Oleh : Arief Maulana

Siapa sih yang ngga mau sukses di dunia ini? Jawabnya NGGA ADA. Hampir semua orang ingin mencicipi yang namanya kesuksesan dan hidup yang berkualitas, meskipun tidak semua bisa merasakannya. Untuk mencapai kesuksesan dan hidup yang berkualitas, seringkali kita ngga bisa bergerak sendiri. Dibutuhkan kerjasama dengan orang lain. Karena kodrat manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa berdiri sendiri.

Demi mendapatkan hasil yang maksimal, tentu kita mengharapkan rekan yang diajak kerjasama adalah mereka yang memiliki kualitas atau nilai tambah dalam dirinya. Sayang tidak mudah menjalin kerjasama dengan orang-orang yang punya kualitas yang kita harapkan.

Saya membaca di buku 21 Hukum Kepemimpinan Sejati karangan John C. Maxwell, hukum daya tarik berlaku mutlak pada saat kita menjalin hubungan atau relasi yang berarah pada kerjasama apapun bentuk kerjasamanya. John mengatakan bahwa seperti apa kualitas orang-orang yang ada di sekitar kita adalah tergantung dari seberapa berkualitasnya diri kita, dan itulah yang dimaksud hukum daya tarik.

Jadi kuncinya justru ada di dalam diri kita sendiri. Makin berkualitas dan memiliki nilai tambah, maka orang-orang yang mengelilingi kita ataupun yang kita tarik masuk dalam kehidupan kita adalah orang-orang yang memiliki kualitas tinggi. Kalau boleh menyekalakan kualitas dalam skala 1-10 (makin tinggi makin berkualitas), maka orang dengan kualitas 7 biasanya akan dikelilingi orang-orang yang kualitasnya sama-sama 7.

Maka dari itu, meningkatkan nilai dan kualitas diri tentu sudah menjadi keharusan jika kita ingin dikelilingi orang-orang yang berkualitas. Mengembangkan diri di setiap kesempatan bisa menjadi solusi untuk itu. Misalkan kita ingin didekati atau masuk ke komunitas orang dengan kualitas ‘A’, cobalah untuk mengembangkan kualitas ‘A’ dalam diri kita.

Anda tinggal bayangkan saja, kalau hidup kita dikelilingi orang-orang yang memiliki kualitas atau nilai tambah (ngga sekedar materi belaka) tentu akan sangat menyenangkan. Kerjasama yang terjalin bukan sekedar kerjasama biasa, melainkan kerjasama saling menguatkan yang pada akhirnya membawa tim tersebut ke gerbang kesuksesan.

Mungkin kita nantinya akan bertanya-tanya, apa benar kita ini memiliki kelebihan? Apakah benar bahwa setiap manusia pasti memiliki nilai tambah dalam dirinya? Jawabannya adalah BENAR. Sesungguhnya Allah itu Maha Adil. Setiap manusia itu dilahirkan dengan potensi yang luar biasa di dalam diri mereka. Hanya saja tidak semua menyadari ini.

Mereka yang sadar, akan berupaya bagaimana caranya mengeluarkan potensi-potensi terpendam ini hingga akhirnya terbentuk satu kualitas dan nilai tambah dalam diri masing-masing. Salah satu jalannya adalah dengan banyak belajar pada sekolah kehidupan dan berani mencoba hal-hal yang baru.

Saya percaya bahwa bakat itu sebenarnya hanya 1% saja dari 100% penentu kesuksesan kita. Selebihnya adalah kerja keras yang didukung dengan nilai-nilai positif + kualitas pribadi yang baik dalam diri kita. Oleh karena itu mari selalu berupaya untuk berkembang dan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Nanti Anda akan melihat sendiri, begitu kualitas pribadi dan nilai dalam diri Anda bertambah maka orang-orang yang berkualitas akan masuk dengan mudah dalam kehidupan Anda. Kerjanya bagai magnet yang menarik sebuah besi. Ngga perlu bertanya ‘bagaimana bisa?’ tapi biarkan saja berjalan dengan sendirinya.

Jadi sekali lagi saya ingatkan, kunci menarik orang-orang berkualitas ke dalam diri kita justru ada di dalam diri kita sendiri. Makin berkualitas diri kita maka makin kuat ‘magnet’ ini menarik orang-orang yang kita harapkan.

Tingkatkan kualitas hidup Anda dengan meningkatkan kualitas pergaulan bersama orang-orang berkualitas. Dan pastinya semua itu dimulai dari peningkatan kualitas diri kita sendiri. Ngga percaya, coba tuh tanya sama Bundapreneur yang selalu dikelilingi orang-orang berkualitas!

