modem gsm sama spg nan rupawan. Katanya sih kecepatannya kenceng dan oke buat maen game. Jadi wajar dong saya tanya, maksimal kecepatan download yang disupport sama produk itu berapa ya?
tanpa pamit aku langsung ngeloyor pergi 
Dijawab, 1Gb bang
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:44 am
@Catatan Hery, eits… untung ngga kejebak sama kecantikan si SPGnya. hehehe
Setuju mas memang betul saat kita menjual sesuatu kalo kita kuasai yang kita jual jauh menghasilkan keuntungan besar karena orang lebih yakin dan percaya dibanding ikut2n jual sesuatu hanya karena pengen meraih untung besar alih2 jadi buntung heee
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:43 am
@hendarblog, jangan keburu nafsu deh. Itu intinya. Pelajari mendalam lalu pasarkan dengan cantik. hahaha
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:41 am
@Jajank, hehehe… kalau ngga ngerti ;
1. Tanyakan selengkap2nya informasi itu sama si penjual.
2. Kontak yang udah senior (menurut Anda) kemudian mintakan pendapatnya.
Jajank Reply:
February 11th, 2010 at 3:53 am
@arief maulana, makasih mas…
saya tidak akan pernah berhenti belajar dari para senior seperti mas arief…
ternyata pemasaran word of mounth masih efektif dan menggigit!
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:38 am
@UntungNyata!com | Budhi K. Wardhana, masih mas. karena ada satu modal kepercayaan disana.
Dan kita biasanya lebih percaya yang sudah merasakan hasil ketimbang si penjualnya. Hehehe…
selamat mas, blog anda semakin sukses…., dan semoga teman yang lain juga ikut sukses, ayo bro berusaha lebih giat lagi ^_^
KangAsep Reply:
February 9th, 2010 at 8:35 am
@andi, amin…
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:37 am
@andi, terima kasih.
Pengingat yang pas untuk para penjual sekaligus konsumen. Sebagai penjual barang, harus betul-betul mengerti apa yg ditawarkan. Sebagai pembeli/pengguna juga harus terus waspada & selektif pada barang yg dibeli juga yg pada yg menawarkannya.
Terima kasih Mas.
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:36 am
@Bobich, sama-sama waspada lah, apapun posisi kita. Toh penjual suatu saat jadi pembeli juga.
Saya juga pernah melakukan hal itu waktu pertama mengenal internet…dan trust dari Consumen yang kita tawarkan otomatis luntur.. jadi malu
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:34 am
@Mukhtaruddin, sama dong. hehehe… wajar. Salah pertama melangkah itu wajar, asal jangan kesalahan diulang-ulang terus.
Aku juga ikut jualan…tp apa yang di jual…





arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:34 am
@ali mustika sari, lha aneh. ikut jualan kok ngga ada yang dijual.
udah download panduanku? kalau sudah disana kan ada tuh cara dapetin produk untuk dijual.
Penguasaan produk + Integritas => prinsip itu, aku setuju banget mas, mangkanya skrng aku lg belajar nge-blog :sungkem
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:33 am
@Gm., barusan sempat main ke blognya Mas GM, saya lihat bagus tuh. Profesional kok, hehehe…
baru belajar aja profesional, gimana entah. Hahaha…
Salam kenal mas.
Gm. Reply:
February 10th, 2010 at 10:00 am
wah terimakasih udah liat2 blog aku, blog mas arief ini jd inspirasi aku juga loh..thanks ya udah mau berbagi ilmu dan pengalaman :rate
thanks kiriman emailnya,maju truuuuuuust !
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:32 am
@m.koer’s, sama-sama :cendol
Best (higt quality) Product + integrity + excellent service + Best promotion = PENJUALAN SPEKTAKULER
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:31 am
@Umar Puja Kesuma, kesimpulan yang pas.
uah saya belum terlalu mengerti maslah kaya gitu mas…
tapi saya ingin belajar donk mas…
salam kenal ia mas..
bisa tukeran link gak mas??
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:31 am
@MetaHarry, kan sudah saya sediain panduan gratis di halaman my product.
Tapi diikuti step by stepnya.
benar mas arief,kita harus teliti dulu sebelum membeli produknya.
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:29 am
@Cara Cari Duit,
Menulis artikel pun butuh integritas, kalau ngggak paham esensi tulisan bisa babak belur di hajar komentator.
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:29 am
@Agus Siswoyo, yup. Makanya lebih enak share dari pengalaman pribadi ketimbang comot-comot tulisan.
Itu sama aja kan sama gini nih..Gimana mau tahu rasa cabe, kalo nggak pernah makan cabe..gimana tahu enaknya kentut, kalo nggak pernah kentut..ha.ha


arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:27 am
@Bisnsi Hosting Yukk!, yoi. bener banget.
Betul mas…beli produk sejatinya bagi saya pribadi untuk saya praktekkan, bukan untuk menjual ulang…makanya saya beli produk yang memang bener2 pengen tak praktekkin..he..he…
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:26 am
@Handoko tantra, nah sama dengan saya mas. Beli untuk dipraktekkan dulu.
kalaupun ada income dari reseller / afiliasinya itu bonus plus plus.
weee…

yang punya rumah asyik merancang kapal, blognya nggak diurus nih…
arief maulana Reply:
February 10th, 2010 at 9:25 am
@Agus Siswoyo, sudah terschedule semua mas. Kalau terlalu cepat keluar, kasihan pengunjung. hehehe…
setuju…saya rasa integritas dalam pengertian komitmen untuk menyajikan yang terbaik pada org lain, diperlukan dan berlaku untuk semua hal, tak terkecuali untuk marketing.. Orang membeli sepadan dengan yang dia terima…
rends,
[...] Efek positif lainnya, kredibilitas dan integritas (plus otoritas) anda dalam topik tersebut akan mulai terbangun dengan kuat. Jika sudah demikian, [...]
Ya tentu saya nggak bakalan beli mas.
[...] posisi dan pekerjaan kita, akan selalu ada kondisi dimana orang lain mempertanyakan kompetensi ataupun nilai lebih yang kita miliki sehingga layak untuk mendapatkan posisi yang lebih baik. [...]