Oleh : Arief Maulana

Profesional Executive SalesMenjual juga butuh integritas. Rekan-rekan beberapa waktu yang lalu, ketika kebetulan YM sedang saya on-kan (biasanya sering off) ada seseorang tiba-tiba menyapa dan menanyakan bagaimana kabar bisnis saya. Ya, saya jawab aja ‘Alhamdulillah baik’.

Tidak selang beberapa percakapan, orang ini lalu kemudian menawarkan sebuah produk berupa plugin wordpress. Katanya sih, kebetulan lagi ada diskon dari harga aslinya USD 149. Sebenarnya, saya pribadi sedikit tahu mengenai plugin yang dimaksud sales tadi dan cara kerja plugin tersebut seperti apa.

Hanya saja, karena kapasitas pengetahuan terbatas (cuma general aja) ya saya tanya lagi agak detil ke orang ini. Kebetulan juga waktu sesi chat berlangsung koneksi modem internet saya sedang down, sehingga online YM dari BB. Pun lagi-lagi karena cuaca sedang buruk, untuk membuka situs via browser opera mini dari BB agak berat.

Berbekal alasan itulah saya minta yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan detil. Alih-alih mencoba menjelaskan, orang ini malah meminta saya untuk googling. Padahal sudah saya beritahu sedang tidak bisa browsing waktu itu.

Ini memancing saya untuk kemudian mempertanyakan apakah produk itu sudah pernah dia coba sendiri atau belum. Dan jawabannya adalah… ‘Yah, mas maaf saya juga belum coba, baru ditawarin.’  Berkaca dari kasus ini, kalau Anda jadi saya bagaimana sikap Anda? Kira-kira bakal beli produknya apa ngga?

Kalau saya pribadi, malah jadi ngga interest sama produknya. Pun saya tertarik dengan produknya, saya tidak akan beli dari orang tadi. Saya akan mencari siapa pun yang sudah pernah memakai dan bisa setidaknya menjelaskan bagaimana produk tersebut.

Jadi andai ada apa-apa, jalur tersingkat untuk bertanya bisa saya tempuh ke penjual itu tadi. Baru kalau si penjual mentok, naik ke pemilik produk. Kejam amat mas? Bukan kejam sih, tapi saya rasa semua calon pembeli akan memiliki pemikiran yang sama. Siapa sih yang mau beli kucing dalam karung?

Ini menjadi dasar alasan saya untuk sering sekali menasehati teman-teman yang terjun di dunia internet selling untuk lebih menguasai produk yang dijual. Entah itu dengan membeli produk yang dijual (amat saya sarankan) ataupun mencari informasi selengkap-lengkapnya (bila sekedar afiliasi tanpa beli produk). Lebih jelasnya silahkan baca artikel mas Cosa Mulai Berbisnis Internet Sekarang dengan Bisnis Affiliasi”.

Namun, akan lebih bagus lagi kalau produk yang Anda pasarkan sudah Anda coba dan praktekkan sendiri. Itu artinya Anda tidak sekedar menjual, melainkan menjual dengan integritas.

Para top sales, biasanya adalah mereka yang punya integritas dalam menjual. Mereka yang sudah merasakan sendiri manfaat dari produk tentu akan lebih yakin dalam memasarkan produknya. Karena mereka tahu, produk ini jelas akan membawa manfaat kepada para pembeli, sebagaimana mereka sudah merasakan sendiri manfaatnya apa. Tanpa kita sadari, para calon pembeli (yang kini makin cerdas saja) tahu loh kita menjual dengan yakin atau ada keragu-raguan.

Contoh Kasus : Misalnya kita mau menjual panduan ngeblog. Kira-kira orang akan lebih yakin mana? Ketika kita menunjukkan blog kita atau ketika kita tidak punya blog? Dan sebagai penjual pun kira-kira lebih pede mana ketika bisa menunjukkan blog canggih hasil mempraktekkan produk tersebut, alih-alih mengatakan saya tidak punya blog.

Begitu juga dengan para pemilik produk. Lihat bagaimana Mashengky dengan VCC Indonesia yang masih tetap menjadi market leader VCC walau banyak vendor VCC yang murah dan kebijakan baru PayPal soal verifikasi dengan rekening. Cek juga Lutvi Avandi dengan Cafe Bisnisnya yang semakin hari semakin dahsyat saja, baik produknya maupun supportnya. Ada juga Dini Shanti dengan d’BC-Onlinenya yang baru saja bagi-bagi blackberry dan Cosa Aranda dengan Panduan Dasarnya.

Mereka semua punya integritas, menjual produk yang memang berkualitas dan sudah mereka uji coba dulu. Tidak seperti kebanyakan buku panduan bisnis yang ada di gramedia. Yang mengaku punya panduan bagus, tapi penulisnya sendiri saja tidak punya blog. Di bakar aja tuh bukunya, hehehe…

Jadi integritas dalam menjual itu penting dan itu pula lah yang menjadi alasan mengapa menjual dengan penuh integritas kerapkali menghasilkan volume penjualan yang jauh lebih besar. Dan kuncinya ada di penguasaan produk. Jadi sudah saatnya kita menjadi super sales, yang tidak hanya sekedar menjual namun juga punya integritas.

Semoga bermanfaat,

Salam Sukses,
arief maulana
space

Menjual Juga Butuh Integritas
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us
Tagged on:                     

161 thoughts on “Menjual Juga Butuh Integritas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,551 bad guys.