Salam Sukses,
Photobucket
space

Meningkatkan Kualitas Hidup Bersama Orang-Orang Berkualitas
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube
Contact us

118 thoughts on “Meningkatkan Kualitas Hidup Bersama Orang-Orang Berkualitas

  • jadi ingat, siapa yang bergaul dengan tukang parfum akan menjadi wangi, jadi bergaul dengan orang yang berkualitas, betul sekali mas, kita hatus berkualitas juga, byar nyambung gitu lo. semuanya itu mulai dari diri sendiri…

    1. @Tri Agung Yogaswara, pertamax neeh gan. Belum broadcast padahal, hehehe…

      Iya. Rasulullah udah tahu ilmunya tuh dari ratusan tahun yang lalu. Kalau kita telaah lebih dalam… masih relevan dengan kondisi saat ini. :sip:

  • keduaxxxxx…:sip:
    sekali lagi semua bersumber pada diri sendiri……

    saya jadi semakin yakin bahwa kita memang dianugerahi TUHAN kekuatan yang amat luarbiasa untuk mencapai apapun yang kita mau (tentu dengan seijin-NYA)…termasuk kemauan untuk dikelilingi dan bergaul dengan orang2 berkualitas…

    ^_^

  • …begitu kualitas pribadi dan nilai dalam diri Anda bertambah maka orang-orang yang berkualitas akan masuk dengan mudah dalam kehidupan Anda

    atau bisa juga dibalik, bila mau berfikir seperti orang-orang yang berkualitas, mulailah bergabung dengan komunitas berkualitas sekarang juga. Tidak perlu minder, sekalipun anda merasa belum mempunyai kualitas seperti mereka.Begitu bukan mas arif ?

    Seperti kata AA Gym. Kalau kita bergaul dengan pedagang parfum, maka kita akan berbau parfum. Kalau kita bergaul dengan tukang patri, maka kita akan berbau patri.

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

    1. Betul sekali pak. Hanya saja yg sering terjadi, ketika rekan2 mencoba masuk, rasa minder itu muncul sendiri.

      Akibatnya justru mereka jadi tersisih sendiri. Padahal boleh jadi yg sudah ‘senior’ bermaksud mengangkat eh kok ternyata yg mau diangkat malah mengekeret…

      Rasa minder itu bs sedikit dikurangi manakala kita ‘mempersiapkan diri’ terlebih dahulu.

    1. @rudy azhar, biasanya sih begitu mas. Misalnya skill menulis. Makin banyak menulis, kualitas tulisan menjadi lebih baik.
      :belajarkeras:

    1. @Ngobrol Seputar Bisnis Online, namun perlu diingat juga, pembentukan pribadi yang kuat ini juga tergantung dari dalam diri kita.

      Misalnya sekuat apapun pengaruh negatif lingkungan, kalau tekad kita kuat maka kita bisa membuat satu filter yang baik.

  • Semua manusia hakekatnya dilahirkan dalam keadaan sama, mau jadi apa kita ini faktor lingkunganlah yang kuat mempengaruhinya :hihi:

    1. @sumartono, namun perlu dingat mas… ketika kita memiliki pribadi yang tangguh, seberapa kuat lingkungan tidak akan mempengaruhi kita…

      Ngga mau dong ikut arus lingkungan negatif, :hihi:

    1. @Teenager Talks, yah. Lupakan saja mitos bahwa pemimpin itu bakat turunan. Kita semua terlahir sebagai pemimpin.

      Hanya saja, mampukah diri kita mengolah dan memoles hingga orang benar-benar tahu bahwa kita adalah pemimpin sejati.
      :sip:

  • Setuju banget dgn artikel ini. Bahkan penghasilan kita juga ditentukan oleh jumlah penghasilan teman-teman kita. Loh ????

    Coba Anda buat daftar 5 (lima) teman terdekat anda. Coba taksir penghasilan mrk ber-lima dan dirata-ratakan, hasilnya adalah jumlah penghasilan kita.

    setuju ???:puyeng:

  • Tadinya cuma bisa bikin blog, kenalan sama Mas Arif ikut ketularan bisa ngolah blog.

    besok2 lagi ketularan apa lagi nih..

        1. @Wawan Purnama, eits… saya bersyukur loh jadi orang gemuk. Ngga semua orang bisa soalnya :ngakak:. Kata temen2 sih itu tanda2 sukses… :uhuk:

  • wah! ingin sukses ya harus nempel2 orang sukses, biar kecipratan sukses, tapi jangan nebeng tenar saja ya.. nanti gak bertahan lama. jadi go sukses! nyambung gak nih obrolannya gan?

