Menikmati Hidup Dengan Penuh Rasa Syukur

Lebih Bahagia Dengan Bersyukur

Oleh : Arief Maulana

Hari minggu yang lalu ada seorang kawan memposting tweet di twitter. Isinya mengingatkan kalau keesokan harinya adalah hari Senin. Mungkin maksudnya membuat orang jadi merasa malas karena semua juga tahu, siapa sih yang suka dengan hari Senin. Hari dimana libur akhir pekan usai dan hari pertama kerja dimulai.

Nah, saya menimpalinya dengan mengatakan bahwa saya justru menunggu hari Senin tiba untuk bekerja kembali (karena sudah terlalu lama libur). Buat saya, tidak bekerja atau tidak produktif, maka sama saja dengan melepas peluang-peluang bagus untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Teman saya ini kemudian mengatakan bahwa saya enak, sudah punya banyak duit. Saya lantas tertawa. Banyak duit darimana? Toh saya juga bekerja sama seperti yang lainnya. Digaji atas pekerjaan yang saya lakukan.

Tidak ada yang berbeda antara saya dengan karyawan lainnya. Hanya saja, saya dan istri selalu berusaha untuk bersyukur dan menikmati apa-apa yang kami miliki. Kami tidak kaya, namun tidak pula kekurangan. Meminjam istilah dari teman yang lain, dicukupkan.

Itu yang saya rasakan dalam hidup saya. Semuanya dicukupkan. Tidak berlebih-lebihan, namun saat ada kebutuhan mendesak yang cukup besar, ada saja rezeki untuk menanggulagi itu semua. Semua datang tepat pada waktunya.

“Kalau lagi di atas, syukuri dan jangan lupa banyak-banyak berbagi dengan sesama. Kalau lagi di bawah, bersabar saja menjalaninya. Toh roda kehidupan senantiasa berputar.” – Ibu

Pesan itu yang kemudian menjadi acuan kami dalam menjalani kehidupan. Kalau lagi kepingin sesuatu, ya beli. Kalau lagi belum ada rezeki untuk itu, ya bersabar dulu.

Namun bukan juga berarti kami boros tanpa kontrol. Semua tetap ada batasannya. Jika sekiranya tidak worth it dan cuma untuk memenuhi hasrat gengsi dan prestis belaka, untuk apa. Toh kalau menuruti itu semua tidak akan ada habisnya.

Banyak-banyak saja berbagi kepada orang lain. Tidak harus banyak, sesuaikan dengan batas kemampuan kita. Ini biasanya akan sangat membantu kita untuk lebih bersyukur lagi atas apa yang kita miliki. Dan ada yang pernah berkata, “Makin pandai kita bersyukur, makin mudah kita meraih kebahagiaan dan ketenangan hati.” Jadikan saja itu tolak ukur. Kalau kita masih merasa kurang bahagia, berarti bisa jadi ini indikasi kita masih kurang bersyukur.

Jangan repot-repot menemukan kebahagiaan, bersyukur saja yang banyak dan mulailah menikmati hidup Anda.

  1. ya,,saat diatas terkdang lupa,,
    tapi pas di bwah seperti ini rasanya berat untuk bersyukur danmaunya mengeluh saja…
    mas arief minta saran, saya mahasiswa tapi pengen pengen buka usaha, cari idenya gimana yah?
    hehehe

Leave a Reply

CommentLuv badge
Please leave these two fields as-is:

Protected by Invisible Defender. Showed 403 to 473,098 bad guys.