    1. @pasutrisatu, nyambung. Nempel kalo ngga diimbangi dengan penambahan kualitas diri sendiri… lama2 akan tersisih dengan sendirinya.

    1. @Zaiful Anwar, tidak harus keluar. Tapi fokuslah 80% dengan orang-orang berkualitas.

      Kualitas hidup kita dipengaruhi oleh 3 hal :
      – Apa yang kita lihat
      – Apa yang kita dengar
      – Lingkungan tempat kita bergaul

      Pak Tung Desem Waringin sendiri mengatakan, jika ingin sukses 80% fokuskan bergaul dengan orang sukses dan belajar dari mereka

      20% silahkan bergaul dengan siapa saja sekedarnya saja.

  • Inspiratif artikelnya! Saya harus mengumpulkan orang-orang yang berkualitas dulu biar kecipratan ntar suksesnya. Termasuk mas arief nih. :sip:

      1. VCC itu pengganti credit card mas. Biasanya utk satu fungsi saja. Misalnya VCC nya Mashengky, itu untuk verifikasi paypal saja.

        Jadi jgn disamakan dgn credit card yg bisa dipakai belanja kapan saja. Hehehe…

    1. Dapet ilmu vcc mas. Sekalian jadi top affiliate jualan vccnya, hahaha…

      Bahkan klo perlu beli hak bisnis vccnya.

      *) ngumpulin duit… Ngumpulin duit…

  • sudah tak mulai contohnya bergabug anda siapa tahu dengan bergabung dengan anda menambah PD terutama di bisnis ini pasti dong…ya seperti kata anda hidup kita ditentukan siapa komunitas kita kalo di bidang agama ada kata kata “wong kang sholeh kumpulono ” berkumpulah dengan orang orang yang sholeh “…eh bawa bawa agama segala…Saya dapat satu dari tiga yang anda anjurkan yaitu ” apa yang kita baca ” kalo”apa yang kita dengar” menghadiri seminar seminar bisnis online tentu sangat perlu tapi saya jarang mengikuti,Lingkungan ? cukup..lah ? Terus apa lagi ya..?, Oh ya saya sangat senang anda mau mengomentari satu satu rekan yang juga mau berkomentar..padahal ditempat lain kita diminta komentar tapi dia ga mau kasih koment lah apa gunanya dibuat blog seperti ini…Makasih ilmu ilmu nya.

    1. Terima kasih atas kepercayaannya mas.

      Talk bout agama, sebenernya rambu2 ataupun nasehat2 yg diberikan sejak dulu kala masih cukup relevan utk kehidupan saat ini. Sayangnya generasi sekarang mungkin agak malas utk mengkajinya.

      Seperti ‘tuntutlah ilmu hingga ke negeri cina’. Sekarang keliatan banget kan, Cina adl 1 negara yg perkembangan bisnis dan ekonominya sangat bagus. Bahkan sampai2 pebisnis top di USA mulai memindahkan investasinya ke Cina.

      1. @arief maulana, termasuk kalo ada bencana besar sak dunia kita larinya ke negeri China ..tuh Amerika larinya kan kenegeri China (Film 2012)…he he he,ya saya akan belajar terus selama anda masih mau memberi ilmu kepada saya.

        1. Belajar terus saya sepakat. Tapi embel2 ‘selama Anda masih mau memberi ilmu’ itu sy kurang setuju.

          Kita harus aktif, dan tdk hanya menggantungkan ilmu di 1 orang. Apakah misalnya nanti saya udah menghadap Dia Anda otomatis berhenti belajar? Tentu tidak bukan.

          Banyak lho yg ilmunya lebih baik dari saya.

  • Senang dengan anda terus memberikan ilmu, seperti inilah seharusnya saya bergabung dan anda selalu menjawab balik setiap koment beginilah yang seharusnya… makasih

    1. Alhamdulillah jk memang bermanfaat. Adapun sy menjawab comment adl bentuk terima kasih sy karena sudah membaca artikel disini dan membubuhkan komentar.

      Sy tahu setiap orang pasti punya kesibukan masing2. Dan kesediaan mereka meluangkan waktu utk mampir disini adl 1 bentuk kehormatan untuk saya pak.

  • yang penting setelah memiliki kualtas adalah menjaganya agar tidak dimanfaatkan oleh orang lain.

    memang benar saat diri kita berkualitas, maka orang akan berkumpul, namun tidak semua yang berkumpul adalah orang yang baik.

    oleh karena itu kita harus bisa memilih dan terkadang juga harus tegas saat menolak permintaan dari orang yang hanya ingin memanfaatkan kualitas kita.

    1. @dreamfrog, kembali ke masalah sikap dan hukum daya tarik. Mungkin di awal setelah berkumpul dgn manusia berkualitas, tidak semua baik.

      Tapi percayalah yang baik akan dipertemukan dgn yg baik dan sebaliknya. Itu sudah janji Tuhan dalam kitab suci.

  • Setuju, ketika saya ngasih komen ini semoga sesuai dengan judul artikel. Dan …Mas Arief boleh sekalian tanya, apa yang dimaksud dg kalimat ini:
    “Purchase Credits Paid In Advance -$-10.00”
    :hiks:
    Terima kasih.

    1. @BuNinil, ‘Purchase Credits Paid In Advance’, saya kurang tahu bu. memangnya ada apa dan bagaimana hingga bisa keluar pernyataan seperti itu?

    1. @RaRa Wulan, bener sekali Mbak Rara. Mari saling ketularan dan menularkan bibit-bibit sukses… :hihi:

      oh ya, saya buka websitenya kok berat banget ya! PAdahal mau kunjung balik.

  • Benar sekali mas arief, kalau gak salah ungkapan lainnya seperti ini, berteman dengan perampok maka sedikit banyak akan menjadi perampok, berteman dengan ulama, maka kita akan terbawa kebiasaan seperti ulama..

    Semoga dengan ilmu yang sedikit yang saya dapat dari mas arief dan yang lainnya bisa membawa saya sukses juga…

    selamat Idul Adha ya mas…:sip:

  • muaranya terletak pada integritas diri yg kuat. berpegenag teguh kepad prinsip-prinsip normatif untuk peningkatan kualitas diri.

    orang awam menggunakan logika seprti ini:
    “individu di perngaruhi oleh lingkungan”

    tapi orang sukses menggunakan logika terbalik ”
    “lingkunganlah yang di pengaruhi oleh individu”

    sekarang tinggal pilih jalur mana?

    1. @Fadly Muin, nah… ini baru mantap. Rasanya waktu saya posting ini ada yg kurang. Ternyata dilengkapi sama Mas Fadly…

      “Orang sukses tidak terpengaruh lingkungan, melainkan mempengaruhi lingkungan…”
      :sip:

  • inget sabda Rasulullah saw. “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, orang cina bilang (dengan redaksiku) “akan sulit mencari orang berbakat kecuali di kampungnya orang berbakat, dan yang nyari harus orang berbakat juga”
    mudah-mudahan saya ‘konsisten’ berusaha jadi orang yang berkualitas

  • Sepertinya saya harus terus mencari teman-teman yang berkualitas nih mas..? klo boleh tau gimn caranya mas bisa berteman dengan teman-teman para pebisnis internet yang sudah sukses seperti yg sudah mas lakukan..? Klo bisa kenalin ke saya juga, biar bisa saya copy ilmu dan pikirannya…! Salam Kenal
    Habib Yunus

    1. @Belajar Affiliate, ini beberapa cara yang biasa saya lakukan :
      1. Sering nongkrong di blognya

      2. Tingkatkan kualitas diri (pengetahuan) –> biar kalo diajak ngobrol topik apapun nyambung, ngga nanya melulu.

      3. Kalau kebetulan beli produknya, dipraktekin! Biar ilmunya masuk

      4. Bangun listbuilding sebagai nilai tambah kita (penting untuk tahap negosiasi)

      5. Jangan melulu bicara bisnis. Sama-sama manusia toh, jadi sekali2 kita bisa discuss bout life (non business).

      6. Kualitas diri bisa ditunjukkan dengan efek branding. Seberapa populer mas di dunia maya.

      1. @arief maulana, uh saran yg bagus mas akhir,y bisa dpt jg teknik berteman dengan para IM terkemuka thanks berat mas….
        kali ja kalo sering2 nongkrong di blog ni saya bisa jd tmen.y mas arief :hehe:

        1. Hehehe… Iya jelas dong. Sy sih open2 aja mo temenan sm sp aja. Biasanya justru temen2 yg minder sendiri akhirnya menghilang…

  • hidup memang benar2 pilihan ya mas…
    cari teman juga pilihan…
    pengen hidup kualitas juga harus teman yang berkualitas :)
    lingkungan itu memang punya pengaruh yang besar ya :)

    I get it…
    Okee… Saatnya berjuang bergabung dikalangan orang2 berkualitas seperti mas arief :sip::sip::sip:

  • Ternyata Mas Arief pengagum John C. Maxwell juga… kebetulan buku yang dimiliki sama tuh Mas, sudah lama saya punya… tapi melihat postingan ini ingin kembali tak coba buka…emang isinya mantap sekali:sip:

    Maaf lama ngga mampir…

    1. Iya mas. Leadership jg menjadi salah satu ilmu yg konsen sy pelajari. Dan menurut sy guru terbaik salah satunya John C Maxwell

  • Bener banget mas Arief, makanya saya selalu mendekat dengan mas Arif supaya ketularan kualitas dan kesuksesanya. Mantap mas!
    Sukses terus mas.

  • Salam kenal mas Arief,…
    Bergaul dengan orang sukses memang harus mas, terkadang perasaan kita senang bergaul dengan orang yang sukses dan kita akan termotivasi dengan sendirinya.
    Orang-orang yang telah sukses banyak kok yang dengan senang hati akan menjawab pertanyaan kita, bahkan ada beberapa yang selalu memberi solusi terbaik dengan tindakan yang kadang menurutku sebagai orang biasa tidak masuk akal dan sulit untuk dilaksanakan. Tetapi mereka terus memberi support setiap kali bertemu. Biasanya mereka menanyakan bagaimana atau sudahkah ada perubahan pada diri anda? Bagaimana dengan visualisasi dan action anda? Jawabku (dalam hati, belum he he)jadi kadang malahan kita yang malu sendiri mas. Salam

    1. Hahaha… Kebalik bun, mestinya sy yg nanya gitu. Situ kan lebih berkualitas and banyk ilmu dlm menjalani kehidupan…

  • Pa khabar mas Arief? Dah lama gak maen.

    Banyak potensi yang luar biasa hanya terpendam, mungkin lebih ke persoalan mental ya mas Arief? mungkin takut memulai, malas dan dkk… Kalau mau sukses tidak ada cara lain selain kerja keras dan jangan mudah menyerah

  • salam kenal semuanya… saya newbie yg kebetulan nyasar kesini. sebelumnya saya dah lama kenal dgn mas arief, tepatnya di blog jokosusilo.com. emang bener mas, untuk sukses kita mesti bergaul dgn orang-orang yg lebih dahulu sukses supaya kita bisa berfikir dan bertindak seperti mereka.

    1. @amin.khansa, halo mas amin… iya dulu saya sering nongkrong disana. Sekarang jarang. Hehehe…

      Enjoy my blog and positive community
      :guayarek:

  • Udah lama saya ga mampir neh mas Arief..
    Saya sering baca buku motivasi,buku membangun kwalitas hidup,walaupun ga tahan lama,paling banter 15 menit trus ngantuk..,walaupun dipaksakan ya akhirnya ngantuk juga ujung2nya,mungkin harus pake kacamata yaaah..
    Tapi dengan ngomentar,terus ditanggapi,kok rasanya seperti “hidup” suasananya.
    ada juga “ngomentar” tapi ga pernah dibalas komentarnya..hi..hi..,sepihak kali ya..
    Tapi yg jelas “leader is Reader”.Banyak orang2 besar dan sukses ternyata salah satu hobinya adalah membaca, selain tentunya gaul ma orang sukses ,setuju mas ?

    1. @ adif, Ya… Hampir 90% leader sukses suka membaca. Dan karena kebiasaan itulah mereka selalu berkembang, dinamis, dan berwawasan luas.

  • Tulisan yang menarik dan bermanfaat. Terima kasih telah berbagi, rasanya jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan dan menginspirasi satu sama lain tentang proses pengembangan diri. Dan jika Anda berminat melihat referensi silang, coba cek apa yang saya tulis dalam artikel Racun Pengembangan Diri. Semoga membantu.

    Salam kenal.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

    1. Salam kenal. Benar sekali. Apalagi kepercayaan itu susah sekali diraih saat ini. Pun nilai2 kejujuran sudah banyak berkurang…

  • Agak berbeda di lingkungan kantor, dimana orang2nya ditentukan oleh sistem organisasi. Kadang kualitasnya tak sesuai harapan. Tapi disini justru diperlukan kualitas lebih diri kita untuk mendorong peningkatan kualitas orang sekitar.

    1. @Suarakelana, temen saya (orang kantoran juga) pernah bilang hal sama seperti bapak.

      Maka dari itu dia mengimbanginya dengan menambah teman berkualitas di luar lingkungan kantor.

      Sehingga ketika berada di kantor dirinya memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Harapannya tentu mempengaruhi yang lain untuk menjadi lebih baik juga.

      Terima kasih masukannya.

  • Kalo gak salah W.Clement Stone pernah bilang : “Be careful with the friends you choose or you will become like them…”
    ‘Mo temenan ma mas arief ahh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 470,419 bad guys.